
Empat ribu adalah jumlah yang cukup untuk mengepung kota Ladenvield dimana ukuran kota tersebut bahkan lebih kecil dari kota Ruby, kami bergerak dengan cepat untuk menutup seluruh akses Ladenvield ke luar dinding mereka
Aku membagi tiga pasukanku untuk tiga perkemahan yang berbeda karena memang hanya ada tiga sisi dari dinding itu yang dapat kami panjat, sisi Selatan mereka ditutup dengan Pegunungan Ceceri yang membentang dari Edelfield hingga kemari
Pasukan Ruby, siap ketika matahari sepenuhnya menghilang.
"Oh? Lihat pemandangan itu,"
Ada banyak distrik yang terdapat diluar dinding kota Ladenvield, memang kebanyakan dari mereka merupakan penambang, penebang, pemburu, dan beberapa pekerjaan yang menurut mereka adalah pekerjaan kelas bawah
Mungkin karena itu juga keadaan mereka terpuruk dalam hal ekonomi maupun kebutuhan pangan, mereka tidak tahu prioritas mereka.
Dan pemandangan yang kumaksud adalah tentang para rakyat kecil yang kemungkinan besarnya adalah pekerja kelas bawah ini, mereka berada tepat didepan gerbang kota dan memohon-mohon pada penjaga untuk masuk
"Aku tidak suka pemandangan ini, Ryuu," kata Kyouka
Ladenvield, sebuah negeri yang tidak dipimpin oleh seorang monarki seperti Raja, Kaisar, Khan, atau semacamnya, mereka sebenarnya adalah angin baru di masa ini. Yang memegang kekuasaan adalah orang-orang yang mereka sebut Konsili Ladenvield
Harusnya sistem pemerintahan mereka mirip seperti Republik di masa lampau, contohnya Roma dan Athena. Tapi nampaknya gagal
Kyouka disebelahku nampak sangat tidak nyaman, ia bahkan menggigit bibirnya sendiri. Apalagi ketika anak panah ditembakan untuk menghancurkan kerusuhan yang timbul, itu membuatnya benar-benar terkejut dan marah di sisi lain
"Ryuu!" ia malah membentak ku
"T-Tenang dulu Kyouka," Maou mencoba menenangkannya
Karena tembakan panah itu, para warga mereka jadi berlarian. Mereka kembali ke rumah mereka masing-masing di luar distrik, putus asa dan pasrah kepada nasib mereka untuk kami bantai- Hei! Kami tidak akan membantai kalian!
"Malam ini kita akan istirahat, namun aku ingin sebuah kelompok untuk pergi ke distrik-distrik itu dan meyakinkan warga disana,"
Obor-obor dinyalakan, satu obor untuk tiga prajurit. Dari atas dinding itu akan terlihat ribuan cahaya kecil yang menyala seperti kunang-kunang, dan yah... morale mereka akan menurun.
Aku memang bilang kalau pengepungan itu adalah hal yang paling membosankan, tapi aku juga ingin mencoba hal baru. Contohnya mind game seperti ini, semoga saja sih berguna....
Lalu aku tidak ingin ada warga sipil yang dapat menjadi penghalang kami saat melakukan pengepungan besok, makannya aku menyuruh orang untuk mengevakuasi mereka malam ini. Kalau bagi Kyouka sih ini tindakan penyelamatan, tapi jujur saja aku belum bisa menganggapnya begitu
Mungkin kelak?
Sekarang mari kita tidur, selamat malam....
"Hei! Bukankah kamu harus mengawasi evakuasi?!"
"Ehh..... kamu saja yang melakukan itu Kyouka, aku mau tidur,"
"Dasar kau ini," sepertinya dia menyerah
Ah! Aku kepikiran
"Maou, bagaimana proyeknya?" tanyaku
"Tidak ada masalah, kamu bisa tidur nyeyak," jawabnya
Wah! Dia pria yang pengertian, cerdas, dan baik hati mungkin? Mengapa dia menjadi otaku di kehidupan sebelumnya? Tunggu.... apa dia benar-benar otaku? Atau hanya karena dia bermain game jadi kuanggap demikian?
Urgh.... tidak usah ku ambil pusing, nanti malah jadi tidak bisa tidur....
"Kalau begitu selamat malam, kalian berdua," aku berjalan ke tenda sambil melambaikan tanganku.
