The Sended

The Sended
Chapter 60: Fortune Favors The Bold


__ADS_3

Mereka bergerak cepat, bagaimana tidak ketika bebatuan besar terus menerus dilayangkan kearah mereka?


"Mari hentikan bombardirnya,"


Dan mari kita lihat pertunjukannya dari sini, seperti sedang menonton layar lebar bertema action, medieval, dan war jadi satu, tapi lebih realistis tentunya


"Ryuu.... apa kita bertiga sungguh tidak apa hanya melihat dari atas sini?" Tanya Maou


"Tidak masalah, justru dengan begini maka aku jadi bisa lebih jelas melihat situasi dan kondisi pertempuran,"


Perbedaan yang paling besar didalam game Old World dengan dunia nyata tentunya adalah point of view atau POV. Didalam game, player dapat memindahkan kamera mereka untuk mengobservasi seisi medan tempur, mana ada yang semacam itu di dunia nyata bukan?


Mungkin bisa jika menggunakan sihir, tapi untuk saat ini kurasa tidak dulu


"Bahkan jika kamu bilang begitu pun, apa kamu bisa mengamati apa yang terjadi di dalam hutan sana?" Tanya Kyouka merujuk pada pertempuran lain yang harusnya sedang terjadi didalam hutan


Mengenai itu akan kujelaskan. Aku mengutus Percival bersama seribu prajurit kedalam hutan setelah perangkap dan pertahanan di buat disana, aku sangat percaya bahwa mereka dapat menahan kavaleri berat musuh dengan segala yang sudah kami kerahkan didalam hutan itu


Dan sepertinya rencanaku berhasil.


"Dimana unit kavaleri berat kita? Seharusnya mereka sudah memutari hutan dan berada disini sepuluh menit yang lalu bahkan jika ada yang menghadang,"


"Soal itu Jenderal.... Kita kehilangan kontak dengan mereka sejak tadi," jawab petinggi militer didekatku


Kehilangan kontak apa maksudnya? Sial, kalau begini terus maka bukannya meminimalisir korban tapi malah memperbanyaknya. Aku juga tidak menduga bahwa pasukan Ruby bisa begitu tangguh meski kalah medan


Kavaleri kami juga tidak bisa bergerak bebas disini, sungguh panggung yang telah disiapkan dengan baik, rencana besar kami jadi terpaksa mundur


Akan tetapi aku masih punya rencana lain, rencana B yang seharusnya tidak pernah kugunakan


Ayahku selalu berkata untuk menghormati musuhmu dengan mengerahkan segala kemampuan saat melawan mereka, namun bahkan dengan pengalamanku aku masih meremehkan musuhku kah? Baiklah, sekarang mari keluarkan segalanya


"Mundur, berikan perintah untuk mundur,"


Wow! Mereka mundur rupanya, sungguh diluar dugaan karena itu lebih cepat dari yang kukira. Tapi lebih cepat maka lebih baik, kami akan memulai pengejaran segera dan menyerang ketika mereka membangun perkemahan


Tapi untuk sekarang mari buka botol minuman yang disimpan baik-baik dan berpesta akan kemenangan ini


"Nampak seperti jalan menuju Edelfield kini terbuka lebar, benarkan begitu Ryuu?" Kata Kyouka


"Haha, itu mungkin benar," jawabku


"Ryuu, Sir Percival sudah mengkonfirmasi kemenangan total didalam hutan," kata Maou setelah seorang prajurit melapor kepadanya


"Itu semua berkat kerja kerasmu membangun barikade dan jebakan mematikan yang membantu mereka, Maou," kata Kyouka


Maou, dibalik topengnya itu tersipu malu.


Tapi....


Kurasa memang benar, kalau dipikir lagi rasanya tidak beres. Mereka mundur terlalu cepat, bahkan jika itu jebakan maka itu akan gagal karena aku tidak berniat mengejar mereka sekarang namun....


Sebenarnya apa-apaan perasaan tidak enak ini? Sepertinya aku pernah mengalami ini di suatu tempat.

