The Sended

The Sended
Chapter 28: Until Death do us Part


__ADS_3

Kami mendekat ke tempat tetua dan pemimpin kelompok itu, berniat mendengar apa yang mereka bicarakan


Soalnya kedua orang ini nampak sangat serius dari kejauhan, aku yakin pasti ada setidaknya satu informasi yang berguna bagiku dan Kyouka


"Alasan kedatanganku sebenarnya tidak lain adalah untuk meminta pejuang tambahan. Ini terdengar egois tapi kita benar-benar memperlukannya di garis depan untuk menahan laju pasukan Ladenvield," kata pemimpin kelompok itu


"Aku mengerti akan kekhawatiranmu Uther, namun yang tersisa dari Afiel hanyalah anak-anak dan orang tua yang sudah kesulitan mengayunkan pedang. Kamu sudah membawa para pejuang kami bertahun-tahun yang lalu," jawab tetua


Pemimpin kelompok itu nampak termenung mendengar jawaban dari tetua, jadi itu alasan mengapa aku tidak menjumpai remaja di sini


"Tapi kalau begini terus, kita akan kekurangan penjaga dan mereka dapat menerobos hutan. Kudengar Ladenvield juga membangun kota jauh di seberang sungai, itu akan memudahkan mereka untuk memasok pasukan lagi,"


Ladenvield.... dari yang mereka bicarakan, sepertinya Ladenvield ini berbeda dengan Afiel. Mereka terdengar seperti lebih terorganisir dan untuk mengalahkan mereka pun nampaknya kelompok pejuang itu harus menggunakan taktik 'pengecut'


Tapi bukan berarti aku menolak rencana ini, faktanya pasukan Roma juga kalah ketika melawan suku-suku Jerman di hutan teutoburg. Semua taktik akan bagus bila digunakan dengan benar pada situasi yang tepat


"Apa mungkin bagi kita untuk menurunkan standar kriteria pejuang kita...?" tanya pemimpin kelompok itu


Mendengarnya, spontan tetua langsung bangkit dan menunjukan sedikit emosinya


"Hutan Ruby telah dijaga oleh pejuang dengan kriteria dan pelatihan yang sama selama ratusan tahun, kamu pikir darimana hal ini dirumuskan kalau bukan dari leluhur kita?"


Ruby, jadi itu nama hutan ini


"Kamu tidak akan menerima satupun pejuang disini Uther, mungkin di desa lain,"


Ah! Itu membuktikan bahwa ada desa selain Afiel didalam hutan Ruby, yah sudah jelas sih karena pemimpin kelompok itu sedang mencari pejuang, harusnya tidak hanya Afiel tujuan mereka


Lalu jika melihat kelompok itu sendiri, banyak dari mereka yang tidak melepas rasa rindu mereka di desa ini, seperti Afiel bukan tanah kelahiran mereka saja dan itu memang benar


Maka jika begitu, bukankah ini malah menjadi benar-benar mirip dengan suku-suku Jermania saat Romawi berkuasa?


"Mungkin anda memang benar ketua.... aku akan berusaha mencari pejuang di desa lainnya,"


Sang tetua kembali duduk dan membahas masalah yang berkaitan dengan Ladenvield, aku dan Kyouka juga terus duduk didekat sana untuk mendengarkan. Informasi yang mereka katakan sangat penting soalnya, apalagi bagi kami yang hanya tahu soal Desa Afiel dan bukit


Malam itu aku mendapat banyak informasi mengenai dunia ini, dunia baru ini. Bukan hanya dari kedua orang tadi, namun juga dari orang tua Kyouka yang juga berada di kelompok pejuang, dari para pemburu desa, dari mantan petualang, dan dari banyak orang lain di pesta itu


Kami hidup di sebuah daratan luas yang berada ditengah lautan, disini berdiri dua kerajaan besar yakni Ladenvield seperti yang diceritakan, dan satu lagi bernama Edelfield. Keduanya secara teknis masih berperang sejak dulu karena belum ada perjanjian damai

