
Kisah ini dimulai pada tahun -3000 dimana hanya Dewa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada masa itu
Karena bahkan ras yang bertahan hingga masa kini sekalipun tidak bisa mengetahui kebenaran leluhur mereka, rahasia ini akan terus terpendam selamanya jika gadis itu tidak menuntut kebenaran dari sang Dewa.
Sebuah bencana hebat muncul diatas muka bumi ini, selayaknya yang sudah diramalkan oleh berbagai kepercayaan yang ada, Kiamat telah datang. Dan itu datang jauh di masa depan setelah kepergian Ryuu, namun hanya beberapa tahun setelah kepergian Maou
Manusia yang mempunyai bunker memilih untuk masuk kedalam sana dan menutup rapat-rapat pintu masuk dan keluar mereka itu
Akan tetapi seorang ilmuan malah memilih jalan yang berbeda. Ia memasukan sebuah robot dengan kecerdasan buatan yang sangat maju kedalam bunker miliknya, lalu ia menghidupkan robot itu dari luar bunker
Ia melakukan pengorbanan agar ciptaannya dapat hidup, dan beruntungnya ia, kali ini dirinya berhasil
"Bangun dan bangkitlah, anak ku Abraham...."
Ada si sebuah buku dikatakan, ketika langit cerah tetapi turun hujan, maka akan terbentuk sebuah garis lengkungan berwarna tujuh yang tampak diatas langit. Buku itu adalah masa kecìl kami, yang menyelamatkan kami dari keadaan manusia saat ini
Faktanya, hanya ada hujan asam yang terlalu kuat, dan tak ada lagi langit cerah
Kami manusia yang hidup di dunia seperti ini, sebenarnya bukanlah berusaha untuk menang. Melainkan hanya sebatas berusaha untuk hidup sedikit lebih lama, menunggu hingga satu ras atau yang lain menghabisi kami karena berada di jalan mereka
Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih baru bisa mengingat sesuatu dan tempat tinggal kami belum ada didalam gua terkutuk ini, aku malah disuguhkan pemandangan pertama yang sangat mengerikan sekaligus membuatku sadar
Elf dengan segala armada sihir mereka diatas langit, ras superior itu nampak tidak ada apa-apanya ketika berhadapan dengan seekor naga
Semburan apinya membumihanguskan hampir seluruh kapal terbang milik Elf sekaligus hutan yang pada awalnya sudah mati kini jadi terbakar, begitu juga dengan rumah-rumah kami yang terbuat dari kayu
Memaksa kami untuk masuk kedalam gua yang sebenarnya dilarang oleh leluhur kami, namun tidak seperti kami memiliki pilihan lain
Dan aku disini, dilimpahkan peran paling sulit diatas Kelfia, yakni memimpin regu ekspedisi, tapi aku juga berperan sebagai pemimpin kelompok progresif
"Kuro, bangunlah!"
Membuka mataku, aku berada di kamar- entah ini layak atau tidak namun ini tetap kamarku
Seperti semut, kami hidup didalam bukit dengan gua-gua yang entah dari mana munculnya ini. Diceritakan bahwa leluhur kami muncul dari dalam gua tersebut, yang mana muncul baru dua generasi yang lalu
Itu hanya sekitar 150 tahun.... dibandingkan dengan Elf dan Dragon itu yang mungkin telah hidup ratusan atau ribuan tahun sejak dunia ini terbentuk. Bahkan dunia ini sendiri diambil namanya dari mereka, Kelfia
Tentu aku sangat iri, mereka yang hidup di ketinggian sementara kami merayap didalam tanah, hanya karena mereka lahir dan mempelajari dunia lebih dulu membuat mereka menguasainya dengan mudah
"Hoi Kuro, apa kamu mendengarku?"
Benar, akulah yang bernama Kuro
"Iya, aku sudah bangun," jawabku
Gadis itu bernama Rize, dia adalah adik perempuan sekaligus satu-satunya keluargaku yang tersisa. Aku akan melindunginya apapun yang terjadi, sekalipun harus melawan Elf maupun naga
"Apa kamu lupa akan ada perkumpulan hari ini? Kamu kan ketuanya...."
"Iya aku ingat, aku akan bersiap-siap dulu,"
"Kalau begitu akan kubawa sarapanmu kemari saja agar lebih cepat,"
"Terimakasih,"
Sebenarnya apa yang harus kulakukan.... Sial! Tidak adakah sesuatu yang bisa kami perbuat agar situasinya menjadi lebih baik?
