The Sended

The Sended
Chapter 50: Engines of War


__ADS_3

"Kami harap anda sekalian segera kembali ke hutan Ruby, dan kita tidak akan pernah mengusik kalian lagi,"


Pria berkumis dengan wig putih itu berkata demikian, hadeh..... diplomasi memang sulit, soalnya mereka akan berusaha sekeras mungkin bahkan ketika mereka kalah, mereka akan menuntut hal yang besar atau mereka akan mengulur waktu


"Maafkan kami tuan Bill, tapi syarat itu terlalu membebani pihak Ruby, kami telah berkorban banyak hingga sampai kemari, kami akan mengambil wilayah Ladenvield yang sudah kami taklukan," kata Kyouka


"Mohon maaf Ratu Lofi, tapi hal itu tidak bisa direalisasikan, Ladenvield sendiri sudah kewalahan menghadapi kekurangan makanan. Dengan Ruby yang mengambil seluruh desa kami maka itu akan jauh memperburuk keadaan


Jika begitu maka Ladenvield akan hancur dengan perlahan dan sama saja dengan atau tanpa perjanjian ini,"


"Percayalah, kami memahami situasi anda....."


Ugh, aku ingin cari angin segar, rasanya sangat melelahkan hanya dengan mendengar para diplomat itu berbicara ketimbang berjalan dari kota Ruby kemari. Jadi aku pergi dari pembicaraan yang akan berlangsung lama itu


Hwahh..... Benar juga, ini masih pagi dan aku bahkan belum makan apapun sejak kemarin, apakah ada yang punya makanan didekat sini....?


Aku pergi menuju ke tempat mereka menyiapkan sarapan, meski sudah tidak ada orang yang makan namun beruntung karena mereka masih memiliki beberapa porsi lebih


Hanya bubur gandum dan buah-buahan yang bisa kami sajikan saat ini, itu akan menjadi variasi ketika Edelfield beserta seluruh tanah subur mereka kami ambil alih. Kuharap aku bisa makan daging.....


Aku memakannya dengan lahap lalu berterimakasih atas makanan itu, setelahnya aku menaruh piringku di tempat cucian yang sudah disediakan, baru aku kembali ke depan perkemahan untuk melihat situasi kami


Percival sudah menunggu disana, begitu pula dengan sebagian besar pasukan Ruby, mereka sudah siap untuk menggempur kota itu


"Ryuu? Bukankah kamu harusnya menemani Kyouka?" Ada Maou


Maou sedang berjalan sambil memegang papan untuk menulis, dia juga sibuk huh?


"Rasanya jenuh saja mendengarkan para diplomat itu berbicara, aku ingin cari angin segar," jawabku


"Ehh..... apa menurutmu Kyouka tidak perlu bantuan....?"


"Hmm..... kalau begitu mari kita bantu dia," aku kepikiran sesuatu


Para diplomat memang akan mengulur waktu jika mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan, namun disisi lain jika mereka mendapatkan tekanan yang cukup maka mereka tidak akan berani melakukan itu lagi bukan?


Seperti kataku, aku akan memberinya tekanan namun sejak tadi masih kupikirkan, sekarang aku ingat.


Napoleon melemparkan gelasnya ke tembok agar para diplomat Austria menerima syarat menyerahnya mereka, nampaknya bahkan itu adalah tekanan yang cukup kuat apalagi kita tahu bahwa sebenarnya para diplomat itu juga takut


"Kita bisa bawa manjanik dan menara pengepungnya keluar bukan?"


"Ya bisa saja, aku sudah memasangkan roda pada mereka," jawab Maou


"Bagus, kalau begitu tidak perlu menunggu pembicaraan mereka selesai, kita akan mulai melakukan tes lapangan."