__ADS_1


Suara prajurit dibawah sana yang bersorak membuatku kembali melihat kearah mereka, terlihat rasa puas dan senang akan kemenangan ini. Atau hanya aku saja kah? Cih, rasanya menjijihkan memiliki perasaan ini, paranoid


Diktator dalam sejarah manusia hampir semuanya memiliki perasaan semacam ini, itu yang membuatku jijik. Aku bukanlah seorang diktator, aku hanya sebatas Jenderal yang sedikit disiplin


Tunggu sebentar..... Dari balik bukit itu sepertinya aku melihat sesuatu


itu.... Hah?! Sial! Aku salah kali ini


"Maou! Sebaiknya kamu persiapkan seluruh scorpio yang tersisa saat ini,"


"Ada apa Ryuu? Mengapa kamu sangat panik?" Tanya Kyouka


"Ugh! Tidak ada waktu untuk menjelaskan, isi ulang seluruh artilerinya juga!" Perintahku pada unit artileri


Apa?! Bagaimana bisa ada begitu banyak unit kavaleri? Tunggu sebentar..... Jika dipikir lagi, jumlah mereka yang tadi kurasa tidak sampai sepuluh ribu, aku salah perhitungan rupanya. Jenderal musuh bermaksud membagi dua pasukannya disini dan melakukan gerakan seperti ini? Itu tindakan yang berani tapi berhasil


Pertama maju melawan, lalu mundur dan membuat lawan senang, setelah itu maju lagi dengan kekuatan penuh yang membuat ekspetasi kami jatuh dari ketinggian maksimum


Morale yang tinggi akan membuat pasukan lebih disiplin dan patuh terhadap perintahku, namun tetap saja ada cara untuk menjatuhkannya. Dan yang mereka gunakan adalah salah satu cara paling cepat.


Sorakan pasukan kami dibawah sana dengan cepat padam, sementara suara langkah kaki kuda dan prajurit infanteri musuh kini terdengar dengan jelas, mereka kembali menutup bukit diseberang dengan jumlah mereka yang hampir dua kali lebih banyak ketimbang sebelumnya


"Ry- Ryuu?" Tanya Kyouka disampingku


"Iya, ini situasi yang sulit," kataku


"Tapi kamu sudah menduga hal ini kan?" Lanjut tanya dia


Para prajurit Ruby, terutama barisan paling belakang yang terdiri dari rekrutan baru dan sukarelawan pemuda Ladenvield itu mulai meninggalkan barisan dan lari kemari karena ketakutan, mereka melakukan hal yang paling hina bagi seorang prajurit


Seperti yang kukatakan sebelumnya, ketika seseorang lari dari sebuah barisan maka dia bukan sekedar menyelamatkan nyawanya saja, namun ia juga membunuh seluruh rekannya


Biasanya aku akan menghukum mereka yang melarikan diri dengan keras, tapi untuk saat ini jika mereka lari maka kami akan kalah. Jadi aku harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan mereka kedalam barisan, lagipula aku tidak tahu apa yang musuh lakukan namun sepertinya mereka berdiam diatas bukit?


"Kyouka! Kalau scorpionya sudah diposisikan, tunggu hingga musuh mulai bergerak baru lepaskan semua tembakan baik itu scorpionya maupun artilerinya,"


"B-Baik aku mengerti, tapi kenapa kamu- Hei! Kamu mau kemana?!" Kyouka bertanya dengan suara keras karena aku sudah sedang berkuda menuju kebawah


"Tentu saja ke baris depan!" Jawabku


Sepertinya kali ini aku berhasil menghancurkan formasi mereka hanya dengan jumlah dan kavaleri kami, tapi hanya sebagian, sementara sisanya masih berdiri tegap disana terutama barisan paling depan


Mungkin mereka adalah veteran pada perang Ladenvield sebelumnya, sementara yang lari adalah rekrutan baru. Namun apapun itu, jumlah mereka terus berkurang karena banyak dari mereka yang kabur


Meski begitu pun aku masih belum bisa maju menyerang mereka, karena sebenarnya bukan semua pasukanku yang menunggang kuda merupakan unit kavaleri


Itu benar, kami memiliki banyak kuda untuk menarik kereta dan keperluan lainnya, kami memiliki banyak pelana cadangan untuk jaga-jaga karena Ladenvield adalah medan yang buruk, namun kami memiliki prajurit kavaleri yang terbatas


Lalu tidak semua kuda juga terlatih untuk bertempur, itu akan memperlambat gerakan kami. Akhirnya setelah semua tadi, kami masih mempersiapkan posisi untuk menyerang


