The Sended

The Sended
Chapter 31: Until, in God's Good Time


__ADS_3

Ada yang bilang kalau informasi itu harganya jauh lebih tinggi daripada komoditas biasa, aku menghargai opini mereka karena memang itu kebenarannya


Jika sebuah negara dapat mengendalikan informasi bahkan setidaknya informasi didalam negeri mereka, kuyakin negara tersebut tidak akan pernah kehabisan semangat juang atau morale mereka


Tindakan itu yang diberi nama propaganda, sebuah perang informasi tingkat negara.


Aku memang sudah mendapat beberapa informasi berharga soal Ladenvield, tapi hanya sebatas itu. Karena dunia ini, bukankah aneh jika hanya ada sekadar dua negeri pada sebuah pulau?


Ah maaf, yang benar itu "sebuah pulau kecil di tengah lautan"


Tidak terasa ya.... sudah tiga tahun berlalu semenjak aku meninggalkan Kyouka beserta seluruh bangsa Ruby, aku tidak tahu apakah mereka berkembang atau tidak namun aku percaya pada Kyouka, ku yakin dia akan menjadi ratu yang baik.


Ketika aku menjadi kaisar Yamato, aku berusaha keras agar sisi haus perang ku tersembunyi. Tapi tetap saja pada akhirnya aku dijuluki kaisar penuh darah dibawah rembulan....


Aku ingin agar kali ini tokoh figur yang hadir didepan rakyat kerajaan baru kami setidaknya memiliki reputasi yang baik dan dapat dihargai serta di apresiasi oleh semua orang, bukan sosok yang selalu ingin berperang dan bertempur


Kyouka adalah orang yang cocok. Dia dapat bersosialisasi dengan siapapun secara sempurna tanpa memandang gender, ras, bahkan usia. Seorang Raja memang sepantasnya begitu


Urusan perang tinggal serahkan pada Jenderal saja, di sisi ini aku. Tapi akunya malah pergi jauh kah? Maaf karena sudah melakukan itu, tapi hal ini juga diperlukan.


Selama tiga tahun terakhir, aku bereksperimen tentang sihir selain berkelana di negeri seberang lautan. Ya, aku menyeberangi laut dari Edelfield menuju kerajaan bernama Hohenzollern yang memiliki konsep aneh bagi warga di pulau itu tentunya


Pasalnya Hohenzollern terbagi menjadi banyak Duchy didalamnya, semuanya terpimpin oleh satu Raja dari Brandenburg yang menjadi kekuatan terbesar di Hohenzollern.


Ah, soal sihir, aku menyadari bahwa jika seseorang mendorong dirinya untuk menggunakan mana sampai titik sebelum dia kehabisan mana dan mebinggal, maka kapasitas mana orang itu akan meningkat tajam


Kuncinya hanya berlatih, namun berbeda jika menggunakan sihir dan mana sampai titik penghabisan. Kapasitas mana milik ku meningkat jauh lebih cepat daripada 10 tahun waktu ku di pulau itu


Sekarang aku pun juga bisa merapal sihir sebanyak mungkin seharian. Itu kalau sihirnya sejenis fireball....


Aku kini berada di kota Brandenburg itu sendiri, ibukota Kerajaan Hohenzollern. Kemarin Raja Besar mereka meninggal dan diadakan pemakaman secara layak, saat ini Raja baru naik takhta menggantikannya


Karena kenaikan Raja baru ini, ia mengadakan festival perayaannya. Seluruh kota hampir melupakan bahwa baru kemarin mereka bersedih atas meninggalnya Raja sebelum ini


Tapi tentu bukan urusanku, karena aku disini hanya untuk mencari informasi semata. Dan iya, aku mendapat banyak informasi mengenai dunia ini, itu juga alasanku memanggil tanah airku sebagai pulau kecil ditengah lautan.


Sekarang aku berada di bangunan guild petualang, aku sedang mencoba mencari informasi tambahan tentang reruntuhan yang tiba-tiba muncul di dekat kota. Reruntuhan seperti ini biasanya menyimpan misteri besar yang dapat menjawab beberapa pertanyaanku


Tapi yang ada malah aku terseret kedalam sayembara.....


