
"Ternyata memang benar jika pertahanan mereka lebih buruk dari dugaanku," kataku setelah melihat lebih dekat
"Siapapun juga bisa membuat kesalahan, ah! Sepertinya sedikit terlalu tinggi kah...?"
Yang Maou maksud itu menara pengepungnya, aku sih tidak melihat adanya masalah pada hal itu. Bukankah sudah sempurna? Atau Maou adalah orang yang sangat perfeksionis?
"Jangan ribut sendiri, aku jadi gugup," kata Kyouka didepan kami
"Eh?! Bukankah kamu sering menghadapi keramaian seperti ini?" Tanyaku
"Yang kuhadapi itu rakyat sipil! Bukan ribuan prajurit yang sudah sangat semangat untuk menghabisi rakyat sipil didalam kota ini!"
Oh jadi dia mengkhawatirkan hal itu, dia mungkin sedang berpikir untuk memberikan pidato singkat mengenai perlindungan hak yang harus diterima kepada masing-masing individu yang bukan termasuk dalam militer maupun yang termasuk namun sudah menyerah (Tak bersenjata)..... begitu bunyi salah satu pasal di hukum Ruby pada bidang ini
"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, Kyouka. Disini tidak akan ada yang berani untuk melanggar pasal itu,"
"Kenapa kamu begitu yakin....?" Dia menatapku seakan meremehkan tidak percaya
"Tentu saja karena mereka prajurit profesional yang sangat disiplin,"
Aku mungkin pernah mengatakan ini sebelumnya tapi disiplin yang kumaksud itu adalah mengikuti perintahku dengan baik, iya.... hanya sebatas itu saja kok
Kalau kuperintahkan mereka untuk maju maka lakukanlah, jika kuperintahkan untuk mempertahankan barisan maka lakukanlah, jika kuperintahkan untuk mundur dan kembali membentuk barisan di belakang maka lakukanlah dengan baik
Percayalah aku tidak akan memberi perintah bodoh seperti membiarkan mereka dikepung dan dibunuh, tapi jika memang itu bagian dari rencana maka maaf saja.....
Intinya ikuti saja perintahku maka mereka akan hidup, melanggarnya maka mereka akan mati, entah itu oleh tangan musuh atau oleh tanganku secara tidak langsung
"Pasukan! Hari ini telah tiba! Hari yang sudah kita tunggu sejak lama, untuk membalaskan dendam kita kepada Ladenvield yang pernah memperbudak kita dan saudara kita yang lain. Kulihat kalian semua memiliki semangat yang tidak bisa diukur bahkan dengan kata tinggi, itu adalah hal yang baik
Akan tetapi ingatlah ini! Kita membalas dendam kepada Ladenvield itu sendiri, kita akan menghancurkan dan memusnahkan kerajaan Ladenvield, namun bukan dengan membunuh rakyat mereka! Ingat itu baik-baik! Tujukan amarah kalian kepada Ladenvield itu sendiri, bukan kepada rakyat yang tak mengerti apapun!"
Perasaan tadi dia bilang kalau gugup, tapi untuk mengatakan hal itu dengan lancar dan intonasi yang sempurna bukanlah hal yang mudah..... Sudah bakatnya memang
"Ya!!" Semangat pasukan ini semakin meninggi
Selain kelima menara, kami memiliki tangga untuk memanjat dinding Ladenvield. Kami menggunakan puluhan tangga berdampingan dengan kelima menara untuk sampai keatas dinding dengan jumlah yang banyak sekaligus di satu waktu
Ummm..... jumlah musuh sekitar 800 kah? Mereka tersebar di tiga sisi jadi masing-masing anggap saja 250 dan sisi tengahnya 300, mereka memiliki kualitas senjata dan perlengkapan yang buruk, juga mereka dilatih menggunakan doktrin yang ketinggalan zaman
Dengan hanya dinding sebagai keuntungan mereka maka kira-kira...... umm..... Kupikir jika kami bisa menerobos pintu gerbang ini, mereka akan langsung kalah atau mundur kedalam istana berbenteng bereka didalam kota
"Dobrak pintu itu!" seru ku
Semua prajurit didekatku langsung menatapku dengan ekspresi kebingungan, aku juga tidak tahu mengapa
"Anu, Ryuu.... Kami tidak membuat pendobrak," kata Maou
"H-huh? Bagaimana bisa kamu melewatkannya?" Tanyaku
__ADS_1
"Tidak, bukan begitu, aku memiliki sesuatu yang lebih bagus,"
Eh?
