
Kisah itu.... Aku mau bilang terdengar seperti yang ada pada buku dongeng namun mana ada Uranium dan reaksi nuklir pada buku dongeng...
Yang pasti dia menjelaskan bagaimana manusia datang ke dunia ini dan bagaimana kami berakhir disini saat ini. Kukatakan manusia terdengar sangat bodoh, kita berusaha sangat keras untuk keluar dari lubang itu namun pada akhirnya malah terpecah
Apa itu tidak terlihat bodoh?
"Kamu sudah menjelaskan bagaimana sihir bermula, tapi kamu belum menjelaskan apapun tentang sihir itu sendiri,"
"Sihir yang Daz Robocca reset kini dibagi menjadi tiga kategori. Sihir Unik, Sihir Elemental, dan Sihir Umum, itu yang dikatakan di buku-buku sihir. Tapi sebenarnya semua itu dapat dilakukan dengan imajinasi yang kuat,"
Hmm.... jadi itu memang benar, artinya aku bisa menggunakan sihir apapun selama aku memikirkannya dengan baik di kepalaku. Ah! Dulu aku bepikir tentang sihir penciptaan, oleh karena itu aku mendapatkannya
Kyouka yang memikirkan api juga mendapatkannya begitu saja, itu artinya sihir adalah perwujudan dari imajinasi kita
"Maou, apa ada yang ingin kamu tahu lagi soal sihir?"
"Eh? T-tidak," dia nampak gugup didepan Dewa
Begitu juga dengan Kyouka meski ia sudah pernah dua kali bertemu dengannya, yah.... untuk ku ini sudah yang ke sekian kali sih, tapi dulu juga aku tidak se begitunya
"Jadi kurasa itu cukup,"
"Maka sampai jumpa lagi,"
Huh..... hari sudah menjadi petang selama kami mendengarkan cerita panjangnya itu, namun sepertinya pekerjaan Kyouka masih jauh dari kata berakhir. Aku akan membantunya, tapi nanti
Sekarang aku ingin jalan-jalan sedikit lagi, melihat apa saja yang telah Ruby bangun dibawah Kyouka, sementara Maou juga pergi jalan-jalan mencari tempat kosong untuk kerajaan bawah tanahnya
Kyouka menyarankan jika kerajaan Maou berada di bawah tanah, maka ia bisa membangunnya dibawah kota Ruby. Tapi Maou menolak itu, takutnya ada beberapa hal yang dapat menganggu warga kota kelak.
Eh.... jadi seperti ini kota yang dibangun kota dari awal ya.... memang tidak sebesar Edelfield, namun mengingat baru sekitar dua tahun maka perkembangannya sangatlah pesat
Jika terus begini, bagaimana keadaan Ruby 20 tahun lagi? Itu nampak mengerikan, soalnya akankah ada ruang di kota ini? Padatnya penduduk juga merupakan sesuatu hal yang buruk, di manapun juga pasti begitu
"Hoam!" seorang prajurit menguap di sisi jalan
"Halo, prajurit!"
"Woah! Kamu mengagetkanku, apa maumu?" tanya prajurit itu terkejut
Hmm.... jadi memang tidak ada yang tahu siapa aku ya? Padahal aku ini pahlawan seperti Kyouka yang membebaskan kalian dari perbudakan loh.... Tapi yah, karena sejak awal itu tujuanku maka hal ini adalah hal yang bagus
"Aku hanya penasaran mengapa ada seorang prajurit di pinggiran jalan ketika Ruby terus berperang melawan Ladenvield?"