__ADS_1


Ladenvield di Selatan mulai membangun pasukannya untuk pertempuran penentu, sepertinya rencana mereka adalah untuk memotong jalan lewat hutan Ruby agar memberi keuntungan kejut pada Edelfield


Kami para suku Ruby, termasuk Afiel, tentu tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kami melawan mereka di medan yang kami kuasai, hutan


Ladenvield berada di dataran yang tinggi, yang mana kaya akan mineral dari pegunungan. Mereka menambang material untuk dijadikan perlengkapan dan senjata melawan Edelfield


Sementara itu Edelfield berada di dataran rendah di Utara, mereka bercocok tanam dan menjadi kaya karena banyak orang asing yang berdagang disana. Soalnya Edelfield juga mendirikan ibukotanya di pinggir pantai, itu jadi menarik banyak pedagang


Dan karena informasi satu ini membuatku yakin bahwa daratan yang kami pijak, Edelfield, Ladenvield, Ruby, dan seluruh daratan ini, hanya sebuah pulau semata. Kurasa memang tiga kali lipat dunia sebelumnya itu tidak mungkin sesempit ini


Namun pertanyaannya jadi sebesar apa?


Esok paginya, kelompok pejuang itu pergi meninggalkan desa. Banyak orang yang melepas kepergian mereka, soalnya entah kapan mereka kembali lagi


Dan kenyataannya sekarang.... mereka tidak akan pernah kembali lagi


Didepanku adalah Kyouka, tanganku diikat dengan belenggu dan dirantai menyambung ke belenggu di leher Kyouka didepan dan menyambung ke belenggu di leherku pula. Kami semua berbaris dan diikat dengan satu rantai yang sama, entah kemana tujuan barisan ini


Kami melewati mayat-mayat yang tergeletak diatas tanah, darah mereka meresap keatas tanah, sebaiknya tidak menceritakannya lebih lanjut lagi. Mereka tidak lain ialah kelompok pejuang tadi malam, buktinya adalah ketua kelompok mereka yang ada di pinggir jalan barisan ini


Dia ditundukan oleh prajurit dengan perlengkapan era medieval awal yang tidak terlalu ketat dan tertutup, mereka antara membawa pedang dan perisai kite atau tombak dan perisai kite


"Akui Raja kami, maka kamu akan diampuni," kata salah satu prajurit itu


Setelah itu ia kehilangan kepalanya ketika satu prajurit lain dibelakangnya mengayunkan pedang dua tangan dengan cepat, mengakhiri hidupnya dalam sekejap


Apa sampai sini sudah cukup mengerti bagaimana bisa kejadian hal-hal tadi?


Sebelumnya, setelah kelompok pejuang itu pergi, aktivitas desa Afiel berjalan seperti semula. Beberapa jam berlalu sampai salah satu pejuang yang pergi tadi kini kembali dengan penuh luka, namun sebelum mengatakan alasannya dia malah pingsan karena luka-lukanya itu


Ketika ia bangun dan berniat melapor pada tetua, itu sudah terlalu terlambat. Prajurit-prajurit asing yang menggunakan perlengkapan era medieval awal itu merangsek kedalam desa, menjarah apapun yang ada dihadapan mereka


Mereka membunuh orang-orang yang melawan, lalu memaksa kami yang lemah untuk berkumpul di tempat dimana kami sebelumnya melaksanakan ritual, itu adalah tempat ketika sihir Kyouka terlihat pertama kali


Disana, akhirnya tetua juga berhasil ditangkap setelah membunuh beberapa prajurit dengan sihir angin miliknya, nampaknya sihir selevel itu masih belum dapat mengalahkan sepasukan prajurit dengan perlengkapan baik


Pimpinan pasukan itu berdiri didepan tetua yang sudah tidak berdaya untuk melawan, kedua tangannya ditahan oleh dua prajurit yang berbeda, tongkatnya dijauhkan, dia juga sudah kelelahan


Salah satu bawahan pimpinan itu memberi saran, "Dia adalah tetua disini kapten, kalau kita membunuhnya mungkin yang lain akan memberontak,"

__ADS_1


"Tidak masuk akal! Perintah anda adalah membunuh yang melawan dan menangkap yang menurut, dia telah menghabisi empat prajurit berharga kita, dia pantas mati!" Kata bawahan lainnya


Pimpinan itu mengambil napas, akhirnya dia memberikan jawaban atas nasib tetua


"Bunuh dia, bawa yang lain pergi,"


"Baik!" kedua prajurit yang menjaganya itu menanggapinya


Mereka membawa tetua ke dekat rumah, salah satu dari mereka menghunus pedangnya sementara yang lain menundukan kepala tetua, selanjutnya seperti yang terjadi pada pemimpin kelompok pejuang disini.


