The Sended

The Sended
Chapter 30: A Legacy to Last the Ages


__ADS_3

Pada akhirnya pejuang Ruby kembali kedalam hutan dengan moral yang buruk setelah kekalahan memalukan seperti itu, meninggalkan rekan mereka dihadapan pasukan Ladenvield yang korbannya tidak seberapa


"Kalian berdua! Bersihkan mayat-mayat ini!" Kata komandan pasukan pada aku dan Kyouka


Salah kami sendiri karena tidak langsung masuk Ghetto sih....


Ya sudah lah, mau tidak mau kami akan membersihkan kekacauan yang mereka perbuat. Seharusnya begitu pemikiran orang lain kalau dapat pekerjaan ini, namun bagaimana seorang komandan dapat begitu bodoh?


Kami berdua ini bangsa Ruby loh, dia membiarkanku dan Kyouka mengumpulkan senjata yang tersebar didepan perkemahan, memangnya tidak ada pikiran bahwa kami akan menyimpan itu untuk kami sendiri?


Dia dan pasukan Ladenvield tadi masuk kedalam hutan untuk mengejar para pejuang yang lari ketakutan, jadi di perkemahan hanya ada sedikit prajurit yang tersisa


Akan tetapi ini bukan saatnya, kami perlu lebih banyak senjata untuk memberontak. Untung aku tahu dimana kami dapat mendapatkannya


"Kyouka, apa kamu bisa bawa senjata ini kedalam Ghetto?"


"Eh? Nanti kalau ketahuan bagaimana?"


"Kita akan bertindak sebelum ketahuan dan sebelum pasukan mereka kembali. Kamu sekalian saja memberitahu semuanya bahwa kita akan memberontak malam ini,"


"Lalu bagaimana denganmu? Apa yang akan kamu lakukan, Ryuu?"


"Aku akan menuju perkemahan Ladenvield, mencuri beberapa senjata dan perlengkapan tambahan,"


"Ryuu!" Kyouka menghentikanku


Aku kembali menengok kepadanya, kali ini apa?


"Apa rencanamu?"


Hehe, bukankah sudah jelas kalau melihat apa yang kulakukan di dunia sebelumnya?


"Sebuah peradaban yang bertahan selamanya,"


Didalam perkemahan Ladenvield, tetap masih ada beberapa prajurit yang menjaga tapi sebagian besar dari mereka tidak di tempat. Kalau hanya segini kurasa aku bisa menyelinap dan mengambil beberapa tombak tiap harinya


Kuyakin setidaknya pasukan Ladenvield akan tetap berada didalam hutan selama beberapa hari hingga seminggu, itu karena mereka masih belum menyelesaikan pemetakan hutan Ruby


Aku melesat dari satu tenda ke tenda lain untuk menghindari prajurit yang berpatroli, terdengar sulit namun sebenarnya cukup mudah. Tendanya terlalu banyak bagi mereka untuk dijaga, menyelinap ke dalam hutan akan jauh lebih sulit


Di hutan Ruby itu, seluruh pergerakan kami seakan diperhatikan, dan itu memang benar. Para pejuang Ruby selalu mengintai pergerakan kami, bahkan banyak yang berhasil kabur dari Ghetto dengan bantuan para pejuang ini ketika mereka ditugaskan ke dalam hutan


Kyouka, dia pernah sekali didatangi mereka dan dilepaskan rantai pengekangnya, tapi dia menolak meninggalkanku. Terharu nih....


"Apa yang kau lakukan disini?!" Sial, apa aku ketahuan?


"Maaf pak!"


Oh untung saja.... sepertinya dia memergoki ada prajurit yang malah beristirahat ketika yang lain bersiaga


"Cepat bangun dan berpatroli bodoh!"


Mereka berdua pergi bersama, aku dapat melanjutkan penyusupanku lagi


Dari sini kurasa hanya tinggal belok ke kanan, lalu-


"Siapa disana?!" Gawat


Kali ini pasti ketahuan kan?


"Kukira apa, ternyata hanya tikus. Akhir-akhir ini banyak tikus didalam perkemahan ya..."

__ADS_1


"Haha itu benar, haruskah kita meminta pembasmian ke pusat?"


"Hah? Kita kan punya banyak orang Ruby, kita pakai saja mereka untuk membasmi tikus-tikus ini," katanya sambil menusuk satu tikus dengan tombaknya


B-beruntung nih....


"Sial, lihatlah tikus ini bahkan lebih gemuk daripada aku, seenaknya saja mencuri makanan perkemahan disaat kita sendiri makan dengan rasio yang sedikit,"


"Hoi apa kamu benar-benar iri dengan seekor tikus?"


