The Sended

The Sended
Chapter 33: I Beg your Pardon


__ADS_3

Kami berlima mendekat ke tengah arena ini untuk bertanya lebih jauh dengan sosok-sosok yang tampaknya tidak berniat menyerang itu, semoga mereka memang tidak memiliki niat semacam itu....


Peter yang pertama untuk memulai percakapan


"Anu, namaku Peter, Party leader dari kelompok ini, kami datang dengan damai,"


"Damai katamu setelah menjarah harta dari kerajaanku?"


Hmm? Kerajaannya?


"Maaf, tapi sepertinya aku kurang mengerti-"


"Aku Diablo, Raja dari kerajaan Undead ini,"


Dia adalah orang yang memetikan jarinya tadi dan mengubah langit terang menjadi malam, dia mengenakan topeng aneh seperti robot yang berwarna hitam, ia juga memakai pakaian bangsawan dan jubah panjang


Sepertinya aku akan malu jika diriku yang menggunakan pakaian seperti itu....


Tapi Raja Undead kah? Dia seperti manusia di mataku


"Maaf, kami tidak tahu kalau ini kerajaanmu, namun kerajaanmu ini berdiri didalam wilayah Hohenzollern,"


"Hohenzollern? Itu nama yang baru ditelingaku, coba ceritakan lebih detail," kata Diablo


Peter tidak percaya bahwa Diablo sendiri tidak tahu dimana ia berada, namun ia bersedia menceritakannya lebih detail


"Kamu berada di wilayah Brandenburg, wilayah milik Raja Hohenzollern, kami disini untuk memeriksa reruntuhan- maksudku kerajaanmu yang tiba-tiba muncul di dalam wilayah Raja kami,"


Wah alasannya cukup menarik juga, apalagi kuyakin Peter baru saja memikirkannya saat ini


"Kalau begitu maaf, kurasa setengah kesalahan dari kehadiran kalian adalah kesalahanku juga, Tapi....


Setengahnya masih tetap menjadi kesalahan kalian, dan itu sudah lebih dari cukup untuk menghukum mati penyusup yang masuk kedalam kerajaanku!"


Gagal negosiasi rupanya....


Diablo membuka jubahnya dan menampilkan pakaian dengan armor ringan di bagian dada dan pundaknya, ia juga meraih pedang rapier dan memasang kuda-kuda


"Rajaku, tolong serahkan masalah ini pada kami saja," kata bawahan di samping kanannya


"Tidak, aku akan membuat mereka sebagai boneka latihan pedangku," jawabnya


Kalau sudah begini maka pertarungan tidak terhindarkan lagi, Peter juga berpikir begitu dan ia dengan cepat memberikan arahan pada kami


"Lakukan sesuai formasi biasa, Rune coba alihkan perhatiannya," kata Peter


"Baik," jawab kami bersama


Ini akan menarik


Peter maju pertama dengan pedangnya yang bisa digunakan untuk serangan cepat, ia langsung melompat ketika sudah dekat dengan Diablo dan mengayunkan pedangnya dari atas


Serangan langsung seperti ini tujuannya sudah jelas bukan untuk mengakhiri lawan, melainkan hanya untuk menilai kekuatan lawan


Diablo, dengan rapiernya itu akan sulit untuk menangkisnya secara penuh, jadi dia menangkis serangan Peter dengan mengubah arah ayunannya agar momentum serangan itu tidak membebani pedang rapier yang tipis


Bahkan meski Diablo memiliki tenaga untuk menahan pedangnya untuk menangkis secara penuh, namun pedang rapiernya bisa saja patah.


Selanjutnya giliran Diablo yang menyerang, dia memberikan serangan tusukan yang merupakan teknik terbaik untuk menggunakan senjata itu, dan faktanya serangannya ini sangatlah cepat

__ADS_1


Peter berusaha menangkis semua tusukan yang Diablo beri, hasilnya dia menerima dua atau lebih luka ringan dari tusukan Diablo


"Ini akan berakhir!" Seru Diablo


Tapi tidak akan secepat itu....


