The Sended

The Sended
Chapter 91: Above the Clouds


__ADS_3

.


Kami pergi meninggalkan kota kacau yang tidak sampai sebulan lalu dianggap sebagai otak dari Benua tercerdas diantara keempat benua manusia itu, mereka bisa menghalau serangan lebih dari seratus ribu prajurit Ming tapi tidak bisa menangani para monster...


Hmm... Jadi kekuatan mereka berasal dari bantuan negeri lain kah? Sendiri mereka tidak akan bisa melakukan apapun, berbeda dengan Ruby yang sejak awal sudah berdiri sendiri


Dan sepertinya monster tidak ada dalam naskah perjanjian mereka, tidak ada bantuan datang kali ini.


"Ngomong-ngomong Li, dimana para bangsawan mengungsi? Dengan sikap mereka maka aku ragu jika mereka ada diantara orang-orang di kota,"


"Bangsawan punya rumah mereka sendiri di luar kota, banyak dari mereka yang menuju kesana bersama pengawal mereka masing-masing. Tapi bagi yang memilih untuk tinggal di kota pun mereka juga punya rumah didalam sana, dan karena adanya pengawal jadi rakyat biasa tidak bisa berbuat apapun selain meminta belas kasihan," jelasnya


Rakyat biasa yang malang...


"Lantas sudah dua minggu berlalu, mengapa masalahnya masih belum selesai juga?" Tanyaku lagi


"Kalau soal itu aku tidak terlalu mengerti, tapi kudengar situasi pasukan Qing tidak dalam kondisi yang baik sejak perang koalisi-Ming,"


Perang sebelumnya kah? Kurasa itu wajar karena Qing adalah sebuah negara kota, jadi mereka tidak bisa mendapatkan SDM dengan cepat layaknya negeri seperti Ruby.


Kami mengikuti jalan besar yang menghubungkam kota dengan perbatasan Selatan, tapi hanya sampai di tengah-tengahnya saja sebelum kami mengambil jalan kecil menuju ke Timur


Sejak tadi aku hanya menjumpai daratan luas tanpa adanya pepohonan, tapi rupanya wilayah ayah Li berada dibalik hutan didepan kami itu, satu dari dua hutan lebat yang ada di dalam wilayah Qing


Keluarga Li mengambil tempat itu sebagai kediaman mereka karena disana suasananya tenang dan masih segar, juga karena dekat hutan dan pegunungan maka banyak material untuk membuat pil mana


Strategis untuk mereka...


"Hutan ini dikatakan memiliki keajaiban Elf sehingga bisa menyimpan mana yang begitu besar, karena itu didalam sini tidak ada monsternya,"


Oh? Itu adalah alasan lain mereka memilihnya sebagai wilayah rupanya, dengan semua hal tadi pantas saja keluarga mereka bisa membuat produk yang berkualitas


Tapi hutan Elf?


"Memangnya dulu Elf memiliki wilayah disini?" Tanyaku


"Bukan wilayah langsung, mereka mendirikan koloni disini,"


Koloni Elven... Kudengar mereka memang mendirikan banyak koloni, bahkan beberapa dari itu masih berdiri hingga sekarang


"Itu kelinci legendaris sang penjaga hutan ini!"


Memang benar ada seekor makhluk hidup berukuran kecil dan bercahaya biru di arah yang Li tunjuk, tapi aku ragu itu kelinci...


"Bukankah itu burung hantu?"


"Itulah mengapa ia menjadi legendaris, lincah seperti kelinci dan bijak seperti burung hantu,"


Tidak-tidak, bukankah malah jadi terlihat absurd dan mengerikan? Mereka mengenal istilah mutan atau tidak sih?


Mutan- maksudku makhluk legendaris itu dikelilingi oleh kunang-kunang yang memancarkan cahaya yang sama sepertinya, warna biru. Yah kalau dilihat lagi memang itu cukup menggemaskan...


Baru beberapa saat kami melihatnya, kelinci- burung hantu- entahlah apapun makhluk itu, dia menyadari kami dan langsung melompat pergi dengan cepat, menghilang dalam sekejap dari pandangan kami


Kunang-kunang disana pun ikut terbang menjauh dari posisi mereka bersamaan dengan kepergian makhluk legendaris itu.


"Dia pergi.... Rumornya jika kamu melihatnya maka harimu sedang beruntung," kata Li


"Wah-wah, kalau tentang kemampuan itu kurasa Ruby punya saingannya...."


