The Sended

The Sended
Chapter 42: Shot Heard Round The World


__ADS_3

Kami berangkat, seribu prajurit totalnya, bersama empat ksatria besar serta Maximilian, aku mengumpulkan seluruh orang berpengaruh dan kuat disini untuk meningkatkan morale tempur mereka


Yah.... Maximilian harus bertanggung jawab karena menurunkannya bukan?


"Nona Rune, apa kamu tidak ingin memberitahu rencanamu kepada kami? Bahkan meski opini kami kepadamu masih cukup buruk, namun demi Ruby maka kami siap mati sekalipun," kata Maximilian ketika berjalan ke lokasi tujuan


Dia benar, aku tentu tidak bisa memuaskan semua orang, namun demi Ruby mereka dapat bersatu. Layaknya negara-negara yang bersatu untuk menghadapi Prancis dan Napoleon III dibawah panji Prussia


"Bukan begitu maksudku, Sir Maximilian, akan tetapi aku memang belum membuat rencana apapun,"


Beberapa jenderal mungkin memilih untuk merencanakan segalanya dari awal, itu juga merupakan cara memenangkan perang modern, Grand Battleplan. Dengan perencanaan terperinci, pergerakan akan sangat teratur


Umm.... aku cukup malu mengatakannya, tapi aku tidak begitu mahir di perang modern....


Aku tahu bagaimana itu dilakukan, aku juga tahu bagaimana cara melakukannya sendiri, hanya saja.... uhh... memang benar kalau perang sebelum abad ke 19 memang yang terbaik! Apalagi sebelum bubuk mesiu digunakan.


Didepan sana adalah pohon terakhir dari hutan Ruby ini, selebihnya adalah dataran luas, wilayah Ladenvield. Namun sebelum itu terdapat sebuah sungai yang cukup dangkal sehingga dapat dilewati tanpa jembatan, tapi yah resikonya perlengkapan akan menjadi basah


Dan apa yang lebih buruk ketimbang perlengkapan yang lembab?


Beruntung Ladenvield sudah menyiapkan jembatan untuk kami, jadi mari kita siapkan rencananya sekarang.


Malam disini sangatlah sunyi, sedikit berbeda dengan didalam hutan yang mana banyak suara dari hewan nokturnal yang mendampingi kami. Bodohnya, Ladenvield tidak menjaga pintu masuk hutan yang mereka buat ini, penjaga mereka terdapat jauh dari jembatan yang mereka buat


Itu berarti kami dapat menyeberang dengan aman, rencana dapat dijalankan lebih cepat


Dengan ditemani gelapnya malam, aku melakukan gerakan pertamaku. Gerakan ini hanya sekedar kejutan kecil, nampak seperti aku tidak memanfaatkan keuntungan malam dengan baik kah? Tapi memang bukan begitu cara berperang sesungguhnya


Di tengah malam tanpa obor, hanya separuh dari pasukanku yang dapat bergerak dengan baik sesuai arahanku, itu karena separuh sisanya baru dilatih seminggu yang lalu


Mungkin memang keuntungan kejutan kudapatkan jika langsung kuserang habis-habisan perkemahan musuh disana, namun selebihnya kami akan kewalahan. Jika musuh tidak langsung kabur, banyak korban akan berjatuhan


Bahkan meski kami menang sekalipun, perlu waktu yang cukup lama sampai kami dapat kembali melakukan gerakan. Aku tidak boleh kehilangan jumlah, aku harus menang dengan mutlak!


Crossbowman kukirim melewati jembatan, mereka sudah bersiap menembakan anak panah mereka saat ini, sementara prajurit lainnya tetap berada didalam hutan untuk jaga-jaga


Apabila musuh memang memiliki ahli taktik yang cukup baik, mereka tidak mungkin mengirim seluruh pasukannya sekaligus. Kuharap mereka memilikinya, selain karena rencanaku bisa gagal.... itu tak akan seru bukan?


