
.
Kukira neraka itu tempat yang buruk dengan banyak teriakan beserta hal-hal menarik yang terjadi, namun rupanya disini sangatlah sepi
Bukan serta merta sebuah neraka sih.... Namun disini tempat para Iblis itu tinggal.
Apa memang biasanya sesepi ini atau ada hal yang aneh?
"Kemana semua orang?" Tanya As
"Minos? Samael? Megera? Dimana kalian?!" Seru salah seorang pria Iblis
Mereka semua mencari ke tiap rumah tapi tidak menjumpai satupun Iblis
"Bahkan Aeacus dan Rhadamanthus tidak ada di pos mereka,"
Terdapat sebuah pos penjagaan disini, meski tampak kuno namun itu terlihat jelas sebuah pos
Jadi kemana semua orang pergi sebenarnya? Mengapa kami tidak menjumpai satupun Iblis disini?
Untuk pertanyaan itu aku punya jawabannya.
"Situasi kalian sebelumnya rupanya dialami oleh seluruh penduduk desa ini, kalian semua dikendalikan untuk keluar dan membuat kekacauan di kota Qing diatas sana," jelasku
"Apa maksudmu?"
"Aku dengar terdapat lebih dari satu lubang yang terbuka ke permukaan, jika iya maka ada lebih banyak penduduk yang naik ke permukaan," lanjut ku
Mereka terlihat memahami penjelasanku dengan baik
"Kita harus berpencar dan mencari mereka! Lalu kita harus menutup lubang-lubang menuju dunia permukaan itu! Semakin lama maka akan ada semakin banyak ras yang akan mendengar keberadaan kita," kata As
"Asmodeus benar! Kita harus segera membawa pulang mereka!" Oh jadi namanya Asmodeus
Mereka mulai membagi kelompok menjadi enam dengan masing-masing tiga orang di tiap kelompok, aku ikut dihitung soalnya....
Kami berpisah di luar desa, kembali menuju ke labirin gua yang bercabang cukup banyak, kali ini tidak dengan jalan yang sama seperti sebelumnya tentunya
Aku bersama As dan gadis Iblis bernama Verinne itu satu kelompok, untunglah karena aku bersama mereka berdua... Soalnya sepertinya lebih mudah berbicara dengan dua Iblis ini ketimbang yang lain
Ketimbang tidak ada topik, aku ada banyak pertanyaan soal Iblis yang pastinya mereka lebih tahu daripada buku-buku dongeng yang ada di perpustakaan kami, jadi coba kutanyakan semuanya kepada As dan gadis ini
"Apa kalian tidak tahu apapun soal kami manusia?"
"Sudah kubilang, kami dan generasi sebelum-sebelumnya baru kali ini mendengar nama rasmu itu," jawabnya
"As benar, soalnya bahkan di buku kuno kami tidak menyebutkan keberadaan ras kalian," sambung gadis bernama Verinne itu
Mungkin memang apa yang dikatakan oleh buku kami benar, manusia sama sekali belum muncul ke permukaan saat perang besar berlangsung
Sekarang jika dilihat-lihat lagi situasi kami seakan bertukar dengan mereka, kami bisa menikmati Kelfia tanpa takutnya ancaman dari luar karena kebohongan besar itu, sementara mereka mulai merayap dan akhirnya mengubur diri mereka
Aku menaruh sedikit rasa kasi...han...? Wah-wah rupanya apa yang Kyouka katakan benar, sepertinya perlahan-lahan rasa ketidakpedulianku terhadap makhluk dari funia ini mulai menghilang
"Apa kalian sungguh tidak memiliki kekuatan lagi untuk berperang? Lalu kemana sebenarnya Raja kalian pergi? Mengapa kalian malah dipimpin oleh seorang tetua dibawah sini?"
