
Ada kabar datang dari Timur, pasukan Germanica terkepung oleh pasukan federasi Nonna di kota Stratov. Kota ini dulunya milik federasi Nonna yang diambil alih oleh Germanica tahun lalu
Sekarang mereka sudah mempersiapkan segalanya untuk membalas serangan Germanica setahun lalu
Jenderal Alexei Burchilov dipercaya oleh federasi Nonna untuk melancarkan serangan kearah Barat menggunakan sumber daya yang sangat besar, serangan ini adalah segalanya bagi federasi
Bila gagal, moral pasukan akan menurun drastis, ekonomi mereka juga hancur. Namun bila berhasil, maka perang abadi ini akan terselesaikan dan federasi Nonna dapat memiliki wilayah Germanica sendiri tanpa membaginya dengan aliansi Alles
Perlu diketahui bahwa federasi Nonna tidak termasuk dalam aliansi yang dibentuk oleh Francia dan Britania yang bernama Alles, mereka adalah negara yang berdiri sendiri dalam melawan Germanica dari Timur
Sementara itu aku telah selesai dengan urusan kru di sekolah ini, padahal jadwal keberangkatanku adalah besok tapi apakah kapalnya sudah datang ya?
"Kami membutuhkan destroyer yang dapat menghancurkan dua Battleship", kalimat ini terus teringat olehku
"Kapten, Kita sudah sampai,"
"Y-ya...."
Aku segera turun dan menghirup udara laut yang sebenarnya sudah tercemar asap yang buruk, lalu aku terbatuk karenanya....
Namun aku akhirnya melihatnya, kapal baruku. Destroyer tipe terbaru ada didepan mataku, dengan kru lama yang sudah menyambut dengan berbaris
Aku baru pernah melihat desain persenjataan seperti itu, jujur saja dengan melihatnya saja aku sudah merinding hingga menyeringai sendiri
"Baiklah, mari kita bawa monster ini ke lautan!!"
Tapi sebelum itu...
Pesta penyambutan ya...?
Yah, biarlah. Lagipula kebiasaan ini juga tidak buruk, mereka jadi lebih dekat dengan senior dan aku berharap agar kesenjangan diantara mereka menghilang
Karena misi selanjutnya cukup berbahaya menurutku, kali ini kami benar benar harus membutuhkan segala sesuatu yang menguntungkan
"Kapten Archen, kapalmu merupakan tipe terbaru yang mana kami tidak mau kehilangannya dalam satu pertempuran,"
Aku ditempatkan di pulau Jane yang mana sebenarnya adalah dua pulau yang dipisahkan oleh genangan air laut yang mengalir deras seperti sungai
Ucap laksamana adalah ketika berada ditengah pulau, pulau ini akan melindungi kapal kami dari pengelihatan musuh, namun aku tetap sadar betapa rawannya posisi ini
Aku memang menjadi tak terlihat oleh musuh, tapi aku juga jadi tidak bisa melihat musuh ada dimana
Contohnya jika musuh datang dari depan, maka kami harus mundur dan kabur kembali ke wilayah jangkauan Germanica di belakang, begitu juga kalau musuh muncul dari belakang
Namun kalau musuh datang dari kedua sisi setelah mengetahui lokasiku? itu adalah game over atau dead end bagi kami
Ini adalah misi yang sulit, mungkin tujuan kami memang untuk menguji kemampuan Destroyer ini. Jika diambil maksud utama dari laksamana maka mungkin akan berbunyi seperti ini,
"Terserah caramu, cobalah hancurkan Brits sebanyak mungkin dengan kapal itu,"
Karena kami tidak diperkenankan meninggalkan posisi ini dengan alasan pengelihatan musuh
Ada sebuah kejadian di yunani sekitar tahun 480 sebelum masehi, dimana raja Leonidas dari Sparta memimpin 300 pasukan untuk menghentikan 1.000.000 pasukan Persia, jumlah ini memang terdengar seperti dilebih-lebihkan.... mari kita sepakat saja dengan para sejarahwan, jumlah terbesar yang mungkin adalah 300.000
__ADS_1
Mereka menghentikan Persia di sebuah tebing sempit yang mana hanya satu-satunya jalan menuju Yunani, dikisahkan bahwa saja tidak ada pengkhianat diantara Sparta maka Persia akan mengalami kekalahan saat itu
Namun situasi itu sangat berbeda dengan sekarang walaupun dengan keadaan yang mirip, kapal perangku ada diantara dua pulau sempit dimana musuh dapat datang kapan saja
Raja Leonidas memanfaatkan ruang yang sempit itu untuk menghapus keuntungan jumlah musuh, namun itu tidak berarti dalam situasiku
Jika saja sebuah Battleship muncul nantinya, kapal ini tidak mungkin bertahan. Apalagi dengan ruang yang sempit ini, meriam belakang juga tidak dapat digunakan begitu juga torpedo yang mana adalah senjata utama Destroyer
"Anu? Kapten?"