Aku membuka baju ku dan membasuh wajahku agar sepenuhnya sadar, tapi mau sebanyak apapun ku basuh, dunia tidak akan pernah berubah. Ini masihlah dunia yang terlalu keras bagi kami
Apa tujuan kami hidup sebenarnya? Jika hanya untuk diinjak-injak seperti ini?
Tujuan mulia yang dikatakan leluhur juga hanya bualan belaka, yang ada malah kami semakin mundur ke belakang
"Ini sarapanmu- Apa yang kamu lakukan?!"
__ADS_1
Apa? Ah, aku telanjang
"Ini kan kamarku, wajar saja aku seperti ini,"
"Lupakan itu! Pakai pakaianmu!"
Ia keluar sebelum membanting pintu rapuh itu dengan cukup keras, padahal dia juga tahu kalau pintu seperti ini sulit didapatkan, dasar....
Aku memakai pakaianku sesuai yang Rize katakan, lalu aku memasang handuk kasar ini diatas kepalaku agar rambutku kering. Baru setelahnya aku makan sarapan yanh diberi oleh Rize
Hanya roti yang keras dan garam yang didapat dari dalam bukit ini
Banyak teori yang muncul akan kolam bawah tanah yang menjadi sumber kehidupan kami itu, kolam itulah juga yang bisa dijadikan garam
Yang paling popular adalah bahwa tanah bukit ini menyaring hujan asam dari seluruh hal berbahaya didalamnya, menyisakan air dan garam. Mungkin karena itu juga ada sedikit orang yang sakit ringan akibat mengkonsumsi air dan garam dari kolam itu
Namun bukan masalah, sedikit korban untuk tujuan mulia mereka bilang. Itu juga tidak sampai memakan nyawa, atau setidaknya mungkin hanya untuk saat ini
"Sudah?"
"Ah... ya, sudah,"
Aku meninggalkan kamarku tanpa rasa enggan, toh aktifitasku jauh lebih banyak diluar daripada didalam
Sebagai ketua kelompok progresif, aku memang harus menghadiri rapat yang diadakan atas kesepakatan bersama itu. Kini aku dan Rize sedang menuju ke ruangan rapat, dia juga adalah petinggi....
Mungkin kata itu terlalu dilebih-lebihkan, menjadi petinggi adalah hal terakhir yang ingin dicapai seseorang manusia seperti kami. Jabatan ini adalah mimpi buruk bagi yang sungguh mengetahui keadaannya
Rize adalah pemimpin kelompok agrikultur, dia yang menyediakan makanan bagi seluruh orang. Kuyakin itu tugas yang sulit
"Kak Rize!"
Beberapa langkah setelah kami meninggalkan rumah, banyak anak-anak yang mulai mengerumuni dia. Dia memang cukup populer di kalangan mereka, soalnya sifat Rize yang baik dan mudah diajak bermain
"Kakak Kuro juga, ayo kita bermain bersama,"
"Maaf tapi ada pertemuan penting," jawabku atas ajakan anak itu
Ia nampak sedih mendengarnya
"Tidak apa, nanti setelah pertemuannya selesai, aku janji akan bermain bersama kalian, temui aku di ladang ya,"
"Baik!" Jawab mereka serentak
Bermain-main atau tidak, faktanya kami tidak pernah kekurangan makanan sejak Rize mengambil alih pekerjaan itu. Aku jadi tidak bisa menyalahkannya akan hal ini, kubiarkan saja
Melanjutkan langkah kami, dapat dilihat jika tempat tinggal ini belum cukup teratur. Ada beberapa ruangan yang fungsinya masih tidak jelas, sayangnya aku tidak boleh langsung menggunakannya. Perlu keputusan bersama para pemimpin
Meski begitu, sebagian besar ruangan sudah terpakai dengan fungsi yang jelas. Contohnya tempat tinggal, dan tempat makan
Kuharap kedepannya hanya menjadi lebih baik, bukan sebaliknya. Kalau terus berjalan seperti ini, setidaknya kami dapat bertahan hingga puluhan tahun kedepan, sisanya dapat dipikirkan kelak oleh generasiku atau selanjutnya
"Apa tidak ada kendala di masalah pangan, Rize?"