"Perang katamu...? Kata itu tidak pernah lagi keluar dari mulut seorang Iblis, generasi kami hanya pernah mendengarnya dari buku kami yang disimpan oleh tetua..." kata As
"Apa perang itu sangat buruk As?" Tanya Verinne
"Aku tidak tahu... Tapi bukankah itu alasan mengapa banyak kaum kita yang gugur? Bahkan hal itu yang merenggut Raja kita beserta seluruh keluarganya, meninggalkan kita tak bertuan, tak berumah, tak bertujuan," jawab As
__ADS_1
"Tetua adalah sosok yang dinilai paling bijak diantara para Iblis, mereka yang menggantikan posisi Raja yang kosong selama 13 generasi ini," lanjutnya
Hmm... Jadi Raja mereka mati kah? Namun aku juga belum pernah mendengar bagaimana dia mati, kurasa bila mati dalam pertempuran maka pihak pemenang bisa memberi sebuah cerita heroik yang bagus, sayangnya hal itu tidak ada
"Bagaimana denganmu Rune? Apa menurutmu perang seburuk yang kukatakan?" Tanya dia
Verinne juga penasaran akan jawabanku
"Yah aku tidak bisa membantah itu, namun di tiap perang pastilah ada tujuan yang ingin dicapai. Di akhir, khususnya pihak yang kalah seperti kalian memang akan mengutuk perang itu, namun pada awalnya aku rasa bangsa kalian sangatlah patriotik untuk melawan musuh," jawabku
"Hah! Entahlah kalau soal itu, yang pasti perlu kamu ketahui bahwa Iblis saat ini tidak akan mau berperang lagi, aku mengatakan ini karena ada kemungkinan kami akan menjadi rakyat kerajaanmu," kata As serius
Ia membantu aku dan Verinne untuk naik keatas sebuah batu yang menghalangi jalan
"Biasanya semuanya harus mengabdi kepada kerajaan sih, tapi kami juga tidak mungkin menuntut wajib militer terhadap sebuah keluarga yang trauma akan itu, kurasa aku bisa mengecualikan kalian," aku menerima tangannya dan naik keatas batu besar
Dibalik batu ini terdapat puluhan Iblis lainnya yang sudah terbaring tak sadarkan diri, dan seperti lubang sebelumnya nampak dibelakang mereka sudah ada besi segel yang menutup lubang satu ini
"Mereka tidak mati kan? Ayo As! Kita harus segera membawa mereka kembali ke desa!" Kata Verinne khawatir
Ia turun dan berlari kearah mereka lebih dulu, sementara aku menunggu As melakukan hal yang sama. Akan tetapi nampaknya dia ingin bertanya sesuatu padaku
"Kamu terdengar seperti memiliki kuasa yang besar didalam Kerajaan Ruby, apa kamu memang bisa membuat Raja mu mengabulkan permintaanmu, permintaan kami itu?"
"Tidak perlu khawatir, kekuatanku didalam Kerajaan sangatlah besar, disamping itu Ruby dipimpin oleh seorang Ratu bukan Raja,"
Aku dan As akhirnya turun dan mendekat ke Verinne dan belasan Iblis yang terkapar itu, mereka mencoba mengguncang tubuh salah seorang Iblis namun hasilnya tetap nihil.
Jadi seperti sebelumnya, aku menggunakan sihir untuk membangunkan mereka semua dengan paksa, kali ini aku menggunakan sihir air yang kusiram ke masing-masing wajah mereka. Itu sangat efektif karena mereka semua bangun dan batuk-batuk tersedak air ku
"A-Apa yang sudah kulakukan?"
"Kita keluar dari persembunyian kita?!"
Ah, aku lupa untuk menonaktifkan alat sihir yang ada di tiap lubangnya... Dimana itu...?
Ketemu!
Lagi-lagi sebuah wadah berisi patung yang sama, aku langsung menonaktifkannya setelah kupegang patung itu
Berkat ini para Iblis itu tidak lagi merasakan sakit kepala akibat bentrok kendali tubuh mereka.
Ini juga membuatku belajar bahwa untuk mengendalikan Iblis sepenuhnya tidak hanya perlu wadah dan patung ini semata, kurasa bahan kedua adalah sinar matahari
"Eh? Rasa sakitnya hilang begitu saja,"
"Benar, apa itu sebenarnya?"
"Rune, apa kamu yang mengatasi itu?" tanya As padaku
"Semacam itu, aku hanya menonaktifkan benda sihir ini," ku tunjukan patung itu padanya
"Itu..."
"Patung yang kami temukan di sungai dekat air terjun!" Kata Verinne
Oh?
