
Sebuah anak panah bisa mengubah laju pertempuran atau bahkan perang yang sedang terjadi itu sendiri
Dikatakan bahwa Harold Godwinson, seorang Raja Inggris Anglo-Saxon terakhir sebelum digantikan oleh bangsa Norman, dia mati pada Pertempuran Hastings 1066
Harold Rex Interfectus Est, Raja Harold telah gugur, dengan sebuah anak panah yang dikatakan langsung menusuk ke dalah satu bola matanya. Setidaknya itulah yang dikenal oleh orang-orang di masa depan
Namun pada sastra yang ditulis oleh Guy, pastor dari Amiens, yang berjudul Carmen de Hastingae Proelio atau lagu tentang pertempuran Hastings, dijelaskan bahwa Harold mati oleh empat ksatria yang salah satunya adalah Duke William itu sendiri
Kalau benar jika sejarah ditulis oleh sang pemenang, maka versi pastor Guy inilah yang harusnya menjadi sejarah kita karena ia merupakan bawahan Duke William sang pemenang.
Sebuah anak panah adalah objek yang sedang melayang kearahku. Tapi tidak seperti Harold Godwinson, aku menepisnya menggunakan pedangku dan itu terjatuh setelah memutar beberapa kali dengan cepat
Meski akan menemui akhir yang berbeda, tapi hal ini sekaligus akan merusak perjanjian yang sudah kubuat dengan Paul sebelumnya
"Mari balaskan dendam Jenderal Paul kepada bangsa barbar itu!" Seru pria yang menembakan panahnya
Para prajurit Edelfield memulai pertarungan kembali dengan prajurit Ruby didekat mereka, meski tidak semuanya sih. Ada beberapa yang bingung karena ini, bahkan yang ikut bertarung pun ada yang sekedar mengikut saja
"Tunggu! Kita memiliki sebuah perjanjian untuk dihargai!" Kata Armstrong mencoba untuk menghentikan kegilaan ini
Tapi tanpa membuahkan hasil....
"Sepertinya perjanjian sebelumnya langsung hancur begitu saja ya, Sir Armstong?" Kataku
"Mohon tunggu sebentar Nona Rune, saya akan memperbaiki ini,"
"Terserah anda, tapi yang pasti kami akan membunuh mereka yang tetap berada disini karena salah satu kesepakatannya adalah bukit ini menjadi milik kami, kuharap kamu segera mundur bersama prajurit Edelfield yang patuh,"
Armstrong jatuh kedalam dilema yang cukup sulit sebagai pengganti Paul sementara, pada akhirnya ia memerintahkan seluruh pasukan Edelfield untuk mundur kembali ke desa perbatasan yang sudah mereka taklukan
Tapi hanya separuh dari pasukan Edelfield yang mau mengikuti perintahnya, sisanya ia tinggalkan disini untuk menemui ajal mereka.
Aku sendiri kembali menuju ke dekat Kyouka dan Maou yang kini sudah tak lagi diatas bukit kedua, aku memberikan perintah kepada pasukan ini dan pasukan Percival untuk memutari musuh yang sedang terkunci dalam pertempuran melawan pasukan kami didepan
Begitulah pertempuran disini selesai, setelah para prajurit Edelfield yang tadinya sangat semangat untuk membalaskan dendam Paul yang sama sekali tidak mengharapkan itu, kini mereka jatuh kedalam keputusasaan setelah terkepung dan terbantai oleh kami
"Sekarang kita hanya perlu menunggu sehari sebelum mengejar mereka,"
Para prajurit Edelfield yang kini memiliki kuda yang jauh lebih sedikit dari sebelumnya tidak mungkin bergerak dengan kecepatan yang sama, mereka akan sangat mudah terkejar oleh kami
"Tapi dengan hilangnya Paul, apa kamu pikir mereka akan mengampuni desa perbatasan itu?" Tanya Kyouka
__ADS_1
Sekarang ketika dipikirkan, kurasa aku mungkin salah lagi. Ada kemungkinan jika para prajurit Edelfield yang mundur dengan perasaan marah karena pemimpin mereka gugur itu akan melampiaskan amarah mereka pada penduduk desa itu
Tapi tidak seperti aku bisa berbuat apapun... Karena mereka sudah menjadi bagian dari Edelfield sejak pasukan Edelfield menduduki desa itu, aku tidak bisa ikut campur setidaknya dalam jangka waktu sehari gencatan senjata
"Mari berharap mereka sampai kesana setelah sehari, hanya dengan begitu kita dapat membantu desa perbatasan itu dengan menghancurkan pasukan Edelfield sebelum sampai kesana,"
Seperti yang kukatakan sebelumnya, musuh tidak mungkin bergerak secepat sebelumnya, jadi kita masih bisa menyusul mereka
Tapi kemungkinan lain juga bukanlah nol, mari ambil contoh dari Harold Godwinson lagi saja. Sebelum pertempuran Hastings, Harold beserta seluruh pasukan Inggris bertempur melawan musuh mereka yang lain yakni Norwegia
Ugh.... Kurasa akan sulit dimengerti jika aku memulainya langsung dari sana.