Aku menyembunyikan keberadaanku dan berlari ke sisi kanan Diablo, lalu disana aku menampakan keberadaanku kembali namun dengan tambahan sedikit sihir. Seperti yang diduga, dia akan langsung menyadarinya dan membatalkan serangan akhirnya pada Peter


Ia menghadap kearahku yang sebenarnya cukup jauh, hal itu membuat Howard dapat maju dan memukulkan shield besarnya kepada Diablo


Ini membuat Diablo terpukul mundur namun masih dapat berdiri tegak karena ia juga berhasil menangkisnya


"Terimakasih Howard," Kata Peter


"Ini kan formasi kita, tapi berkat peran baru Rune formasi ini rasanya jadi lebih lengkap,"


"Ya, kamu benar,"


Diablo dia tertawa kecil karena hal ini, akan tetapi tidak berlangsung lama karena Feli langsung melepas beberapa anak panah dengan sihir angin yang melapisinya kearah Diablo


Eto.... kalau tidak salah tadi dia bilang Ventus Arrow, itu bahasa latin untuk angin bukan?


Saat Diablo mau menghindar, rupanya kakinya tengah dikekang oleh sihir api Lina, dia menyebutnya Hell Chain tapi sebenarnya hanya rantai yang terbuat dari api. Hal ini membuatnya tidak bisa kemana-mana


Alhasil tiga anak panah berhasil sampai ke tubuh Diablo, tepat di bagian dada pula, namun yah....


Tidak dari ketiganya yang menembus atau bahkan menancap di tubuh Diablo, ketiganya seperti terpantul dan jatuh keatas tanah, aura sihir angin di anak panah itu juga perlahan menghilang ketika jatuh di permukaan tanah


Ha...ha.... bukankah itu curang?


Semuanya terkejut melihat itu, aku juga begitu


Dia memang Party Leader yang bisa diandalkan yah...


Namun dia menatapku seakan ingin memberitahuku sesuatu akan tetapi juga tidak mau sampai terdengar Diablo, sial... apa yang harus kulakukan sebenarnya kali ini


Sekarang ayo kita hilangkan keberadaanku dulu.


Howard maju dengan kapak dan perisainya, ia berniat untuk menyerang Diablo dengan serangan dari kapak besarnya itu. Seperti yang diduga, serangan itu gagal karena Diablo lagi-lagi menangkis kapak itu dengan diubah arahnya


Diablo langsung berniat menusuk Howard dan Howard juga sudah memasang kuda-kuda untuk bertahan dengan perisainya berada di posisi sempurna, tapi itu tujuan serangan kali ini


Peter yang bersembunyi dibelakang Howard, dia melakukan serangan tebasan dari bawah sebagai serangan kejutan kepada Diablo


"Hah! Hanya mengubah pola, ini masih sama seperti tadi, aku tidak akan tertipu," kata Diablo


Dengan cepat ia mengubah arah pedangnya ke posisi menangkis, Diablo juga berniat langsung melakukan balasan kepada Peter dan Howard


Akan tetapi kejutannya tidak sampai situ saja, dari belakang Peter ada sebuah anak panah dari Feli yang dilapisi sihir angin yang lebih kuat dari sebelumnya, membuatnya dua kali lebih cepat namun mana yang diperlukan juga lebih banyak dan tidak bisa dilakukan secara berulang


Diablo lagi-lagi berhasil sadar dan ia menendang Peter lalu mengayunkan rapier tipisnya itu tepat untuk menangkis anak panah itu, namun yah kejutan Peter masih belum habis, ia berniat menggunakan kekuatan seluruh kemampuan party miliknya di serangan ini


Anak panah itu adalah sihir ilusi milik Lina, jadi Diablo hanya menangkis ilusi dari anak panah sebenarnya yang berada tepat dibelakang anak panah itu


Kali ini, yah.... kali ini serangan kami lagi-lagi gagal menembus baju armor "ringan" yang dikenakan Diablo, tapi dampak dari anak panah Feli yang sekarang berhasil memukul mundur Diablo untuk yang kedua kali


