The Sended

The Sended
Chapter 94: Worst Scenario


__ADS_3

.


Dia datang...


Pada duel sebelum-sebelumnya, Percival memberitahu ku jika aku terus menghindar itu bisa diartikan aku sedang merendahkan musuhku, jadi sekarang mari tidak lakukan itu dan mulai menangkis serangan Yan


Ayunan, tusukan, hanya ada dua macam serangan yang bisa digunakan bukan? Meski arah akan membuat variasinya berbeda


Aku menangkis semua serangan Yan dan beberapa kali mencoba menyerang balik agar tidak terlihat sedang mengalah. Sebenarnya harusnya aku merasa kasihan melihat Yan yang terlihat mengerahkan segalanya di pertarungan ini


Setidaknya dengan begini maka dia tidak akan merasa direndahkan...


Setelah puluhan serangan serta tangkisan dalam jumlah yang sama, Yan kelelahan. Ia bernapas dengan cepat serta keringat bercucuran diseluruh tubuhnya


"Apa sudah cukup, Tuan muda Yan?"


"Iya... Maaf karena aku cepat lelah nona..." kata dia


Aku berjalan menuju ke rak senjata untuk kembali meletakan pedang pinjaman ini disana, Yan juga melakukan hal yang sama


"Kamu bertarung cukup baik, Tuan muda Yan, jalanmu menjadi seniman bela diri pasti akan berhasil,"


"Benarkah begitu Nona? Tapi stamina saya..."


Dia memiliki teknik yang bagus, aliran pedangnya terus melaju seperti sungai yang deras. Mungkin jika dia sedikit lebih halus maka stamina miliknya tidak cepat habis


"Padahal dulu tidak secepat ini.... Memangnya ada orang yang semakin tumbuh malah semakin lemah ya...?" eh?


"Apa maksudmu, Tuan muda?" Tanyaku penasaran


"Ah, itu... Dulu saya bisa mengayunkan pedang saya seharian penuh, tapi semakin kesini malah saya jadi cepat lelah..."


Hmm... Apa dia menderita suatu penyakit tertentu?


"Mungkinkah saya bisa menjadi prajurit yang baik Nona?"


"Tidak-tidak, kamu tidak boleh mengejar cita-cita menjadi seorang prajurit, itu hanyalah sebuah jalan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi yakni seniman bela diri,"


"Oh! Begitukah? Lantas apa kemampuan saya sudah memadahi untuk menjadi prajurit Ruby?"


Kemampuan kah...


"Yang kubutuhkan bukanlah mereka yang bisa mengalahkan puluhan orang seorang diri, namun orang yang bisa berdiri tegap di hadapan musuhmu seberapa banyak maupun mengerikan mereka. Soalnya selebihnya serahkan padaku, aku akan berusaha agar mereka tetap hidup,"


Mungkin kriteria prajurit Ruby yang baik adalah disiplin, cukup itu


"Aku mengenal seorang seniman bela diri bertekad kuat yang berakhir bosan akan karir militernya meski itu sangat berhasil, tapi pada akhirnya dia bisa mati dengan senyuman puas ditangan seseorang yang lebih kuat darinya. Kamu tahu aku sedang membicarakan siapa bukan?"


"Itu... Feng Xian..."


Kudengar jika kabar kematian Feng Xian tersebar dengan cepat, dan dengan itu maka semangat para seniman bela diri kian menurun. Yah... Selama ratusan tahun mereka mengembangkannya namun masih kalah melawan ksatria Ruby...


"Biar kuberitahu kamu kabar yang tidak dikatakan oleh burung itu, Feng Xian berhasil membuat ksatria terkuat kami itu termotivasi dan kini dia sedang menempuh jalan yang sama seperti yang kamu, Feng Xian, dan seniman bela diri tempuh,"


"Woah! Apa itu benar nona?! Jadi semangat Feng Xian berhasil mencapai lawannya meski dia kalah... Aku ingin menjadi sosok yang seperti itu!"


Ia kembali mengambil senjata di rak itu, kali ini ia ambil tombak


"Ayo bertarung sekali lagi nona!"


