The Sended

The Sended
Chapter 84: There's no Shame in Deterrence


__ADS_3

.


Qing,


Kota terbesar di Benua ini dan mungkin yang terbesar di wilayah manusia ini dipenuhi dengan banyak bangunan perpustakaan yang menyimpan buku pada bidang-bidang tertentu saja, kota ini sudah menjadi seperti perpustakaan itu sendiri, sementara bangunan itu adalah bagian dari dalam perpustakaan besar ini


Itu perumpamaan saja, soalnya diantara mereka memang ada yang terbesar dan termegah, perpustakaan di Fuzhou mungkin besarnya hanya seperempat dari itu.


"Sihir tidak hanya sebuah alat untuk berperang dan membunuh, itu adalah sarana kehidupan dan kemakmuran," seorang guru mengajar di pinggir jalan


"Namun itu berkembang pesat karena pertempuran serta pertumpahan darah, tidak kah anda bisa mencela hal itu?" Aku masuk kedalam bahasannya begitu saja


"Ya itu benar anak muda, namun jika kita terus memikirkan hal negatif, maka sihir itu sendiri akkan menjadi buruk di mana mayoritas orang," jawabnya


"Anda benar.... saya ingin bertanya dimanakah perpustakaan Qing yang terkenal itu?"


"Ah, anda adalah turis rupanya, engkau hanya perlu mengikuti jalanan utama ini, ketika sampai di bundaran air mancur, belok ke kiri, dari situ sudah banyak tanda yang mengarah ke perpustakaan besar,"


"Baik, terimakasih pak tua,"


Dijelaskan cukup sulit, layaknya kota Chang'an, disini terdapat banyak sekolah di pinggir-pinggir jalan. Kebanyakan adalah filosofi, di posisi kedua baru sihir


Biasanya di Benua ini filosofi dan sihir digabung menjadi satu, dengan tambahan bumbu sastra maka terciptalah sebuah kekhasan Benua Timur, Benua paling cerdas di wilayah manusia.


Cerdas memang iya, tapi benarkah mereka unggul dalam segala hal?


"Kemari dan saksikanlah permainan pertempuran! Di sisi kiri kita ada tuan Zhuge dengan taktiknya yang tak terduga, di sisi kiri ada tuan Zhao yang berani mengambil risiko besar untuk menang!"


Entahlah, itu semacam catur namun digerakan dengan sihir dan tanpa adanya pergantian giliran, permainan itu mencerminkan kondisi sesungguhnya di medan tempur yang mana tidak ada yang statik, semuanya terus bergerak.


Itulah yang kumaksud


Benua Timur, bahkan yang paling brilian diantara manusia, jika hanya berdasar pada buku maka Raja-Raja Benua Barat dengan pengalaman perang mereka bisa dengan mudah mengalahkannya


Jarangnya terjadi pertempuran meski membawa kemakmuran, akan menjadi malapetaka jika tidak diimbangi dengan membangun kekuatan militer.


Tidak perlu malu dalam hal itu, memiliki senjata itu berbeda sangat dari menggunakannya


"Keberuntungan berpihak pada yang berani!"


Aku mungkin mulai sedikit memahami permainan mereka itu, keduanya mengontrol pasukan mereka dengan sihir semacam telekinesis lemah. Yah.... umpamanya mereka sedang bermain game dengan kontroler, sementara sihir tadi adalah kabel kontroler itu


Zhao memasukan seluruh unit cadangannya dan membuat permainan ini menjadi lebih seru, meh... lebih cepat selesai juga


Dengan itu ia hanya tinggal bisa menunggu hasil dari lokasi pertempuran, sementara Zhuge masih bisa menggerakan beberapa unit. Ini adalah kemenangan untuk Zhuge


"Ia yang akan menang tahu kapan harus bertarung dan kapan tidak,"


Di posisinya, Zhuge tinggal melakukan gerakan memutar dengan mudah tanpa halangan lagi karena seluruh unit Zhao sudah terpaku pada pertempuran.


