The Sended

The Sended
Chapter 67: The Dragon and The Lion


__ADS_3

Hari keempat, kali ini suasananya benar-benar sepi, jika biasanya pasukan Ming mulai berkumpul di lahan pertanian sebelum matahari sampai diatas kepala kami, kini tak satupun dari mereka yang muncul


Aku mengistirahatkan sebagian besar prajurit yang sejak hari pertama bertempur, banyak diantaranya yang merupakan prajurit Ruby karena mereka lah yang berdiri paling depan diatas dinding untuk jaga-jaga bila ada musuh yang sampai keatas sini


Tapi nyatanya tidak ada.


Musuh sudah kehabisan akal tentang bagaimana caranya untuk sampai keatas dinding dan menaklukan kota Jin ini.


"Nona Rune, apa anda mau makan siang bersama saya?" Tawar Shin


Yah... aku juga sedang berjalan ke mess untuk mengambil makan ku sih... jadi tidak ada alasan untuk menolaknya


"Kudengar makanan Benua Timur itu ringan namun tetap enak, berbeda dengan makanan kami di Barat yang mana kebanyakan hambar dan keras,"


"Mendengar itu kurasa Benua Barat adalah tempat yang buruk untuk hidup ya.... Perang yang terjadi dimana-mana tidak terbayang olehku betapa terpuruknya kalian," kata Shin


"Sebenarnya tidak begitu juga, memang lebih sering terjadi perang disana ketimbang disini maupun di Benua Selatan, tapi tidak setiap hari juga. Bahkan perang terakhir yang kutahu adalah antara Franca dan Hohenzollern, itu sekitar satu generasi yang lalu," jelasku


Yah itu yang kutahu.... masalahnya, aku hanya tahu kerajaan-kerajaan di bagian pesisir hingga pegunungan tengah saja, sementara peradaban dibalik pegunungan panjang itu sama sekali tidak terpikirkan maupun kutahu-menahu soal mereka


"Wah, selama ini kami pikir kalian hidup menderita," kata Shin


"Yang menderita itu bukan dari dampak peperangan, tapi karena kegagalan otoritas untuk sembuh dari itu. Jika kami terus menerus menyalahkan peperangan di masa lalu sebagai penyebab kemiskinan di negeri kami, maka tak mungkin kami bisa sampai kemari," jawabku


Hohenzollern adalah negeri yang seperti itu, apalagi sejak Raja mereka berada di ambang kematian, rakyat mereka mulai menderita karena kesalahan otoritas, namun dialihkan oleh mereka terhadap dampak perang melawan Franca


Jadi begitulah tumbuh rasa benci terhadap Franca, padahal jika ditinjau lagi maka karena mereka lah sebenarnya terbentuk Kerajaan Hohenzollern. Jika mereka tidak menginvasi tanah itu maka hingga saat ini Hohenzollern harusnya masih terpecah.


Menu makan siang hari ini adalah nasi dengan lauk sayur fermentasi yang rasanya asam dan pedas, lalu ada sup kaldu ayam dengan isian tahu yang dipotong sekecil dadu, itu bisa mengisi perut dan meningkatkan morale kami


Tapi sebelum selesai kuhabiskan, sebuah pembawa pesan datang dengan terburu-buru, mereka mengabarkan pergerakan musuh yang melaju kemari


Aku dan Shin langsung meletakan mangkuk dan sumpit kami lalu bergerak cepat keatas dinding.


Kulihat Jenderal mereka lah yang berkuda secara langsung ditemani dengan puluhan prajurit yang semuanya menggunakan zirah lamela, itu artinya mereka lebih elit dari yang lain


Kutebak jika dia ingin melakukan negosiasi, dia berhenti sebelum memasuki jarak tembak crossbow kami lalu diam disana bersama 77 prajuritnya


"Apa kamu tahu siapa dia, Tuan Shin?" Tanyaku


"Beliau bernama Zhongyin dari keluarga Dong, mereka penguasa wilayah Utara yang berbatasan langsung dengan benteng Dwarf, dia adalah salah satu dari empat Jenderal besar Ming,"


Oh? Itu cukup menarik


Dan iya, Shin tidak salah bilang, ada sebuah benteng Dwarf di Utara. Begini saja, kutunjukan peta yang kubeli,


__ADS_1


Di ujung kiri atas atau Barat Daya, terdapat sebuah benteng Dwarf yang mana sebenarnya cukup wajar karena benua ini terhubung dengan daratan dibalik pegunungan di Utara yang adalah hutan besar para Elf dan daratan luas lainnya milik Dwarf serta berbagai ras lain


Sementara Ming sendiri menguasai empat kota dan akan segera menaklukan Joseon dengan satu pasukan mereka yang lain.