"Y-ya? Ada apa letnan Victoria?"
"Apa kapten pernah merasakan kekalahan sebelumnya? Maaf karena menanyakan ini"
"Tidak apa.."
Kalau dipikir-pikir, aku pernah kalah dalam game Grand Strategy dulu. Melawan teman pertamaku dalam game itu disaat aku sudah mahir dalam bermainnya
Namun pada akhirnya aku terus berlatih hingga skill kami seimbang, saat diadu ulangpun aku menang dengan sangat banyak korban dipihaku, hampir 99% pasukanku mati
Kemenangan itu adalah saat terbaik, bahkan saat menang melawan sang juara Old World aku tidak se senang itu. Namun kekalahan sebelumnya juga mendorongku agar berlatih lebih lanjut dan melampaui temanku ini
"Ya aku pernah merasakannya"
"Apa itu rasanya menyakitkan?"
Aku diam sesaat sambil memikirkan apa jadinya temanku sekarang ini
"Rasa sakit tentu ada, namun setelah dipikir lagi ternyata kita memang perlu perasaan itu. Atau kita akan menjadi seperti teman bangsawanmu sebelumnya yang sombong,"
Tunggu sebentar, kenapa tiba-tiba aku jadi pandai berbicara seperti ini? Ah sialan, padahal kehidupanku dulu sudah cukup membuatku bahagia. Kenapa juga aku menerima tawaran Dewa saat itu ya?
"Kapten, itu?", tanya Victoria
Aku menghapus semua pikiranku dan menatap kedepan
"Brits sialan,"
Dua kapal Destroyer mulai terlihat dari balik pulau, mereka sedang berbelok menuju celah ini
"Fokuskan serangan ke salah satu saja," tunggu sebentar, mau bagaimanapun tetap saja kami hanya dapat menggunakan satu meriam Jadi tidak ada yang namanya memfokuskan serangan
Cih, apa tidak ada yang bisa kulakukan? Aku teringat sesuatu, saat dimana aku merasa seperti cheating pada kehidupan ini. Mari kita lihat apa itu akan bekerja lagi
Aku segera berlari menuju ruang kontrol senjata yang tidak jauh dari menara perintah, sambil melihat arah musuh aku mengarahkan meriam dengan kontrol yang ada
Itu bekerja kembali
Aku dapat melihat arah kemana peluru ini akan pergi dan aku dapat melihatnya dari dekat seperti menggunakan teropong
Meskipun aku dapat menentukan arah tembakanku, namun aku tidak dapat menentukan bagian yang akan terkena pelurunya. Meski arahnya adalah menara perintah, namun kapal musuh juga terus bergerak sehingga yang terkena pasti bagian lain
Untuk itu perhitungan harus dilakukan, sejauh apa posisi musuh, secepat apa pergerakan mereka, gelombang laut yang membuat kapal mereka terangkat. Semua itu perhitungan penting
__ADS_1
Lalu ketika saatnya pas, aku menembak meriam depan. Saat ketika gelombang laut sejajar dengan kapalku
Targetku adalah meriam terdekat dengan menara perintah, jika meriam ini meledak maka menara perintah juga akan ikut runtuh. Satu peluru untuk satu kapal.... itu bagus sekali
"Tembak!!"