"Ugh.... Kurasa tidak dulu, asal kamu tahu staminaku jauh lebih lemah darimu loh..." kataku


"Ehh.... Baiklah saya tidak memaksa, terimakasih atas pertarungan sebelumnya," katanya sembari memberi hormat


Tapi memang aneh ketika dia mengatakan bahwa dia malah jadi lebih cepat lemah seiring bertambahnya umur, maksudku memang benar jika kamu menua sih... Tapi Yan bahkan masih lebih muda dari Li


Hmm... Mungkin memang benar dia memiliki penyakit tertentu, aku menyarankannya untuk periksa di dokter ketika keadaan Qing sudah jadi lebih stabil.


Ketika aku akan kembali ke bawah, Yan memutuskan untuk berlatih sedikit lebih lama. Jadi aku meninggalkannya sendirian disana untuk berlatih, sementara diriku sendiri ingin kembali ke perpustakaan untuk mencari bacaan baru


Lebih banyak ilmu yang kudapat juga tidak ada buruknya kan?


Hmm?

__ADS_1


Tapi saat aku melewati ruangan Hu, aku merasakan hawa aneh dari dalam sana. Pintu ruangannya tidak ditutup rapat sehingga hawa itu bisa keluar, apakah memang proses pembuatan pil mana sampai begitunya?


Jika iya bukankah lebih baik melakukannya di tempat terbuka?


"Nona Ryuu?" Muncul Hu dari balik pintu itu


Ia ingin menutup pintunya namun terkejut saat melihatku


Lalu... Apa yang ada di tangannya? Sebuah patung pahatan dari kayu kah? Kok terlihat familiar ya?


"Maaf nona, pasti auranya tidak enak ya?" Jadi dia mengerti


"Apa anda sedang membuat pil yang lain?"


"Itu benar, bahan-bahannya memang memiliki aroma dan hawa yang sangat kental dan menyengat," jawabnya


"Begitu kah? Tapi selama efeknya bagus maka itu tidak masalah, mohon bantuan kedepannya Tuan Hu,"


"Y-Ya nona,"


Ia segera menutup pintunya, apa ada yang coba ia sembunyikan? Padahal Feng bilang untuk terbuka kepadaku kan?


Hmm...


Kurasa memang ada alasan dibalik yang namanya rahasia, beberapa mungkin memang tidak boleh kuketahui bahkan meski Feng sudah bilang akan terbuka.


.


Sekali lagi kukatakan berada disini sungguh menenangkan jiwa, perasaan yang kudapat disini mirip dengan ketika berada di sebuah kuil jauh dari keramaian kota, sungguh sunyi namun sekaligus berisik karena hembusan angin, kicauan burung, dan suara serangga yang terus berbunyi


Beberapa orang pastinya memilih berada di tempat seperti ini ketimbang perkotaan ya? Aku bukannya tidak suka, tapi karena aku masih punya hal yang harus dilakukan jadi...


Mungkin di masa depan ketika semua tujuanku sudah tercapai aku akan sering main kemari, jika tempat ini masih ada sih... Kuharap sih masih


Mari berharap agar api peperangan yang mungkin kupatik tidak menjalar hingga kemari, mari berharap agar Dewa itu tidak menurunkan sebuah bencana ke tempat ini


Cukup aneh ketika ada yang berdoa kepadanya agar dia tidak melakukan suatu hal ya? Biasanya orang-orang kan malah meminta sesuatu


Biarlah...


Ngomong-ngomong soal penaklukan, aku khawatir lagi dengan pasukanku


Berada disini meski menenangkan jiwa akan tetapi aku juga tidak bisa tahu apa yang terjadi dengan Kyouka dan pasukan Ruby, kuharap mereka tidak mulai memberontak


Ugh....


Kalau dipikir-pikir lagi kemungkinan mereka memberontak itu cukup tinggi juga!


Apalagi ketika aku pergi, bukankah mereka malah jadi sulit diatur?!


Arggh! Aku harus pulang secepatnya!


"Nona Ryuu!"


"Li kah? Ada apa?"


Dia menghampiri ku


"Eh? Bukannya kamu kemari untuk makan?" tanya dia


"Itu benar, tapi karena pintunya tertutup jadi aku lanjut jalan,"


"Oh... Memang begitu. Keluarga Xia biasanya hanya berkumpul saat makan malam, soalnya kami ini keluarga sibuk tahu," kata dia


Melihatnya, sepertinya dia yang memiliki waktu paling renggang...