Ugh, kenapa Ryuu malah meninggalkanku bersama mereka? Dia tahu kalau aku tidak terlalu bisa menjadi keras kepala, kerjaan ini perlu orang seperti itu. Katanya dia akan membantuku malah pergi


"Dengar tuan Bill, banyak dari nyawa Ruby telah hilang di kampanye militer kali ini. Kami perlu mengambil alih beberapa wilayah Ladenvield supaya tidak terjadi kerusuhan di Ruby karena kampanye ini dianggap sia-sia," jelasku


"Saya mengerti, kalau begitu bagaimana jika Ruby mengambil desa terdekat dari hutan kalian? Dengan itu maka tidak akan terjadi kerusuhan di kerajaan anda, dan kerajaan kami juga tidak hancur,"


Itu ketentuan yang sedikit merugikan, kuyakin Ryuu juga berpikir begitu- tidak..... kurasa dia tidak akan menerima syarat apapun yang dikeluarkan oleh Ladenvield


"Kami perlu lebih, kuyakin desa perbatasan kalian dengan Edelfield sulit diurus oleh kalian, melihat jarak dari kota ini kesana dengan medan yang berat pula," kataku lagi


"Itu memang benar, namun desa itu adalah salah satu produsen makanan kami yang paling besar, karena itu satu-satunya desa yang menerima tanah subur yang sama dengan tanah Edelfield,"

__ADS_1


Ugh.....


Hmm? Sepertinya terjadi keributan diluar, dan diplomat Ladenvield nampaknya menyadari itu


"Anu, apa yang sedang terjadi diluar sana, baginda?"


"Aku juga ingin tahu," jawabku


Kami berakhir keluar melihat keributan apa itu, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat hasil pekerjaan Maou yang sedang ditarik menuju ke lapangan terbuka, inikah yang Ryuu katakan ketika ingin membantu ku?


Apa memang ini membantu?


"B-baginda, apa itu?"


"Itu mesin perang yang dibangun oleh penemu kami yang paling brilian, tuan Diablo. Lalu dengan taktik dari Jenderal kami, Rune, maka kuyakin kota kalian dapat ditaklukan malam ini," bohong saja lah


Itu semacam pelontar bukan?


Tunggu, kenapa mereka mengisinya dengan batu?


"Tembak!"


Ap-


"Apa?!"


Salah satu dari manjanik itu melepaskan pelurunha, melontarkan batu seberat seratus kilo lebih itu keatas udara menuju ke arah dinding Ladenvield


"R-Ratu, apa maksudnya ini?!"


"Oh maaf-maaf, itu hanya uji coba semata," kata Ryuu yang akhirnya kembali kemari


Woah! Tak kusangka hanya sekali coba langsung kena, jangan-jangan Maou menambah beberapa komponen untuk membuat manjanik ini lebih akurat, itu sangat membantu sih tapi yah jadi terlalu efektif....


Perkembangan teknologi yang terlalu pesat juga buruk di kalangan masyarakat, mereka bisa jadi bingung


Hmm? Ah, sebaiknya kubantu Kyouka sekarang untuk menghadapi para diplomat itu.


"Uji coba?! Tapi anda merusak properti kami, kenapa tidak melakukan uji coba di tempat lain," kata diplomat itu


"Yah.... target sungguhan akan membuat latihan lebih efisien bukan?"


Tak butuh waktu lama hingga batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima dilemparkan setelah itu, membuat pak tua ini semakin panik dan berkeringat


"B-Baginda Ratu?" tanya dia pada Kyouka


Sementara Kyouka sendiri malah menghela napas sembari memegang dahinya


"Haha, lihat? Tidak semuanya kena,"


"K-kau! Kenapa kau-"


"Jangan berteriak begitu tuan diplomat, selama perjanjian belum disetujui maka kita secara teknis masih berperang. Kecuali jika sudah ada janji gencatan senjata saat pertemuan ini berlangsung,"


Hehe, selama itu maka aku bebas melontarkan bebatuan kepada dinding kota


"A-apa....?"

__ADS_1


"Kami menolak seluruh syarat anda, tuan Bill. Kami ingin penaklukan Ladenvield sepenuhnya," kata Kyouka


"Tapi baginda.... lebih dari ini mungkin pasukan Ruby akan-"


"Tidak perlu mengkhawatirkan pasukan Ruby tuan, kalau anda lihat baik-baik maka hanya semangat di mata mereka untuk menaklukan kota anda. Dan dengan semua ini, aku bahkan tak yakin jika kota anda akan bertahan malam ini,"


Sejak awal kami tidak pernah berkeinginan untuk berdiplomasi dengan Ladenvield, dan dalam hal ini nampaknya semua bangsa Ruby setuju denganku bahkan mereka yang meremehkanku sebelumnya. Soalnya dendam kami masihlah sangat besar terhadap mereka, kini ketika kami akhirnya sampai disini di pusat pemerintahan mereka dan malah kembali, apa yang akan terjadi?


