The Sended

The Sended
Chapter 86: Someone From History


__ADS_3

.


"Nona Ryuu dari Ruby? Hmm... Tidak kusangka ada pendatang dari negeri diseberang Ming, tapi itu malah lebih baik, kami menyambutmu dengan baik disini. Lalu bisakah engkau menjelaskan jawabanmu barusan, Nona Ryuu?"


Memangnya apa yang perlu dijelaskan? Tapi yah... Coba aku buka mulut saja, lihat apa yang keluar...


"Sihir elemental telah ada sejak peradaban muncul diatas Kelfia, walau tidak diketahui siapa penemunya namun yang pasti kini hampir semua ras bisa menggunakan sihir itu meski hanya sebagian kecil diantara tiap ras itu. Dan sejak perang besar dimulai pada masa awal peradaban antara Iblis dan ras lain, kuyakin fungsi awal sihir elemental adalah untuk membunuh dan alasan pembunuhan itu tidak lain karena perang," jawabku


Profesor Zhang terkagum mendengar jawabanku, akan tetapi lain halnya dengan anak-anak yang lain yang nampak kesal, lain halnya juga dengan Li yang terkejut


"Sihir tidak dimaksudkan untuk membunuh! Mungkin iya di tempatmu lahir! Tapi disini kami menggunakannya untuk keperluan sehari-hari!" Kata seorang murid dengan keras sambil berdiri menunjuk-nunjuk ku


"Tuan, tolong-"


"Mungkin itu memang benar, tapi lihat bagaimana sihir berkembang di Benua Barat? Perang hanya mempercepat laju perkembangannya, bukan memperlambat," jawabku atas tuduhan itu


Yah... Meski Ruby sendiri tidak memiliki pasukan penyihir sih...


"Yang Nona Ryuu katakan ada benarnya, kita tidak bisa melupakan bahwa alasan terciptanya sihir elemental adalah karena perang besar antara Iblis dan ras lainnya. Pada perang itulah makhluk sihir superior seperti Elf, Seraphim, dan Iblis mengetahui cara meminjam kekuatan elemental spirit yang telah ada sejak penciptaan Kelfia.


Akan tetapi nona, apa yang tuan muda ini katakan juga benar. Masa lalu kita adalah api peperangan, namun dengan sihir kita membangun kembali Kelfia menjadi dunia yang lebih baik dengan melupakan sejarah kelam itu," kata profesor Zhang


Banyak murid yang setuju dengannya saling mengangguk ketika bertatapan satu sama lain


"Mereka yang melupakan masa lalu, ditakdirkan untuk mengulanginya...." aku berkata lirih


Tujuanku kemari kan bukan untuk berdebat, sebaiknya kutanyakan hal lain pada bidangnya agar mendapat beberapa ilmu baru


"Anda benar profesor, saya-"


Belum selesai aku berkata, entah apa sebabnya tanah dibawah kami bergetar cukup kuat hingga semuanya bisa menyadari itu dengan baik. Mungkin hanya sekedar gempa bumi yang buruk namun instingku berkata lain


Bangunan ini sendiri selain besar dan megah juga rupanya sangat kokoh, meski barang-barang diatas meja berjatuhan namun aku tidak melihat sesuatu yang lebih buruk dari itu.


Getarannya juga tidak berlangsung sampai satu menit, akan tetapi profesor menyuruh kami untuk tetap berlindung dibawah meja, jaga-jaga jika ada gempa susulan. Sementara dia pergi keluar untuk memeriksa keadaan dan mencaritahu penyebabnya


"Kamu tidak apa, Nona?" Tanya Li


"Ya..." jawabku


Tapi diluar sana terdengar keributan dan aku tentunya penasaran


Ku gunakan sebuah sihir semacam pendeteksi panas dan ternyata memang benar ada yang sedang bertarung diluar, banyak yang sedang bertarung


Tiba-tiba profesor Zhang kembali masuk kedalam kelas dan berniat untuk membubarkan kami serta mengawal kami keluar dari akademi, akan tetapi salah satu makhluk yang bertarung tadi mencapai kelas ini lebih dulu.


Wah-wah.... Bukankah dia itu seorang Iblis...?


Meski memiliki penampilan yang sama seperti manusia, aku bisa tahu dari aura yang ia pancarkan, mirip seperti Gressila di hutan dekat Chang'an sebelumnya cuman lebih pekat milik Gressila


"Ryuu, kamu dengar suaraku?" Eh?


