The Sended

The Sended
Chapter 65: Wind and the Waves, Roaring in Angry Rages


__ADS_3

"Anda tahu nona, tanah ini menderita. Tumpah darah dimana-mana yang hanya akan membuatnya tambah hancur dan suram lagi, namun jika kami tidak bangkit melawan maka siapa kami?"


Perkataannya diatas dinding tadi sungguh dapat menyentuh hati, yah.... aku sih tidak tersentuh


Orang-orang Timur jarang merasakan perang besar yang melibatkan seluruh sumber daya mereka sekaligus, tapi mereka bangsa yang mahir dalam menghadapi perampok dan bandit yang merajalela di seluruh daratan


Dan layaknya Kekaisaran Tiongkok di masa lampau, mereka juga menghadapi suku-suku nomadik yang menyerang mereka dengan keunggulan kavaleri


Itu benar, mungkin Jin adalah salah satu kerajaan dengan kebudayaan yang mirip seperti Tiongkok di masa lampau, tapi tidak semua Benua Timur memiliki kebudayaan yang sama tentunya


Aku tahu dari orang-orang yang kutemui dalam perjalananku kemari, ada beberapa kebudayaan disini yang mirip seperti kebudayaan Asia Timur Bumi ku dulu, contoh selain Jin adalah Ming dan Qing, keduanya mengambil nama Dinasti dari Cina langsung


Kebudayaan selain itu ada suku-suku di Timur Laut, mereka mirip dengan bangsa Mongolia beserta kehidupan nomaden mereka dan tentunya keunggulan kavaleri yang kukatakan tadi


Lalu di Tenggara sendiri ada klan-klan yang bersatu dibawah sebuah kerajaan bernama Ashikaga. Jadi di Bumi, Ashikaga adalah nama sebuah klan yang menjadi Shogun pada era sebelum dan pada Sengoku, lagi-lagi sebuah kemiripan lainnya


Selain ketiga itu mungkin ada yang lain lagi, tapi mereka jarang diceritakan


Kudengar ada kerajaan kota bernama Joseon yang mana jika dilihat dari namanya saja maka mereka berbudaya mirip dengan Korea, tapi tidak bisa kupastikan itu semua hingga aku melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri.


Kembali kesini, aku sedang diarahkan oleh Shin menuju ke istana kerajaan Jin untuk menemui kepala kerajaan Jin ini. Mereka memang memanggilnya begitu, karena sosok itu bukanlah seorang Raja melainkan putri


Raja Jin meninggal setahun lalu dan pewaris satu-satunya yang ia tinggalkan adalah gadis polos yang hampir tidak mengetahui apapun, harusnya akan mudah untuk mempengaruhinya demi mencapai tujuanku disini tapi kenyataannya tidak


Soalnya Shin, selain putra keluarga penanggungjawab pelabuhan, ia juga merupakan tunangan Putri Jin Zhi, itu artinya dia adalah Raja Jin di masa depan ketika masa berkabung telah usai. Dan masa depan yang kumaksud tidaklah sejauh kedengarannya, namun hanya satu hingga dua minggu lagi


"Tuan Shin, putri Jin Zhi itu seperti apa?" Tanyaku


"Beliau adalah sosok yang ceria, namun kian pudar setelah kemangkatan ayahandanya, mendiang Raja Jin,"


Oh? Informasi gratis lainnya, itu bisa dimanfaatkan nanti


"Karena itu kumohon agar anda tidak membincangkan perihal itu didalam, Nona Rune,


Anda tidak boleh menyentuh Putri Jin Zhi, tidak boleh menatap matanya, tidak boleh duduk ketika ia berdiri, tidak boleh membelakanginya jika jarak kalian hanya sepuluh langkah, tidak boleh menginjak bayangan beliau, tidak boleh menolak minum yang beliau tawarkan," jelasnya


"Anda pikir aku tidak tahu caranya bertatakrama?" Potongku


"Bukan begitu maksud saya, Nona Rune, hanya saja belum pernah sekalipun pemimpin tertinggi negeri Jin menemui utusan asing dari luar. Yang tadi itu merupakan tata tertib istana dan larangan bagi khalayak umum, saya termasuk kedalamnya,"


"Aku mengerti,"


Pintu dengan tirai bambu itu dibuka dan menampakan sosok gadis dengan riasan yang nampak natural dan anggun, ia menatap kearahku dan mempersilakan kami untuk duduk. Aku menunduk bersama Shin menanggapi itu, dan ketika kulihat Shin, dia tampak terkejut