"Kemarin hanya karena kamu datang lah kami makan siang bersama," lanjut Li


"Jadi sekarang bagaimana? Aku sangat lapar,"


"Hehe, aku juga lapar. Kita akan pergi langsung ke dapur! Kita minta makanan yang baru jadi!" jawabnya


"Ehh... Memangnya yang lain seperti itu?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, tapi karena sudah lama aku tidak melihat dapur jadi aku sekalian mengajakmu kesana," hahh...


"Baiklah..."


Dapurnya memiliki aroma rempah yang sangat kaya, namun disisi lain terlihat cukup suram juga... Minim pencahayaan, dan ventilasi, pantas saja harum rempah yang termasak terus berada disini.


Didalam dapur terdapat dua orang senior yang sedang mengerjakan sesuatu, mereka sedang membuat roti kukus, bao. Yang satu sedang menyiapkan air untuk mengukus, yang satu sedang menyincang daging


"Bibi! Paman!" Sapa Li


"Nona muda? Apa yang membuat anda datang kemari?"


"Kami berdua lapar jadi kami kesini," jawab Li


"Eh? Tapi anda bisa memintanya kepada pelayan yanh ada,"


"Sekalian aku ingin melihat-lihat,"


Gadis ini... Dia melakukan apapun yang ia mau dimanapun dia berada...


Tapi, kenapa aku mencium aroma buruk ini lagi?


"Li, apa kamu mencium bau busuk?"


"Bau busuk? Yang kucium hanya aroma rempah,"


Bau busuk ini sama dengan yang keluar dari ruangan milik ayah Li


Hmm... Mungkin memang terbang hingga kemari, namun...


Ternyata memang sangat mencurigakan, maksudku gerak-gerik ayah Li. Meski aku sebelumnya bilang ada beberapa rahasia yang harus dijaga, namun aku merasa rahasia miliknya cukup berbahaya


Ataukah hanya perasaanku saja?


Hmm...


Kalau dipikir-pikir lagi... Patung yang kulihat sebelumnya di kamarnya itu memiliki beberapa kesamaan dengan yang ada di lubang tempat Iblis keluar dari dalam tanah...


Lalu aura yang ada didalam kamarnya...


Ah!


"Li! Aku harus ke ruangan ayahmu, ayo ikut aku!"


"Eh? K-Kenapa? Katanya kamu lapar, lagipula haruskah aku ikut?"


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya disini, ayo!" aku menariknya dengan paksa


"Ehh..."


Kami berjalan cepat melewati lorong kediaman Xia yang sudah kulewati beberapa kali ini, jika tebakanku benar maka situasinya cukup serius. Dan juga itu bisa menuntunku ke dalang dibalik semua kejadian aneh selama ini


Ada sebuah kekuatan besar yang mencoba berskema dibalik bayang-bayang, melemahkan kami hingga ke titik dimana kami manusia bisa diserang dengan mudah nantinya.


Namun siapa adalah pertanyaannya


Setahu ku hukum tak tertulis mengenai larangan perang melawan kami masih berlaku dan diingat semua ras yang hidup diatas Kelfia, Elf dan Dwarf sangat mengingat itu, Dragon dan Seraphim tidak dapat melupakannya, lantas siapa?


"Ayahmu mungkin telah diperdaya oleh suatu kelompok,"


"Eh?"


"Buruknya lagi mereka juga dalang dibalik insiden-insiden yang menimpa Qing saat ini,"


"T-Tunggu, bukankah itu sangat berbahaya?"


"Makannya aku ingin pastikan, apa benae dugaanku dengan membuka pintu ini,"


Kami sampai didepan ruangannya, aura itu terasa lebih pekat lagi, bau yang dikeluarkan juga lebih menjijihkan dari sebelumnya


Aku memegang gagang pintunya, bersiap untuk membukanya


"Semoga saja tidak seperti yang kupikirkan,"

__ADS_1


Belum saja kubuka, terdengar tangisan yang tidak asing dari dalam sana. Kami berdua sama-sama tahu suara siapa itu dan karenanya kami berdua sangat terkejut mendengarnya


Aku langsung menarik pintu itu dan melihat kenyataan mengerikan dibalik sana.


__ADS_2