"Menyerang musuh dengan anak panah, itu tindakan pengecut...." kata Percival lirih


"Yah, pengecut atau tidak itu pendapat masing-masing, aku lebih memilih kata.... efektif,"


Anak panah pertama ditembakan, ah! Mungkin ini yang mereka bilang 'sebuah tembakan yang terdengar ke seluruh dunia'


Istilah itu digunakan pada sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah, entah pihak mana yang melakukan 'tembakan yang terdengar ke seluruh dunia' ini, namun hal ini membuat perang kemerdekaan Amerika terjadi

__ADS_1


Umm, tapi kan perang sudah dimulai sejak lama disini, yah biarlah


"Serangan musuh!"


Lonceng dibunyikan sehingga seluruh pasukan Ladenvield didalam perkemahan itu keluar dan membanjiri dataran luas diantara sungai dan perkemahan mereka


"Dimana? Dimana musuhnya?!"


"Arah sungai pak!"


Anak panah kedua ditembakan, selebihnya kami tidak akan menembak secara serentak melainkan secepat yang masing-masing orang bisa


Korban terus berjatuhan karena mereka masih belum siap juga


"Perisai! Berlindung dibalik prajurit perisai!"


Aku berjalan mendekati prajurit Crossbowmanku diikuti para ksatria untuk melihat musuh lebih dekat, sebenarnya aku dapat menggunakan skill Akurasiku namun sebisa mungkin tidak


"Nampaknya mereka mulai mengirim kelompok untuk menyerang kita, saatnya untuk mundur,"


"Baik!"


Seluruh prajurit mundur kedalam hutan untuk berkumpul dengan pasukan utama, disini aku akan memainkan taktik mikro untuk membunuh kelompok yang musuh kirimkan


Lalu mereka akan menembak sekali, membunuh musuh yang membawa obor, baru ketika itu selesai maka seluruh pasukan Ruby akan melakukan pekerjaan mereka, menghabisi musuh dengan pedang, tombak, atau apapun senjata mereka


Musuh yang lari sebagian melewati jembatan, itu menjadi sasaran empuk bagi crossbowman karena jembatannya sempit, sementara yang tifak melewati jembatan juga menjadi sasaran empuk karena air sungai menghambat jalan mereka


Tak seorangpun prajurit Ladenvield kembali ke perkemahan mereka.


"Hitung jumlah tubuh yang tergeletak, baik itu korban kita maupun Ladenvield,"


Kami menancap beberapa bendera Ruby di seberang sungai, lalu pergi begitu saja kembali kedalam hutan setelah menghitung seluruh korban yang jatuh disini


Totalnya ada 115 orang, 12 diantaranya adalah prajurit Ruby


Sial! Itu jumlah yang terlalu banyak, mengingat musuh hanya membawa 103 orang sementara kami ada 1000.... Ah, tapi kuingat seseorang pernah berkata, "Menambahkan sumber daya manusia ke proyek yang hampir tuntas hanya akan membuatnya menjadi lebih lama,"


12 orang untuk membunuh 103, kalau didengar seperti itu akan lebih baik bukan? Tapi tak mungkin kukatakan didepan mereka, hal itu pastinya akan menghancurkan reputasiku.


Ini sudah larut, tidak biasanya aku bangun hingga selarut ini, saatnya untuk mengakhiri hari dengan tidur diatas tempat tidur yang tidak terlalu nyaman ini.... Aku pernah merasakan yang lebih buruk dan tetap bisa tidur, jadi kualitas sebagus ini tidak masalah bagiku


Pagi hari datang, semuanya mulai bangkit dari tempat tidur mereka, itu karena aku ingin mereka untuk bersiap-siap


"Musuh menyerang!" boleh juga mereka ini

__ADS_1


Hahaha! Sayang sekali karena aku lawan mereka kali ini


Musuh menyerang ketika kami baru bangun, tapi sayang.... Mereka hanya menyerang tipuan, yakni sebuah perkemahan penuh boneka dengan armor yang bahkan bukan terbuat dari besi


Namun perkemahan itu kubuat lebih terlindungi menggunakan palisade kayu agar bagian dalamnya tidak nampak, rupanya berhasil


"Musuh mengirim 200 prajuritnya nona! Seratus diantaranya adalah pemanah yang sedang menembaki perkemahan palsu, sisanya menjaga mereka!"