"Tidak ada yang serius kok, hanya saja ada beberapa tanaman yang mati. Itu adalah masalah sepele, tiap musim pasti ada yang semacam itu," Jawabnya
"Lalu kamu sendiri bagaimana? Bukankah kelompok ekspedisi adalah kelompok dengan anggota paling sedikit? Apa kamu bisa menanganinya?" Lanjut tanya Rize
Tentu saja kelompok kami paling sedikit, hampir semua orang takut dengan dunia luar. Itu sudah mendarah daging dari leluhur kami mungkin, mereka juga kurasa cukup lama berada dibawah tanah, berlindung dari suatu hal yang tak ku mengerti
"Iya, namun kalau banyak juga kurasa tidak membuatnya lebih mudah, malah akan ada lebih banyak masalah,"
Kami akhirnya sampai didepan ruangan rapat
Ruangan ini memiliki pintu yang lebih besar dari yang lain, didalamnya pun lebih jauh lebih luas, sekitar sepuluh kali lipat kamarku tadi. Soalnya dari sinilah seluruh keputusan yang menyangkut kehidupan kami dibuat
__ADS_1
Kubuka pintu itu, nampaklah mereka yang memimpin ras kami menuju masa depan tidak menentu. Aku salah satunya
Ssbagian dari kelompok progresif, sebagian konservatif. Atau dalam kalimat lain.... kelompok generasi muda sepertiku, dan kelompok orang-orang tua yang keras kepala
Mereka duduk saling berseberangan karena perbedaan ini, aku tentunya duduk di sisi progresif, begitu juga dengan Rize
"Sebaiknya kita mulai rapat ini, karena menurut kalian waktu itu berharga bukan?" Kata salah satu orang tua di seberang sana
"Pertama, laporan,"
Masalah konstruksi nampaknya mengalami kendala karena alat-alat yang kami gunakan sudah rusak bahkan ada yang hancur, hal ini berkaitan dengan masalah bahan juga
Pertambangan besi di gua bawah telah runtuh beberapa hari yang lalu, untuk membersihkan reruntuhan diperlukan seminggu atau lebih tanpa peralatan itu
"Kapan kali terakhir anda melakukan ekspedisi, tuan Kuro?"
"Sepuluh hari yang lalu, kuyakin di rapat sebelumnya sudah kulaporkan dengan jelas,"
Dasar para orang tua itu, mereka tidak pernah mendengarkan kami huh?
"Regu pengintai menemukan kapal Orc yang jatuh dekat bukit ini beberapa jam yang lalu,"
"Apa?! Jadi itu sumber getaran tadi huh?"
Eh? Getaran apa? Apakah aku melewatkan itu karena tertidur tadi?
"Benar, tapi kami tidak tahu sebab yang jelas," jawab ketua regu pengintai
"Oh-oh, kalian tidak perlu mencari tahu, soalnya itu tugas regu ekspedisi,"
"Sesuai laporanku, kami kehilangan beberapa nyawa di ekspedisi sebelumnya dan sebelumnya lagi, aku perlu tambahan orang jika ingin menjelajahi dunia luar kembali," jelasku
"Kau hanya takut untuk keluar!"
Salah satu orang tua itu tidak bisa menahan dirinya, nasibku karena berada di panti jompo ini... mereka hanya bisa berteriak dan menyalahkan seakan diri mereka paling benar saja
"Tuan, anda saja batuk-batuk saat meminum air dari kolam kehidupan, cobalah sesekali meneteskan air asam dari luar sana ke tongkat anda itu, lihat apa yang akan terjadi" balasku
"Sialan!"
Sementara kelompok progresif tertawa kecil mendengar ucapanku
"Aku tidak akan keluar sampai ada tambahan orang ke regu ku," dan itu sudah tidak bisa ditawar
"Berapa yang anda butuhkan?"
"Lima orang akan cukup, meski kurasa akan sulit karena menjelajahi kapal Orc yang masih asing bagi kita,"
"Kuberi anda enam orang dari bagian konstruksi, ambil beberapa sampel kapal itu agar bisa diteliti apakah bisa dijadikan peralatan,"
Itu akan menopang kembali reguku untuk bangkit, akan kusetujui tawarannya meski sangat berisiko mengambil bagian kapal yang baru jatuh, apalagi kapal yang tidak kami mengerti
Tapi sebenarnya apa itu layak?
"Baik, akan kusiapkan segera,"
"Kuro...." Rize, dia nampak khawatir
"Selanjutnya, nona Rize,"
"Ah, masalah pangan tidak ada yang serius. Kita akan melaksanakan panen minggu ini, hanya beberapa tanaman yang mati,"
Setelah selesai, beberapa orang langsung keluar termasuk aku dan Rize. Kebanyakan adalah kaum muda progresif
Soalnya kaum konservatif suka berskema diantara mereka, aku tidak menyukai hal itu sama sekali. Kalau ada yang perlu dibicarakan, harusnya mereka bicara terbuka, kenapa malah menyimpan bagi diri mereka sendiri?
__ADS_1
Tapi memang, mau bagaimanapun kami juga sampai sejauh ini tidak lain berkat generasi mereka. Untuk itu aku tidak akan keras kepala, aku sangat berterimakasih