"Verinne benar, kami menemukan itu dan membuangnya ke sudut-sudut labirin gua ini karena barang dari permukaan bisa menggoda kami untuk naik," kata As
Hmm... Petunjuknya sudah banyak tapi masih belum bisa kutahu siapa dalang dibalik ini semua
__ADS_1
"Asmodeus, siapa gadis ini?" Tanya salah seorang Iblis yang baru bangkit
"Ah, dia adalah manusia, ras yang hidup diatas kita," jawab As yang membuat mereka semua langsung was-was padaku
Lagi-lagi itu semua karena kecurigaan mereka akan aku bukan?
"Apa yang ingin dia lakukan dibawah sini? Apa dia ingin membalas kematian rekannya diatas sana? Aku minta maaf untuk itu namun kami dikendalikan kala itu jadi mohon dimaafkan!" Kata pria itu menunduk
Eh....
"Yang diatas sana tadi itu bukan orang-orang dari kerajaanku jadi tidak perlu dipikirkan, sekarang kita perlu mencari yang lainnya bukan? Aku ingin segera bertemu dengan tetua kalian,"
.
Ini sudah minggu kedua, sial! Kenapa pertahanan mereka sangat gigih?
"Kak Kyouka, jalur logistik mereka sudah berhasil kami atasi, tapi meski begitu menurut Kak Maou masih perlu waktu dua minggu lagi sebelum mereka mulai kelaparan," kata Yuuna yang baru kembali dari misinya
Dua minggu? Itu terlalu lama...
"Apa kita bisa bertahan selama itu, Yuuna?" Tanyaku
"Dari segi ekonomi aku yakin bisa, peti perang yang Kak Ryuu suruh aku isikan sudah terkumpul banyak jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu, tapi masalahnya...."
Semangat juang prajurit kami cukup buruk, berbeda dengan ketika dipimpin Ryuu, mereka saat ini bertarung karena ada aku disini. Tidak ada rasa keinginan menang, tidak ada semangat untuk bertarung, ini semua karena aku tidak pernah berpidato soal perang....
"Ketika Ryuu kembali, aku akan minta dia mengajariku cara untuk berbicara..."
"Menurutku kamu sangat mahir kok, mungkin itu alasan Kak Ryuu memilihmu untuk memimpin ini semua, Kak Kyouka," hibur Yuuna
Kurasa tidak deh....
"Apa fraksimu tidak masalah dengan ini? Tidak kah mereka akan merugi karenanya?"
"Pertama-tama kaum industrialis bukanlah 'fraksiku', mereka mungkin menganggapnya begitu tapi bukan. Dan memang pada awalnya mereka siap memprotes, namun tetap saja.... Tanah baru, sumber uang baru bagi mereka dan kerajaan," jawabnya
"Masalahnya hanya pada kaum intelegensia yang selalu menentang perang, padahal lihat mereka diluar sana saat ini, mencoba-coba alat mereka yang usang didalam lab,"
"Haha kamu benar kak, tapi dengan bersatunya suara industrialis, kaum netral, dan militer maka tidak ada yang bisa mereka lakukan," kata Yuuna
"Itu.... Kamu salah dalam satu hal.... Militer kali ini malah bersikap netral,"
"Eh?! Mereka yang haus perang itu?!" tentu Yuuna kaget
Mereka yang mendukung penuh pengiriman senjata dan logistik kepada pemberontak Joseon sebelumnya malah kini memutuskan untuk tetap diam, nampak seperti ada yang salah bukan?
"Jika Ryuu menunjuk seorang pengganti diantara mereka maka semua ini akan jadi lebih mudah..."
Aku sadar jika aku terus menyalahkan Ryuu seperti dia menyalahkan Dewa, akan tetapi dia memang sosok yang patut disalahkan!
Tiba-tiba menghilang ketika diperlukan.... Sungguh membuat pekerjaan sulit yang dirinya berikan kepadaku semakin jauh lebih sulit saja!!
Hah.... Kuharap tembok Ming runtuh setelah terkena artileri kami....
"Woah!"
"Tidak bisa dipercaya,"
Hmm? Ada apa ribut-ribut diluar?
Aku dan Yuuna yang penasaran pun akhirnya keluar dari tenda milik ku untuk melihat apa yang diributkan
__ADS_1
"Y-Yang mulia Ratu, nampaknya tembok Ming tidak sekokoh yang diperhitungkan,"
....Eh...?