"Eh? Apa maksudmu?" Tanya Li


"Uhm.... Tidak apa, aku hanya berbicara asal karena mulai lelah,"


"Oh begitukah? Tenang saja kita akan segera sampai,"


Hmm? Bunyi apa itu? Kenapa juga disini ada kabut tipis?


Kami melanjutkan perjalanan kami untuk menembus hutan ini, arahnya adalah menuju ke sumber bunyi yang kukatakan tadi

__ADS_1


"Woah! Kita sampai!"


Wah-wah...


"Selamat datang di kediaman keluarga Xia," kata Li dengan bangga


Adalah sebuah air terjun yang membuatku takjub, itu sangatlah tinggi dan cukup deras sehingga ketika jatuh mencipratkan air yang menjadi embun dan kabut tipis barusan


Iya... Punya rumah disini pasti akan bagus, tapi...


"Dimana kediaman yang kamu maksud?"


Disini hanya terdapat air terjun dan genangan air dibawahnya, tidak ada satupun bangunan terlihat


"Kediaman kami ada diatas sana, di samping air yang akan segera terjun,"


Huh? Lalu bagaimana cara kami menaikinya?


"Hehe, kamu pasti berpikir bagaimana cara kita menaikinya kan? Normalnya ada sebuah tali di dekat air terjun itu, tapi karena aku salah satu keluarga utama jadinya aku tahu sebuah jalan rahasia,"


"Kalau itu rahasia bukankah sebaiknya tidak kamu tunjukan padaku..."


"Eh? Y-Yah kurasa kalau itu teman maka tidak masalah," kata Li


Hah.... Dasar orang bodoh ini...


"Kalau pakai jalan rahasia berapa lama untuk sampai keatas?" Tanyaku


"Setengah jam? Itu jauh lebih cepat dari menggunakan tali untuk memanjat loh,"


"Berapa ketinggian tebing ini?" Lanjut tanyaku


"Umm, sekitar seratus meteran, kenapa kamu menanyakan itu?"


Baguslah... Kalau memang kelinci burung hantu tadi membawa keberuntungan, mari kita tes disini


Aku meraih tangan Li yang tentunya membuat dia bingung


Menggunakan teleportasi sih bisa sampai kurang dari satu detik.


Aku tidak tahu bagaimana penampilan kami saat muncul ke satu tempat menggunakan teleportasi, mungkinkah kami muncul seketika atau muncul perlahan, entahlah...


"T-Tadi itu sihir?" Tanya Li


"Iya, menakjubkan bukan? Dengan sihir kamu bisa melakukan apapun bahkan berpindah secara instan, semua hal yang kamu pelajari di akademi hanyalah sebagian kecil dari kemampuan asli sihir itu," jawabku


Kondisi belajar di akademi Qing memang sangatlah bagus, itu pasti membuat nyaman tiap pelajar yang datang dari seluruh negeri, tapi materi pembelajaran mereka yang ketinggalan zaman


Disaat mereka kini mempelajari sihir alkimia, mungkin di akademi Brandenburg atau Lutèce sudah mempelajarinya bertahun-tahun senelumnya, yah tiap wilayah memiliki keahliannya masing-masing.


Aku sampai lupa mengagumi keindahan lainnya diatas sini, ini sedikit berbeda dari yang dibawah, ini terlihat seperti... Surga?


Bukit-bukit tinggi nan pipih seperti gedung pencakar langit dengan rumput hijau diatasnya serta beberapa pohon kuno, lalu burung-burung yang berterbangan disertai kabut pagi hari dan sinar matahari, oh aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya dalam satu kata selain surga.


Benar apa yang Li katakan, terdapat beberapa bangunan yang bersatu dengan rangkaian tembok tipis batu, itu adalah kediaman keluarga Xia, keluarganya Li


Wah-wah kalau ada kamera sih pemandangan ini akan kuabadikan, bahkan di dunia fantasi seperti Kelfia ini masih jarang kutemukan tempat setenang ini... Ah... Ini lebih tenang daripada di perpustakaan...


Sesekali tidak ikut berperang untuk berlibur kemari kurasa tidak masalah.... Kan...?


Urgh! Aku membayangkan Kyouka yang sedang memarahiku jadi pikiranku kembali kemari


"Bagaimana Nona Ryuu? Lebih bagus daripada istana Ruby bukan?"