Di sana kami diikat dengan belenggu dan rantai yang saling dikaitkan satu sama lainnya, lantas kami dibariskan dan berjalan sesuai arahan prajurit didepan kami. Aku sampai saat ini hanya mengikuti alur saja, begitupun dengan Kyouka


Emily, Harold, dan satu teman kami.... Mereka tidak ada di barisan ini, tapi aku juga tidak melihat mereka dibunuh. Mungkin bersembunyi dan kabur entahlah


"Jalan lebih cepat!" benar juga, mereka mencambuk kami bila bergerak lambat


Aku hampir menginjak mayat yang merupakan ayah dari Lofi atau Kyouka di dunia ini, lalu aku melihat kearah Kyouka yang terlihat merasa kasihan pada mereka terutama orang tua dari tubuhnya itu. Disisi lain aku tidak....


Entah karena aku pernah melakukan tindakan yang lebih mengerikan kepada ribuan prajurit Federasi, atau karena aku menganggap mereka tidak lebih dari alat seperti yang Dewa katakan


Tidak jauh, aku kami menjumpai Ibu Lofi yang juga sudah tak bernyawa, posisi mereka berdua seakan berusaha untuk menggandeng tangan satu sama lain, sebuah cinta sampai akhir hayat mereka bilang


Setelah berjalan lebih jauh dari perjalanan manapun yang pernah kutempuh di dunia ini, akhirnya kami keluar dari hutan dan melihat sinar matahari tanpa halangan daun dan pohon untuk yang pertama kali


Jadi ingat saat ketika pertama kali dipindahkan sebagai Archen, terik matahari yang hampir membunuhku itu


Kami melihat sungai dan diseberang sana ada perkemahan besar pasukan Ladenvield, ini membuat keyakinanku akan perang penghabisan akan terlaksana antar Ladenvield dan Edelfield.


Barisan ku menuju salah satu area didalam perkemahan itu, di papan namanya tertuliskan Ghetto. Ini kamp tempat tinggal tahanan perang untuk dipekerjaan secara paksa


Kalau tidak salah, Ghetto berarti tempat tinggal bagi kaum yang di minoritaskan dalam kasus ini Yahudi di Eropa. Gagasan tersebut muncul pada abad ke-16 dan sering dikaitkan sebagai perlambangan diskriminasi suatu bangsa kepada kaum yang diminoritaskan itu


Aku sendiri menolak mentah-mentah tindakan itu, aku juga berpikir apa kata minoritas ini sebenarnya dibutuhkan atau tidak? Kalau hidup sebagai satu bangsa yang sama, apalagi sudah sah menjadi warga negara maka bukankah semua orang sama saja?


Apalagi kan.... Pada perang dunia kedua, Jerman membuat Ghetto terbesar di dunia bernama Warsawa Ghetto yang ditinggali 400.000 orang didalamnya. Bayangkan saja kalau mereka digunakan ke hal yang lebih berguna


Bayangkan saja kalau 400.000 orang ini diposisikan sebagai prajurit di tembok atlantik, bukankah itu akan menyelamatkan mereka dari serbuan sekutu dari Barat?


"Hei Ryuu, apa yang kamu lamunkan?"

__ADS_1


"Haha.... sekarang kita jadi budak ya...?"


Budak, seorang Kaisar Yamato yang pernah menguasai separuh benua Timur kini menjadi budak sebuah kerajaan dalam pulau kecil.... Itu akan menjadi kisah yang bagus huh?


__ADS_2