"Siapapun yang sudah siap, ikut kami memutari musuh! Yang belum, cepatlah dan serang musuh melewati perkemahan palsu!"


Sekali lagi aku tidak akan membiarkan satupun prajurit Edelfield kabur atau selamat, kalau benar maka jumlah mereka tersisa 1700, membuatku semakin mudah saja dalam menjalankan rencanaku kedepannya


Jarak perkemahan utama dengan perkemahan palsu tidak terlalu jauh sebenarnya, beruntung karena mereka tidak memeriksa lebih jauh. Kami yang sudah siap adalah prajurit dengan pengalaman perang lama bersama Maximilian


Mereka tentunya sangatlah berguna, apalagi jika mau mendengarkan perintahku dengan baik seperti ini.


"Panah mereka! Balaskan dendam saudara kita yang telah gugur!" aku dapat mendengar seruan itu


Kurasa kami sudah cukup dekat, saatnya menampakan diri dan mengepung mereka dari dua sisi


"Jangan biarkan satupun hidup!"


Lima ratus prajurit Ruby mengepung mereka dari sisi kanan dan kiri bersamaan, beberapa saat setelahnya sisi belakang mereka juga tertutup oleh kami sesuai instruksi ku, lalu lima ratus lainnya bergabung dari depan mereka, menutup seluruh jalur untuk kabur atau bermanuver


Sekali lagi kelompok yang musuh kirim tidak memberi dampak besar kepada pasukanku, mereka mati sia-sia bahkan sebelum pertempuran besarnya dimulai


Sampai sejauh ini aku hanya melakukan gerakan simpel yang bisa dipikirkan oleh siapapun, namun aku akan memulai pertempuran sesungguhnya segera penghitungan korban selesai


"Tiga puluh orang kita meninggal dengan terhormat, sementara musuh berjumlah 200 prajurit. Jika hanya ini kemampuanmu, maka jangan harap dapat menggantikanku, nona Rune," lihat? Ada yang sependapat


"Apa maksud anda, Sir Maximilian? Pertempuran sesungguhnya baru akan dimulai ketika kita keluar dari hutan Ruby,"


Pagi itu ketika jeritan pertama dari kelompok Ladenvield selesai, Ryuu mengirim keluar hutan seluruh pasukannya, memposisikan mereka baik-baik di dekat bendera Ruby yang masih tertancap disana


Nampaknya kelompok prajurit Ladenvield tadi tidak buang-buang waktu untuk mencabut bendera yang prajurit Ruby pasang semalam


Crossbowman didepan membentuk dua baris ke samping, dibelakangnya diikuti oleh pengguna perisai dan tombak pendek beserta pengguna tombak panjang atau pike


pengguna pedang Ryuu tempatkan di sisi kanan dan kiri, itu artinya Ryuu ingin bermain di kedua sisi ini. Pengguna pedang berisikan para prajurit berpengalaman, lalu pedang juga merupakan senjata kuat yang dapat memainkan banyak peran


Singkatnya Ryuu dapat menggunakan sisi kanan dan kirinya sesuai keinginannya, entah itu bertahan atau menyerang, mereka akan melakukannya lebih baik dari sisi tengah mereka


Baru ketika Ryuu selesai menempatkan pasukannya, Ladenvield akhirnya sadar dan segera melakukan hal yang sama dengan Ryuu. Mereka takut karena kalah cepat nanti ada hal tak terduga lagi yang Ryuu perbuat


Tapi kali ini tidak ada hal semacam itu yang Ryuu rencanakan, kali ini sesuai yang Percival katakan, Ryuu akan mengambil jalan seorang pemberani dengan menantang Ladenvield di lapangan terbuka

__ADS_1


__ADS_2