
.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi ya, Tadashii Ryuu!"
"Ugh! Kamu boleh memanggilku Ryuu saja,"
Pada akhirnya aku menggunakan nama lengkapku di dunia sebelumnya
Li juga akan segera melanjutkan perjalanannya untuk mencari ilmu, dia bilang bahwa dirinya ingin pergi ke Selatan, ke Guangdu lalu terus ke selatan melewati Jin dan pulang lewat jalan bawah menuju ke Qing
Jadi kami berpisah disini karena aku juga ingin segera membaca buku-buku yang sudah disiapkan oleh perpustakawan.
.
Sudah berapa lama sejak kota Chang'an kami ambil alih, aku tidak memiliki pekerjaan selama itu dan hanya tinggal diatas sini bersama buku-buku yang kupilih. Ngomong-ngomong aku tidak mungkin naik turun terus, sesekali memang iya tapi sepertinya aku lebih sering menggunakan teleportasi
Buku di kamar ini sudah menumpuk karena aku terus menerus menambahnya tanpa memgembalikan satupun buku sejak pertemuanku dengan Xia Li dulu.
Kebanyakan buku yang kubaca adalah fiksi, tapi karena dunia ini penuh dengan fiksi seperti itu maka agak sulit membedakannya....
"Sihir pertama umat manusia," yah jika dinilai dari sampulnya maka tampak nyata
Tapi jangan tergoda dengan kata-kata sihir pertama itu, soalnya mereka semua tentu hanyalah sampah jika dibandingkan dengan sihir masa kini
Bukankah sihir kuno biasanya kuat? Bah! Aku akan percaya jika buku ini milik Elf atau ras tinggi lain yang bermain sihir sejak Kelfia dibentuk, namun buku buatan manusia? Siapapun tahu bahwa sihir manusia sangat lemah, bahkan meski sudah di reset dan memiliki dasaran yang sama namun kami belajar lebih lambat dari ras lain
Tapi setidaknya kami berkembang, ketimbang sihir-sihir yang dimuat didalam buku ini....
"Perlu menggambar lingkaran sihir dengan bentuk sebagai berikut.... Woah... apa penyihir dulu menggambar bentuk imajinasi mereka kedalam lingkaran sihir yang besar ini? Lalu kalimat-kalimat disampingnya ini adalah deskripsi mendetailnya?"
Orang atau lebih tepatnya penyihir zaman dulu pasti haruslah merupakan seniman gambar dan penulis yang bagus....
Semua usaha itu hanya untuk menciptakan sebuah tongkat kayu, atau kobaran api kecil, atau hembusan angin
Sungguh tidak efisien.
Buku ini tidak layak disatukan dengan buku sihir lain, ini harusnya masuk ke kategori buku sejarah. Seperti yang satu ini,
"Kota bela diri Chang'an," itu judulnya
Benar juga, haruskah aku ke Chang'an sekarang saja mumpung belum ada pekerjaan? Aku perlu petarung terkuat yang bisa menggantikan Percival, meski yah.... aku ragu bahwa aku akan dapat yang sebagus dia
Tapi tidak perlu sebagus dia, yang penting bisa menaikan morale kami dan menang melawan petarung musuh maka sudah bagus
Mari langsung saja- Ups! Aku harus memberitahu Kyouka dan Maou dulu, takutnya mereka berdua mencariku. Jadi sekarang aku akan pergi ke paviliun Fuzhou tempat Kyouka duduk dibalik meja dan mengurus berbagai hal kebutuhan Ruby
Teleport saja lah....
.
"Kukh! Ryuu?!"