Ia mendecak karena kesal, sementara semangat kami mulai meninggi


"Giliranku untuk menyerang,"

__ADS_1


Diablo membungkukan badannya sedikit dan memasang kuda-kuda seperti orang akan berlari dengan cepat


Tapi tidak kah ada yang penasaran dimana aku? Jawabannya adalah aku berada dibelakang Diablo bersiap menikamnya menggunakan belati termurah di toko senjata namun dengan lapisan sihir buff tingkat tinggi


Kini belati yang sama sudah ada tepat di sebelah leher Diablo, hanya kematian yang menantinya, jika....


Di saat-saat terakhir, Diablo menyadariku karena mungkin terlalu dekat, dia berusaha menghindari belati itu yang tentu saja tidak terlaksana dengan baik. Aku berhasil mengenai lagi-lagi armornya yang keras karena ia menghindar dengan cepat


Namun yah maaf.... kurasa aku terlalu banyak memasukan sihir buff berupa ketajaman kedalam belati murah ini, serangan itu membuat armor ringan Diablo hancur


Ia mundur, kali ini bukan karena terpukul mundur namun ia mundur dengan sendirinya


Aku juga kembali ke belakang Party, ditengah antara Peter-Howard dan Feli-Lina


"Bagus, Rune," kata Peter


Kuharap ini yang sebenarnya dia inginkan dengan tatapannya tadi....


"Ini mulai mengangguku, kupikir kalian hanya NPC biasa namun keahlian kalian mirip seperti Player tingkat menengah ke bawah, jadi berbahagialah, aku akan serius."


Ia menyarungkan rapier miliknya dan seketika pakaiannya itu berganti menjadi jubah penyihir, itu sangat keren, aku juga mau.... bukan!


Apa dia tadi bilang NPC dan Player?! Hah?


"Lina!"


"Aku tidak merasakan banyak mana darinya, kemungkinan besar ia hanya menggertak," kata Lina


Yah itu karena-


"Itu karena aku tidak berniat menunjukannya di awal-awal," Diablo meraih tongkatnya dan menghentakannya ke atas tanah


Suara nyaring hentakan ini terdengar keras ke seluruh area ini, lantas setelah suara itu berakhir, Lina tampak sangat kaget bahkan tak berkata apapun mematung


G-gawat, aku memang tahu kalau dia menyembunyikan kapasitas mana miliknya, tapi tidak kusangka akan sebesar itu.... Kalau begini sih bahkan dia bisa mengalahkan Kyouka di bidang sihir


Sekarang apa yang harus kulakukan huh...?


"Lina! Hei Lina!"


"A- maaf! Kita harus lari! Kita tidak boleh menghadapinya!"


Party ini dibuat bingung oleh Lina, namun melihatnya yang biasanya pendiam menjadi sangat bersikeras seperti itu maka memang ada yang salah. Apa kecuali Lina mereka tidak bisa melihat kekuatan Diablo?


"Sebenarnya sebagai pengguna sihir meski masih pemula, aku juga merasakan hawa tidak enak setelah hentakan tongkatnya tadi," kata Feli


"Jadi dia tidak sedang menggertak ya..."


Diablo, dia berdiri tegap menunggu party kami siap untuk melakukan pertahanan, sungguh jiwa ksatria yang tinggi untuk sosok yang memimpin kerajaan Undead huh?


Jadi apa yang akan Peter lakukan sekarang untuk melawan musuh yang yah jujur saja kami tidak memiliki kesempatan untuk menang? Kuharap dia memilih keputusan yang bijak lagi-


"Raja Diablo! Apa boleh aku meminta sesuatu kepada anda?" Tanya Peter masih membelakangi Diablo


"Ho? Apa yang kamu inginkan, NPC? Aku akan mendengarkannya,"


"Apa setidaknya.... Kamu bisa membiarkan gadis ini keluar dengan selamat?" Tanya Peter sambil menunjuk kearahku


Huh?

__ADS_1


__ADS_2