Sebenarnya apa yang Ryuu minta tidaklah sesulit itu, memang benar di zaman ini mungkin hanya ada beberapa yang bisa membuatnya namun dengan pengetahuan masa depanku aku bisa membuatnya juga
"Tuan Diablo, kayu-kayu sudah datang,"
"Baik, letakan mereka di lahan kosong, lalu tolong panggil tim ku untuk segera kesana,"
__ADS_1
Meski ini sudah malam, tapi aku sudah biasa kerja lembur di dunia ini. Soalnya ketika melihat Kyouka yang bekerja keras, aku juga tentunya tidak boleh bermalas-malasan
Tapi Ryuu..... sesuai yang Kyouka bilang, Ryuu nampaknya tidak bekerja dengan seluruh kemampuannya.
Aku mengambil sketsa proyek kali ini dan membawa itu ke tempat akan dibangunnya
Di saat yang lain beristirahat, kami akan mengerjakan ini. Supaya besok pagi Ryuu bisa menggunakannya dan memenangkan pengepungan ini lebih cepat.
Sampailah aku di lokasi, dimana sudah terdapat tumpukan demi tumpukan kayu serta puluhan orang yang merupakan tim ku untuk membangun proyek ini, mereka berbaris segera setelah melihatku
"Selamat malam tuan-tuan sekalian, kita memiliki pekerjaan untuk diselesaikan. Lalu aku akan meminta jam kosong untuk kalian besok, yang penting kita harus menyelesaikan ini di pagi hari," jelasku
"Siap tuan!"
"Berapa jumlah kalian saat ini?" tanyaku
"Total ada 55 tuan,"
55 kah.....
"Kalau begitu bagi lima kelompok dan pilih pemimpin kalian, lalu para pemimpin ini majulah ke depan dan ambil sketsa ini,"
Setelah berbaris ulang sesuai kelompoknya, lima orang maju sesuai instruksiku. Lalu aku menjelaskan semuanya kepada mereka dan membagikan lima lembar sketsa yang kumiliki untuk mereka jelaskan kembali ke kelompok mereka
"Aku ingin masing-masing kelompok membangun satu, lalu jika masih ada waktu maka kita akan membangun proyek kedua bersama,"
"Baik Tuan!"
Semua bahan sudah tersedia, semua alat sudah kubawa dari kota, seharusnya kami dapat membangun kelima hal yang Ryuu minta itu sebelum dia bangun.
Kudengar Ryuu bangun sangat pagi.... tapi itu wajar karena dia tidur paling cepat juga.
"Maou!" Itu Kyouka
"Lalu kenapa kamu juga belum tidur?" lanjut tanyaku
Dia mendekat dan melihat sketsa milik ku yang ada di meja
"Jadi ini kah yang Ryuu maksud dapat mempercepat pengepungan?" katanya
Aku pun ikut mendekat
"Ya, aku juga yakin kedua hal ini dapat melakukan itu,"
"Eh..... lalu apa lagi yang kamu butuhkan?" Kyouka bertanya sembari menatap mataku
"H-huh? T-tidak ada lagi, semuanya sudah tersedia disini, sisanya aku hanya perlu air untuk membasahi kulit-kulit hewan itu,"
Lagi-lagi gugup, tapi mau bagaimana lagi bukan? Soalnya dia adalah gadis idamanku!
Umm.... meski mahkota besar itu menutupi rambutnya, ia masih tetap cantik. Ah! Aku harusnya fokus, untuk sekarang aku akan mengerjakan proyek ini dulu
"Darimana kamu berencana akan mendapatkan air? Maksudku kita memang punya banyak, tapi itu untuk keperluan yang lain,"
Dia benar, kami memiliki air yang kami bawa dari ibukota namun itu untuk keperluan minum pasukan ini, sebenarnya itu pun akan kurang jika pengepungan ini berlarut-larut, makannya Ryuu sangat menginginkan kedua hal ini
"Satu-satunya cara adalah mengambil air laut, karena didekat sini tidak ada sungai yang mengalir," jawabku
Bahkan aku pun tahu bahwa membangun kota diatas dataran tinggi yang mana tidak satupun sungai mengalirinya itu bukanlah pilihan pertama dan terbaik, lalu mengapa mereka tetap melakukan itu?
