
"T-tunggu dulu, apa maksudmu?"
"Kamu tahu Rune, kami sudah berpetualang cukup lama dibandingkan denganmu, kami telah melihat banyak hal dibandingkan dirimu, kurasa dan kami rasa kamu harus melanjutkan petualanganmu," kata Peter
H-hah? Tunggu... Aku masih agak bingung, padahal kami baru bertemu beberapa saat yang lalu, tidak sampai sehari. Kini ia bersedia mengorbankan nyawanya untuk ku, kenapa?
"B-bagaimana dengan Lina?! Bukankah dia juga masih baru sepertiku?"
"Mati melawan penyihir kuat seperti Diablo adalah kematian yang indah bagi kami para penyihir, aku juga mungkin bisa mempelajari beberapa jenis sihir untuk bekalku di dunia selanjutnya jika ada,"
Alasan macam apa lagi itu?
"T-tapi,"
"Rune, kamu harus terus hidup untuk kami," kata Feli
"Itu benar, dengan begitu mungkin jiwa kami dapat tenang,"
Mereka benar-benar serius dan tahu kalau tidak ada harapan karena sudah melawan Diablo huh?
Hmm.... tapi itu tidak buruk juga, kalau aku pergi dan kembali kemari pasti mereka sudah mati kan? Dengan begitu aku bisa lebih leluasa untuk-
Haha..... lagi-lagi aku memikirkan untung-rugi disini, padahal sudah cukup lama sejak Kyouka menjelaskan hal itu
Pada akhirnya mereka kuanggap alat, seperti sebelum-sebelumnya.
"Tck! Baik akan kulakukan sesuai permintaan kalian," itu jawabanku
Meski sudah kukatakan iya, apakah Diablo dapat menyetujui proposal Peter yang tidak membuatnya untung itu? Bahkan kurasa ia akan rugi karena membiarkan salah seorang pencuri seperti kami pergi
Ia nampak sedang berpikir untuk itu, kami tinggal menunggu jawabannya saja
"Ternyata memang tidak bisa, kalian telah menyusup kedalam kerajaanku, mencuri berbagai hal, jadi mana mungkin kubiarkan begitu saja
Namun, aku bisa membiarkanmu pergi dari sini dengan syarat bahwa guardian kerajaanku, Lyra akan mengejarmu. Aku tidak peduli bagaimana caramu untuk lolos, tapi jika kamu berhasil keluar maka akan kubiarkan
Aku tidak akan ikut campur dalam pengejaran ini, begitu juga dengan bawahanku lainnya. Ini adalah masalahmu dan Lyra,"
Salah satu dari beberapa sosok yang tadi berdiri di samping kanan dan kiri Diablo itu melangkah maju, jadi dia adalah Lyra, seorang gadis cantik dengan rambut pirang bergelombang yang cukup pendek hanya sanpai tengkuk lehernya
Dia mengenakan gaun kuning dengan sedikit warna jingga di bagian ujung-ujungnya, itu membuatnya terlihat cocok dan cukup cantik, tapi tidak secantik diriku hahaha!
Sial, aku harus segera lari, jangan malah bercanda di saat seperti ini
"Lari, Rune! Dengan skill mu itu harusnya kamu bisa kabur dari makhluk itu!"
Aku menuruti perintah Peter dan segera pergi dengan menghilangkan keberadaanku, tapi yah kurasa itu tidak akan berguna. Soalnya ini adalah sihir, bukan skill, dengan sihir pula keberadaanku bisa terdeteksi dan aku menyadari itu
Begitu juga dengan Diablo dan para bawahannya kurasa....
Lagipula sebenarnya aku harus kemana? Ini dibawah tanah dan tidak ada jalan keluar kecuali jika aku mengalahkan makhluk ini
Tapi tidak mungkin kulakukan didekat sini, nanti party itu bisa mengetahuinya.
"Mau sampai kapan kamu berlari? Ini sudah lebih dari setengah jam, tuanku pasti sudah menghabisi kelompok rendahan itu, kamu juga akan mati disini," kata Lyra yang terbang diatasku
Ya.... dia juga bisa terbang....