__ADS_1
Kyouka sedang menandatangani dokumen di balik meja sesuai yang kuduga, aku muncul didepan meja itu persis dan dia terkejut
"Hehe, halo Kyouka, sudah lama ya,"
"Ya, kalau maksudmu sudah lama tidak terjadi pertempuran maka benar," kata dia
"Ngomong-ngomong memangnya pekerjaanmu selalu sebanyak ini? Tidak bisakah seseorang atau kamu membuat kelompok untuk mengurusnya?" Tanyaku
"Ini semua adalah yang perlu kulihat, apa kamu sungguh tidak tahu kalau kita punya struktur pemerintahan...? Kita punya beberapa menteri loh..." jawabnya
"Yah karena mereka tidak terlibat dalam militer maka aku tidak pernah tahu," lagi-lagi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak berjalan-jalan di ruangan Kyouka yang penuh dengan barang-barang antik
Hmm? Yang satu ini bukan barang antik kan? Bagaimana mungkin ini barang antik.... ini kan...
"Kyouka, bukankah ini..."
"Hmm? Ah, itu tongkat sihir milik Maou. Karena kini dia jarang menggunakan sihir jadi dia titipkan padaku," jawabnya
Yah... aku ragu bila itu hanya sekedar dititipkan, pasalnya tongkat ini memancarkan sihir yang cukup kuat. Biar kutebak... Maou menaruh ini disini untuk melindungi Kyouka dari bahaya yang tidak terlihat, seperti kasus Shin kemarin
"Benar juga, aku kemari untuk bilang kepadamu, aku ingin pergi ke Chang'an,"
"Eh? Apa yang mau kamu lakukan disana?" Tanya dia
"Tentu saja mencari pengganti Percival, sejak kamu melepasnya begitu saja...."
"H-Hei kamu masih membahasnya? Bukankah kita sudah sepakat bahwa itu keputusan yang bagus?" Bagus sih bagus.... tapi bagiku tetap saja banyak ruginya
"Hmm.... kamu pasti perlu ksatria ya.... baiklah, tapi jangan lama-lama. Kita tidak tahu kapan Ming akan memutuskan untuk menyerang,"
"Tenang saja aku tahu itu kok, sampai jumpa,"
"Eh? Cuma begitu?" Kenapa dia malah bingung?
"Iya, kalau aku mau pergi aku selalu berpamitan bukan?"
"Itu... kamu benar tapi aku tidak tahu kamu pergi berapa lama, kalau kamu meninggalkanku selama tiga tahun lagi maka akan kubunuh kau dengan tanganku sendiri!!" Ugh...
"B-Baiklah akan kuingat, dadah..."
.
Semua memiliki batasannya masing-masing, terutama manusia. Manusia memiliki batasan yang berbeda dari manusia yang lain, itu karena tiap individu itu berbeda
Dan karena itu, diantara mereka ada yang memiliki batasan yang lebih rendah dari yang lain. Bukan berarti kami tidak diberi kesempatan, tapi akan lebih susah untuk mencapainya ketimbang manusia biasanya
Hiroshima, 1945, 6 Agustus.
Sebuah bom atom dijatuhkan dari langit.
Bagi mereka itu akan nampak seperti hukuman surgawi dan dengan itupun mereka mati secara tragis, bahkan banyak yang tidak menyisakan apapun.
__ADS_1
Bom kedua jatuh di Nagasaki, 9 Agustus, 1945, mengakhiri Kekaisaran Jepang itu sendiri, negeri yang tak pernah kutahu ketika aku lahir.
Aku tidak menyaksikan kejadian itu, aku seperti yang kubilang belum lahir di masa itu. Tapi ayahku merupakan salah satu prajurit yang ada tepat diluar kota Hiroshima ketika bom dijatuhkan, beruntung dia tidak terluka atau apa meski terhempas oleh gelimbang angin dan suara
Tapi.... dia terpapar radiasi dari bom itu.
Hal tersebut membuat kaki ku lumpuh sebagai anaknya, alhasil aku memiliki batasan yang lebih rendah dari manusia normal lainnya.
Tapi siapa yang bisa kusalahkan? Ayahku juga korban dari radiasi bom tersebut, pesawat yang menjatuhkannya juga melakukan tugas negaranya, sementara Amerika hanya ingin perang ini usai lebih cepat
Meski begitu pun aku masih bisa menikmati hidupku kok...