Tentu saja dia menang, Zhao menggunakan taktik blak-blakan seperti itu, sangat tertebak dan bisa diakali

__ADS_1


Seharusnya buatlah rencanamu segelap dan tidak tertembus seperti malam, dan ketika dirimu mulai bergerak, bergeraklah seperti petir yang menyambar dengan cepat. Dalam sejarah, konsep ini lah yang terus menerus membuat sebuah bangsa unggul dalam peperangan


"Pemenangnya adalah tuan Zhuge!"


Para penonton bertepuk tangan mengapresiasi skill milik Zhuge


Sebenarnya aku ingin ikut dalam permainan itu, akam tetapi seperti yang kubilang sebelumnya bahwa Ming bisa menyerang kapan saja sekarang, aku setidaknya ingin membaca beberapa buku sebelum Kyouka menghubungiku lewat sihir.


"Sebuah ruangan tanpa buku sama seperti sebuah tubuh tanpa nyawa,"


Aku sudah tidak paham lagi... mengapa perpustakaan ini bisa memiliki desain yang lebih mirip kepada gaya Barat?! Ini Benua Timur loh!


Desain interiornya nampak elegan dengan ukiran cantik di tiap pagar kayu dan tangga, cahaya redup yang membuat kondisi nyaman untuk pembaca, serta sebuah struktur besar ditengahnya yang menjadi pusat perpustakaan ini


Itu mirip seperti struktur sebuah atom lengkap dengan jalur elektronnya, sementara inti atomnya sendiri bercahaya cukup terang.


Didalam sini, seperti yang dikatakan, sangatlah luas namun sesak dipenuhi rak-rak dan buku serta tentunya para pembaca yang datang dari seluruh Benua.


"Pada perang tiga dinasti, sebuah sihir baru tercipta. Itu adalah sihir cahaya yang membangkitkan semangat juang pasukan Liushu ketika dikepung oleh ribuan prajurit Caowei, menjadi titik balik serta mengembalikan keseimbangan kekuatan di tanah itu,"


Seseorang yang kukenal sedang membaca isi bukunya


Itu tidak lain adalah Xia Li, dia adalah gadis yang kuberi buku mengenai sejarah Ruby dulu.


"Jika manusia bisa menggunakan sihir cahaya, maka kita seharusnya sama kuatnya dengan Seraphim," kataku


"Itu juga yang kupikirkan, pasti itu hanya semacam trik atau... eh? Sepertinya aku mengenal suara itu..." Dia menurunkan bukunya dari wajahnya sehingga bisa melihatku


.


"Selamat datang di Qing, Nona Ryuu,"


"Perasaan dulu kamu tidak sesopan ini, Li,"


"I-Itu karena aku tidak tahu kalau kamu adalah orang yang sangat penting di Ruby- Ups!" Dia kembali dengan bahasa tidak formalnya


"Aku lebih nyaman dengan itu," kataku


Dia bersikeras ingin menunjukanku kota Qing, ke tempat-tempat yang ia suka kunjungi, jadi aku menurutinya dan menjadikannya pemandu tur ku


Kami pergi ke tower tertinggi tempat para ahli sihir meneliti sihir mereka, inilah tempat paling tinggi di kota Qing dan mungkin adalah yang terindah jika kami tidak pergi ke tempat-tempat selanjutnya.


Di sisi Timur kota terdapat patung-patung untuk memperingati para ilmuan dan penulis paling berjasa kepada pengetahuan umat manusia, di sekitarnya juga ada batu-batu tinggi yang terukir nama-nama orang dengan peran yang sama.


Setelah itu kami pergi ke paviliun seorang bangsawan yang dibuka untuk umum, didalamnya terdapat berbagai macam tanaman yang masing-masing memperlukan perlakuan kusus.