Kudengar jika tiap pasukan Ming dipimpin oleh seorang Jenderal besar yang merupakan keluarga penguasa kota seperti Dong Zhongyin itu, membuat mereka memiliki empat Jenderal besar saat ini, 200.000 prajurit...


Ruby hampir tidak memiliki kesempatan jika bertarung melawan mereka sekaligus, beruntung karena mereka terpecah menjadi empat dan jarang sekali bersatu


"Kita akan melakukan apa, nona?" Tanya Shin


"Menemui mereka tentunya,"


Aku, Shin, dan 50 prajurit Ruby maju kesana dengan kuda untuk menemui si Jenderal Ming ini, mari kita coba dengarkan apa yang ingin beliau katakan.


"Aku lah sang Jenderal besar Zhongyin! Penguasa wilayah Utara dan penasihat utama sang Raja Ming!"


"Aku adalah Shin Shaozu, tuan muda dari-"


"Ku tak peduli siapa kau, orang hina! Hahaha! Aku disini hanya untuk mengatakan bahwa kalian akan segera mati jika tidak menyerah,"


Kepribadiannya sangat nyentrik, dia seakan berbicara dan bertindak semaunya, menganggap orang lain hanya sebagai budak atau bawahannya


"Kau bahkan merekrut pejuang dari barat kedalam pasukanmu, itu adalah tindakan putus asa yang layak untuk dilakukan! Aku memujimu! Tapi bahkan dengan itu, kalian tak akan pernah menghentikan gelombang laut untuk memecahkan batu karang!"


Woah mulai lah dia menggunakan majas.... Dasar orang timur


"Hah! Kukira kalian tidak bisa berbahasa, nampaknya jika simpanse diajarkan maka mereka juga bisa berbicara kah?" Ugh...


"Tetapi kurasa kalian yang membawa teknologi untuk menghancurkan menara-menara kami, itu patut untuk dipuji, aku akan menangkap kalian semua dan menarik informasi itu dari kepala kalian secara paksa,"


Pembual sepertinya memang cocok memiliki wajah yang menyeramkan, itu hanya akan membuat bualan mereka nampak nyata.


Aku membuka gulungan yang Kyouka berikan dan tanda tangani kepadaku, lalu kubaca itu didepannya


"Dengan ini, saya Ratu Lofi beserta keseluruhan dari bangsa dan Kerajaan Ruby, menyatakan perang terhadap Ming dengan dilakukannya invasi terhadap Jin


Tertanda Ratu Kerajaan Ruby, Lofi."


Kututup kembali gulungan itu dan kulihat ekspresi wajah mereka semua yang terkejut mendengar pernyataan ini, tanpa kecuali si pembual besar Zhongyin itu


"Perang tak lagi terlelakan, Jenderal Dong, apalagi setelah kalian merendahkan bangsa kami seperti itu," kataku


"Bah! Kalian pikir kami takut?! Ayo segera selesaikan pengepungan ini sehingga aku bisa mempersiapkan perang melawan kalian!"


"Aku menggagaskan pertarungan satu lawan satu! Duel kematian untuk mendapatkan kota Jin, jika kalian menang maka kami akan kembali ke Guangdong." Lanjutnya


Seluruh prajuritnya bersorak, sementara Shin membisik ke telingaku

__ADS_1


"Nona, biar saya yang melakukannya, keluarga saya sebelum menjadi pedagang merupakan keluarga bela diri yang berjaya di masa lalu," katanya


"Lü Fengxian!" Seru Zhongyin


Wah-wah dari tadi aku sudah menahan untuk tidak mengatakan ini lagi, tapi bagaimana tidak? Nama mereka berdua itu mengambil dari zaman tiga kerajaan di tanah tiongkok dulu, plagiat...


Dong Zhongyin adalah nama lengkap dari sang tiran Dong Zhuo, sementara Lü Fengxian adalah nama dari pejuang terkenal, Lü Bu yang memiliki nama lengkap Lü Feng Xian Bu.


