
Sebenarnya sudah kupikirkan sejak lama tentang perang ini, semua yang terjadi mirip seperti dunia pada perang dunia pertama. Senjatanya, pihak yang terlibat, bahkan medan pertempurannya juga mirip seperti perang dunia pertama
Salah satu yang paling mirip adalah pertempuran di Barat melawan Francia
Beberapa tahun yang lalu saat perang baru dimulai, Germanica melakukan gerakan sesuai rencana yang sudah dibuat beberapa waktu sebelumnya. Mereka menyerang Francia melewati negara netral yang berada di antara Germanica dan Francia
Negara netral ini sudah diakui kedaulatannya oleh Britania, Francia, dan beberapa negara lain di dunia. Gerakan Germanica itu membuat Britania yang semula enggan memasuki perang, sekarang jadi terpaksa ikut
Kampanye Germanica ini terbilang sukses, mereka berhasil menduduki negara netral tersebut dalam sepuluh hari. Mereka meneruskan gerakan sesuai rencana, mendekati ibukota Francia
Hanya butuh beberapa puluh kilo lagi hingga Germanica memenangkan perang di front Barat, namun keadaan segera berbalik
Ketimbang meminimalisir korban dengan mundur, Francia menyuruh pasukannya bertahan dengan biaya apapun. Invasi Germanica berubah menjadi serangkaian pertempuran yang sangat besar
Di pertempuran tersebut, Germanica membuat kesalahan dengan mengurangi pasukan disuatu titik untuk dikirim ke titik yang lain. Tentu saja hal ini dimanfaatkan oleh Francia dan Britania untuk mengepung mereka dari belakang
Takut akan kekalahan mutlak, Germanica memutuskan mundur dari garis pertempuran itu. Wilayah demi wilayah kembali ke tangan Francia, untuk membendung serangan musuh, pasukan Germanica membuat parit-parit di garis pertempuran
Hal ini adalah hal yang wajar dilakukan sebagai pihak bertahan untuk membendung serangan lawan
Yang tidak wajar adalah Francia ikut membuat parit didepan parit Germanica, memangnya untuk apa sistem parit itu? Francia adalah pihak penyerang saat ini, mereka harusnya terus bergerak untuk memukul mundur pasukan Germanica
Semakin lama parit itu terus memanjang hingga saat ini, sekitar 70KM sudah terbangun mulai dari laut Britania hingga negara netral di Selatan
Perang yang semula berjalan normal kini menemui sebuah situasi stalemate di kedua sisi
Stalemate adalah sebuah istilah dalam permainan catur sama seperti checkmate. Checkmate adalah situasi dimana pemain sudah mati langkah, lalu Stalemate adalah situasi dimana pemain hanya memiliki satu pilihan langkah yang mana langkah itu akan mengirimnya langsung kepada kematian
Situasi ini sama dengan stalemate, pasukan tidak diperkenankan mundur dari parit mereka. Perintah yang mereka terima hanyalah maju menyerang
Sementara itu di kapal bendera armadaku,
"Kapten Archena von Kageneck", kata seorang pria tua yang duduk dibelakang meja sambil merokok dan melihat sebuah catatan di meja
"Ya, pak!"
Pria tersebut tidak lain adalah laksamana yang memimpin armadaku, dan juga armada ini tidak lain adalah armada yang bertempur dengan armada Britania sebelumnya
"Sepertinya mereka melebihkan kemampuanmu, disini tertulis jika kau menghancurkan sebuah Battleship hanya dengan 2 peluru dari satu menara"
"Itu benar pak,"
"Benar yang mana? Pernyataanku bahwa mereka salah, atau pernyataan mereka?"
Lalu ia menghisap rokoknya lagi dan menghembuskannya ke ruangan itu
Sial, aku tidak menyukai bau ini....
