
Dengan datangnya damai ke Kekaisaran Ryuu, perdagangan dengan Mughal akhirnya mulai lancar. Mereka membawa banyak teknologi baru yang membuat Kekaisaran terus maju
Ryuu memindahkan ibukota Kekaisarannya ke daratan Yamato sebagai tanda bahwa tujuan Kekaisarannya adalah untuk mengembalikan kejayaan pendahulunya
Ia juga sudah pindah beberapa hari yang lalu ke Yamato, bersama ribuan pasukan untuk mempertahankan tanah itu
Di titik ini, Kekaisaran Ryuu bisa dikatakan sebagai salah satu kekuatan besar dunia bersama Germanica dan Mughal
Sampai pada suatu saat dimana sebuah kapal perang asing datang dari Timur, melewati samudera yang luas
Mereka bersandar di pelabuhan Kekaisaran di pulau Yamato, satu persatu pasukan didalamnya keluar dan mereka tidak asing bagi Ryuu
Pakaian berwarna abu-abu mereka sudah menjadi ciri khas sebuah negeri yang sangat dikenal oleh Ryuu, Germanica
Sempat timbul kemarahan dari militer Yamato yang menuntut agar mereka segera pergi meninggalkan wilayah itu, namun Ryuu malah mengundang mereka ke istana miliknya
Disana mereka diundang Ryuu untuk makan siang dan Ryuu menanyakan hal-hal tentang Germanica yang sekarang
Menurut Ryuu, tidak ada salahnya untuk membeberkan beberapa informasi tentang negaramu sendiri ketika negara itu sudah tidak terkalahkan
Malah mungkin berbanggalah saat menceritakan negara itu
Dan hal itu persis sama seperti yang kapten Germanica lakukan saat ditanyai oleh Ryuu
"Apa kamu tidak masalah kami mengetahui informasi negaramu?" tanya Ryuu
"Ah tidak apa, lagipula tidak ada yang bisa mengalahkan kami. Baik Nonna di Timur bahkan-" dengan sombongnya kapten Germanica berkata seperti ini, namun dipotong oleh Ryuu
"Bahkan UOMA di Barat...." Ryuu tahu apa yang akan kapten itu katakan
Itu karena yang membuat kalimat ini adalah atasan Ryuu saat ia bekerja di bidang taktis dulu
"Bagaimana anda dapat mengetahui kalimat ini, Kaisar? Padahal kalimat ini aku kutip dari orang yang ada dibalik bayang-bayang,"
"Beberapa tahun yang lalu, aku mengunjungi Germanica dan mendengar kalimat ini di jalan, mungkin saja dia adalah orang itu," tentu saja dia berbohong
Setelah mengobrol cukup lama akhirnya Ryuu menanyakan tentang alasan kedatangan kapal Germanica ke benua Timur
"Kami sedang melacak sisa-sisa prajurit UOMA yang kabur kemari, apa anda tahu sesuatu?"
Ryuu diam beberapa saat, lalu dia meminum teh dari cangkirnya baru akhirnya menjawab pertanyaan ini
"Tidak, aku tidak tahu apapun, memangnya bagaimana bisa kalian sampai membiarkan UOMA yang sangat lemah lari kemari?"
"UOMA di laut itu lain, mereka sangat tangguh bahkan untuk Kriegsmarine sekalipun,"
Akhirnya waktu makan siang telah usai dan kapten Germanica pamit untuk mencari angkatan laut UOMA yang kabur ke Phines
Setelah kapten Germanica hilang dari pandangannya, Ryuu segera mengirim pesan ke seluruh angkatan lautnya untuk bersiap-siap
Lusa, Yamato harus mengalahkan UOMA di Phines atau mereka akan didahului oleh Germanica
Baru beberapa bulan damai, kini Ryuu mengobarkan perang kembali. Alasannya adalah untuk mengamankan sumber daya di Phines yang termasuk benua Timur bagian Selatan, yang mana memiliki banyak cadangan minyak bumi dan bisa digunakan untuk menjalankan mesin-mesin perang Yamato
Di markas angkatan laut, situasi menjadi ramai karena persiapan untuk menuju ke Selatan
"Kaisar telah memanggil kita ke Selatan untuk melawan negara bar-bar yang melarikan diri dari perang di Timur! Mari kita akhiri kehidupan memalukan mereka!!"
