The Sended

The Sended
Chapter 73: Shameless Warrior, Great General


__ADS_3

.


Jadi ini Chang'an kah?


Dari luar saja sudah nampak berbeda, banyak orang dengan pakaian yang berbeda-beda ingin masuk kedalam kota ini. Tapi tetap saja prosedur harus dilakukan, mereka akan diperiksa sebelum memasuki kota


"Harap tertib! Perintah dari kerajaan mengatakan bahwa dalam keadaan perang, pemeriksaan kota akan diperketat! Sekali lagi harap tertib dan mengikuti instruksi dari penjaga!"


Keamanan diperketat untuk mengurangi kemungkinan masuknya mata-mata, tapi prosedur pemeriksaan juga tetap ada meski kami tidak sedang berperang. Namun kali ini mereka memeriksa lebih teliti dan cermat


"Halo tuan, apa anda seniman bela diri?" Tanyaku pada laki-laki didepanku


"Itu benar, aku kemari untuk mengikuti turnamen lima tahun sekali untuk membuktikan bahwa diriku adalah yang terkuat! Hahaha!"


Oh? Yang terkuat? Kurasa Fengxian juga berbicara soal itu saat berduel melawan Percival


"Hei otak otot, jangan membual seperti itu, kekuatanmu tidak akan ada apa-apanya dibanding dengan tombak ku,"


"Apa kau bilang?!"


"Kalian sungguh tidak mengerti ya? Bela diri terbaik adalah dengan menggunakan pedang,"


"Kakek tua kau diam saja!"


"Ho? Anak muda, sepertinya kita harus bertarung lebih cepat diluar ring kah?"


W-Waduh.... kenapa mereka malah menjadi saling marah seperti ini, apa yang harus kulakukan? Aku merasa jika ini terus berlanjut dan pertarungan terjadi, aku yang bertanggung jawab... Uhh....


"Permisi! Pak penjaga gerbang?"


Aku langsung menuju ke depan gerbang tanpa mempedulikan barisan yang ada.


"Huh? Ada apa nona muda? Kamu tidak seharusnya memotong barisan," kata dia


"Di ujung belakang sana ada beberapa orang yang mungkin akan memulai kegaduhan, aku disini untuk melaporkannya," jawabku


"Benarkah?! Baik, akan kutangani itu. Kalian berdua! Ikut aku ke belakang!"


"Baik pak!"


Ketika mereka pergi, aku menunjukan lencanaku pada penjaga yang lain dan masuk tanpa mengantri lagi. Hehe... enaknya berada diatas...


Jadi... beginikah kota Chang'an?


Uwah! Atmosfer disini rasanya cukup berat, bahkan bernapas pun lebih sulit dari biasanya namun


Kanan-kiri mulai dari gerbang pintu masuk tadi kulihat terdapat banyak sekolah bela diri yang saling memamerkan keahlian mereka masing-masing dengan cara mendemonstrasikannya, ada yang hanya menggunakan tangan kosong, namun ada juga yang menggunakan senjata.


Yah kalau dilihat memang teknik mereka nampak bagus, tapi apa artinya itu dihadapan akselerasi dan sihir- woah! Mereka juga menggunakan sihir buff untuk memperkuat dan mempercepat serangan mereka


Kuralat karena mereka menggunakan sihir, meski begitu mereka tidak mungkin bisa mengalahkan akselerasi ku dengan teknik itu


"Nona, apa kamu tertarik dengan bela diri?"


Oh? Baru beberapa langkah saja sudah ada yang promosi, dan bukan promosi dagangan seperti biasa melainkan promosi sekolah. Hmm.... ini cukup unik ya...


"Itu mungkin benar," jawabku


"Kalau begitu bergabunglah ke sekolah kami! Kami memiliki fasilitas lengkap untuk belajar seni tongkat, kamu akan menjadi seniman bela diri yang besar kelak," tuh kan


"Tidak-tidak, aku tidak ingin belajar bela diri, aku tertarik untuk melihatnya,"


"Oh begitu rupanya.... kalau begitu kamu sedang beruntung, soalnya ada turnamen lima tahun sekali untuk menentukan yang terkuat di pusat kota. Kamu hanya perlu mengikuti jalan ini sampai menjumpai arenanya," menentukan yang terkuat?


Itu berarti gelar Fengxian ia dapatkan awalnya disini kah?


"Apa anda mengenal petarung yang mengalahkan bangsa Dwarf?"