Dari tadi dia juga sudah menyerang beberapa kali, namun tentunya aku berhasil menghindar dengan pura-pura kesulitan. Ia nampak sangat menikmati pengejaran ini, seperti kucing yang bermain-main dengan mangsanya sebelum dimakan
"Fulmen Vulnus,"
__ADS_1
Itu sihir petir yang dirapalkan ke sebuah pedang dan ia tebaskan kearahku sehingga muncul gelombang tebasan yang cepatnya seperti anak panah Feli, kalau begitu sih aku tidak mungkin bisa menghindarinya
Tanpa kemampuanku....
|Akselerasi|
Aku tidak tahu, mungkin yang Lyra lihat adalah diriku yang seperti berteleportasi dari lokasi awal yang terkena Fulmen Vulnus nya itu
"Ap-"
"Yah.... tuanmu tadi bilang sudah cukup main-mainnya, kira-kira seperti itulah juga yang kulakukan sekarang," jelasku padanya
"Bagaimana kamu-" kupotong lagi
"Aku ini bukanlah seorang assassin, semua yang kamu tahu adalah kebohongan jadi sebaiknya kamu tinggalkan jauh-jauh pikiran kalau kamu tahu segalanya tentangku, karena sebenarnya dirimu tidak tahu apapun,"
|Sihir Penciptaan|
Aku membuat sebuah pedang yang tampak sangat biasa, pedang ini mirip seperti milik Peter namun kualitasnya lebih buruk karena dibuat dengan sihir. Atau itu hanya alasanku saja.... mungkin kualitasnya buruk karena kemampuanku yang juga buruk
Tapi hei, bahkan belati murah yang kubeli saja bisa menghancurkan armor Diablo dengan beberapa sihir buff bukan?
Sungguh aku sangat menyukai konsep sihir di dunia ini, itu memudahkanku dalam mewujudkan keinginanku
"Bahkan jika kamu bisa menghindarinya pun, aku masih punya banyak serangan untuk mu,"
"Iya, aku tahu.... tapi apa kamu masih punya kesempatan untuk menunjukan itu semua?"
"Apa maksud-"
Mulai dari ujung rambut hingga ke bagian lehernya, terpisah dari tubuhnya
Tidak bisa dilihat bukan? Soalnya akselerasi ini sudah kulatih sangat keras dan ku khususkan untuk membunuh. Kalau tidak, sebenarnya itu akan sangat membebani diriku.
Seluruh dunia seakan bergerak lambat, bahkan kepakan sayap capung didekatku waktu itu bergerak lebih lambat dari jalan seekor kukang atau seekor kura-kura
Jadi karena aku penasaran, aku mencoba menyentuh ujung sayapnya perlahan. Dan yah....
Sayap capung itu tentu langsung hancur di bagian yang kusentuh, lalu capungnya sendiri juga terpental menjauh dari sentuhanku
Yang terakhir tanganku, jariku yang menyentuhnya dengan perlahan itu patah dan tersayat seperti terkena luka pisau. Hasilnya aku tidak dapat menggunakan jariku selama beberapa saat, itu pengalaman yang cukup buruk kan...?
Aku tidak dapat membayangkan jika aku melangkahkan kaki ku saat menggunakannya maka apa yang akan terjadi? Kurasa akan lebih buruk
Oleh karena itu, dulu setiap kali aku menggunakan kemampuan ini, pasti aku akan diam di tempat dan berusaha tidak menyentuh objek selain senjata tentunya, dengan anggota tubuhku. Jujur itu membuatku frustasi karena harusnya kemampuan ini bisa digunakan untuk banyak hal
Dan disinilah aku, di dunia sihir dengan konsep imajinasi. Aku berhasil membuat sihir untuk melindungi kaki ku, iya... hanya sebatas kaki agar bisa berpindah posisi saat menggunakan akselerasi.
Kembali dengan Lyra, kepalanya kupotong dengan pedang dan akselerasi ku. Ia bahkan tidak menyadari itu karena cukup cepat, namun ini juga bukan kecepatan terbaik ku
Kurasa jika dia tidak terlalu meremehkanku, dia bisa fokus dan melihat serangan ini, tapi aku masih tetap ragu apakah dia bisa menangkis atau menghindarinya meski sudah melihatnya
"Sekarang, mari kita kembali ke tuanmu itu,"
"Tunggu, kamu pikir ini sudah selesai?"
