The Sended

The Sended
Chapter 32: Third Piece of Eleven


__ADS_3

Pernah ada sebuah masterpiece dalam dunia game dahulu kala, sebuah game yang mengubah bentuk dan pasar industri itu selamanya dengan pemanfaatan teknologi baru, virtual reality


Tercatat penjualan terbanyak dalam sejarah industri ini hingga mencapai angka ratusan juta pembelinya hanya di tahun-tahun awal, itu adalah kesuksesan terbesar yang dapat diraih oleh perusahaan pada bidang tersebut


Namun sebuah insiden besar terjadi


Tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, serentak pada suatu waktu para player yang memainkan game itu menghilang begitu saja, hanya menyisakan konsol virtual reality saja


Insiden misterius ini menghilangkan sekitar 90 juta player yang online saat itu, dan tentu saja membuat game dan perusahaannya ditutup


Sejak saat itu industri game yang sebelumnya terus naik, sekarang seakan terjun kebawah jurang dari ketinggian tersebut


Orang-orang mulai tidak percaya pada teknologi baru, pihak pengembang teknologi juga harus merevisi perangkat mereka meski tidak ditemukan kesalahan apapun, itu memakan banyak biaya tentunya


Lalu karena masyarakat sudah menilai buruk, banyak negara yang menutup akses konsol ini untuk masuk kedalam negeri mereka. Hal ini lebih membuat industri game terpuruk, hingga pada akhirnya hanya tersisa belasan produsen game yang tersisa di seluruh dunia


Intinya saat ini orang-orang tidak bermain game lagi untuk menghabiskan waktu, tapi tentu masih ada pengecualian. Contohnya sepertiku


Aku adalah salah satu dari yang beruntung bisa memiliki perangkat untuk memainkan game bertema VRMMORPG yang sudah sangat langka karena pengalaman buruk dunia di industri ini juga disebabkan oleh game dengan tema yang sama


Tapi tentu kali ini gamenya aman, sudah sepuluh tahun beroperasi masih tidak ada masalah yang sangat serius. Namun....


Gamenya akan tutup....


Aku menghabiskan banyak uang untuk game ini agar diriku bisa menjadi antagonis utama di dalam sana, julukanku beragam mulai dari Raja Penyihir hingga Raja Iblis, padahal aku hanya bisa memanggil Undead seperti necromancer pada umumnya


Namun dengan jumlah yang jauh lebih banyak tentunya hingga aku dapat membangun kota dibawah tanah seperti ini


Haha.... semua itu akan hilang begitu saja


Di singgasanaku, aku hanya duduk ditemani beberapa makhluk summon terbaik ku, memikirkan apa yang akan kulakukan kelak jika game ini tutup. Memainkan game lain tidak seseru game ini, apalagi aku juga harus mengeluarkan uang kembali


"Jadi aku perlu bekerja lebih keras kah...."


"Atau menuju duniaku,"


Suara itu terdengar asing


Aku menyiagakan seluruh makhluk summon yang ada, mereka mengikuti arahan sesuai yang kuinginkan


"Siapa itu?!"


Semuanya berhenti, semuanya pudar, aku seolah berdiri diatas genangan air yang sangat tenang padahal itu masih lantai dibawah singgasanaku


Instruksi dariku tidak dapat tersampaikan ke bawahanku sejak waktunya berhenti


"Kita dapat berbicara sekarang, Aku adalah Dewa namun bukan atas dunia ini. Kehadiranku disini hanya sebagai pemberi penawaran,"


"Itu terdengar lucu tapi aku akan terus mendengarmu sebagai bentuk penghormatanku,"


"Kuroki Maou,"


H-huh? Dia tahu namaku di dunia nyata?! Sial, apakah dia hacker?! Aku tidak pernah sekalipun mengatakan namaku di dunia maya


Aku dikenal sebagai Diablo disini, lantas bagaimana-


"Aku menawarkanmu untuk menuju duniaku, sebagai gantinya apapun yang kamu minta akan kuberikan namun hanya sekali ini saja,"


H-huh... sekarang ada penipuan seperti ini rupanya


Sebaiknya ku ikuti alurnya saja


"Aku tertarik, baiklah aku akan pindah ke duniamu, permintaanku adalah untuk membawa semua yang kupunya didalam game ini ke dunia itu,"


"Kukabulkan, selamat datang,"


"E-eh? kamu tidak meminta uang muka atau semacamnya?"