Suara meriam terdengar di seluruh lautan yang semula hening, dengan ini maka pertempuran laut Britania dimulai kembali. Kedua armada mulai mendekatiku dengan cepat, hanya butuh waktu sampai mereka bertemu
Selain itu, salah satu destroyer sudah hancur di sini, bahkan badannya menutupi jalan destroyer lainnya untuk membidik kearahku. Arus laut juga membuat badannya menghantam destroyer satunya dan menimbulkan kerusakan
"Selamat datang Brits, akan kugunakan celah yang harusnya menjebaku menjadi jebakan kalian", kataku dilanjutkan dengan tersenyum
"Tembak," perintah salah satu perwiraku
Bahkan dengan satu meriampun kami menghancurkan destroyer kedua, hal itu karena mereka tidak dapat menyerang balik karena tertutupi badan destroyer pertama
Jika mereka menembak, peluru mereka akan mengenai badan destroyer pertama dan meledak didepan mereka. Oleh karena itu mereka mencoba mencari celah untuk menembak yang mana kami terus menutupi celah dengan menembak mereka
Sebuah rencana yang belum dipikirkan, namun ya sudahlah....
Sekarang kita harus kembali ke lautan lepas, aku bisa beralasan bahwa posisi ini sudah tidak aman lagi seperti yang laksamana katakan
Setelah menemui laksamana, aku kembali ke kapalku dan mendapati kru sedang membahas pertempuran tempo hari. Mereka sangat senang dengan kemenangan mereka dan berkata seolah-olah sudah memenangkan perang ini
Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka, namun tidak apalah selama mereka tetap bekerja dengan baik maka apapun boleh mereka lakukan selama tidak melanggar hukum
Yang lebih penting lagi, bukankah seharusnya sudah saatnya aku mendapatkan medali? Menghancurkan dua Battleship dan dua Destroyer bukanlah hal mudah kan? Memangnya ada banyak orang yang dapat melakukan itu?
Sialan orang itu, dia mengirimku ke tempat terpencil supaya kapten lainnya tidak melihat pencapaianku. Mungkin selanjutnya aku dapat membuktikannya secara langsung kepada seisi armada
"Kapten, apa kau tidak lelah? Bukankah pertempuran tadi sangat melelahkan?", sepertinya Victoria sangat perhatian denganku, hanya sebagai atasan sih...
"Tidak-tidak, aku tidak apa.... hmm.... begini saja, kalau kamu memang ingin meringankan bebanku, kamu boleh membuatkan laporan tentang pertempuran tadi dan kirimkan ke pusat komando"
"Eh? Aku? Tapi aku tidak berperingkat tinggi, kapten"
"Oh begitu ya? Kalau begitu, mulai sekarang kamu adalah perwira, aku tunggu laporannya ya..."
Aku meninggalkannya dalam kondisi yang sedang kebingungan, sepertinya memang tenagaku masih sama seperti sebelumnya. Meskipun begitu aku malah berlarian di lorong secepat mungkin, tentu saja aku kelelahan
Kabin kapten di kapal ini cukup besar, ruangan ini dapat memuat ranjang dan lemari untuk barang-barangku. Aku langsung membaringkan diri ke kasur dengan topi yang masih kugunakan dan pakaian seorang kapten
Perlahan kepalaku pusing dan memaksaku untuk tidur sejenak, lagipula semua hal sudah kubereskan hari ini apa tidak boleh aku istirahat sejenak?
Aku terbangun di suasana yang sangat kacau, banyak mayat sekitarku yang tergeletak. Saat kusadari aku ada diatas air dan terus ditembaki meriam musuh, anehnya tidak ada suara yang terdengar sama sekali, mungkin telingaku sudah tidak bisa digunakan lagi
"Heh, ini akhirnya ya...." ucapan itu spontan keluar dari mulutku
Setelah berkata seperti itu aku terbangun dengan napas yang tidak teratur, bahkan sekujur tubuhku dipenuhi keringat. Pakaian kaptenku juga basah karena keringat
Aku duduk di atas ranjang dan memegangi kepalaku yang masih sedikit pusing sambil berpikir tentang mimpi itu
"Itu hanya mimpi, tapi tunggu...."
__ADS_1
Terakhir kali aku bermimpi dunia fantasi, aku malah berakhir dikirim ke dunia ''fantasi'' ini. Apa mimpiku akan menjadi kenyataan lagi?!