Kami duduk, dan bukan di kursi layaknya pada kerajaan Ruby, kami duduk diatas tikar yang dibuat dengan baik itu, memjadikannya bahkan lebih nyaman dari kebanyakan kursi yang ada di dunia ini


Meja bundar besar ini juga berkualitas, terbuat dari kayu yang dihaluskan dan dilapisi dengan zat tertentu sehingga bisa sehalus, secerah, dan sebaik ini. Diatasnya terdapat satu teko keramik dengan ornamen yang unik, serta tiga gelas dengan ciri-ciri yang sama seperti teko itu.


Cukup bahasan tentang ruangan ini, sekarang mari kita lihat gadis "polos" yang menjadi pemimpin Kerajaan Jin ini seperti yang Shin katakan tadi, nampak dari wajahnya ia tidak begitu "polos"


Senyuman yang berkesan dipaksakan itu membuatku berpikir bahwa dia cukup pandai menyembunyikan perasaan sesungguhnya, dan jika benar maka rencanaku untuk mempengaruhinya tidak akan berhasil

__ADS_1


Kalau begitu aku akan bicara langsung ke intinya saja nanti.


Gadis itu meraih teko diatas meja, yang mana membuat Shin langsung meraih salah satu cangkir disana dan aku mengikuti gerakannya itu. Kami menyodorkan cangkir itu ke depan untuk mendapatkan teh yang Jin Zhi tuang dari teko nya


Karena Shin terus berada di posisi ini bahkan ketika Jin Zhi sudah selesai dengan cangkirnya, aku jadi terus mengikut saja


Baru ketika Jin Zhi menuang untuk cangkirnya sendiri, meletakan teko, dan mengangkat cangkirnya tinggi dengan satu tangannya, Shin berkata, "Bersulang," lalu kembali ke posisi duduk nyaman sebelumnya


Yang unik adalah Jin Zhi meminum teh itu sedikit, sementara Shin langsung meminumnya hingga habis lalu meletakan cangkirnya keatas meja


Uhh... aku tidak bisa mengikutinya kali ini, selain karena untuk memperkenalkan kebudayaan Ruby dalam meminum teh, juga karena tehnya sangat pahit


"Nona, anda harus meminumnya hingga habis sebelum putri melakukannya, itu adalah bentuk penghormatan kepadanya dengan kasta yang lebih tinggi," kata Shin membisik padaku


"Maaf, bukannya tidak sopan, tapi karena menurut kebudayaanku langsung menghabiskan minuman yang sudah disediakan itu malah tidak sopan bagi sang penyeduh, kami memilih untuk meminumnya secara perlahan ketika ada jeda dalam diskusi kami," kataku


"Aku mengerti, kalian bukan orang Timur seperti kami jadi pastilah ada perbedaan. Namaku adalah Jin Zhi, Ratu Kerajaan Jin saat ini,"


"Nama saya Rune, penanggung jawab militer Kerajaan Ruby, saya disini hanya sebatas bawahan Ratu Lofi yang melaksanakan misi diplomasi kerajaan,"


"Kudengar dari Tuan Shin, Kerajaan anda bersedia untuk membantu Kerajaan Jin dalam menghadapi Ming," kata gadis itu


"Itu benar yang mulia, namun agar tidak salah pengertian, Kerajaan Ruby tidak bersedia membantu secara langsung, namun Ratu kami mengirimku sebagai penanggung jawab militer tertingginya untuk membantu Kerajaan Jin melawan Ming,"


"Baiklah, itu juga sudah kudengar dari Tuan Shin, kamu menyebutnya sebagai atase militer. Tapi bisa kamu jelaskan secara singkat apa itu?" Tanya Jin Zhi


"Singkatnya, saya dikirim untuk membantu Kerajaan Jin dalam mengatur pasukan kalian," jawabku


"Bukan secara langsung dan juga tidak harus, kalian bisa menolak tawaran ini, tapi secara garis besarnya mirip seperti itu," jawabku


Menjadi atase militer berarti aku bisa memberi saran dan kritik terhadap keputusan yang diambil oleh Jenderal kawan, membuatku memiliki peran penting di dalam pasukan negeri tersebut


"Usulan itu terdengar tidak masuk akal di telingaku," kata Jin Zhi


"Pasukan Jin haruslah dipimpin oleh Jenderal Jin, dalam kasus ini Shin lah yang harus memimpin mereka," Oh?