"Barang siapa dapat memetakan reruntuhan lebih cepat, akan diberikan hadiah besar dari pihak guild,"


Sebuah lomba diadakan namun dengan satu syarat, untuk masuk ke reruntuhan itu harus setidaknya lima orang dalam satu party. Dan aku hanya sendirian.... dimana aku harus menemukan empat sisanya?


Kupikir memang menjadi petualang sendiri sangat sulit, banyak permintaan yang harus memperlukan sebuah party. Tapi bukan berarti tidak ada petualang solo diluar sana


Beberapa nama menjulang tinggi karena pencapaian mereka, ada salah satu petualang solo diantaranya


Aku sih tidak tertarik, tujuanku tidak lah berubah meski itu terdengar cukup menggiurkan.


Selagi berpikir, ada sebuah party beranggotakan empat orang mendekati ku, kira-kira apa mau mereka?


"Apa kamu seorang diri?" Tanya pria muda yang mungkin tidak jauh berbeda denganku


Ia memiliki rambut pirang gelap yang cukup berantakan, pakaiannya terbuat dari kulit dan hanya sedikit armor besi di bahunya, dia membawa pedang dua tangan yang ia simpan di punggung, dan sebuah pisau pendek di pinggulnya


Ada dua perempuan di party itu, salah satunya seperti Elf di dalam imajinasiku menggunakan pakaian dominan hijau dan panah adalah senjatanya, rambutnya juga pirang terang tapi dia tentu bukanlah Elf

__ADS_1


Elf di dunia ini merupakan ras yang sangat kuat, mereka termasuk ras yang mengendalikan dunia. Bahkan dunia ini sendiri namanya diambil dari nama ras itu yakni Kelfia


Salah satunya kurasa penyihir dengan topi runcingnya yang khas, tubuhnya cukup kecil, memiliki rambut ungu tua dan rambut pendek. Ia membawa tongkat dengan batu permata di ujungnya


Sedikit penjelasan soal batu itu, beberapa benda di Kelfia dapat menampung sihir, sebagian dari mereka dapat menampung dalam jumlah besar


"Hei,"


Ah...


"I-iya aku seorang diri,"


"Itu bagus! Apa kamu mau ikut dengan kami?"


"Hoi, bukankah kita malah jadi mencurigakan?"


Yang terakhir adalah orang itu, dia adalah pria dengan armor lengkap dan sebuah kapak besar


"Dasar bodoh, kamu tidak tahu cara berkomunikasi dengan orang,"


"Lalu bagaimana caramu melakukannya, Feli?"


"Begini, ehem.... perkenalkan namaku Feli, kelasku Archer,"


Karena dia sudah memperkenalkan diri,


"Aku Rune, kelasku Assassin,"


Aku hanya membawa sebuah pisau jadi cocok menjadi Assassin, padahal itu karena aku tidak mau membeli senjata mahal


"Namaku Peter, seorang warrior dan party leader," kata pria yang pertama mengajak ku bicara


Tanker Brute berarti dia juga bisa melakukan serangan yang besar, tapi dengan armornya itu maka pergerakannya mestinya lambat


"Aku Lina, penyihir pemula,"


"Lalu aku Feli, Archer di party ini,"


Lantas bukankah ini sebuah kebetulan yang menguntungkanku, aku akan bergabung dengan mereka agar dapat masuk kedalam reruntuhan itu


Malam itu, aku, party ku, dan seratus petualang lainnya menuju ke reruntuhan didekat kota Brandenburg, ditambah seratus lagi prajurit Hohenzollern untuk mencegah hal yang tidak diinginkan


Ini bagian anehnya, prajurit Hohenzollern diikutsertakan karena mereka takut jika monster dari dalam reruntuhan keluar dan merusak pedesaan didekat sana. Kalau begitu kenapa tidak sekalian mereka kirim pasukan kedalam reruntuhan?


Rupanya mereka melakukan itu agar roda bisnis dapat terus berjalan, juga kalau dilakukan maka akan ada banyak yang komplain terhadap Raja terutama para kolektor


Kenapa repot-repot mengirim pasukan bila ada sukarelawan?


Kalau mereka mendapatkan barang langka berarti mereka sedang beruntung, kalau mereka terbantai maka bukan jadi urusan pemerintah. Karena sejak awal kematian petualang adalah hal yang wajar.