Kenapa dia terus memamerkan hal yang bukan miliknya sepenuhnya sih...?


"Mari kita masuk,"


Ketika dia membuka gerbang dengan mendorongnya, aku bisa langsung melihat jalan yang dipaving mengarah lurus ke bangunan terbesar, jalan itu tidak satu arah semata namun bercabang untuk menghubungkan bangunan yang satu dengan yang lain

__ADS_1


Ketika dia membuka gerbang juga ada dua orang yang sedang menyapu halaman dari dedaunan kering, mereka semua sudah tidak muda lagi


"Eh? N-Nona muda Li?!"


"Halo semuanya! Lama tidak berjumpa!"


"Nona muda Li kembali!"


Seketika dari yang hanya dua orang menjadi sekumpulan manusia yang mengerubungi Li, mereka semua terlihat senang karena pulangnya Li kesana


Yah... Li adalah tipikal orang yang mudah disukai oleh semua orang sih...


Mereka sampai tidak menyadari aku disini...


"Hahaha semuanya sehat-sehat saja kan? Bagaimana kabarmu bibi? Kamu terlihat lebih muda. Oh! Paman! Apa kamu masih mencari serangga untuk keperluan ayah...? Memangnya tidak ada alternatif lain ya? Woah! Adik ku Jia! Whoohoo!" dia mengangkat adik kecilnya itu, melemparnya ke udara, dan menangkapnya kembali


Li juga senang karena pulang ke rumah rupanya...


"Ahahaha...ha? Ah! Aku sampai lupa, semuanya! Perkenalkan beliau bernama Ryuu, kalian harus memanggilnya Nona Ryuu karena dia bangsawan tinggi dari Ruby," dia mengingat keberadaanku


"Ruby?"


"Kamu pernah dengar?"


"Tidak,"


H-Hah? Bagaimana mungkin mereka tidak pernah mendengar Ruby?


Sebelum Li sempat menjelaskannya, seseorang keluar dari bangunan terbesar didepan sana, mereka semua langsung diam dan menundukan kepala kepadanya yang datang kearahku dan Li secara perlahan


Auranya sangat bijaksana, apakah dia adalah ayah Li?


"Halo kakek!"


Kakeknya toh...


"Selamat datang Li, selamat datang juga Nona Ryuu dari Ruby," kata sosok itu


"Kehormatan untuk ku karena bisa datang ke kediaman keluarga Xia,"


Dia menatapku secara seksama


"Tidak kusangka Li bisa berteman dengan Jenderal dari kerajaan yang mengalahkan Ming," katanya serius


"Hehe, ayolah kakek jangan memujiku begitu hehe..." apa dia tidak bisa baca suasana?!


Setelah beberapa saat, dia berpaling dan melangkah menjauh


"Apa anda sudah makan, Nona Ryuu? Jika berkenan mari ikut makan siang bersama keluarga kami,"


Oh! Makanan bangsawan tidak mungkin sekedar sup hambar seperti sarapan tadi kan? Aku menerimanya dengan senang hati!


.


Aku dan Li diantar ke kamar kami dimana adiknya yang bernama Jia itu tetap tinggal disaat orang lainnya keluar, dia ingin bermain dengan Li... Memangnya sudah berapa lama dia pergi dari sini?


"Hehehe, Jia kamu sungguh menggemaskan,"


"Li, memangnya kapan kamu meninggalkan rumahmu ini?" Tanyaku


"Sejak masuk akademi, jadi sekitar empat tahun? Ngomong-ngomong kamu sangat tegang ketika berbicara dengan kakek tadi ya...?" Dia sadar?


"Yah kalau menghadapi sosok seperti itu sih wajar kan?"


"Kakek tidak selalu seperti itu kok, dulu dia selalu baik dan bermain bersamaku, sebenarnya dia juga ingin bermain bersama Jia tapi takut kalau adik ku ini menangis saat dia digendongnya,"


"Jadi ada alasannya kah?"


Li mengangguk menanggapiku

__ADS_1


"Aku tidak tahu persisnya kapan tapi kakek ku tiba-tiba tidak bisa tersenyum seperti dulu lagi, atau mungkin dia tidak mau, kurasa permasalahannya adalah penyakit yang ia derita,"


Penyakit yang membuat orang berhenti tersenyum huh? Entah benar ada atau tidak tapi itu terkesan aneh untuk ku...


__ADS_2