"Oh itu, jangan berpikir yang tidak-tidak, aku tidak melakukan desersi, itu karena perintah dari atasanku. Ujarnya hanya prajurit dengan kemampuan tinggi yang boleh ikut pertempuran selanjutnya,"
"Eh...? Kenapa begitu?" tanyaku penasaran
"Yah kalau itu sih aku juga tidak begitu paham, tapi kurasa karena kepercayaan lama tentang kualitas pejuang,"
Oh! Aku melupakannya
Ruby memiliki tradisi seperti itu, dulu sebelum desa kami diserang juga aku mendengar hal serupa dari tetua, soal bagaimana leluhur tidak menyukai pejuang yang tidak berkualitas atau semacam itulah
__ADS_1
Hah! Pemikiran seperti itu yang membuat mereka selalu primitif, berbeda dengan Ladenvield dan Eldelfield yang memberlakukan wajib militer
"Siapa atasanmu, prajurit?"
"Bukanlah jenderal Maximilian? Dia pemimpin pasukan Ruby,"
"Eh?! Kyo- maksudku Lofi tidak memimpin pasukan langsung?"
"Lofi? Maksudmu ratu? Dia terkadang menggantikan jenderal pada pertempuran penting, dan ketika ratu memimpin semuanya jadi bersemangat,"
Tapi kalau bermodalkan semangat rasanya....
Lalu, aku penasaran seperti apa jenderal Maximilian, pemimpin pasukan Ruby yang akan segera kuambil alih itu
Kuselidiki nanti saja, sekarang akan kucoba beberapa makanan didekat sini
Sebelum terjun kedalam urusan kerajaan, akan ku selidiki dulu masalah yang mereka miliki. Akan lebih mudah melakukan peperangan bila permasalahan dalam negeri sudah terselesaikan, terlepas dari masalah yang akan datang bila perang terjadi....
"Nona, apa kamu benar-benar sudah 18 tahun? Minuman ini mengandung alkohol loh,"
"Aku sudah 19 tahun paman, jadi tidak apa meminumnya. Ngomong-ngomong berapa harga semuanya?"
Aku berada di sebuah bar yang lokasinya masih tidak teratur, begitu juga sebenarnya kota ini dibangun. Karena tidak memiliki desainer kota yang mumpuni, pembangunan dilakukan secara asal
Apalagi karena migrasi yang terlalu cepat, banyak rumah baru harus dibangun, padahal ada beberapa area yang sudah ditetapkan untuk distrik tertentu seperti industri maupun komersial
Pada akhirnya rumah-rumah itu dibangun bersama dengan bangunan industri dan komersial, beruntung Kyouka memiliki polisi limbah yang baik sehingga sampai saat ini belum ada masalah
Tapi bayangkan saja jika air yang kalian minum sampai tercampur dengan limbah industri. Meski disini masih zaman pertengahan, tetap saja aku tidak mau kalau sampai ada serpihan kayu di air yang kuminum....
"Semuanya 10 perak,"
"Ya aku tahu, itu karena masalah pemasokan. Count di Utara yang memiliki ladang gandum terluas di Ruby memonopoli perdagangan gandumnya
Ah.... aku penasaran kapan Ratu Lofi akan bertindak,"
Baru keliling sebentar saja sudah dapat dua masalah, yah.... satu orang tidak bisa menyelesaikan segalanya, aku paham kenapa Kyouka belum menyelesaikan ini semua
"Baiklah kubayar.... tapi kamu tidak berbohong soal monopoli itu kan?"
"Ya, biasanya semua itu hanya 4 perak," itu masih lebih mahal dari Edelfield dong...
Namun setidaknya di batas wajar, karena Edelfield memiliki ladang gandum yang luasnya bisa mencapai belasan kali lipat dari Ruby, itu malah berarti disini lebih murah. Yah, sampai monopoli count di Utara
Baiklah-baiklah, akan kubayar dan kuselesaikan satu persatu masalah itu.
"Kyouka," sapa ku
"Ryuu.... kamu sudah selesai jalan-jalannya?"