"Kyouka?" Dia menghubungiku


"Pasukan Ming sudah memulai pergerakannya, kurasa kamu harus kembali dan memimpin pasukan kita untuk menghadapi mereka," Sial, di saat seperti ini?


"Ini waktu yang buruk Kyouka," jawabku

__ADS_1


"Hah? Apa maksudmu?"


"Aku sedang berada di Qing dan aku sedang ada urusan sekarang," lanjutku


"Qing? Bagaimana bisa kamu sampai kesana- Tidak.... Kenapa kamu tidak bisa kembali? Apa urusan yang lebih penting dari kemenangan Ruby?!" Dia kesal


Yah wajar jika dia kesal... Soalnya militer adalah tanggung jawabku


Namun disini ada Iblis loh!


"Aku menjumpai Iblis disini,"


"Iblis?" Kyouka belum tahu ceritanya


"Kurang lebihnya minta ceritakan Yuuna, dengan itu kamu akan tahu seberapa buruknya mereka. Lalu perihal pasukan, Yuuna adalah petarung yang lebih baik daripada Percival, Maou juga mampu membuat sebuah taktik yang cukup bagus,"


"Hei! Apa kamu lupa tentang faksi-faksi itu? Militer tidak akan mau dipimpin oleh pimpinan faksi industrialis apalagi kaum terpelajar," dia benar


"Tidak apa selama kamu hadir bersama mereka, militer juga menjunjung tinggi rasa loyalitas padamu, dengan perintahmu maka merrka pasti akan mau. Maaf, aku sungguh tidak bisa pulang sekarang ini,"


Iblis itu mulai menyerang profesor Zhang dengan alasan yang belum kuketahui, menggunakan pedang tajam yang bentuknya tidak jauh berbeda dengan pedang yang dikenal luas, hanya aura hitam yang menyelimutinya saja yang tidak biasa


Menerjang maju tanpa pikir panjang, jauh berbeda dengan Gressila yang tidak pernah sekalipun melangkah, Iblis itu mengangkat pedangnya tinggi untuk menebas profesor.


Akan tetapi sesuai dengan reputasinya, profesor Zhang menahannya dengan baik menggunakan sihir elemen listrik yang membentuk barrier seperti milik ku sebelumnya


Tidak sampai disitu, profesor juga menggunakan listrik yang sama untuk menyerang si Iblis dan menjatuhkannya keatas tanah setelah disetrum dengan kekuatan yang setara dengan sambaran petir itu, kuyakin sih dia tidak akan bangkit lagi...


"Baiklah, ayo kita keluar sekarang!" Kata sang profesor


Semua murid menuruti perintahnya, semua murid kecuali aku sih.... Toh aku juga bukan muridnya


"Memeriksa ini semua," jawabku


Kami berpisah, Li ikut dengan profesor dan murid lainnya menuju tempat aman sementara aku menuju ke pusat pertempuran yang ada didekat sini.


Berlari melewati lorong yang sama aku menuju ke sumber kebisingan itu, kutemukan ada beberapa orang yang terkapar diatas tanah, sebagian mengenakan armor serupa dengan milik penjaga gerbang sebelumnya, sebagian mengenakan pakaian seperti profesor Zhang


Namun ada juga beberapa dengan aura hitam masih menempel di tubuh mereka, Iblis...


Semuanya tak sadarkan diri namun tidak semuamya tak bernyawa, aku akan melanjutkan perjalananku tanpa menghiraukan mereka.


Sampailah aku di sumber gempa tadi, adalah sebuah lubang besar yang muncul ditengah gedung yang kini sudah hancur, dari dalam sana keluar Iblis-Iblis dengan wujud yang sama seperti manusia namun aura yang berbeda


Uhh... Tapi ketimbang seperti Gressila, mereka terlihat seperti zombie


Pertempuran kecil berlangsung diarea ini, profesor dan prajurit penjaga menjadi barisan terdepan dalam melawan Iblis huh?


Kukira mereka ras terkuat sebelumnya, mengapa mereka bisa disaingi dengan kami manusia? Kurasa memang ada suatu keanehan disini


"Profesor! Sebenarnya apa yang sedang kita hadapi ini?" Tanya seorang profesor yang lain


"Hal buruk," jawab profesor senior itu


Mereka pengguna sihir yang baik, namun aku ragu jika mereka lebih baik ketimbang Kyouka. Disamping itu juga tidak semuanya memiliki kemampuan yang sama, para prajurit Qing beberapa gugur karena serangan Iblis, meski tidak sebrutal serangan Gressila sih...