Para prajurit mengeluarkan benda yang Maou instruksikan sebagai "Penghancur Gerbang" tapi aku dan Kyouka tentunya tahu apa itu....
mereka meletakan beberapa box kayu didepan gerbang itu persis, lalu memasang pengaman dibelakangnya. Kenapa menggunakan pengaman? Karena itu tidak lain adalah bom
"Bom?!" Tanya Kyouka
"Lebih tepatnya itu hanya bubuk mesiu yang ketika meledak akan memberi hempasan yang jauh pebih kuat daripada pendobrak," jelas Maou
"Mesiu..... apa kamu yakin ini tidak terlalu awal?" Tanyaku
"Kuyakin bubuk mesiu sudah digunakan sejak lama oleh bangsa tiongkok untuk keperluan lain seperti membuat kembang api bukan?"
Kan beda fungsi..... Tapi di era medieval akhir juga mesiu mulai digunakan untuk meriam dan pendobrak seperti ini sih, dan yang menguasai penggunaan meriam di era itu kuyakin adalah Kekaisaran Ottoman.
Tetap saja kurasa ini sekitar dua ratus hingga tiga ratus tahun sejak masa ini....
"Kurasa jangan gunakan mesiu untuk kepentingan militer dulu selanjutnya,"
"Baiklah sesuai yang kamu mau," jawab Maou
Alasanku tidak mau terlalu cepat teknologi militer berkembang adalah soal doktrin itu, soal bagaimana pelatihan mereka dengan senjata baru, formasi baru, cara berpikir yang baru juga
Mereka jadi digunakan hanya sekedar untuk mengejar musuh, itu sih teorinya.... tapi masih ada beberapa kasus kavaleri digunakan untuk menyerang formasi musuh yang ketat, karena hanya dengan melihat mereka maka musuh yang tidak disiplin akan takut dan meninggalkan barisan, ketika meninggalkan inilah serbuan kavaleri menjadi sangat efektif.
Ledakan tadi sampai menghancurkan gerbang itu dan terpental jauh ke belakang, namun engsel gerbang masih terlihat utuh meski rusak. Dapat dipikirkan seberapa besarnya suara yang dihasilkan, seluruh orang yang terlibat di pengepungan ini pasti mendengarnya
"Kavaleri, masuk dan sisir kota," perintahku
Ratusan unit berkuda itu menerjang masuk melalui gerbang yang masih berasap tersebut, melewati beberapa prajurit Ladenvield yang masih terkapar karena hentakan tadi, tapi mereka tidak mati
Sebenarnya bubuk mesiu saja tidak terlalu berbahaya, itu hanya memberikan dorongan dengan kekuatan tertentu. Itu menjadi bahaya ketika ada sesuatu yang didorong dan sesuatu tersebut mengenai seseorang
Dalam banyak kasus, peluru.
"Kemenangan!" Seru Percival diatas dinding memimpin pasukan disana
Oh sepertinya musuh yang berada disana juga mulai mundur karena mereka sadar bahwa posisi mereka bukan lagi sebuah keuntungan, itu tindakan yang bijak jika.....
Jika mereka memiliki tempat untuk mundur, tapi dengan di sisirnya kota Ladenvield oleh kavaleri, mereka juga menempatkan blokade di jalan-jalan yang mungkin digunakan pasukan musuh untuk mundur, dan yah.... Pasukan kavaleri terdiri dari penjaga pribadi Kyouka, mereka dapat menangani musuh dengan jumlah empat kali lipat dari mereka
"Tinggalkan menara itu, dinding mereka sudah ditaklukan! Lewat gerbang saja karena itu juga sudah hancur!"