Sial.... dia bahkan memiliki ciri-ciri yang sama dengan yang dijelaskan dalam sejarah tentang penampilan Lü Bu, penutup kepala dengan ekor serta seekor kuda dengan ciri khas rambutnya yang berwarna merah terang serta kulit yang berwarna merah tua


Dalam sejarah asli bumi, kuda itu dinamai Red Hare yang menjadi salah satu kuda paling terkenal dalam sejarah manusia.... Dikatakan jika kuda itu merupakan yang paling tangguh diantara spesiesnya, membuat kuda itu sangat cocok dengan Lü Bu sang pejuang terkuat manusia


"Ayahanda," kata dia menjawab panggilan Zhongyin


Tombaknya merupakan tombak Ji yang desainnya unik, untuk ku sendiri itu nampak sangatlah berat


"Haha.... Lü Feng adalah anak angkatku sekaligus pejuang tanpa tanding yang tak sekalipun kalah melawan orang lain, kuyakin namanya sudah tak asing lagi bukan, Shin Shaozu?"


Setelah kulihat, tampak Shin yang wajahnya pucat dan keringat keluar dari sekujur tubuhnya. Hehe, kuyakin dia menarik ucapannya tadi tentang menawarkan diri untuk maju berduel


"N-Nona, Lü Fengxian merupakan pejuang dari Chang'an yang tidak pernah sekalipun kalah melawan orang lain, dikatakan bahwa dahulu pernah ada seorang pejuang Dwarf yang datang ke Selatan untuk mencari lawan, dan kebetulan Chang'an merupakan kota beladiri, ia sangat kuat, tebasannya bisa membelah senjata dan zirah lawan. Kala itu, Lü Fengxian maju dan berhasil seimbang melawannya," jelas Shin


Setelah diingat, Dwarf memiliki kekuatan besar yang bisa setara dengan Orc jika Orc tidak menggunakan sihir penguatan mereka, itu berarti dia memang sekuat itu sehingga bisa seimbang melawan pejuang Dwarf


"Siapa pejuangmu, Shin Shaozu?" Tanya Zhongyin


Shin menunduk dan menggigit bibirnya sendiri, tubuhnya bergetar hanya karena melihat Fengxian tadi. Pejuang tiada tanding huh? Itu lawan yang cocok untuk ksatria terkuat kami bukan?


"Aku akan maju-"


"Tunggu sebentar, Tuan Shin, karena Ruby sudah mendeklarasikan perang kepada Ming, maka secara resmi kita adalah sekutu disini. Kuyakin anda tidak keberatan jika sang pejuang tiada tanding melawan ksatria dari Barat bukan, Jenderal Dong?" Tanyaku


"Oh? Itu akan menarik! Aku menantikannya!"


"Ini saatmu, Percival!"


Ada hal yang harus kujelaskan sedikit tentang Percival, dia kini memiliki zirah baru yang terbuat dari material langka yang kami dapatkan di tanah Ruby, beberapa merupakan material yang baru pernah kami bertiga ketahui, namun beberapa juga merupakan material yang sudah kami ketahui


Zirahnya berjenis full plate, menutup seluruh bagian tubuhnya, lalu dibagian dalam ditutupi lagi dengan chain armour. Tentu itu sangat berat, aku tidak mungkin bisa mengangkat bahkan helmnya saja, tapi karena itu Percival jadi yah....


Desain yang Maou pilih adalah desain dengan helm kotak yang mirip seperti ksatria crussader, lalu dipasangi jubah dengan warna merah tua dan logo besar di bagian tengahnya bergambar perisai yabg dibagi jadi empat, sisi kiri atas dan kanan bawah merupakan gambar singa, sementara sisi kanan atas dan kiri bawah merupakan gambar bunga lily


Dia terlihat bagus dengan armor itu.... membuat atmosfer disini kembali seimbang setelah kehadiran Lü Fengxian tadi. Apalagi dengan pedang dua tangan yang panjangnya lebih dari setengah tinggi badannya.


Prajurit Ruby yang lain bersorak untuknya.


Duel maut antara pejuang tiada tanding dari Benua Timur, melawan ksatria terkuat Ruby, kurasa itu akan brutal?

__ADS_1


__ADS_2