Hmm?
Wah, dia salah satu tipe musuh yang kubenci, dia bisa menyambungkan kembali bagian yang kupotong, ini tidak akan semudah itu rupanya
"Tuan Diablo tidak boleh diganggu dengan urusannya, kamu akan berada disini sampai kamu mati,"
__ADS_1
"Atau sampai kamu mati," balasku
Kalau sudah begini maka kusimpulkan tidak ada cara lain, aku akan menggunakan teknik yang kupakai saat perang melawan Revolusioner Nonna dulu
|Sen-koku|
Seperti namanya, aku melakukan tebasan sebanyak seribu kali terhadap Lyra, mencincangnya jadi ribuan potongan tubuh sehingga dia akan sulit menyambungkannya kembali satu per satu
Yah kupikir ini kelemahannya, dia membutuhkan waktu untuk menyambungkan tubuhnya yang terpotong
Hanya satu bagian yang tidak kupotong, yakni kalung permata yang ia kenakan karena itu mengandung sihir yang kuat, mungkin bisa jadi oleh-oleh untuk Diablo
"Kuambil ini ya...."
"Hoi tunggu! "
Wah dia bahkan bisa menggunakan sihir komunikasi
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika menganggu tuan Diablo, Hei- "
Sihir komunikasi seperti itu mrmbutuhkan persetujuan orang yang ingin dihubungi, jadi aku tinggal menutup salurannya layaknya menutup telepon, itulah yang kulakukan
Sekarang aku bisa pergi dengan tenang tanpa adanya suara Lyra yang sibuk menyambungkan bagian-bagian tubuhnya.
Empat tubuh yang tergeletak tidak berdaya diatas lantai arena, jadi mereka sudah mati....
Aku merasa bersalah karena bahkan ketika aku melihat mereka kini tidak ada perasaan kasihan sedikitpun, kapan aku bisa mengubah jalan pikirku sih? Kalau begini aku belum bisa disebut sebagai manusia
Lalu tentu ada Diablo dan beberapa bawahannya yang lain, mereja mengobrol dan para bawahannya tampak sedang memuji Diablo atas kemenangannya
Maaf tapi harus kuganggu
Tidak perlu secara langsung, kehadiranku disini juga sudah mengganggu mereka. Pasalnya bagaimana bisa aku ada disini kan? Kemana Lyra? Apa yang sebenarnya terjadi? Yah kira-kira pertanyaan semacam itu yang muncul
Terlihat dari wajah mereka saja, kecuali Diablo karena ia memakai topeng, mereka semua terkejut akan kehadiranku disini
"Apa yang kau lakukan? Kenapa dirimu tidak berusaha lari?" Tanya Diablo
Aku berjalan menuju keempat tubuh mantan anggota party sehariku, melihat mereka untuk yang terakhir kalinya
"Entahlah, mungkin aku berniat mati disini,"
Mungkin jika mereka masih melihatku, mereka akan kecewa karena aku tidak pergi. Namun kekecewaan mereka akan berlipat ketika melihat kemampuanku yang sesungguhnya, yang mana akan kutunjukan segera
"Mungkin juga tidak," lanjutku
Aku mengambil pedang milik Peter, mengalirinya dengan sihir buff untuk menambah ketajaman dan durability-nya
|Akselerasi|
Lalu aku langsung menuju ke belakang Diablo untuk melakukan gerakan pertama di pertarungan kedua kami
"Kalau kamu masih menganggapku assassin yang sama seperti sebelumnya, maka maaf saja,"
"Apa-"
Aku melakukan tebasan langsung menuju ke tengkuk belakang lehernya seperti yang kulakukan pada Lyra, tujuannya sama seperti serangan pertama Peter hanya untuk mengukur kemampuan asli Diablo
Tapi, lagi-lagi jalanku digagalkan oleh Dewa sialan itu. Kali ini alasannya tidak terlalu buruk, aku bahkan bisa dikatakan berterimakasih padanya
Kenapa?
__ADS_1
Yah....