"Baik!"
Kini ribuan prajurit Ruby berbondong-bondong melewati gerbang Ladenvield yang sudah tidak dijaga, mereka menangkap prajurit musuh yang masih terkapar, membunuh yang berniat untuk melawan
__ADS_1
Aku bersama Kyouka dan Maou pun ikut menyusul bersama penjaga Kyouka yang lain, akhirnya satu dari sekian banyak kerajaan manusia tertaklukan oleh kami, itu perasaan yang cukup baik biar kukatakan...
"Satu dari seratus mungkin," kataku
"Ini cukup melelahkan, apa akan selalu begini?" Tanya Kyouka
"Kuyakin tidak, soalnya seiring berjalanannya waktu kamu akan menggunakan senjata yang lebih modern bukan, Ryuu? Apa pendapatmu?" Tanya Maou
"Menurutku yang pertama adalah yang tersulit,"
Namun perang disini belum selesai, meski seluruh prajurit musuh sudah ditangkap atau dibunuh sebelum mereka berhasil mundur ke dalam kastil, tetap saja masih ada musuh didalam kastil itu yang sudah mengantisipasinya
Mereka menutup gerbang kastil itu sekali lagi dan kembali meninggalkan warga mereka memohon didepan pintu kastil, kulihat para warga kota ini masih takut kepada kami sehingga sangat putus asa ingin masuk kedalam sana
Yah....
"Kyouka, itu bagianmu kan? Lalu Maou, kamu bisa menghitung jumlah korban?"
"Baik,"
"Tentu,"
Sementara aku, aku pergi keluar kota lagi untuk memerintahkan manjanik itu agar dipindahkan kedalam kota, alasannya? Aku ingin menghujani kastil mereka dengan batu jika mereka tidak mau menyerah.
Kami memasukan manjanik-manjanik itu dan menempatkan mereka di depan kastil dan mengisi mereka dengan bebatuan tadi
Sepertinya Kyouka berhasil membujuk para warga untuk pergi darisana menuju ke perkemahan Timur untuk bertemu warga lainnya, dan Maou masih menghitung jumlah korban
Dan yah.... kupikir kalau kami meminta pertemuan maka mereka akan berpikir kalau kami ragu, seharusnya merekalah meminta pertemuan lagi kepada kami, dan kali ini mereka harus membungkuk dengan benar
Tapi karena mereka bahkan tidak mengibarkan bendera putih, maka kurasa cukup berdiplomasi
"Ryuu, jumlah kematian di pihak kita adalah 213 jiwa, yang terluka sekitar 500 dimana semuanya sudah mendapat perawatan terbaik. Kita menangkap 400 prajurit musuh, sementara korban musuh masih dihitung," jelas Maou
"Baik, terimakasih, Ah! Lalu apa kita punya minyak?"
"Kamu ingin menembak api ke kastil itu?" Dia tahu apa yang kuinginkan
"Yah, kupikir itu akan jadi meriah,"
"Baiklah, kurasa aku membawanya untuk jaga-jaga,"
Malam itu langit Ladenvield sekali lagi dipenuhi peluru batu yang dilemparkan menggunakan manjanik-manjanik kami, namun bedanya kini batu tersebut dibungkus dengan kain yang dilumuri minyak dan dibakar
Kalau dilihat, itu akan nampak seperti meteor dengan ekor apinya yang bergerak cepat menghantam bangunan Ladenvield didalam kastil mereka, menghancurkan dan membakar itu beserta orang-orang didalamnya.
Pasukan kami kerahkan untuk menghalau siapapun yang berani keluar dari benteng itu, menangkap mereka yang sudah tidak berdaya
Dengan ini maka perang melawan Ladenvield telah selesai kurasa, tinggal nanti bagaimana caranya kami menahan gelombang penolakan, itu pekerjaan Kyouka..... kalau sampai terjadi pemberontakan baru itu jadi urusanku.
__ADS_1