"Pasukan! Hari ini Edelfield mengambil langkah besar untuk menaklukan seisi pulau, untuk menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan oleh negeri dominan lainnya di Benua Barat. Didepan sana itu adalah kemenangan, rebut itu dari Kerajaan yang kalian sebut barbar dan tak beradab. Demi sang Raja, demi Edelfield, kita akan menang-"


"Tuan-tuan!" huh? Seorang gadis berkuda dengan cepat dari bukit seberang dan berseru

__ADS_1


Suaranya bahkan terdengar hingga kemari, apakah itu mungkin untuk dilakukan?


Ia menghentikan kudanya didepan para prajurit Ruby yang melarikan diri, dan dengan begitu pun para prajurit yang melarikan diri menjadi berhenti dan terfokus kepadanya


"Tuan-tuan, aku tidak seharusnya meminta seseorang untuk melakukan hal yang lebih dari apa yang orang itu dapat lakukan, tapi aku tetap akan meminta ini. Bukankah kita orang-orang sang Ratu?" Tanya gadis itu


"Ya..." Jawab prajuritnya dengan lirih


"Yang sedang berada dalam misi sang Ratu?" Lanjut tanya dia


"Ya," kali ini mereka menjawab dengan yakin


"Lihatlah musuh dibelakangmu, lalu lihat Ratu kita dibelakangku, aku tidak melihat adanya rasa takut diantara keduanya, jika kalian mundur hari ini maka mungkin tidak ada hari esok. Bukankah kita orang-orang sang Ratu?!"


"Ya!" Seru mereka


"Ya! Maka berbaliklah dan angkat tombakmu! kita hadang Edelfield beserta kuda-kuda mereka,"


Kudengar jenderal mereka adalah seorang gadis bersurai putih dengan mata merah seperti darah, jadi dia ini sosok yang kudengar itu rupanya. Dia lebih muda dari dugaanku, namun untuk bisa mengembalikan morale pasukannya hanya dengan kata-kata maka bisa dibilang dia jenderal yang baik.


Kesampingkan hal itu, kini dia bersama para prajurit yang tadinya lari malah kembali ke barisan pasukan Ruby, kelihatannya rencanaku gagal lagi. Tapi aku tetap akan menyerang mereka apapun yang terjadi


Pasukanku akhirnya siap untuk menerjang musuh dibawah sana, aku akan segera mengakhiri pertempuran ini


"Serang!"


Kuda-kuda musuh mulai melaju langsung menuju kemari, tapi sepertinya mereka cukup lambat. Karenanya aku dapat memposisikan seluruh prajurit Ruby dengan baik disini, lalu aku pun berdiri didepan mereka semua


Kalau dilihat dari sini, rasanya sangat berbeda daripada ketika aku berada diatas bukit.


Mereka datang


Tapi sebelum itu....


Seperti yang diharapkan, bebatuan artileri kami menghujani mereka, dan bukan itu saja tapi tombak-tombak dari scorpio juga melayang bersama bebatuan itu


Nice! Maou


Itu akan kembali mengurangi jumlah mereka, apalagi dengan kecepatan gerak mereka itu maka itu sungguh akan mengurangi banyak jumlah mereka


Aku memang penasaran mengapa mereka bergerak sungguh lambat bagi unit kavaleri, tapi itu bukan masalah untuk saat ini, apalagi karena hal tersebut menguntungkan bagiku mari anggap hal yang bagus saja.


"Bersiap untuk bentrokan!"


Tombak-tombak panjang kami diturunkan, diarahkan kepada musuh yang akan segera menerjang barisan kami


"Crossbow!"


Dari sela-sela barisan, prajurit yang memegang crossbow menembakan panah mereka kearah musuh dan menjatuhkan cukup banyak dari prajurit berkuda musuh.


Terjadilah bentrokan diantara dua pasukan, aku sendiri langsung menebas beberapa prajurit musuh di detik-detik awal, tapi selebihnya aku akan menahan diri dan tidak melakukan serangan jika tidak diserang lebih dulu.


Kurasa aku berhasil mencegah hal terburuknya, namun tetap saja situasi kami masih belum bisa dikatakan baik.

__ADS_1


__ADS_2