Ada seseorang yang sangat kaya di tanah Inggris dahulu, dia adalah pemimpin wilayah Wessex bernama Godwin, ia memiliki beberapa anak yang salah satunya dinikahkan dengan Raja Inggris, Edward, sementara anaknya yang lain adalah Harold Godwinson itu sendiri
Ketika Godwin meninggal, Harold menjadi tangan kanan baru Raja Edward dan mendapat banyak pengaruh sehingga ia disebut sebagai Wakil Raja. Oleh karena itu, ketika Raja Edward meninggal tanpa memiliki penerus, ia mengambil alih.
Sekarang mari bicara soal musuh Godwin yang juga mengincar takhta Inggris yakni Duke Normandia, William. Sebelum menjadi Raja, Edward beserta keluarganya mengungsi ke Normandia karena ada invasi oleh bangsa Viking, dan William merupakan salah satu kenalan baiknya disana
William mengaku jika Edward pernah menjanjikan bahwa ketika ia meninggal kelak, William boleh mengambil alih takhta Inggris.
Lalu ada pihak ketiga yakni Harald Hardrada, dikatakan sebagai Viking terakhir, ia adalah sosok Raja Petualang dari Norwegia yang dulunya merupakan tentara bayaran yang bersedia bertarung dimanapun uang berada
Ketika kembali ke Norwegia, singkat cerita ia berhasil menjadi Raja disana.
Kita kini memiliki tiga kandidat untuk menduduki takhta Inggris, ketiganya terkesan cocok untuk menjadi Raja dengan alasan mereka masing-masing, namun hanya satu yang bisa mendapatkan posisi itu.
Ketika William berniat untuk menginvasi Inggris, angin menuju ke arah selatan yang mana membuat armadanya tidak mungkin bisa bergerak. Disisi lain, angin itu membawa Harald turun dari Norwegia menuju ke Inggris
Pada saat inilah kemampuan Harold diuji
Jadi sebelumnya Harold sudah mempersiapkan invasi William yang tak kunjung datang karena angin terus mengarah ke selatan, ia menjadi lelah dan memulangkan seluruh pasukannya dan pergi menuju ke London
Namun karena para Viking tiba-tiba mendarat di Utara dan dengan cepat mengambil alih kota York, Harold harus cepat-cepat mengumpulkan pasukannya kembali yang mana akan sulit karena ia baru saja membubarkannya
Ia juga perlu menuju ke Utara dengan pasukan barunya, tapi yang menarik adalah ia melakukan semua itu hanya dalam empat hari
Karena hal inilah ketika ia sampai, para Viking dan Harald belum siap menghadapi mereka, namun seorang Viking berdiri dengan berani di jembatan Stamford, menghadang setiap prajurit Inggris yang berani melewati jembatan sempit itu
Tindakan itu memberi waktu kepada pasukan Harald dan Vikingnya untuk membentuk formasi meski sebagian besar dari mereka tidak sempat mengenakan armor mereka dengan lengkap
Pertempuran jembatan Stamford adalah salah satu pertempuran yang terkenal dalam sejarah, itu mengakhiri kisah Harald sang Viking terakhir dan era Viking di Inggris itu sendiri.
