The Sended

The Sended
Chapter 57: War is Hell


__ADS_3

Aku langsung berteleportasi menuju ke istana, sesuai yang kukatakan.... jika aku mengerti jarak dan ketinggian yang tepat maka aku tidak mungkin salah seperti sebelumnya, aku muncul di ruang takhta milik Kyouka langsung


Ruangan ini sudah kosong, itu artinya Kyouka sudah pergi atau....


"Hei! Jangan tinggalkan aku!" Aku berteriak kepada Kyouka yang sudah siap untuk pergi


"Eh?!! Ryuu?!!"


Aku kelelahan karena mengejar mereka.... Sial staminaku sangat buruk, harusnya kugunakan saja kemampuan akselerasi ku, tapi aku sudah berkomitmen untuk tidak menggunakannya jika tidak terdesak atau sedang dalam pertarungan


Ketika akhirnya aku mencapai rombongan Kyouka dan Maou, aku mengambil napas dengan berat dan cepat. Mungkin seharusnya aku melatih tubuhku ini, tubuh ini tidak berbeda sama sekali dengan tubuh Archen atau tubuhku di bumi....


Jika tidak ada sihir, aku pasti sangat mudah untuk dikalahkan atau bahkan dibunuh. Beruntung aku sudah menguasai sihir


"Ryuu, bukankah sepuluh menit yang lalu Kyouka baru saja menghubungimu dan kamu masih di kota pinggir laut itu?" Tanya Maou


"Benar, apa kamu menggunakan kemampuanmu untuk sampai kemari dengan cepat?" Tanya Kyouka


Ugh, biarkan aku beristirahat sebentar....


"Aku.... menggunakan sihir.... teleportasi..... huh.... sangat melelahkan...." kataku terengah-engah


"Sebaiknya kamu melatih staminamu itu Ryuu...." Kyouka benar


"Apa aku boleh menumpang di kereta kuda pengangkut saja? Sepertinya aku tidak bisa bergerak lagi bahkan untuk berkuda," pintaku


"Huh? Kamu sungguh selelah itu? Padahal hanya berlari dari istana sampai depan gerbang kota," kata Kyouka lagi tak percaya


"Maaf karena aku lemah!"


"Kurasa kamu bisa naik salah satu kereta kuda yang berisi artileri yang belum dirancang, itu ada di belakang sana," kata Maou sembari menunjukan kereta tersebut


"Oh! Baiklah aku akan naik itu," Aku berjalan kesana dan menaiki kereta kuda penuh bagian-bagian artileri yang belum dirancang


Selagi dalam perjalanan, aku akan bercerita sedikit soal hal penting yang kudapat dari mempelajari buku di perpustakaan Ladenvield sebelumnya


Terlepas dari mereka yang memiliki banyak kavaleri, yang mana kami semua sudah mengetahui itu..... Edelfield rupanya menggunakan sebuah doktrin militer yang familiar, itu dinamai Grand Battleplan


Grand Battleplan adalah doktrin militer angkatan darat yang memfokuskan pada perencanaan yang sangat mendetail hingga titik paling bawah, pada perang dunia pertama hampir semua negara yang berperang menggunakan doktrin ini


Namun yah sepertinya sudah menjadi pengetahuan umum jika aku tidak suka hal seperti itu, perencanaan secara detail hanya akan membuang-buang waktu. Itu juga menjadi alasan mengapa Prancis dan Inggris kewalahan melawan Jerman di perang dunia kedua


Jerman menggunakan doktrin bernama Mobile Warfare atau yang mereka sebut sebagai Blitzkrieg, perang kilat. Mereka lebih menekankan inisiatif daripada perintah dari atas, membuat mereka mengambil keputusan lebih cepat dari musuh mereka


Aku menyukai doktrin ini sih, inisiatif dan kecepatan adalah hal yang cocok denganku. Tapi dengar dulu doktrin yang lain....