Yang terakhir adalah akademi Qing, disini Li menjadi seorang murid yang akan lulus tahun ini


"Ketika lulus nanti, aku ingin menjadi seorang ahli sihir petualang yang pergi ke ujung dunia untuk meneliti segala anomali yang ada,"


Itu impian yang besar, tapi... sangat mungkin diwujudkan dengan kehadiran Ruby

__ADS_1


"Mengenai akademi itu, memangnya apa yang kamu pelajari disana?" Tanyaku


"Akhir-akhir ini yang sedang popular adalah sihir alkimia, dikembangkan pertama kali oleh bangsa Dwarf, kini sihir itu sudah dicap sebagai terobosan baru oleh para petinggi akademi,"


Karena di Benua ini terdapat sebuah koloni Dwarf jadi ilmu mereka ikut teralirkan kepada kami kah? Itu perkembangan yang sangat bagus


Sebenarnya banyak hal bagus yang bisa kami dapatkan jika menjalani hubungan baik dengan para Dwarf ataupun Elf, namun saat ini rasanya itu tidak mungkin mengingat kekuatan kami yang terlalu kecil untuk bisa dianggap seimbang


Adanya nanti malah kami dimanfaatkan....


"Sihir itu menukar material mentah sebagai hasil jadinya kan? Tidak aneh jika Dwarf mengembangkan hal itu..."


"Apa Ruby tidak mengembangkan sihir alkemi? Pasti itu akan berguna kedepannya," tanya dia


"Yah, kuyakin pimpinan kaum terpelajar kami tahu apa yang dia lakukan, aku tidak memiliki wewenang untuk ikut campur kedalamnya. Namun perkembangan disini menjadi lebih pesat karena itu kah?"


"Itu.... Sihir alkemi masih konsep baru, jadi penggunaan di lapangan juga masih sangat sedikit,"


Ah jadi belum terlihat hasilnya...


"Aku selalu memikirkan ini Nona, apakah anda bisa menggunakan sihir?"


"Bisa, kenapa kamu sangat kepikiran?"


"Umm, sebagai sesama ahli sihir aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apa kamu sudah berhasil mengetahui rahasia dibalik sihir ini? Karena kurasa ada sebuah jawaban besar dibaliknya, aku berniat untuk menemukan hal itu," kata dia


Rahasia dibalik sihir hmm?


"Sudah," jawabku


"S-Sudah? Yang benar?" Dia tak percaya


"Iya, aku sudah tahu darimana dan bagaimana sihir itu bermula, aku juga tahu cara sebenarnya menggunakan sihir,"


"Eh? Bisakah kamu memberitahuku?"


"Tentu saja, tapi nanti petualanganmu menjadi membosankan. Kuberitahu sebuah petunjuk saja, cara menggunakan sihir itu lebih mudah dari yang kamu pikirkan, lalu asal usul sihir... aku juga tidak tahu dimana mereka sekarang namun ada sebuah ras yang tidak pernah muncul di buku apapun atau lidah siapapun mengatur itu untuk kita, kuharap kamu mencari mereka ketika melakukan perjalananmu, Li," jelasku


Machinarum, entah dimana mereka tapi akan kupastikan mereka berada di sisiku.


Aku sampai lupa tentang akademi ini...


Layaknya sebuah akademi, tempatnya luas dan banyak orang berseragam keluar-masuk tempat ini, namun Li tidak mengenakan seragam itu meski dirinya murid disini, aku tidak tahu alasannya dan tidak mau bertanya...


Akademi ini sendiri terbagi menjadi beberapa kompleks yang mana memiliki bidang berbeda tiap kompleks itu, Li katanya pernah masuk ke tiap bangunan untuk memuaskan rasa ingin tahunya saja


Dia tipe orang yang haus akan ilmu pengetahuan eh? Mungkin cocok dengan Maou


"Disini adalah tempatku meneliti,"


"Eh? Kamu mendapatkan tempatmu sendiri diantara bangunan-bangunan ini?" Aku terkagum dengan itu

__ADS_1


"Iya, soalnya aku berhasil mendapat banyak prestasi sebelumnya, akademi menyiapkan ini khusus untuk ku, akan kutunjukan beberapa penemuanku ayo masuk!"


__ADS_2