Tapi kalau ditawari untuk bisa berjalan menggunakan kedua kaki ku... tentu saja aku akan menerimanya. Oleh sebab itu aku setuju untuk dipindahkan ke dunia ini oleh Dewa
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, kaki ku bisa menompa diriku dan aku bisa berjalan, melompat, bahkan berlari dengan sangat cepat
Berbicara soal cepat, aku meminta pada Dewa sebagai hadiah atas reinkarnasiku, untuk bisa menjadi orang tercepat di dunia ini
Jujur saja ketika aku meminta hal itu, yang ada dalam pikiranku adalah berlari dan berlari, sementara rupanya hadiah ini lebih dari itu. Menjadi cepat bukan berarti aku hanya bisa berlari, tapi aku juga cepat dalam segala hal yang berhubungan dengan fisik ku
Aku bisa bergerak dengan cepat namun jika mata dan pikiranku tidak dapat mengikuti maka sama saja seperti berlari dengan mata tertutup, dan bisa dibayangkan jika aku berlari sangat cepat lalu menabrak sesuatu karena tidak sempat melihat itu...
Oleh karena itu sejak kecil aku berlatih dengan reflek ku-
Oh, soal itu... Aku dibuang oleh kedua orang tua ku di dunia ini, mereka meninggalkanku di gang sempit di kota Chang'an. Makannya aku hidup sendiri saat ini tepat diluar kota Chang'an yang beberapa waktu lalu kepemilikannya berganti dari Ming ke Ruby
Menurutku itu agak aneh karena dilihat dari nama maka kedua negeri ini harusnya terpisah jauh, tapi untuk apa kupikirkan? Lagipula kepemerintahan Ruby jauh lebih menguntungkan bagi seniman bela diri ketimbang Ming dulu, saat ini kami bisa bertarung semampu kami tanpa takut ditarik kedalam militer
Kudengar dahulu ada seseorang yang tak terkalahkan dan pada akhirnya ia ditarik untuk bergabung dalam pasukan Ming, rumornya dia sudah mati dalam duel maut melawan ksatria Ruby
Lalu bagaimana dia mendapat gelar tak terkalahkan itu? Hal inilah yang menarik perhatianku.
Untuk menjadi yang tak terkalahkan, ada sebuah pertandingan besar yang diadakan tiap lima tahun sekali yang mana pemenangnya akan mendapatkan banyak hal baik itu kekayaan maupun ketenaran, sudah dua kali aku melewati pertandingan itu
Itu benar, umurku saat ini belum menyentuh 17 tahun, tapi mungkin saat pertandingan final minggu depan aku sudah 17 tahun.
"Yuuna! Itu pertandingan yang bagus,"
"Ya! Bersulang untuk kilat putih!"
Kilat putih, gadis bersurai putih, itu nama panggilan yang kudapat karena rambut ku ini yang mungkin juga alasan mengapa kedua orang tuaku meninggalkanku. Rambut putih yang dianggap sebagai kutukan... Namun mata emasku biasanya dianggap sebagai keberuntungan
Sebulan yang lalu ketika aku baru memasuki turnamen, semua orang hanya melihat "kutukan" itu. Kini setelah aku mengalahkan seluruh lawanku, mereka menganggap itu sebagai julukan yang bagus.
Aku juga tidak mengira bahwa diriku akan berakhir dalam turnamen bela diri, tapi kurasa ini keahlianku di dunia ini? Aku ingin mencoba berbagai hal yang baru soalnya.
Seni bela diri yang kupelajari adalah teknik berpedang dari Tenggara, dengan sebuah buku yang kutemukan di pinggir gang
Tusukan dan tebasan yang menggunakan kecepatan sebagai inti dari tiap serangan, bukankah itu terdengar sangat cocok untuk ku dan kemampuanku?
Aku harus menang dalam turnamen ini, hanya dengan begitu mungkin aku bisa bertahan hidup dari uang yang kudapatkan. Yah... bukan berarti aku tidak bisa mendapatkan uang dengan cara lain, tapi seperti yang kukatakan aku ingin mencoba hal baru
__ADS_1
Jadi kuayunkan pedang yang kubeli di toko pedang terbaik Chang'an ini, satu pertarungan lagi dan aku akan menang.