Ryuu bilang semua kota memiliki sejarahnya masing-masing, Ladenvield juga demikian
Kota itu dulunya merupakan area pengungsian dari kerajaan Edelfield yang kala itu memiliki Raja yang buruk, itulah asal usul Ladenvield dan perseturuan mereka dengan Edelfield
__ADS_1
Jadi kota Ladenvield sendiri tidaklah tersusun dengan rapi seperti kota Ruby, Karena sejak awal mereka tidak berniat membangun kota disana, namun malah kejadian....
"Tapi pantai pun juga cukup jauh, kalau mau yang dekat maka pergi ke tebing dan mengambil air laut dengan ember yang dikaitkan dengan tali. Itupun berbahaya...... Kuharap ada hujan sehingga pekerjaanmu menjadi mudah,"
Dan..... apa yang Kyouka katakan menjadi kenyataan
Tepat setelah ia berkata begitu, awan-awan hitam mulai muncul diatas kami dan turunlah hujan yang tidak terlalu lebat. Membasahi kulit-kulit kering yang sudah kami persiapkan
Aku sangat takjub akan hal itu, sepertinya semua yang Kyouka katakan akan menjadi kenyataan....
"Bagaimana bisa...?"
"Hehe.... sepertinya aku cukup beruntung,"
H-hoi apa yang terjadi? Mengapa tanahnya menjadi basah? Memangnya tadi malam hujan? Seingatku kemarin sore langitnya sangat cerah
Ugh, aku harus ke toilet, lalu aku akan membasuh wajahku.
"N-nona Rune!"
Hmm? Aku sedang membasuh wajahku namun tiba-tiba seorang prajurit datang dengan takut bercampur gugup
"Kenapa? Apa musuh mengirim pasukan keluar dinding mereka?"
"B-bukan itu nona, t-tapi....."
Aku langsung berlari menuju ke arah yang ditunjukan oleh prajurit itu
Hei-hei apa apaan ini?! Bagaimana bisa ini semua jadi dalam semalam saja? Aku tahu kalau Maou itu jenius tapi..... memangnya mungkin?! Wah.... ini baru satu dari kekuatan Sains, aku tidak sabar menunggu sisanya
Di perkemahan ini masih sepi, disini sendiri ada beberapa orang yang tidur begitu saja diatas tanah. Kuyakin mereka ini adalah tim milik Maou yang bertugas membangun ini semua, sebuah mahakarya ini
Sebagian mungkin tidak setuju denganku, soalnya ini mesin untuk membunuh dan untuk mempercepat pembunuhan sih....
"Diablo dimana?" tanyaku
"Tuan diablo masih beristirahat di tenda sebelah sana, nona. Begitu pula dengan sang Ratu,"
"Eh?! Mereka tidur berdua?!"
"T-tidak! Bukan itu maksud saya nona! Yang mulia Ratu beristirahat di tenda beliau sendiri,"
Oh.... aku salah paham, tehe...
Hahaha, tapi aku harus berterimakasih kepada Maou ketika dia bangun nanti. Apalagi dia juga menambahkan lapisan kulit basah agar kayu dibelakangnya jadi kebal dari api, meski pasukan didalamnya masih dapat merasakan panas namun itu bisa diakali dengan menyiramkan air kepada mereka secara berkala
"Anu.... apa perlu saya bangunkan tuan Diablo?"
"Tidak perlu, kita juga akan memulai penyerangannya siang hari, sekarang kamu panggil rekan-rekanmu dan ambil dua atau tiga kereta kuda, lalu kumpulkan bebatuan yang ukurannya sekitar lingkar tanganmu,"
"Baik nona!" lalu ia pergi
Aku menunggu disini selama beberapa saat, namun dalam waktu singkat saja sudah berkumpul ratusan prajurit yang penasaran dengan benda apa yang ada disini, meski mereka tidak berani mendekat karena ada aku.....
Tidak buruk juga untuk ditakuti, aku sih lebih memilih dihormati tapi yah nanti juga akan begitu setelah aku memenangkan beberapa pertempuran lagi
Mengapa aku tidak membiarkan mereka mendekat? Itu karena aku malas menjelaskan mekanisme mesin perang ini, biar Maou saja yang menjelaskannya saat dia sudah bangun
Hmm? Apa mesin perang yang Maou bangun?
Yah....
Itu adalah menara pengepung dan manjanik
__ADS_1