The Sended

The Sended
Chapter 75: No More Autarky Soon


__ADS_3

.


Aku pastinya tidak menyangka bahwa akan menemukan orang lainnya yang terkirim disini di kota ini, apalagi dia memiliki kemampuan bertarung yang sungguh hebat dan kecepatan serangan yang tidak dimiliki oleh siapapun


Dia akhirnya mau kuajak untuk bergabung denganku, akan sulit kalau dia tidak mau soalnya, bisa-bisa jadi beban pikiranku...


"Aku penasaran, apakah dunia ini memang begitu kecil sehingga dua budaya yang berbeda jauh bisa saling berdekatan seperti ini?" Tanya dia


Ah, yang ia maksud adalah Ruby dan Ming, bagaimana kami bisa begitu dekat


"Kelfia tidak sekecil yang kamu bayangkan kok, dunia ini sangat luas bahkan jika satu kesempatan hidupmu kamu gunakan untuk menjelajahinya,"


Selagi kami menuju ke Fuzhou, tempat dimana Kyouka dan Maou berada, sekalian saja aku bercerita semua yang kutahu tentang Kelfia. Ia takjub betapa besarnya dunia ini hanya dengan mendengarkan ceritaku


"Jadi Ruby berada jauh di Barat? Di Benua Barat yang jaraknya terlalu jauh hingga perdagangan dari sini hingga kesana sangat jarang?" Tanya dia


"Itu benar, oleh karena itu barang yang disini nampak biasa, disana adalah komoditas mahal,"


"Jadi seperti itu... lalu bagaimana pemasukan Kerajaan Ruby? Apakah dengan berdagang? Atau itu sebuah Kerajaan Agrarian?" Hmm? Kurasa dia sedikit tahu soal itu


"Ruby belum membuka dermaganya untuk berdagang, Kerajaan kota Jin adalah yang pertama masuk daftar negeri yang akan kami sambut di masa depan. Saat ini kami lebih memilih ekonomi dalam negeri dulu,"


"Hmm.... kalau begitu tidak mungkin Ruby akan bertahan dalam waktu lama bukan? Kalian harus segera membuka perdagangan," Oh?


"Apa kamu tahu soal ekonomi, Yuuna?"


"Y-Yah.... Uh..." Dia nampak ragu untuk bercerita


"Aku mendaftar untuk jurusan ekonomi dulu... tapi sebelum masuk kesana aku malah berpindah kemari," Woah! Keahlian lainnya!


Dia sudah mahir dalam bertarung, mahir juga dalam ekonomi modern! Itu akan sangat membantuku- Eh... umm... membantu Kyouka... soalnya sejak dia menjadi Ratu, selain masalah penemuan dan militer ia semua yang kerjakan


"Lantas langkah apa yang akan kamu ambil selanjutnya?"


"Selanjutnya adalah perang, perang untuk menaklukan Ming masih belum selesai loh... tapi kuyakin sebentar lagi mereka akan mulai bergerak," jawabku


Ming yang sudah pernah kalah meski dengan perbandingan jumlah mereka itu, kurasa belum cukup menyadari bahwa jumlah bukanlah segalanya. Alasan mengapa mereka belum menyerang mungkin karena terjadi perdebatan di istana Raja mereka


Yah sebagian pastinya sudah sadar bahwa mereka tidak bisa menggunakan cara yang sama seperti pertempuran-pertempuran sebelumnya untuk melawan Ruby, namun mayoritas yang belum pernah melihat pertempuran kami pasti tidak menghiraukan itu


Pada akhirnya yah.... mayoritas yang menang dan mereka akan mulai menyerang kemari dengan seluruh pasukan yang mereka miliki, kudengar jumlah prajurit di Chengdu sudah mencapai angka 100.000


"Kuyakin kamu sudah tahu cara menghadapi itu bukan?" Selagi dia bertanya, aku akan memberitahu beberapa cara untuk mengalahkan Ming


Wilayah Ming membentang sangat luas sehingga akan sulit untuk menaklukan seluruhnya, akan tetapi aku akan membandingkan negeri itu dengan Rusia. Kenapa? Itu karena luas wilayah mereka hampir sama.


Jadi siapa yang dapat mengalahkan dan menaklukan Rusia dalam sejarah bumi?


Mari kita lihat...