Para Iblis itu menggunakan pedang layaknya para prajurit Qing, mereka bahkan tidak menggunakan sihir loh!

__ADS_1


"Beri jarak pada musuh kalian!"


Oh? Kurasa profesor itu akan mencoba suatu hal


Segera setelah semua prajurit dan profesor Qing menjauh dari Iblis yang mereka hadapi, ia mengangkat para Iblis menggunakan aliran air yang bergerak di udara layaknya angin lalu melempar mereka semua kedalam lubang tempat mereka keluar


"Master Jia! Tutup lubang itu!"


"Baik, Master Chen!"


Profesor lainnya menggunakan sihir alkemi untuk menutup lubang dengan besi sehingga para Iblis tidak bisa keluar kembali.


Nampak mereka lega dengan hasil ini, beberapa sampai jatuh duduk diatas tanah sambil menghela, namun ini jauh dari kata akhir


Soalnya yah... Terjadi gempa lagi, kali ini rasanya seperti dua kali lebih berguncang daripada sebelumnya


"Master Chen?"


"Hal buruk lainnya.... Kalian! Prajurit Qing! Bisakah kalian memanggil bala bantuan? Kita kekurangan jumlah disini," kata Profesor Chen kepada salah satu prajurit Qing


"Maaf tuan, sepertinya bencana ini terjadi di seluruh kota," jawab prajurit itu


Seluruh kota... Sebenarnya bagaimana para Iblis itu bisa sampai kemari hanya dengan melewati lubang dari bawah tanah? Dan mengapa mereka bertingkah seperti sedang dikendalikan?


"Sial... Kalau begitu ayo segera menuju ke lubang lainnya!"


Oh? Mereka pergi...


Baguslah, karena dengan begitu maka aku bisa masuk kedalam lubang yang sudah disegel itu.


Jika dilihat-lihat lagi, lubang ini cukup besar juga! Pantas saja bisa banyak Iblis yang keluar sekaligus seperti tadi. Uhh... Apa jika kubuka besi ini nanti akan ada puluhan Iblis yang langsung menyerangku? Untuk jaga-jaga mari kita cari tahu apa yang menunggu dibalik segel besi ini dengan sihir pendeteksi hawa panas


"Eh?"


Memang ada puluhan Iblis dibalik sana, namun semuanya terbaring diatas tanah entah apa alasannya


"Hmm...."


Hanya ada satu cara untuk mengetahui itu


Besi memiliki titik leleh yang jauh lebih rendah daripada tungsten armor Percival dulu, kurasa api sepanas milik Fengxian bisa melelehkan segel ini jadi... Aku akan melelehkan sebagian kecil untuk jalanku masuk


"Permisi," kataku sebelum masuk kedalam kegelapan itu


Salah satu Iblis bangkit dari atas tanah, namun kudapati bahwa hanya dia sendiri yang bangkit sementara sisanya tidak. Menurutku... Kurasa itu karena sinar matahari? Soalnya dia yang terbaring paling dekat dengan lubang yang kubuat, dia satu-satunya yang terkena sinar matahari


Tapi sebelum dia bisa berdiri tegap, aku langsung mencekiknya dengan sihir angin dan membenturkannya ke dinding lubang ini, lalu aku kembali menutup pintu yang kubuat tadi dengan sihir tanah


Segera setelah kulakukan hal itu, ia kembali terlelap namun kembali terbangun dengan keadaan yang berbeda


"Eh?! S-Siapa kamu? Tunggu.... Apa yang sudah kulakukan sebelumnya?!"


Dia mendapatkan kembali kesadarannya?


Aku menurunkannya dan membiarkan dia mencerna situasinya saat ini, disini aku menggunakan sihir pengelihatan malam sehingga bisa melihat semuanya dengan jelas


Yah... Sihir ini memang jika digunakan jangka pendek maka tidak akan terasa borosnya, namun aku tidak yakin akan menonaktifkannya dalam jangka pendek... Cahaya satu-satunya yang nampak adalah dari balik segel besi ini soalnya

__ADS_1


Mari kita pikirkan itu nanti karena mana milik ku juga masih banyak, sekarang saatnya menggali informasi dari seorang dari ras yang dulunya menguasai Kelfia.


__ADS_2