"Tidak juga, soalnya mereka akan mati sih, ayo kita ganti lokasi," dia membuang tikus itu dengan menendangnya ke lahan kosong


Lanjut, ah kurasa aku sudah sampai. Ini tenda gudang penyimpanan senjata, ada beberapa tenda seperti ini yang tersebar di seluruh perkemahan untuk memudahkan pembagian senjata, tapi bahkan satu tenda pun tidak dapat kubawa semuanya sekali jalan


Ketika aku masuk jawabannya menjadi jelas, soalnya di satu tenda itu terdapat berbagai senjata dan perlengkapan yang jumlah per barangnya saja mencapai puluhan, tanganku hanya ada dua....


Beruntungnya aku belum menggunakan sihir hari ini, aku bisa menggunakan sihir angin untuk membawa senjata-senjata ini. Meski begitu pun aku akan membawanya sedikit, terlalu banyak hanya akan membebaniku.


Baiklah kurasa dua puluh tombak cukup hari ini, besok dua puluh lagi. Aku juga tidak akan mencuri semuanya, itu akan kami lakukan bersama ketika sudah bebas nanti


Strateginya sih mudah saja, ketika kami keluar, kami akan mencuri banyak hal yang ada di perkemahan ini terutama senjata. Lalu setelah itu kami akan menuju ke dalam hutan dan ikut mengalahkan pasukan Ladenvield


Dari sana peran Kyouka berjalan untuk mendirikan kerajaan kami, sisanya akan kupikirkan nanti begitu juga dengan taktiknya


Aku ini lebih suka memikirkan hal ketika berada di lapangan langsung, tapi untuk strategi tentunya tidak bisa dilakukan dengan cara itu. Berbeda halnya dengan taktik


Benar, strategi dengan taktik itu berbeda. Strategi adalah tentang apa saja yang dibutuhkan dan kemana kita akan menuju, sementara taktik adalah langkah-langkah dan perbuatan untuk mencapai tujuan itu


Contohnya, strategi perang Jerman di perang dunia kedua adalah untuk mengalahkan Prancis, membuat Inggris menyerah, lalu menaklukan Soviet dan memenangkan perang. Itupun adalah langkah untuk mencapai tujuan mereka yakni mewujudkan Labensraum atau ruang hidup bagi bangsa Arya


Taktik yang dilakukan mereka antara lain melakukan berbagai macam operasi ofensif seperti Fall Gelb atau Barbarossa.


Strategi perlu disusun sejak awal untuk menentukan taktik yang akan digunakan, tapi taktik tidak perlu terburu-buru penyusunannya. Bahkan satu malam sebelum pertempuran pun dapat tersusun dengan baik


Aku sendiri seperti yang kukatakan lebih suka membiarkannya mengalir begitu saja, aku akan memikirkan taktik saat aku sedang bertempur. Begitu cara kebanyakan player Total Empires bermain, berbeda dengan player Old World.


"Kamu akhirnya kembali Rune, mereka ini orang-orang yang siap memberontak kapanpun,"


Hanya ada dua belas orang termasuk aku dan Kyouka, itu terlalu sedikit. Kita perlu setidaknya lima puluh orang, karena sisanya akan mengikuti bila rencana kami berhasil


"Segini dulu juga cukup, tolong kubur tombak-tombak ini didekat pintu Ghetto, lalu bujuklah orang lain untuk ikut melawan,"


"Baiklah, ayo kita lakukan,"


Dimulailah rencana pembebasan Ruby.


Ketika salah satu orang dari kelompok kami dipanggil ke perkemahan untuk mengerjakan sesuatu, mereka akan kembali dengan satu set perlengkapan. Tapi tentu tidak membawa semuanya secara langsung


Ada sebuah tempat dimana para prajurit Ladenvield tidak pernah berjaga, tempat itu tidak lain adalah tempat mereka membuang kotoran, toilet mereka. Disana juga selalu ada orang Ruby yang membersihkannya


Biasanya kami juga enggan untuk membersihkan tempat itu, kami membersihkannya dengan nomor urut. Namun karena saat ini aku berkepentingan, jadi kutempatkan pemberontak disana untuk membantu pencurian senjata dan perlengkapan


Satu persatu, perlahan tapi pasti kami kumpulkan dan kubur persenjataan dan perlengkapan pasukan Ladenvield di dekat gerbang Ghetto


Hari demi hari berlalu, jumlah kami tentunya bertambah hingga angka yang cukup menurutku untuk mematik api pemberontakan, sisanya akan ikut dengan sendirinya. Jadi lebih baik kusiapkan rencananya


Aku dan beberapa pemberontak Ruby akan mengendap-endap dan membunuh sebagian prajurit Ladenvield yang berjaga di malam hari, Kyouka dan sisa pemberontak lain akan menggali senjata yang sudah terkumpul


Kyouka juga harus bersiap setelah melakukan tugas ini, dia akan meledakan gerbang dengan meriah


"Itu saja, apa ada pertanyaan?"