__ADS_1
Jika hal itu saja sudah menakjubkan, maka dengarkan kejadian selanjutnya
Ketika pertempuran Stamford selesai, angin akhirnya bergerak menuju ke Utara yang membawa Duke William beserta pasukan Normandianya berhasil mendarat di pantai Selatan Inggris
Lagi-lagi Harold harus memutar balik pasukannya dan menemui pasukan Normandia di selatan, yang mana sejarah katakan bahwa ia melakukan hal itu hanya dalam satu hari
Bahkan dengan kecepatan yang begitu menakjubkan pun, pasukan Harold masih memiliki morale yang sangat tinggi dalam melawan pasukan William, terlalu tinggi mungkin....
Ketika ada beberapa prajurit Normandia yang mundur, mereka memakan umpan itu dengan mengejar musuh meninggalkan barisan, dan William pun memanfaatkannya dengan baik yang akhirnya membunuh Harold dan memenangkan tanah Inggris untuknya.
Yang ingin kukatakan sebenarnya adalah tentang bagaimana Harold yang bisa bergerak sangat cepat meski seharusnya pasukan Inggris kala itu memiliki morale rendah karena baru beberapa saat sejak kematian Raja mereka
Pasukan Edelfield disisi lain memiliki Armstrong yang cukup kompeten seperti Percival, jika dia juga bisa menjadi seperti Harold Godwinson maka sampai ke desa perbatasan hanya dalam sehari bukanlah hal yang mustahil
"Ryuu, sebenarnya ketika aku mengunjungi desa perbatasan sebelumnya, aku meyakinkan mereka untuk mengibarkan bendera Ruby segera setelah pasukan Edelfield pergi meninggalkan mereka," eh?
"Aku juga meninggalkan puluhan prajurit elit Ruby yang menyamar sebagai penduduk disana sebagai jaga-jaga jika Edelfield meninggalkan beberapa orang untuk tinggal," eh?!!
Tunggu.... Kyouka yang kukenal dulu tidak mungkin bisa berinisiatif begitu, sungguh dua tahun itu waktu yang lama ya....
"Kyouka.... Kamu sudah melalui banyak hal..." Kataku sembari menepuk pundaknya
"Huh?" Dia menatapku bingung
"Mari bahas rencananya,"
Seharian kami berjalan, akhirnya tujuan kami sudah berada didepan mata, namun begitu juga dengan mimpi buruk kami
Kenapa.... Kenapa gadis itu berada disana beserta seluruh pasukan Ruby dibelakangnya?
Tidak sampai disana, dari belakang kami muncul pasukan lainnya yang dipimpin oleh Ratu Ruby, ia membawa kavaleri bersiap untuk menerjang kami semua ditengah-tengah mereka
Sebagai ksatria aku tidak mengenal kata menyerah, namun sebagai pemimpin.... Jika Jenderal Paul berada di posisiku saat ini, apa yang akan beliau lakukan? Aku hanya sebatas prajurit, aku ada untuk diperintah, bukan untuk memberi perintah
Kurasa sebaiknya aku tidak merendahkan diriku lebih jauh dari ini, aku adalah seorang prajurit maka aku harus bertarung
"Siapapun yang mau bertarung ikuti aku, yang mau menyerah pun aku tidak dapat melakukan apapun pada kalian."
Bagi yang bertanya, inilah akhir dari pasukan Edelfield, memang bukan akhir dari kerajaan Edelfield itu sendiri tapi tanpa sebuah pasukan maka apa arti sebuah negeri?
Ini juga merupakan akhir dari perjalanan Ryuu dan kedua rekannya itu di pulau yang jika dilihat dalam skala ini memanglah cukup luas, namun apabila dilihat dari skala dunia Kelfia maka pulau itu tidaklah lebih dari pulau terpencil
__ADS_1
Selanjutnya mereka akan menapakan kaki mereka ke daratan asing, bersama seluruh pasukan Ruby yang baru kali ini berangkat meninggalkan pulau mereka, rumah mereka
Aku mengharapkan yang terbaik dari sosok gadis menarik itu, apa yang akan ia lakukan selanjutnya ya...?