__ADS_1


"Aku adalah Dewa, aku tidak memperlukan hal semacam itu,"


W-wah....


"Raja!"


"Ya?"


"Kupikir kami kehilangan anda,"


Kehilangan? Tapi aku sejak tadi duduk disini


T-tunggu sebentar....


Kenapa dia bisa berbicara? Lalu ekspresi khawatir apa itu? Aku tidak tahu ada settingan yang bisa melakukan hal semacam ini


Aku mencoba membuka menu, itu tidak berhasil


Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Bug macam apa ini?!


"Raja?"


"A-ah, ya..."


Sial, ini jadi canggung


Dia adalah Kyra, makhluk yang pertama kali ku summon untuk bertarung di sisiku. Dia adalah yang terkuat diantara yang lain, bahkan dirinya mampu menghadapi beberapa player sekaligus


Apa mungkin developer gamenya ingin mengejutkan kami? Bukannya di berhentikan namun di update. Apa memang ada yang semacam itu?


Kurasa iya, soalnya masih ada bug paska update seperti menu yang menghilang ini


Namun.... jujur saja aku tidak berniat untuk log out


Tidak ada yang bisa kulakukan soalnya, aku juga sedang tidak lapar


Kucoba membukanya namun masih sama seperti menu, tidak bisa dibuka


"Kyra, menurutmu aku level berapa?"


"Anda adalah Raja Agung kerajaan Undead, Raja Diablo, level anda adalah 150, yang tertinggi diantara yang tertinggi,"


W-wah, aku tidak menyangka akan dijawab begitu


Memang benar aku level 150, namun ada banyak player dengan level yang sama. Di game ini diperlukan perlengkapan juga untuk menjadi kuat, dan kebetulan aku memilikimya


Bisa dibilang akun ku ini sangat kuat untuk menghadapi kelas apapun, padahal aku sendiri hanya kelas penyihir


"Bagaimana dengan rekan kita diluar kerajaan? Aku harap mereka kembali secepat mungkin,"


"Yang mulia, sebenarnya sejak beberapa saat yang lalu kita kehilangan kontak dengan mereka,"


Huh? Bagaimana bisa?


Aku menempatkan banyak mata-mata diluar kerajaan bawah tanahku dan mereka menghilang tanpa sebab?


Hoho! Siapa yang berani melakukan itu? Mereka akan mati ditanganku, sang Raja Diablo


"Kirimkan lebih banyak mata-mata! Kita harus tahu situasi diluar kerajaan!"


"Baik Raja,"


Ruangan sempit ini adalah ruang pemyimpanan wine, tempatnya cukup sempit karena rak-rak yang berisikan wine memenuhinya. Peter ingin meminum salah satu botol, namun tentu saja dihentikan oleh ketiga orang lainnya


Soalnya botol ini dipenuhi sihir yang tidak kukenali, aku memang tidak tahu banyak hal akan tetapi yang satu ini cukup menarik


Lina menyebutnya sihir racun, tapi benarkah hanya sebatas itu? Aku akan menelitinya, kuambil sebotol dan kusimpan baik-baik didalam tas kecilku tanpa sepengetahuan seorang pun

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Menunggu hingga mereka menghilang dengan sendirinya?" Tanya Howard


"Aku tidak tahu! Kalau kita bisa mengalahkan mereka saja..." jawab Peter


"Hoi! Apa kamu mau menyalahkan Lina?" Feli mencoba melindungi Lina


"Maaf...." kata Lina


Gawat, kohesi party ini mulai goyah....


