
Malam itu berlalu dalam kesunyian, para prajurit tertidur lebih awal untuk perjalanan besok pagi
Seluruh senjata yang dimiliki Oda saat ini sedang dikumpulkan di perbatasan untuk segera diangkut besok
Kyouka kini sedang memandangi langit malam yang indah dihiasi oleh ribuan bintang, dia tidak bisa tidur memikirkan hari esok dimana pertumpahan darah akan terjadi
"Apa kami bisa melaluinya...," gumamnya
Perlahan dia menutup matanya dan larut dalam mimpinya
Akhirnya pagi telah tiba pada hari yang sudah ditunggu-tunggu selama tiga minggu ini,
Ryuu bangun lebih awal juga karena dia lah yang tidur paling awal, dia membangunkan Kyouka untuk ikut dengannya ke medan tempur
Tentu saja Kyouka tidak mau, dia tidak mau melihat pertumpahan darah di depan matanya sendiri
"Eh... jadi kamu masih punya pemikiran seperti itu ya?"
Alasan Ryuu mengajak Kyouka adalah karena setelah pasukan utama klan Yui hancur, dia akan langsung melaju ke ibukota Yui jauh di Utara
Dia juga akan berada disana selama beberapa saat untuk mengurus masalah wilayah dan kependudukan, jadi Kyouka setidaknya bisa membantu Ryuu dalam masalah kependudukan ini
"Kalau begitu aku setuju," jawab Kyouka
Sementara itu di wilayah klan Asagi, pasukan koalisi telah terbentuk dari lima klan yang berbeda, totalnya ada 12.000
Jumlah ini masih terbilang kecil apabila dibandingkan dengan klan Yui yang memiliki 40.000 di pihak mereka, itu wajar karena mereka adalah klan terkuat di Ming saat ini
Funomiya Asagi selaku pemimpin pasukan koalisi memberi pidato didepan pasukan
"Tahanlah!! Jika kita berhasil menahan mereka di benteng Hotaru, kita akan meraih kemenangan!!" seru Funomiya di akhir pidatonya
"Ya!!!", jawab pasukan koalisi serentak
Meskipun terlihat kuat dan berani, Funomiya sendiri sebenarnya masih ketakutan akan klan Yui bila sampai kalah. Dia benar-benar bergantung pada Ryuu meski tidak tahu apa yang akan Ryuu lakukan
Disamping hal ini, Ryuu masih melakukan rapat kepada para pemimpin pasukan tentang taktik yang akan dia gunakan
"Hit and Run, itu yang akan kita lakukan," jelas Ryuu
Mirip seperti gerilya, Hit and Run dilakukan adalah sebuah taktik yang sangat ampuh apalagi bila penggunanya memiliki mobilitas tinggi, tujuan dari taktik ini bukan untuk menghancurkan musuh melainkan melemahkan
Menurut Ryuu, hanya ada satu jalan yang dapat digunakan oleh klan Yui menuju ke Selatan. Dan jalan ini melalui celah antara tebing yang tinggi
Di tebing-tebing inilah pasukan Oda ditempatkan untuk melakukan serangan penyergapan untuk melemahkan
Setelah melewati tebing-tebing ini, dipastikan bahwa hari sudah malam dan musuh masih harus membangun tenda untuk bermalam. Disinilah rencana kedua dimulai
Ryuu membagi lima pasukannya dan mengoperasikan mereka secara bergilir untuk menyerang perkemahan musuh bergantian sampai pagi tiba, dengan ini maka pasukan musuh tidak dapat istirahat sama sekali
Memang korban di pihak musuh tidak akan banyak ketika melakukan taktik ini, namun memang itu tujuan Ryuu
"Apa kalian mengerti?" tanya Ryuu
"Siap, Nona Tokuhime!" jawab mereka serentak
Segera setelah pertemuan itu, para pemimpin kembali ke pasukan masing-masing dan menyiapkan barisan untuk berangkat
__ADS_1
Ryuu sendiri pergi kedalam istana untuk berpamitan kepada Kaguya dan pamannya, dia juga pergi ke kamar Kyouka
"Kyouka, ayo," kata Ryuu ketika memasuki kamar Kyouka
"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?"