"Tentu saja, dia adalah kebanggaan kota Chang'an hingga dipaksa untuk ikut kedalam militer dan pada akhirnya mati melawan ksatria asing. Meski begitu ia mati dengan terhormat, kematian seorang petarung,"


Wow! Sungguh cerita yang menarik, tapi mari tinggalkan itu dan segera pergi ke arah yang ia tunjukan


Tenang saja, aku punya tata krama kok... aku tidak langsung meninggalkannya begitu saja, aku berpamitan dan berterimakasih lebih dulu.


Mengikuti jalan, lama kelamaan mulai banyak orang semakin aku maju. Bahkan banyak pedagang makanan ringan yang keliling menawarkan dagangan mereka, aku berakhir membeli dua tusuk... umm... apa ini namanya ya?

__ADS_1


Entahlah ada tiga bola dengan warna coklat kemerahan seukuran satu gigitan yang ditusuk dengan sindik kayu, rasanya manis dan mungkin memakan tiga tusuk saja sudah mengenyangkan untuk ku


"Arena akan dibuka dalam tiga jam!"


Aku tertarik untuk melihat pertarungan yang akan berlangsung, tapi... akan lebih baik jika aku tahu siapa yang bertarung. Jadi umm... mari kita tanya ke.... umm.... ah! Prajurit Ruby yang ada disana!


Bukan hal yang aneh jika prajurit Ruby ada didalam kota ini, apalagi Chang'an adalah kota terbaru yang kami taklukan, lalu ini adalah tempatnya para seniman bela diri berkumpul. Jika kami tidak hadir untuk menjaga ketertiban, aku pikir anarkisme bisa saja merajalela


"Hei prajurit,"


"Ada apa nona muda? Apa kamu tersesat?" Ada dua prajurit disana yang sedang bersantai memakan makanan ringan


Ugh... apa mereka tidak bisa mengingat wajah pemimpin mereka sendiri....


Aku menunjukan lencana jabatanku dan melihatnya mereka langsung membuang makanan mereka dan memasang posisi tegak, padahal mereka tidak perlu melakukan hingga segitunya... apalagi makanan itu terlihat enak...


"M-Maafkan kelancangan saya, nona," kata salah satu dari mereka


"Maafkan kami juga karena lalai menjalankan tugas dan makan ditengah tugas tersebut," kata yang lain


"Tidak masalah, kalian juga manusia dan aku disini kali ini bukan sebagai penanggung jawab militer melainkan hanya seorang turis,"


Mendengar ini mereka saling bertatapan bingung.


"Soal turnamen ini, apa ada kandidat yang kalian pikir akan menang?" Tanyaku


Lagi-lagi mereka menatapku dengan bingung dan saling bertatapan


"Anu..."


"Kami pikir itu sudah jelas bahwa kilat putih yang akan menang," jawab mereka


Kilat putih... kah...?


"Benar nona, kilat putih memiliki teknik dan kecepatan yang sangat memadahi untuk memenangkan turnamen ini,"


Kecepatan kah...?


Kalau begitu aku jadi tertarik untuk ikut bertanding


"Eh? Apa nona sendiri yang ingin bergabung?"


"Benar," jawabku


"T-Tapi saya yakin kilat putih itu setara Sir Percival karena kecepatannya itu," salah satu prajurit ragu


"H-Hei! Apa kau tidak pernah mendengar cerita itu?" Tanya prajurit lainnya


"Cerita apa?"


"Kau ini... yah kurasa wajar karena dirimu baru masuk ketika kerajaan kita bersiap untuk berlayar kemari... Nona Rune ini pernah mengalahkan Sir Percival hanya dengan satu gerakan,"


"Eh?!"


"Mungkin benar, tapi saat ini mari tidak bahas itu dulu, jawab saja pertanyaanku tadi,"


"Baik nona! Anda bisa mendaftarkan diri di pusat kota, mari kami antar,"


Oh baik sekali mereka


Aku mengikuti mereka membelah keramaian disini menuju ke pusat kota untuk mendaftar


Padahal turnamen belum mulai tapi kenapa sudah seramai ini sih...


.


"Eh? Nona kilat, kupikir engkau barusan bertarung diatas ring?"


Huh? Kenapa dia bisa mengira begitu?