__ADS_1


Aku menjelaskan di gubuk dalam Ghetto dengan hanya sebuah lilin sebagai penerangan kami, disini ada belasan orang sisanya ada diluar gubuk


"Lalu kapan aku harus meledakannya?" Tanya Kyouka


"Nanti kuberitahu, sekarang ayo lakukan bagian kita masing-masing,"


Siapa sih yang mau dirinya diperbudak? Semua orang berhak mendapat kebebasan, bahkan jika hak itu diambil sekalipun mereka memiliki kewajiban untuk memperjuangkannya. Tapi apa itu hak dan kewajiban? Mana yang harus didahulukan?


Mereka bilang kalau orang akan melakukan kewajibannya jika haknya tercapai. Tapi beberapa bilang untuk mendapat hak, kita perlu melakukan kewajiban dulu


Namun dalam kasus ini, kita harus melawan untuk merebut hak kami yang juga berarti kami harus melakukan kewajiban dulu.


Didepanku adalah target terakhir yang harus kami atasi sebelum event utamanya berjalan, aku membunuhnya tanpa suara dengan menutup mulutnya dan menusuk lehernya dengan pisau


Dengan ini langkah selanjutnya dapat berjalan


Aku dan beberapa pemberontak kembali ke Ghetto dan melihat Kyouka sudah melakukan tugasnya dengan baik bersama pemberontak yang lain, maka giliranku lagi untuk beraksi


Ku suruh para pemberontak untuk membangunkan seluruh warga Ruby yang ada dalam Ghetto ini, dan yang akan kulakukan hanyalah berbicara,


"Dengarkan aku saudara Ruby ku! Aku berbicara disini mewakili Lofi sang pemimpin kami dan cepat atau lambat, pemimpin kita bangsa Ruby! Kukatakan kita harus memberontak! Kita harus melawan penjajah dan mengalahkan mereka! Kita harus bertarung dan menang, kita harus bersatu dan saling membantu, kita harus mendirikan peradaban dan bersaing, kita tidak boleh menyerah!


Ini adalah kesempatan emas saudaraku! Kita bisa melawan mereka saat ini dan menang di tanah leluhur kita, hutan Ruby!


Jadi katakan padaku, apa kalian memang ingin terus menjadi budak dan pelayan mereka, atau bangkit dan menjadi seorang manusia?!


Sampai waktu ketika roh leluhur agung kita menghendaki, sebuah dunia baru akan hadir dan membebaskan keseluruhan kejahatan dari masa lalu!"


"Ya!!"


Tidak kupercaya aku memberikan sebuah pidato, haha.... kupikir itu pidato yang buruk tapi jika bisa membakar semangat mereka maka sudah cukup


"A-A-A-Apa yang kamu katakan Ryuu? Kenapa jadi aku?" Ah aku tidak pernah bilang pada Kyouka ya...


"Hehe, dulu kan aku sudah menjadi kaisar, sekarang gantian kamu yang jadi pemimpin, ngomong-ngomong kamu bisa ledakan gerbang itu sekarang,"


"Eh? Ah, baik!"


Kyouka menggunakan sihir api miliknya untuk meledakan gerbang, tentu itu adalah hal yang mudah baginya


"Sekarang apa yang kalian tunggu? Kita akan mengambil kembali tanah air kita!"


Benar-benar semua orang dari Ghetto berebut senjata yang sudah kami kumpulkan dan bergerak keluar dari Ghetto dengan semangat tinggi, Kyouka menenangkan mereka yang berkelahi untuk senjata dan berkata kalau kami akan mendapat lebih banyak senjata di perkemahan Ladenvield


Kami kah? Tapi aku punya rencana lain loh


"Kyouka...." aku memanggilnya


"Apa? Apa kamu belum puas menjadikanku ratu?"


"Hehe, itu mungkin benar. Aku akan pergi berkelana sendiri,"


Itu rencanaku sebenarnya. Aku perlu informasi yang lebih banyak lagi, untuk itu aku harus melihat dunia ini. Namun aku juga tidak ingin kehilangan Ruby yang mana akan menjadi fondasi strategi besarku menaklukan dunia


Untuk itu Kyouka harus tinggal, untuk itu aku menjadikannya Ratu Ruby


"Huh?"


"Jadi sampai jumpa ya..."


"H-huh? Tu-Tunggu!"

__ADS_1


__ADS_2