"Selama bertahun-tahun kapal destroyer itu menjadi kunci penting kemenangan angkatan laut kita, dan kau menenggelamkannya dengan mudah,"
Saat dia berkata seperti itu, entah mengapa amarahku melonjak. Mengingat semua kru yang meninggal termasuk Nimtz dan kapten sebelumnya
"Mudah? Mudah ya? Apa anda pikir melawan dua Battleship dengan sebuah destroyer itu hal yang mudah juga?" rasanya ingin sekali kubilang begitu
Dia berhenti merokok dan fokus kepadaku
"Tapi pak, kami berhasil menenggelamkan sebuah Battleship dan memberi kerusakan besar kepada satu lainnya, bahkan jika angkatan udara tidak datang kami juga tetap dapat menenggelamkannya," kataku
Meskipun jika tidak ada angkatan udara, korban yang kami derita pasti lebih banyak karena pergerakan Brits pasti tidak melambat
"Namun apabila memang dirasa kesalahan saya tidak dapat dimaafkan, saya bersedia untuk mengundurkan diri dan mengakhiri karir militer saya,"
Sebebarnya aku sudah sangat berniat mengundurkan diri saat itu, aku bahkan sudah melepas topi kapten dan meletakannya diatas meja laksamana. Namun laksamana menghentikanku,
__ADS_1
"Pakai kembali topimu kapten Archen, kami akan segera membutuhkan sebuah destroyer dan kapten yang dapat menghancurkan dua Battleship,"
H-huh? j-jadi itu adalah sebuah tes?, berarti aku berhasil melewatinya?
"Kapten Archena von Kageneck! Ini perintah dari pusat, segera kembalilah ke pelabuhan, disana ada sebuah destroyer tipe terbaru. Dengan itu mungkin kau akan menghancurkan seisi armada bukan hanya dua kapal," katanya diakhiri dengan senyum
Aku keluar dari menara perintah di kapal bendera yang besar itu, diluar ada puluhan orang kru ku yang berbaris
"Kapten Archen, kami meminta izin untuk terus bertarung disisimu,"
Mereka berbaris dengan rapi sepanjang jalan keluarku, aku mendekati mereka satu persatu. Aku menatap mereka sambil terus bergerak menuju barisan paling akhir
Lalu langkahku terhenti di depan pemimpin petugas kebersihan, aku menatapnya namun dia tidak berani menatapku balik
"Izin diberikan," kataku sambil menjauhi pemimpin petugas kebersihan
Mereka semua terlihat senang, namun aku juga menyadari bahwa kami kehilangan hampir setengah dari kru. Aku harus melakukan perekrutan seperti yang dilakukan kapten sebelumnya ya...... Mana mungkin lah!! Lagian aku juga menentang hal itu sebelumnya kan?
Aku akan pergi ke sekolah militer angkatan laut di kota Linze, itu adalah sebuah kota pelabuhan yang besar. Aku kesana ditemani oleh salah seorang perwira dengan menggunakan kereta kuda
Kami pergi saat malam jadi tidak banyak yang bisa kulihat selama perjalanan, aku juga memerintahkan kru untuk tetap di pelabuhan sambil menungguku
Kami sampai saat sudah pagi, aku yang tertidur saat itu dibangunkan oleh perwiraku bahwa kami sudah sampai. Kami segera turun dan merapikan pakaian kami
Baru saat itu aku tersadar bahwa topi milik ku tertinggal di kereta kuda
"Gawat...."
Tetapi kereta itu sudah pergi jauh, aku tidak bisa mencapainya bila berlari
Aku menghela napasku dan menguap sesaat sebelum memasuki kawasan sekolah itu
"Kapten bagaimana ini? Tanpa topimu, mereka tidak akan mengerti kau adalah kapten"
Masih sangat pagi saat itu, para siswa belum memulai aktifitas pembelajaran mereka
Saat kami didepan pintu masuk sekolah, kami disambut oleh seorang guru. Ia mempersilahkan kami masuk kedalam ruang tamu yang mana itu cukup besar
Seperti yang kuduga, mereka mengajak mengobrol perwiraku bukan aku. Mereka benar-benar mengira bahwa aku hanyalah prajurit biasa yang diajak untuk membantu kebutuhan perwira ku ini, tidak lebih dari itu
"Pak, kapal apa yang anda operasikan? Jadi kami dapat memilih siswa yang handal dalam hal itu,"
"Itu kelas destroyer,"
"Baiklah, sebentar lagi kami akan menyiapkan sebuah kelas yang diisi oleh murid kelas destroyer"
Mereka benar-benar mengabaikanku...