"Kutahu Napoleon dan Jerman Nazi pernah menginvasi Rusia namun keduanya gagal karena musim dingin," Eh?


"Apa kamu tertarik dengan sejarah, Yuuna?" Tanyaku karena dia tahu lebih banyak hal ketimbang Kyouka

__ADS_1


Tunggu sebentar... Kalau dia akan segera masuk kuliah itu artinya dia sudah lebih tua dari Kyouka ketika mereka dipindahkan bukan?! Wajar saja dia tahu lebih banyak hal... Wah....


"Aku hanya berumur 15 tahun ketika aku dipindahkan tahu..." Huh?


"E-Eh? Aku tidak paham, tu-tunggu dulu..."


"Karena tidak bisa melakukan banyak hal, aku berakhir selalu dirumah dan membaca buku apapun itu untuk mengisi waktu luang, namun dari itu semua aku paling mengerti soal ekonomi," jelas Yuuna


Eh.... Jenius lainnya selain Maou rupanya...


"Pantas saja kamu masih bersikap seperti anak kecil,"


"Hah?! Umurku kalau ditotal sudah berjumlah 32 tahun tahu!"


Wow.... kalau menggunakan prinsip itu, aku sudah menjalani hidup lebih dari setengah abad bukan? Atau mungkin sudah hampir seratus tahun? Entahlah, aku tidak menghitungnya


"Kamu tahu soal Prancis Napoleon dan Jerman Nazi?" Tanyaku


"Sedikit, kudengar mereka adalah master dari Eropa di masanya masing-masing," jawabnya


Pernyataan itu tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar juga, keduanya mungkin adalah master kontinen Eropa, namun tentu.... Britania mengontrol ombak lautan...


Lalu kesalahan kedua dari pernyataan itu adalah tentang "Eropa" ini, mereka hanya master dari Eropa Tengah dan Barat, soalnya Beruang Rusia masih berdiri tegak di Timur.


Dan ketika kedua negara ini ingin sungguh-sungguh menjadi master kontinen Eropa, mereka gagal menaklukan Rusia dan malah diserang balik lalu kalah olehnya. Keduanya gagal karena musim dingin, ketika masalah logistik sedang susah-susahnya


"Aku tahu juga jika Kekaisaran Jepang pernah berperang dan secara mengejutkan menang melawan Rusia," kata Yuuna


Militer Jepang kala itu jauh lebih unggul dalam teknologi dan doktrin ketimbang Kekaisaran Rusia, jika konfil pecah maka Jepang bisa memenangkan perang jika perang itu sendiri berjalan singkat


Dan kala itu mereka sedang beruntung karena Rusia mengalami masalah internalnya sendiri, itu adalah revolusi yang pada akhirnya membuat kubu Bolsevhik mengambil alih negara.


Di posisi Ruby saat ini rasanya mustahil untuk mematik api revolusi didalam wilayah Ming, itu karena perbatasan mereka sudah ditutup yang mana akan sulit untuk mengirim mata-mata masuk kesana, bahkan jika berhasil pun akan sulit bagi kami untuk menerima dan memberi informasinya


"Ketiganya kuanggap mustahil untuk dilakukan terhadap Ming, apa kamu tahu ada negeri lain yang berperang melawan Rusia?"


"Tidak....? Aku tahu hanya sebatas itu,"


Hmm... baiklah karena Yuuna tidak tahu lagi maka kuambil alih...


Di tahun 1919, muncul dua negara baru di Eropa, yah.... lebih tepatnya satu negara baru dan satu lagi negara lama dengan ideologi baru, Polandia dan Soviet


Pada waktu itu, Ukraina merupakan wilayah dari USSR yang mana sedang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya, akan tetapi komunisme sudah sampai ke hati sebagian rakyat mereka. Maka dimulailah perang saudara antara Ukraina pro USSR melawan Ukraina merdeka


1919 adalah tahun yang cukup menegangkan meski perang dunia pertama telah usai setahun silam, di waktu itu Rusia terlibat perang saudara sekaligus perang merebut wilayah mereka yang hilang atas kemenangan Jerman sebelumnya


Disisi lain Polandia sebagai negara baru juga tidak mau kalah, mereka ingin menggambar ulang dan memajukan perbatasan mereka sesuai perbatasan Polandia pada tahun 1772. Dan karena itu, mereka mengirim pasukan ke Timur


Mereka merebut sebagian besar Lithuania dan Belarus serta bagian Barat Ukraina.