Sejak tadi aku disini mengayun-ayunkan pedangku, aku melatih staminaku yang rasanya masih kurang ini


"Tidak, aku dari tadi disini," jawabku


"Wah sepertinya ada penipu, kamu sebaiknya waspada kilat,"

__ADS_1


Hmm... jika benar ada penipu maka itu tidak akan bagus untuk karir ku, aku harus menemuinya dan meminta penjelasan atas ini.


Kumasukan pedangku kedalam sarung dan bergegas menuju ke dalam kota untuk mencari si penipu ini, kucari di setiap celah yang ada disini namun tak kunjung kutemukan juga. Ternyata dia sedang berada diatas ring


"Gadis yang mirip seperti kilat itu menghindar dan menghindar lagi! Nampaknya dia bukan kilat putih yang kita kenal, atau itu memang dia namun dengan strategi yang berbeda?!" Kata komentator


Sial... dia sungguh berbeda denganku dalam hal teknik, namun penampilannya memang sangat mirip denganku


"Eh? Bukankah kamu kilat?" Tanya salah satu penonton menyadariku disini


"Berarti yang diatas sana...."


"Dia palsu, dan aku akan segera menghentikannya mencemari namaku lebih jauh," kataku


"Sang kilat terpojok!"


Lawannya adalah pengguna seni pedang lainnya, beliau memiliki pergerakan yang halus namun kuat, aku sendiri yang mengalahkannya soalnya. Pertandingan ini adalah babak penyisihan bagi orang itu, jika dia menang maka si penipu akan ada di posisinya sementara jika dia kalah maka dirinya akan keluar dari turnamen


Aku sebenarnya sedikit berharap untuknya menang melawan penipu, tapi aku lebih berharap jika dia kalah dan diriku yang maju untuk memberi penipu itu pelajaran.


Lihat saja, penipu itu bergerak tanpa teknik sama sekali, ia hanya berlari dari pertarungan didepannya dan beruntung karena dia hebat dalam hal itu, ini sungguh memalukan untuk dilihat


"Jangan menghindar terus! Kau mencoreng nama seniman bela diri!" Seru lawan penipu itu


"Hei, aku mencoba bertahan hidup untuk menang tahu..."


Dia benar-benar memuakan, bertahan hidup untuk menang dia bilang? Tidak ada yang namanya bertahan hidup jika dia tidak menang.


"Sialan!" Ia melakukan tusukan


"Woah!" Lagi-lagi penipu itu menghindar


Namun kali ini dia mendorong lawannya dan karena saat ini mereka sudah berada di ujung ring, lawannya terjatuh kebawah dan dia menjadi pemenang dari pertarungan kali ini


Semua penonton bersorak kepadanya, namun bukan sorakan bangga seperti pada umumnya melainkan sorakan kebencian.


"Petarung tanpa kehornatan!"


"Kau mencoreng nama baik seniman bela diri!"


"Keluarkan dia dari turnamen ini!"


"Kilat putih tidak mungkin melakukan hal seperti itu!"


"Penipu!"


"Penipu!


"Penipu!"


Wajar saja... ini adalah kota Chang'an, kota dimana petarung terbaik dari seluruh penjuru benua berkumpul, mereka akan merasa dihina oleh pertarungan buruk yang mereka saksikan disini.


Harusnya hanya tinggal satu pertandingan lagi sebelum aku memenangkan turnamen ini tapi... kurasa menambah satu demi menjaga reputasiku juga bukanlah hal yang buruk


Aku berdiri dan berjalan perlahan menuju ke ring, satu persatu penonton melihat dan menyadariku yang melakukan itu bersorak untuk ku


"Itu kilat yang asli!"


"Hajar dia kilat!"


"Tunjukan kekuatan seniman bela diri yang sesungguhnya!"


Itu yang ingin kulakukan...


Mungkin karena mendengar sorakan ini, ia juga menjadi sadar dan menoleh kearahku dan menatap mataku langsung. Ini kali pertama aku melihat wajahnya dan menatap matanya, entah mengapa itu.... membuatku merinding


Mata merahnya yang seperti menyala itu mirip seperti darah, mungkin karena hal itu juga dianggap kutukan oleh orang-orang sekitar jadi aku juga sedikit ta...kut...?


"Nona kilat putih, anda tidak seharusnya bertarung disini, pertandingan anda adalah lusa benar?" Tanya komentator


Aku takut? Hah? Sungguh banyolan apa yang ada di pikiranku saat ini. Hal itu membuatku marah sendiri dan langsung melompat keatas ring


"N-Nona kilat?"


"Ini tidak akan lama."

__ADS_1


__ADS_2