__ADS_1


Amerika Serikat menggunakan doktrin Superior Firepower atau lebih terkenal dengan Shock and Awe, kejutkan dan takjubkan. Nyawa itu mahal, tapi peluru itu murah, mereka tidak segan-segan untuk menembakan puluhan ribu meriam ke musuh mereka demi mendapatkan keuntungan


Jika Blitzkrieg berhasil menghentikan Grand Battleplan, Shock and Awe nampaknya berhasil menghentikan Blitzkrieg


Aku berencana menggabungkan kedua konsep ini, dimana kelak aku ingin mempunyai pasukan yang cepat dan memiliki inisiatif, namun sekaligus juga senjata dan peluru yang lebih unggul dalam kualitas dan jumlah ketimbang musuh


Ingat? Jepang bisa bangkit menjadi kekuatan dunia di era itu karena memiliki teknologi militer lebih maju ketimbang negara Asia lain


Ah! Ngomong-ngomong kalau tidak salah Jepang juga menggunakan doktrin Grand Battleplan, namun mereka menekankan kecepatan diatas segalanya. Itu membuat mereka berhasil menguasai Asia Tenggara dalam waktu singkat


Yah.... kelemahannya tahu sendiri.... Mereka hanya bagus dalam kecepatan, bukan kekuatan.... Amerika berhasil memukul mundur mereka kembali ke pulau mereka


Hmm, tapi mungkin sebenarnya Jerman bisa menang melawan Amerika Serikat, bukan bermaksud aku ingin mereka menang loh ya... Kuakui jika kekalahan Jerman Nazi adalah hal yang bagus bagi dunia ini


Pemimpin mereka Adolf Hitler, adalah sosok paling jahat dalam sejarah manusia mungkin, aku sampai heran bagaimana bisa ada orang yang mengidolakannya..... Yah, cepat atau lambat mereka juga akan tahu kalau itu tidak benar.


Tapi kesampingkan hal itu, ada sebuah pertanyaan yang sering muncul disana sini, bagaimana bisa Jerman kalah di perang dunia kedua?


Jawabannya pun banyak, tapi sebagian besar menyalahkan tindakan mereka untuk menginvasi Soviet. Itu mungkin benar, tapi aku punya pendapat lain


"Ryuu, mau permen?" Kyouka menawariku permen


"Permen? Sudah ada yang menjualnya di Ruby?" Tanyaku sambil menerima pemberiannya itu


"Iya, mereka berasal dari Franca namun teknik mereka berasal dari Benua Timur," jawabnya


"Dari dia aku dapat informasi jika sebagian kecil warga Franca bermigrasi setelah kegagalan invasi mereka terhadap Hohenzollern dulu, karena mencari makan saja mulai sulit disana ketika itu," Kata Kyouka


"Heh? Aku baru tahu,"


Hohenzollern kah.... Mereka negeri yang mencerminkan Jerman di dunia ini, nama mereka juga diambil dari nama wangsa monarki Jerman, Kaisar terakhir Jerman itu bernama Friedrich Wilhelm Victor Albrecht Hohenzollern, dia yang kita kenal sebagai Kaiser Wilhelm II


Lalu Franca, dari namanya saja mereka bisa diplesetkan dari France atau Prancis bukan?


Ada-ada saja Dewa itu....


"Oh! Apa kamu membangun ulang jembatannya, Kyouka?" Kami tiba di sungai luar hutan Ruby


"Iya, dengan desain Maou tentunya," jawab Kyouka


"Mendesain jembatan itu terbilang relatif mudah karena mereka tidak bergerak," kata Maou


Tapi tetap saja kalau tidak mahir maka jembatannya akan rapuh dan mudah hancur jika terjadi bencana alam atau perang.


Perang dan perang, aku bertanya-tanya apa sebenarnya kami memiliki jalan lain selain berperang? Jalur diplomasi.... bukan keahlianku tapi aku suka mencoba hal yang baru, aku juga yakin dalam tata bahasaku, jangan-jangan menjadi diplomat adalah bakat tersembunyiku?!