Mereka mulai berdebat sendiri tentang hal apa yang harus mereka lakukan, Peter sebagai party leader pasti sangat tertekan saat ini


Andai saja ada sesuatu yang bisa menyatukan kembali pendapat mereka....


Hmm? Bukankah itu...?


"Umm.... teman-teman, kurasa pintu itu bukan satu-satunya jalan kemari,"


"Huh?"


Aku menunjuk ke pintu dibawah lantai yang terbuat dari kayu juga namun lebih tebal dan diperkuat oleh sedikit besi, masalahnya kami tidak tahu kemana pintu itu menuju


Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan sunyi, lalu mereka mengangguk


"kurasa, kita harus menjelajahi apa yang ada dibalik pintu itu," Kata Peter


"Iya, lagipula kita tidak bisa kembali lewat pintu masuk ini," Kata Feli setuju


Lina mengangguk lagi


"Jadi sudah diputuskan ya..." kata Howard


Kami akan masuk melewati pintu lainnya itu, kuharap tidak ada kejutan lain...


Howard menariknya dengan kuat, tapi tetap saja terbuka secara perlahan. Lina bilang lagi-lagi itu karena sihir khusus yang kali ini dia tidak bisa jelaskan, mungkin semacam pengaman? Aku ingin tahu mekanisnya tapi kurasa tidak mungkin


Kalau yang tadi kan aku bisa ambil sebotol, pintu ini apa yang bisa kuambil sampelnya? Terpaksa aku harus meninggalkannya, selamat tinggal pintu misterius....


Ngomong-ngomong, sekarang kami berempat berada di tempat dibalik pintu itu yang mana tidak lain sama seperti lorong gelap sebelumnya tapi kini jauh lebih gelap dan lebih terbentuk dengan rapi


Aku tidak tahu bagaimana ada lorong yang begitu gelap dan rapi disini, begitulah reruntuhan yang semua orang ketahui sebenarnya, misterius


Lina menyalakan sihir api untuk membuat cahaya, menerangi kami namun hanya sebatas itu. Kami tidak tahu arah jalan ini karena sungguh sangat gelap, rupanya dinding dan lantai serta atap lorong berwarna hitam pekat sehingga bahkan cahaya Lina seakan terserap


Atau.... memang benar terserap? Soalnya sejak tadi ada banyak sihir aneh yang tak terpikirkan namun efektif, kami harus benar-benar waspada kalau mau hidup


"Itu...."


"Cahaya!"


Wah! Benar, di ujung sana terdapat secercah cahaya, atau sebuah harapan bagi party kami yang mulai putus asa


Sontak saja kami berlari menuju arah cahaya itu, soalnya yah kami sudah berjalan di lorong gelap ini selama lebih dari dua jam tanpa melihat hal lain


Lalu apa kami memang menuju arah yang benar?


Yah.... mungkin?


Ketika cahaya itu berhasil tergapai, kami berada di sebuah tempat aneh yang bentuknya tidak terpikirkan di dunia ini bahkan di duniaku sebelumnya


Entahlah tapi bentuknya mirip colloseum namun besarnya dua kali lipat, itu sangat besar loh....


Lantainya terbuat dari bahan yang sama seperti yang digunakan untuk membuat Via Romana, membuatnya nyaman untuk dipijak. Lalu atapnya terbuka dan menampakan langit cerah tak berawan


Namun jangan salah paham, dengan satu petikan jari, langit itu berubah menjadi hitam gelap hampir seperti lorong tadi. Hanya saja colloseum ini sendiri memiliki pencahayaan yang bagus sehingga semuanya masih tampak dengan jelas


Lantas siapa sosok yang memetikan jari itu? Sosok yang berdiri ditengah sosok lain ditengah colloseum? Sosok yang menekan kekuatan sihirnya sama sepertiku itu? Yah, mungkin dia akan menjelaskannya sendiri

__ADS_1


__ADS_2