Sementara Ukraina merdeka yang awalnya sanggup bertahan melawan tentara merah, mulai kewalahan sejak USSR sudah hampir memenangkan perang saudara negeri mereka sendiri


Alhasil Ukraina merdeka memutuskan untuk meminta tolong pada Polandia yang mana disetujui karena menurut mereka untuk mengamankan perbatasan maka aksi militer diperlukan, apalagi kala itu tentara merah masih lemah

__ADS_1


Polandia menaklukan Kiev dengan mudah, akan tetapi disini letak masalahnya...


Lagi-lagi perkara logistik, angkatan darat Polandia tidak bisa melebarkan jalur logistiknya lebih jauh lagi, membuat pergerakan mereka terhenti sampai sana dan memberi waktu bagi tentara merah untuk bersiap


Pada akhirnya angkatan darat Polandia dipukul mundur hingga ke Warsawa, namun dengan bantuan bangsa Barat lain mereka mulai memukul mundur balik tentara merah. Pada akhirnya USSR mencetuskan perjanjian damai


Kedua negara mengklaim kemenangan, Polandia mengklaim bahwa mereka berhasil menang mempertahankan negara mereka, sementara USSR berhasil menaklukan Ukraina


"Itu juga tidak bisa dilakukan huh?"


Selanjutnya adalah Mongolia,


Jadi mereka adalah bangsa yang paling efektif melawan Rusia di masanya sendiri, tapi itupun menggunakan kavaleri panah yang tentunya tidak kami miliki...


"Kurasa satu-satunya jalan adalah dengan meningkatkan jalur logistik kita dan memenangkan perang cepat melawan Ming,"


Untuk mencapai itu kita harus membangun jalan, dan itu membutuhkan uang...


Kita pikirkan nanti saja, sekarang kami akan istirahat di hutan ini dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Aku tidak bisa menggunakan teleportasiku karena belum menghafalkan medan, nanti itu juga akan kulakukan


Mau tidak mau kami harus berjalan untuk sampai ke Fuzou, dan hutan ini ada di jalan yang paling cepat jadi mau tidak mau kami harus menembusnya.


Tapi.... entah kenapa hutan ini rasanya aneh, sangat berbeda dengan hutan Ruby maupun hutan manapun yang kutahu, kenapa ada aura sihir yang cukup mencekik di hutan ini?


"Yuuna, apa kamu pernah dengar sesuatu tentang hutan ini?" Aku bertanya barang saja dia tahu


"Jadi memang benar ada yang janggal ya... aku belum bisa menggunakan sihir tapi aku sudah merasakan hal aneh dari tubuhku ketika kita masuk kemari," kata dia


"Aku pernah mendengar cerita soal hutan ini, dimana ada arwah terkutuk yang mendiami hutan ini sehingga bahkan monster sekalipun tidak berani masuk kedalam sini. Cerita itu sudah ada sejak manusia pertama kali datang ke tempat ini, namun tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti,"


Seperti yang kukatakan.... kita tidak bisa mengharapkan sesuatu dari orang-orang di masa lalu...


"Sihir disini cukup pekat namun tidak bisa membunuh makhluk hidup,"


Beda cerita jika itu memang digunakan hanya untuk menakut-nakuti makhluk hidup, sihir ini sangat efektif


Hanya saja... aku hanya memiliki penjelasan sebanyak itu, masih ada banyak hal yang tidak kumengerti.... sihir ini terasa asing, belum pernah kudengar maupun kulihat sebelumnya


"Hei, aku punya firasat buruk dan semakin lama semakin buruk," Yuuna menghunuskan pedangnya


Dia benar, rasanya ada yang sedang mendekat.


Hah?


"Barrier!" Aku menggunakan sihirku


Muncul sesuatu seperti bayangan yang menyerupai tombak mencoba menusuk kearah kami berdua, itu terhenti oleh barrier milik ku dan langsung kembali ke semak-semak, menghilang lagi tanpa menyisakan apapun


Itu membuatku semakin penasaran.


"Semua hal memiliki sumbernya sendiri, aku akan mengikuti arahnya!"


"Eh? T-Tunggu! Apa kamu serius? Hei! Aku ikut!" Kata Yuuna tertinggal dibelakangku karena aku berlari cepat

__ADS_1


__ADS_2