Disamping hal itu, sekolah ini cukup besar untuk menampung sekitar 500 murid pertahunnya. Mereka memiliki sekitar 50 kelas yang dibagi lagi sekitar 10 kelas per tipe kapal
Oleh karena itu, kami harus menghadiri 10 kelas tersebut satu persatu. Semula aku pikir ini akan memakan waktu seharian, namun mereka memberitahu bahwa mereka akan mengumpulkan murid terbaik dari kelas destroyer untuk kami
Akhirnya bel masuk pun dibunyikan, murid-murid segera memasuki kelas mereka masing-masing dan meninggalkan lorong dalam keadaan kosong. Kami meninggalkan ruang tamu pada waktu ini
Kami menuju ke kelas dimana para murid terbaik sudah disiapkan, bersama dengan para guru kamipun melewati lorong yang kosong itu. Lorong ini penuh dengan dekorasi berbau militer angkatan laut beserta dengan nama-nama terkenal di angkatan laut
Setelah berjalan sejenak, kami sampai di kelas khusus itu. Akhirnya... sudah lama sekali aku tidak merasakan suasana kelas seperti ini
Kami memasuki kelas itu bersama, didepanku ada beberapa guru yang menemani. Sebenarnya aku masuk paling akhir karena dianggap paling tidak berguna, sedangkan perwiraku masuk tepat dibelakang guru kelas destroyer
"Selamat pagi pak!!" seisi kelas memberi salam dengan serentak
Setelah kuhitung, jumlah murid tidak sampai 40 orang. Kami butuh setidaknya 50 kru lagi untuk mengoperasikan destroyer jenis baru
__ADS_1
"Perkenalkan ini adalah perwira Albert, ia datang kemari atas perintah kaptennya untuk merekrut sejumlah murid kedalam kapalnya"
Sial, aku ini adalah kaptennya
Selagi berpikir, perwiraku maju dan melihat seisi kelas. Ia kemudian kembali kedepan kelas dan berbicara,
"Baiklah, kami akan mengadakan suatu tes untuk mengukur kemam-", katanya
"Tidak perlu", potongku
Tentu saja semua orang terkejut, perwiraku terkejut atas pernyataanku, sementara yang lain terkejut atas kelancanganku memotong ucapan atasanku... atau itulah yang mereka pikir
"Pak?", tanya perwiraku
"Tidak perlu, kita ambil semuanya. Bahkan kita akan merekrut beberapa dari kelas lain"
"Umm, maaf tapi siapa anda tuan?", tanya salah seorang guru
"Aku adalah kapten Archena von Kageneck, sebelumnya maaf karena belum memperkenalkan diri," kan aku juga tidak ditanya
Seisi ruangan terkejut atas perkataan ini, hanya karena topi yang kutinggal maka masalahnya sampai seperti ini....
"Maafkan kami kapten, kami tidak tahu,"
"Bukan masalah, tapi aku ingin memeriksa semua kelas sebagai tambahan kru,"
"Baiklah, tetapi memangnya anda butuh berapa banyak?"
"Dengan kelas ini, kami butuh 10 lagi,"
10 kelas, aku mengambil satu dari setiap kelas supaya tidak repot. Saat ini lah aku bertemu dengan letnan Victoriya yang saat itu masih menjadi murid
Kelas terakhir sebelum aku kembali adalah kelas yang biasa seperti kelas lainnya, hanya saja ada seseorang yang terlalu membanggakan dirinya dan nama keluarganya
"Baiklah, akan kami mulai lisannya,"
"Hmph, tidak perlu melakukan itu. Aku sebagai penerus keluarga Reinhard akan maju sebagai perwakilan kelas ini,"
Ini maksudku....
"Gil von Reinhard, itu namaku"
Sikap yang berani, cukup mengesankan. Namun aku tidak akan menerimanya
"Anu? Perwira?", seorang wanita berambut coklat panjang dengan mata biru tiba-tiba ingin bertanya
"Ya, silakan,"
"Eto, mengapa kapten tidak berbicara?"
Hmm? Apa jangan-jangan?
"Apa yang kamu maksud Victoriya? kapten tidak ikut kesini," ejek teman didepannya
"Hmm? Apa maksudmu? Dari tadi dia disana tidak berbicara apapun", jawabnya
Bagus, dia akan kubawa
"Victoriya!"
"Ya!!", sepertinya dia ketakutan
Dengan ini, kru ku sudah lengkap 100 orang
__ADS_1
Laut Britania, aku datang!!