Jadi tuan muda keluarga penanggung jawab pelabuhan, selain menjadi tunangan Ratu Jin, ia juga merupakan Jenderal kerajaan ini huh? Nampaknya dia sangat multitalenta sekali


Shin tidak memberitahuku tentang itu, jadi kurasa sebenarnya dia ingin menerima tawaranku namun mencari harga yang cocok saja, toh dia merupakan seorang pedagang di sisi lain


"Seperti yang saya katakan, ini adalah niat baik Kerajaan Ruby,"


"Kalau begitu bisakah kamu katakan kepadaku, apa sebenarnya maksud dibalik ini semua? Mengapa Ruby sangat ingin membantu kami?" Tanya Jin Zhi lagi


"Kami-"


Sebelum berbicara lebih jauh, aku mendapat pesan dari Maou lewat sihir komunikasi. Semuanya siap, paku tinggal menunggu untuk dipukul


"Pukul sekuat tenaga," kataku membalas Maou


"Ya?" Ah...

__ADS_1


"Maaf yang mulia, saya baru mendapat kabar dari Kerajaan Ruby bahwa mereka mengganti tawarannya menjadi bantuan militer," kataku


"Benarkah? Tunggu, bagaimana kamu bisa mendapat pesan padahal kamu ada disini?"


"Umm, ah! Tuan Shin, akan ada empat kapal kami berisi penuh personil dan persenjataan akan masuk ke pelabuhan," tanpa menghiraukan kata-kata Jin Zhi aku langsung berbicara ke Shin


Keduanya terkejut karena aku melakukan ini, tapi Shin memutuskan untuk tetap menjawabku meski dengan sedikit bingung


"B-Baiklah- Tunggu, empat? Berapa banyak personil yang anda bawa?"


"Sekitar seribu," jawabku


"Seribu.... bukannya tidak bersyukur, tapi jika pasukan Ruby dan Jin disatukan pun kita masih belum menemui jumlah setidaknya separuh jumlah musuh,"


"Sebuah pertempuran bukan hanya soal jumlah, tuan Shin, tapi bagaimana caramu untuk menggunakan itu dengan efektif. Bahkan meski kamu sudah menggunakannya dengan efektif, jika musuh berhasil menggunakan pasukannya dengan lebih efektif maka semuanya tidak berarti,"


Seribu prajurit, separuhnya diisi oleh prajurit penjaga istana, sementara separuh lainnya diisi oleh mereka yang terus mengikutiku sejak pertempuran pertama melawan Ladenvield, itu artinya mereka adalah yang paling elit diantara pasukan Ruby


"Ryuu, apa kamu bisa bertahan hingga minggu depan?" Tanya Maou menggunakan sihir


"Bertahan? Tidak, aku akan mengusir mereka,"


Kalau benar jika Jin memiliki sekitar 15.000 prajurit, maka melindungi kota berdinding ini sangatlah mungkin. Kami bahkan bisa melakukan serangan balik jika keadaannya mendukung, jadi tugasku adalah menciptakan keadaan itu


"Pu.... Pwhahaha! Shin, kamu membawa sosok yang menarik ya, hahahaha!"


"H-hei, Zhi... Kamu sedang dihadapan orang penting loh...." Eh?


Kemana perginya gadis yang nampak anggun tadi?


"Maaf-maaf, hanya saja aku membenci peranan itu, sebaiknya kamu cepat mengambilnya, Shin,"


"Hah.... Maafkan tingkah Ratu kami, Nona Rune, dia memang sebenarnya kekanak-kanakan," kata Shin


Aku mengangguk menyetujui hal itu


"Kalian berdua.... Berani menghinaku langsung didepanku, hukumannya adalah kematian!" Kata Jin Zhi dengan lantang


"Oh?! Jika kamu membunuh kami berdua, kamu pikir siapa yang akan melindungi Jin hah?!"


Shin berdiri, mendekat kearahnya, dan mencubit kedua pipinya itu


"Sakit! Sakit! Maafkan aku!"


Kekanak-kanakan kah? Itu memang menjelaskannya sih


"Sepertinya Ratu memiliki kepribadian yang unik ya?" Kataku


"Aku sebenarnya tidak suka menjadi Ratu, tapi mau bagaimana lagi,"


Haha.... Ada-ada saja

__ADS_1


__ADS_2