Kyouka sudah berpakaian lengkap dan bersiap untuk ikut Ryuu ke Utara, dia sedang duduk di kasurnya berdoa untuk diberi keselamatan
Mereka berdua pergi keluar istana yang sudah disambut 7.000 pasukan berpakaian dasar merah dan menggunakan armor ringan asigaru berwarna hitam yang dihiasi lambang Oda di dada mereka
Armor asigaru adalah armor ringan yang terbuat dari kayu berlapis sehingga dapat menahan peluru, meskipun sebenarnya terkadang tidak benar-benar menahan. Namun armor ini sudah menyelamatkan banyak pasukan
Pasukan Oda dilengkapi topi kerucut seperti caping yang dihiasi logo Oda juga untuk melindungi kepala mereka
Setiap pasukan juga membawa senjata berupa senapan bolt-action model lama, hanya itu yang mampu Ryuu dan klan Oda miliki
Sebelum berangkat berperang, Ryuu mengenalkan sebuah tradisi baru berupa meminum sake dengan cangkir kecil dan memecahkannya setelah diminum
Hal ini entah mengapa menambah semangat para prajuritnya
Ryuu beserta para pemimpin pasukan berada di paling depan bersama dengan Kyouka, dan pemandu jalan
Pemandu jalan diperlukan karena jalan yang Ryuu pakai adalah pegunungan sehingga dapat membuat pasukannya tersesat dengan mudah tanpa pemandu
Jalan ini merupakan jalan tercepat menuju ke tebing yang ingin Ryuu jadikan perangkap melawan pasukan Yui
Semua sudah diatur oleh Ryuu, hanya tinggal pengerjaannya saja
"Tahan!! Jika mereka melewati benteng ini, koalisi akan tamat!!" seru Funomiya di atas dinding
Pasukan koalisi dengan pakaian dasar putih melawan pasukan klan Yui dengan pakaian hitam dibalik armor mereka
Namun ayahnya meninggalkan pengikut-pengikut klan Yui yang cerdas sehingga menutupi kekurangan Kirigami tersebut
"Kapan perang ini berakhir...?" keluh Kirigami pelan di dalam tenda besarnya
"Tuan Kirigami, benteng Hotaru akan runtuh dalam beberapa hari lagi," lapor seorang prajurit berpangkat menengah
Klan Yui membagi dua pasukannya karena di Utara wilayah mereka sedang terjadi krisis suksesi dimana adik Kirigami yaitu Kamui sedang membentuk pasukan disana
Pemberontakan terjadi di wilayah Utara klan Yui sehingga mereka tidak bisa memobilisasi pasukan secara menyeluruh
Ryuu bertujuan untuk menyerang pasukan kedua ini yang akan segera dipindahkan dari Utara karena Kamui telah kalah dan menyerah beserta pasukannya
"Tuan Kirigami, apa yang mau anda lakukan terhadap adik anda?" tanya seorang jenderal
"Aku..... masih memikirkannya", jawab Kirigami
Kamui dibawa pasukan kedua untuk menghadap Kirigami sedangkan pasukan miliknya di tahan di kota terdekat
Jebakan Ryuu sudah siap di sepanjang tebing yang akan dilalui pasukan ini
Dengan beberapa pelontar yang dibawa Oda, mereka bersiap menembak pasukan yang berjumlah 10.000 ini dibawah mereka
《Ryuu POV Start》
Hari itu, kami berbaris melewati jalan sempit yang sangat berbahaya diatas gunung. Tidak sedikit pasukanku yang terjatuh dan menjadi korban dari taktik miliku ini
__ADS_1
Namun kami berhasil melewatinya dan kini kami sudah berada di depan jalan utama yang digunakan pasukan pertama Yui sebelumnya untuk menuju ke benteng Hotaru
"Kita jalankan langkah selanjutnya " kataku sambil tersenyum karena semangat