Didepan pintu reruntuhan, kami kembali dibariskan untuk mengambil nomor undian tentang urutan kami. Lina yang maju untuk mengambil nomor tersebut, ternyata kami dapat nomor lima yang mana tidak buruk sama sekali


Kami hanya menunggu sekitar setengah jam dan sudah giliran kami saja, maka kami masuk kedalam reruntuhan, melewati gerbang batu yang ukurannya tidak berbeda dari pintu biasa.


Sangat gelap didalam sini jadi Lina merapal sihir cahaya


Awalnya kupikir cahaya adalah elemen langka, ternyata itu malah sihir yang bisa digunakan oleh siapapun.... sebenarnya semua sihir juga bisa digunakan oleh siapapun yang mempunyai mana, namun belum ada yang tahu

__ADS_1


"Hei Rune, sudah berapa lama kamu berpetualang?" tanya Feli


Awalnya kupikir dia cukup sombong, tapi sebenarnya dia ini tipe tsundere pada umumnya


"Tiga bulan,"


"Wah! Kamu tidak jauh berbeda dengan Lina, dia juga baru berpetualang selama lima bulan,"


Seorang petualang yang belum setahun memulai petualangannya akan dianggap sebagai pemula


"Bagaimana denganmu Feli? Sudah berapa lama sejak kamu mulai berpetualang?" Tanyaku


"Sejak aku kabur dari rumah, sekitar tiga hingga empat tahun lalu,"


"Padahal keluargamu adalah keluarga terpandang di kerajaan ini bukan? Bahkan wilayah kalian adalah yang termakmur kedua setelah milik Raja," Kata Peter


Oh? Pembicaranaan ini jadi menarik


"Feli berasal dari keluarga bangsawan?"


"Iya, aku anak pertama dari keluarga Alemani,"


Bangsawan yang memutuskan untuk menjadi petualang ya... kejadian semacam itu kadang terjadi juga rupanya


Gawat nih.... Kami dikejar oleh ratusan monster undead serangga yang bentuknya mirip seperti kecoak namun berjalan layaknya humanoid dengan dua kaki


Sekarang kami berempat sedang berlari tanpa arah sesuai jalan sempit yang ada, semoga saja tidak jalam buntu


"Hoi Lina! Bukankah kamu bisa merapal sihir api? Serangga biasanya lemah terhadap api,"


"Mustahil! Mustahil!" Jawab Lina


"Huh? Apanya yang mustahil?"


Percakapan ini terus berlangsung ketika kami berlari dan berlari


"Kamu memang kurang peka Peter bodoh! Para perempuan biasanya takut dengan serangga, aku juga begitu!" kata Feli


"Kenapa kalian takut? mereka hanya makhluk kecil yang bisa kalian injak begitu saja bukan?!"


"Coba katakan itu pada serangga yang mengejar kita!"


"Um, kurasa kita akan terkejar," Howard bergabung di percakapan ini


Aku melihat ada sebuah ruangan didepan sana, apapun isinya kurasa akan lebih baik darilada kami melanjutkan lari kami


"Teman-teman, kurasa ada sebuah ruangan di sisi kiri didepan sana," kataku


"Benarkah? Kalau begitu kita harus masuk untuk selamat!"


Mereka adalah party yang baik karena membiarkan pemula sepertiku memberi saran dan bahkan diterima, biasanya para pemula dianggap tidak tahu apa-apa dan harus diam saja mengikuti arahan


Padahal bahkan jika seorang petarung berpengalaman didalam pasukan kerajaan memutuskan untuk pensiun dan memutuskan untuk bergabung ke guild pahlawan, maka bukankah dia akan dianggap pemula juga meski dengan segudang pengalamannya?


Aku ini cukup berpengalaman loh, meski seharusnya aku tidak boleh memamerkan ini tapi aku pernah membunuh satu divisi seorang diri


Satu divisi ya.... itu sekitar 15.000 tentara Revolusioner Nonna

__ADS_1


Dosa atau tidak itu tidak penting, lagipula kalau aku mati aku tidak masuk neraka ataupun surga saat ini. Aku akan mulai memikirkannya jika kesempatanku akan segera habis, begitulah manusia bukan?


Aku akan menyerahkan itu pada Dewa, hidupku ini juga kan seperti mainan untuknya....


__ADS_2