Semuanya sedang disiapkan untuk besok lusa, dimana titik pertemuannya ada di daratan Ming yang paling dekat dengan Phines
Kali ini Ryuu akan memimpin satu armada, bukan hanya satu kapal. Bahkan dirinya belum pernah melakukan ini sebelumnya
Namun, itu tidak masalah. Karena Ryuu selalu punya rencana
__ADS_1
Dia menghubungi laksamana armada Mughal yang memiliki hubungan buruk dengan UOMA, dan Ryuu mengatakan seluruh rencananya kepada laksamana Mughal ini
"A-apa kamu serius?" tanya sang Laksamana
"Tentu saja, memangnya aku pernah bercanda dalam hal ini?"
"Baiklah, aku akan mengikuti rencanamu,"
Dengan setujunya sang Laksamana, Ryuu sudah memenangkan perang ini bahkan sebelum deklarasi perang terkirim
Sekarang Ryuu sudah berada di atas kapal induk yang dilindungi beberapa Destroyer di segala sisinya. Armada ini akan sampai pada jarak tembak dengan UOMA dalam tiga jam
Dengan jatuhnya UOMA, maka Ryuu dapat melanjutkan ekspansinya ke Selatan menuju kepulauan besar yang dikuasai oleh negara netral yang dulunya berada diantara Francia dan Germanica
Negara itu melarikan diri sama seperti UOMA ke benua Timur bagian Selatan, dan menjalin hubungan baik dengan UOMA
Tidak hanya negara netral ini, ada juga Francia dan Britania. Semuanya melarikan diri kesini untuk membentuk sebuah aliansi baru agar dapat menandingi Germanica
Namun siapa sangka, mereka malah menghadapi perancang kemenangan Germanica atas Francia yang tidak lain adalah Ryuu disini
Dan beruntungnya bagi Ryuu, ancaman terbesar di aliansi ini hanya UOMA yang mana kekuatannya sendiri masih berada di bawah Yamato
Rencana Ryuu itu seperti ini, kekuatan UOMA pasti masih tersebar di seluruh Phines dan butuh beberapa jam hingga mereka dapat bersatu
Hingga saat itu, armada Yamato akan menghancurkan sebanyak mungkin kapal yang mereka temui
Namun aliansi baru mereka tidak akan meninggalkan UOMA begitu saja, mereka juga akan membentuk armada gabungan yang pastinya lebih lemah lagi
Saat inilah peran Mughal datang
Laksamana mereka akan membentuk armada besar yang seolah-olah nampak akan menyerang aliansi, jadi pikiran aliansi akan kacau karena diserang oleh dua arah
Apalagi keduanya sama-sama memiliki kekuatan diatas mereka, dan begitulah maka perang ini akan selesai
Tidak perlu menembak, peran Mughal hanya untuk memberi tekanan kepada aliansi sehingga mereka mau menyerah kepada Mughal dan Yamato
"Bagaimana? Bagus bukan, rencanaku?" tanya Ryuu
"Yah... aku tidak begitu mengerti, tetapi semoga saja ini berhasil," jawab Kyouka
"Kamu berkata seolah aku pernah gagal saja...,"
Ryuu selesai dengan strateginya, langsung keluar dari kabin miliknya dan menghirup udara laut yang sangat dia sukai
Dia sangat menyukai laut semenjak dulu saat menjadi kapten, soalnya saat itu dia baru pernah merasakan apa itu keberuntungan
Selama ia hidup, tidak pernah ada kata beruntung dalam perjalanannya. Semuanya Ryuu atur dalam pikirannya yang sangat luas
Berbanding dengan Kyouka yang selalu beruntung
Namun kali ini, semuanya tidak berjalan dengan apa yang Ryuu pikirkan. Benar-benar 'semuanya' itu hancur berantakan
Hancur bukan dalam artian rencana Ryuu digagalkan atau gagal oleh aliansi, tetapi karena suatu hal yang jauh lebih besar dari itu
Kekuatan yang diluar pikiran manusia, apalagi kalau bukan sang Dewa yang mengirim Ryuu dan Kyouka ke dunia itu