Pasukan mulai menggali lubang pertahanan di ujung-ujung tebing di sepanjang jalan, rencana sudah dibuat dan tinggal dikerjakan saja
Saat pagi besok, pekerjaan ini harus sudah selesai
"Ayo cepatlah-cepatlah.... segera selesaikan pekerjaan ini, kalau besok pagi kalian belum selesai juga, kalian bisa mati terbunuh loh," kataku untuk menyemangati mereka
"Ryuu, apa kamu sedang mencoba menyemangati mereka?" tanya Kyouka dibelakangku
"Iya, tentu saja,"
"Aku baru pernah mendengar kata-kata penyemangat seperti itu, dan lagi kamu berkata dengan nada malas sehingga memberi kesan lain," jelas Kyouka
"Ah, maaf-maaf, aku juga baru pernah memimpin sebuah pasukan di hidupku," kataku
Kalau tidak salah, umur Kirigami Yui si ketua klan Yui itu sama denganku kan? Hebat juga dia bisa mengendalikan klan sebesar itu dalam tangannya
Tidak-tidak, mungkin saja dia memiliki penasehat yang hebat atau semacamnya. Apapun itu, dia tetaplah musuhku di medan perang, aku tidak akan segan membunuhnya
Melihat kondisi pasukanku sekarang sepertinya pembangunan ini akan selesai beberapa jam lagi, aku harap ini cukup untuk mengurangi jumlah klan Yui
Akhirnya tiba juga, hari dimana klan Oda akan dikenang selamanya, kami akan mengalahkan klan besar dengan pasukan sekecil ini
Beginilah medan perang di Timur, kami tidak mempunyai tank sebagai pendukung angkatan darat karena satu alasan,
Dahulu saat perang melawan Revolusi Nonna, kekaisaran memiliki tank meskipun dalam jumlah yang terbatas. Kami memindahkan seluruh kekuatan militer ke Utara untuk mendukung jalannya perang disana
Hingga kami menyadari bahwa itu merupakan kesalahan besar
Revolusi Nonna berhasil mengalahkan pasukan kami sehingga dibuatlah sebuah perjanjian sama seperti ketika Federasi Nonna kalah terhadap Germanica
Perjanjian ini membuat seluruh peralatan militer di Utara diberikan ke Revolusi yang mana seluruh yang ada disana merupakan semua yang Kekaisaran punya
Mungkin ini salah satu alasan kenapa Kaisar gagal menghentikan revolusi dalam negerinya, persenjataan yang kurang huh?
"Nona Tokuhime, itu barisan klan Yui," lapor seorang prajurit kepadaku
Akhirnya mereka tiba juga, dan barisan itu benar-benar memenuhi jalan didepanku. Namun memang itu yang kuharapkan
"Bagaimana bebatuannya?" tanyaku
"Ya, bebatuan sudah siap," jawab pasukan yang sama
"Kalau begitu, bisa kita mulai saja?" tanyaku sambil tersenyum manis
Tentu saja mereka semua bingung melihatku berkata seperti ini, terkesan tidak serius mungkin
"Itu adalah perintah loh, pasukanku," jelasku dengan senyuman yang sama tapi mungkin berkesan berbeda seperti kata Kyouka tadi
"Ba-baik, Nona Tokuhime", jawab pasukanku
Soal bebatuan, hal ini baru kurencanakan tadi. Bebatuan ini digunakan untuk memperlambat lagi laju pasukan Yui sehingga mungkin mereka akan bermalam di atas jalan ini
Cara penggunaannya dengan di dorong dari atas tebing dan batu-batu besar ini akan jatuh dengan cepat menimpa dan menutupi jalan sehingga pasukan klan Yui akan melambat
__ADS_1
Hal itu malah semakin menguntungkanku karena kami dapat terus menyerang dari atas tebing semalaman
Disamping hal itu, suara tembakan pertama sudah terdengar ke seluruh medan tempur. Suara ini juga pertanda bahwa klan Oda sudah memasuki status peperangan melawan klan Yui