__ADS_1


Hmm? Oh! Itu desa yang sebelumnya memasok pangan ke pasukan Ladenvield yang berkemah di sisi sungai. Kini sejak tidak ada lagi pasukan Ladenvield, mereka bisa hidup dengan cukup untuk menghidupi keluarga mereka dan berdagang dengan desa lain kah...


Sepertinya memang perang adalah neraka, tidak ada yang menginginkannya jika kita memiliki jalan lain, untuk itu aku serius soal diplomasi tadi. Kuharap aku segera bertemu dengan orang-orang yang mahir di bidang itu, entah itu penghuni Kelfia, atau pendatang dari bumi seperti kami bertiga


"Itu adalah pohon terluar dari Hutan Ruby, kita sungguh telah melangkah bukan, Ryuu?" Tanya Kyouka


Kami mengikuti jalan dan sampai di tempat dimana terdapat sebuah pergunungan di sisi kanan yang membatasi Hutan Ruby di Utara, selebihnya ada sungai yang mengalir kembali, mereka mungkin sungai yang sama dengan yang membatasi hutan Ruby di sisi Timurnya.


Ini tempat yang cocok untuk bertempur menurutku, meski daratannya agar naik dan turun sehingga akan sulit melihat posisi musuh, tapi itu juga adalah keuntungan bagiku


"Apa mungkin untuk memindahkan perkemahan kemari?" Tanyaku


"Eh? Itu mungkin-mungkin saja, tapi bukankah ketika musuh menyerang maka kita seakan meninggalkan desa di perbatasan? Desa itu pemasok pangan yang paling besar saat ini di Kerajaan Ruby loh," jawab Kyouka


"Kyouka benar, tapi jika kamu pikir disini ada keuntungan tersendiri yang bisa digunakan untuk melawan Edelfield, maka jangan ragu untuk melakukannya," kata Maou


"Maou? Jadi kita akan meninggalkan warga kita disana?!" Wah sepertinya akan mulai ada perdebatan


"T-Tidak, bukan begitu maksudku, Kyouka... Selama ini Ryuu melakukan tugasnya dengan sempurna seperti yang kamu dan aku lakukan, jadi tidakah seharusnya kita dukung dia?"


"Tapi mengorbankan sebuah desa itu agak..."


Hmmm.... Kurasa kami akan pindah kemari


"Mereka tidak akan berani melakukan hal bodoh terhadap warga kita," perkataanku ini membuat mereka bingung


Aku kenal dengan sifat Jenderal mereka, meski tidak tahu soal taktik yang akan ia gunakan tapi kudengar dia disiplin kepada pasukannya mirip sepertiku, dia juga merupakan sosok dengan keadilan yang tinggi namun juga sangat loyal terhadap Raja mereka


Ia mungkin tidak akan melakukan hal mengerikan kepada warga kami, tapi akan beda cerita jika Raja Edelfield yang memerintahkannya langsung. Jadi aku ingin segera pindah kemari dan mengalahkannya disini dengan kecepatan kilat


Setelah kulihat lebih jauh, aku sudah dapat melihat bayangan kasarnya mengenai taktik yang akan kugunakan, tapi lagi... Aku bisa saja mengganti taktik itu jika perkembangan nantinya berbeda.


Sepertinya sudah cukup beristirahat


"Kyouka, hentikan rombongan ini, kita akan pindah kemari saja,"


"Umm, baiklah..." Dia masih agak ragu


"Lalu pinjamkan aku satu kuda untuk menuju ke sana,"


"Aku juga akan ikut, apa kamu bisa mengurus sendiri, Maou?" Tanya Kyouka


Sepertinya tujuan Kyouka ikut adalah untuk menemui warga desa di perbatasan, itu tidak masalah, itu akan membuat mereka tetap yakin kepada kami sebagai pelindung mereka


"Tentu, aku akan memeriksa beberapa hal sekalian," jawab Maou

__ADS_1


Aku menunggangi kuda dan segera menuju ke perbatasan bersama Kyouka dan enam penjaganya


__ADS_2