Saat Ryuu dan Kyouka berada di dek kapal sambil melihat laut, tiba-tiba segalanya berhenti dan semua warna berubah menjadi hitam putih
"Ada apa ini?" Kyouka tentunya terkejut dan bingung tentang kejadian ini
Begitu juga dengan Ryuu, namun setelah dipikir sejenak, ia tahu bahwa kejadian ini sama seperti saat dia mengajukan pertanyaan kepada Dewa
"Ini adalah saat dimana Dewa akan muncul," jawab Ryuu
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, suara Dewa yang akrab di telinga Ryuu pun mulai terdengar,
"Tadashii Ryuu, Fujiwara Kyouka, karena suatu alasan, aku harus mengakhiri dunia ini"
"Huh? Apa maksudmu kali ini?", tanya Ryuu
"**Akan sulit bila kukatakan semuanya sekarang, waktu lah yang akan menjelaskan. Aku akan membuat tawaran baru kepada kalian berdua,
Sebuah dunia baru dimana sihir itu ada, dan makhluk selain manusia juga bersama-sama menguasai dunia itu. Manusia bukanlah makhluk terkuat, namun memiliki potensi untuk menjadi makhluk terkuat tersebut**,"
"Dunia Fantasi katamu?", kata Ryuu
Selagi Ryuu merespon penjelasan Dewa, Kyouka malah diam dan tubuhnya gemetar karena ketakutan
Bukan karena akan dipindah lagi, tetapi karena dia sedang ada didepan sosok yang menciptakannya beserta seisi dunia miliknya
Dia malah kagum dengan Ryuu yang dengan santainya dapat berkomunikasi bersama sang Dewa
"Bagaimana? Apa kalian menerima tawaranku ini?"
"Memangnya kami bisa menolak?" jawab Ryuu dengan pertanyaan
"Kali ini tidak, karena mau bagaimanapun dunia ini akan ku akhiri,"
"Kalau begitu, kanapa kamu tanyakan!?", kata Ryuu kesal
Mau bagaimanapun Ryuu dan Kyouka pasti menyetujui tawaran baru itu, dan mereka akan terlahir kembali sebagai bayi
Tetapi sebelum itu...
"Ryuu, kamu masih punya dua kesempatan bertanya di reinkarnasi ini, aku memberimu kesempatan untuk menggunakannya sekarang,"
"Aku mengerti, kalau begitu apakah ada orang lain selain aku dan Kyouka yang kamu kirim ke dunia ini?"
"Sejauh ini tidak, tetapi aku akan mengirim beberapa saat di dunia baru mu nanti"
"Pertanyaan kedua, kami tetap membawa ingatan ini kan?"
"Tentu saja, kalian akan membawa ingatan dari dunia sebelumnya dan dunia ini,"
Dengan habisnya kesempatan bertanya Ryuu, Dewa akan mengirim kedua orang itu ke dunia baru dimana adalah dunia yang sangat berbeda dari kedua dunia sebelumnya
"Tunggu sebentar!!" teriak Ryuu
"Aku ingin menggunakan kesempatan Kyouka untuk bertanya satu hal "
Sang Dewa membatalkan pemindahan itu dan mulai berbicara lagi,
"Katakan saja,"
"Bagaimana dengan jumlah reinkarnasi kami? Apa akan direset juga?"
"Ya, itu benar, jumlah reinkarnasi kalian akan kutambah menjadi 10 mengingat skala dunia ini tiga kali lebih besar,"
Ryuu tambah kesal mendengar ucapan Dewa kali ini, 'bukankah lima dikali tiga harusnya lima belas?' Seperti itu yang Ryuu pikir
Sang Dewa mengkali tiga skala dunia, namun hanya mengkali dua kan jumlah reinkarnasinya
"Ya baiklah, terserah kau saja,"
"Dimengerti, kalian akan kupindahkan ke sebuah suku bernama Afiel yang berada diantara dua kerajaan besar bernama Ladenvield dan Edelfield
Dari sana kalian akan memulai kembali kehidupan dari nol, semoga saja kalian tidak menyia-nyiakan reinkarnasi pertama ini,"
__ADS_1
Dengan itu, maka Ryuu dan Kyouka berpindah dari yang semula dek kapal, menjadi sebuah gubuk kecil di suatu tempat terpencil