Oh tentu saja aku tidak memikirkan itu, soalnya kan aku juga tidak mau kembali....


Diplomat itu berusaha sangat keras untuk meyakinkan Kyouka, ia berbicara sangat cepat dan lantang seakan putus asa dan terkena mentalnya


Tapi yah.... Kyouka tidak menghiraukan perkataannya sedikitpun, hehe soalnya dia kan lebih mempercayaiku temannya


"Tuan, aku akan memberimu waktu lima menit untuk kembali kedalam kota Ladenvield, selama itu kami akan menghentikan pelontaran ini. Tapi jika anda memilih untuk tetap disini dan melihat kota anda hancur maka tidak masalah,"


"H-huh?"


"Apa yang anda tunggu? Waktunya sudah berjalan, oh! Jika anda kembali mungkin anda dapat memberitahu rencana kami pada mereka, rencana kami adalah untuk menyerang kota dari segala sisi,"


Tidak masalah memberitahukan taktik kami kepada mereka, toh kami akan maju secara perlahan dan mereka akan menyadarinya nanti. Tapi aku mengatakannya agar pak tua ini kembali ke kota itu dan tidak berkeliaran disini


"Empat menit tersisa, tuan....."


Mendengar itu, dia langsung bergegas menuju ke rombongan penjaganya dan kembali kedalam kota dengan cepat. Sesuai perkataanku, kami tidak menembakan satupun peluru selama itu, namun setelah lima menit berlalu maka tidak perlu ditanyakan


bebatuan mulai terbang tiap menitnya, soalnya kami mendapat banyak dari itu di desa pertambangan milik mereka, yah itu bukan sebuah desa lagi sih melainkan properti pemerintah Ladenvield


Jika melihat kondisi warga desa disana, tidak lebih dari melihat diri kami ketika berada di ghetto milik mereka dulu, menyedihkan.


Sepertinya sudah cukup, kita akan maju menggunakan menara pengepung


"Semuanya bersiap! Maju secara bersamaan!" Seru Percival


Langkah kaki lima ribu orang yang bergerak secara sinkron itu memberikan kesan kuat bagi morale musuh, belum lagi getaran yang dihasilkan, menara kepung yang belum pernah mereka lihat, serta beberapa batu yang melayang kearah mereka


Rasanya mungkin sangatlah menakutkan.....


"Itu terbuat dari kayu! Kita dapat membakar itu!" Seru pimpinan mereka diatas dinding


Yah tidak masalah, mereka bisa mencoba membakar menara pengepung ini


Musuh menembakan anak panah yang sudah mereka tancapkan dengan kain berlumur minyak dan dibakar, tentu itu mengenai menara pengepung, namun tidak membakarnya


Akan tetapi kondisi didalamnya pasti tetap saja panas, oleh karena itulah air dingin secara berkala disiramkan kepada prajurit Ruby didalam sana, dengan begitu kita sudah berhasil melawan kobaran dan panas api


"Percival, kuyakin kamu harus memimpin gelombang pertama yang naik keatas dinding itu,"


Percival adalah petarung yang hebat, semua orang tahu akan hal itu. Dengan dirinya berada disana dan membunuh beberapa prajurit Ladenvield dalam beberapa detik awal, maka morale pasukan Ruby akan meninggi, disisi lain pasukan Ladenvield akan mengalami hal sebaliknya


"Baik, nona,"


Segera ia berkuda menuju ke menara pengepung yang hampir sampai dinding.


"Kyouka, saatnya untuk tampil,"


"Baik-baik, kamu ikut juga kan?" Tanya Kyouka

__ADS_1


"Tentu, aku akan berada dibelakangmu,"


"Aku juga, aku ingin tahu apakah menara pengepung itu sama efektifnya dengan manjanik ini," kata Maou


__ADS_2