"Hehe, maaf karena sudah merepotkanmu selama ini,"
Maou juga datang dari belakang pintu
"H-hai,"
__ADS_1
"Jadi, sudah dapat tempat yang bagus?" tanyaku pada Maou
"Iya, kurasa itu tempat yang bagus, tapi yang paling penting adalah kerahasiaannya,"
Itu bagus, karena pasukan Undead miliknya dapat membantu kampanye militer Ruby nantinya. Tapi eh... kuharap aku akan menggunakan mereka seminimal mungkin, disamping sifat mereka yang bisa dibangkitkan lagi, hanya sedikit jenis Undead yang bisa bergerak cepat
Meski aku bisa memanfaatkan mereka, tapi hanya pada kesempatan khusus saja ketika situasinya tepat, karena aku lebih memilih pertempuran cepat nan brutal
"Maou, apa keahlianmu tadi? Selain sihir yang kamu kuasai,"
"Sains, meski lebih condong ke fisika," itu pelajaran yang tidak ku suka....
Namun kusadari bahwa ilmunya sangat berguna, apalagi di zaman ini. Menerapkan pengetahuan seperti itu akan mempercepat laju perkembangan teknologi di kerajaan kami
"Kyouka, kurasa Maou cocok menjadi kepala pengembangan senjata atau semacam itu untuk saat ini,"
"Eh? Aku belum menyetujuinya loh," kata Maou
"Hmm.... Kuyakin memang kamu cocok disana," lanjut Kyouka
"B-baiklah kalau kalian memaksa," dia langsung setuju ketika Kyouka yang mengatakannya kah....
"Lalu aku mendapatkan informasi tentang buruknya sistem rekrut prajurit, hanya yang terkuay yang boleh bertarung sementara yang lemah akan menjaga garis belakang, apa kamu sudah mengetahui ini Kyouka?"
"Ya aku cukup setuju dengan itu, oleh karena itu juga kami selalu menang melawan Ladenvield,"
Hahh..... bahkan Raja Persia tidak hanya menggunakan pasukan Immortalnya ketika bertempur
"Itu mungkin efektif saat melawan musuh dengan skala kecil,"
Karena Ruby belum pernah melakukan serangan duluan, Ladenvield lah yang selalu melakukan serangan pertama kali. Dan tahu sendiri bagaimana medan di Ruby.... hanya ada hutan dan hutan
Pasukan besar tidak akan efektif disini, kuyakin Ladenvield sangat ingin mengerahkan semua yang mereka miliki terhadap kami
Tapi kalau begini terus, kami tidak akan bisa melakukan ekspansi. Maaf, kuubah pernyataanku, kami bisa mencoba melakukan ekspansi namun tidak akan berhasil
Sekalinya pasukan Ruby keluar dari hutan ini, kami akan disambut ribuan prajurit Ladenvield yang masih menunggu giliran mereka untuk masuk kedalam hutan. Dan karena sistem rekrut Ruby, mungkin kami hanya memiliki ratusan prajurit saja
Dan bagi mereka yang berkata bahwa kualitas akan menang melawan kuantitas, sebenarnya akan menjadi benar jika kualitas yang dimaksud adalah persenjataan dan teknologi pertempuran lain
Masalahnya.... kualitas yang pasukan Ruby miliki hanya ada pada kemahiran mereka menggunakan senjata ataupun kekuatan mereka saat menggunakannya
Di saat seperti ini aku akan memilih kuantitas ditambah strategi melawan kuantitas musuh
"Jadi kamu mau memperbaikinya?" Tanya Kyouka
"Tidak sekarang, soalnya ada masalah lain. Apa kamu pernah memeriksa harga gandum?"
"Ya kulihat ada kenaikan yang signifikan, tapi itu karena gagal panen di wilayah Utara. Tahun depan dikatakan akan membaik," jawabnya
"Kalau iya maka baguslah, tapi akan kuselidiki lebih lanjut,"
"Eh? Apa ada kemungkinan lainnya?"
"Tentu saja, pemilik bar di kota mendengar rumor bahwa Count pemilik ladang gandum di Utara memonopoli gandumnya, oleh karena itu akan kupastikan,"
__ADS_1
Kyouka telah melakukan tugasnya dengan baik, aku yakin dia pasti bekerja keras untuk mewujudkan kerajaan ini. Oleh karena itu aku dan Maou juga harus melakukan hal yang sama
Aku akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan kami bersama