
"Mari kita bahas ulang ini karena nampaknya anda kurang mengerti, Count,"
"Apa yang ku kurang mengerti? Semuanya sudah sangat jelas, aku adalah orang yang berkuasa dan Ratu nampak seperti tidak dapat melakukan apapun,"
Kami hanya berdua di ruangan sempit yang tidak lain adalah kantor miliknya, aku diperbolehkan masuk karena aku mengaku sebagai suruhan Kyouka langsung
"Bagaimana jika saya katakan bahwa Ratu bisa saja mencabut gelar anda jikalau anda tidak kooperatif?"
"Haha.... Hahahaha! Lalu bagaimana jika kukatakan kamu hanyalah penipu bodoh yang bahkan tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik?
Ratu Lofi hanya memiliki sedikit orang kuat di sisinya, dan sebagian dari mereka pun mementingkan diri mereka sendiri. Ia tidak dapat tiba-tiba mencabut gelarku, cobalah menggunakan tipuan lainnya,"
Yah aku tidak begitu mempersiapkan tipuan untuk dialog ini, sepertinya memang orang berkuasa sulit dibohongi ya....
Aku melakukan perjalanan menuju ke Utara menggunakan kereta kuda resmi yang Kyouka pinjamkan, sekitar tujuh jam perjalanannya. tujuh jam itu terbilang singkat menggunakan kereta kuda, perjalanan dari ujung ke ujung pulau ini bisa memakan lebih dari dua minggu
Itu juga karena infrastruktur yang masih buruk, jalan yang bergelombang membuat kusir tidak berani cepat-cepat.
Setelah aku sampai di wilayah yang dimaksud, ternyata ladang gandumnya benar-benar luas. Ada di kanan dan kiri jalan, mengingatkanku pada hari pertama diriku dikirim ke dunia lain.... sudah selama itu namun baru sejauh ini?
Yah salah siapa....
Dua hari berlalu hanya untuk menunggu persetujuan Count untuk pertemuan ini, pada hari ketiga ia menetapkan tanggalnya dan itupun di hari keempat. Begitulah diriku disini menunggunya, ia cukup sibuk untuk ukuran orang yang menyebalkan eh?
"Jadi, kamu utusan yang Ratu Lofi kirimkan,"
Blablabla, dan
"Cobalah untuk menggunakan tipuan lainnya,"
Singkat cerita sampailah kami di dialog ini, dan sepertinya ini tidak akan berakhir baik...
"Apa anda ingin berkata bahwa apa yang saya katakan itu bohong?"
"Oh begitulah kenyataannya, sekarang silahkan keluar dari kantorku dan kediamanku, maaf karena tidak bisa mengantar,"
Kuakui aku memang kurang persiapan dalam dialog ini, iya.... padahal sudah empat hari bukan? Itu karena aku mempersiapkan hal yang lain
Jujur, sebenarnya dialog ini tidak ada gunanya. Karena trik yang sebenarnya hanya sebuah gerakan simpel dariku, namun....
"Sepertinya anda sudah salah paham selama ini, Count. Aku bukanlah inspektor yang diutus oleh Ratu Lofi untuk menyelidikimu, aku kemari hanya untuk menurunkanmu dari jabatanmu itu secara paksa, bodoh,"
"Apa kamu bilang?"
"Count! Banyak penyusup yang masuk ke kediaman ini! Mereka adalah para petani gandum yang marah karena mendapat bayaran yang sedikit,"
Dia membayar petani gandum-gandum mereka seperempat harga yang ia jualkan ke wilayah lain, itu akan membuat mereka marah. Yang kulakukan hanya menyebarkan kabar ini kepada mereka yang berhak mendengarnya
Sebuah gerakan simpel yang dapat menggulingkan sebuah kerajaan, dan itu bernama rumor
Benar atau tidaknya rumor itu tergantung dari siapa yang memenangkan pertempuran, dalam hal ini aku
Lagipula yang kusebarkan itu juga bukan sekedar rumor saja, itu sebuah laporan yang bisa dipertanggungjawabkan
"Karena kamu tidak mau turun sendiri, maka biar yang lain yang melakukannya. Oh.... dan aku tidak bisa menjamin keselamatan hidupmu kalau begini, selamat tinggal Count,"
__ADS_1
"T-tunggu! Hei!"
Aku mengedipkan satu mataku padanya dan pergi menggunakan sihir teleportasi, secara bersamaan pintu kantor itu terbuka dan beberapa petani langsung masuk dan membunuh Count begitu saja.
Tapi tidak sampai situ, wilayah Count yang kulupakan namanya itu memiliki sebuah kastil yang digunakan pula sebagai penjara, parahnya itu dibangun ditengah-tengah kota kecil miliknya itu
Layaknya Bastille Santo Antoine di Prancis pada revolusi pertama mereka, kastil itu meneror warga sekitar tapi sekaligus menjadi unjuk kekuasaan yang bagus bagi Count.
Layaknya Bastille, kini kastil itu dikepung rakyat Ruby yang marah pada Count.
Setelah kematian Count, aku masih mengurusi masalah perihal wilayahnya, setidaknya hingga kemarahan warga Ruby mereda. Percayalah, kematian Count sungguh membantu meredakan amarah mereka.... karena kan sejak awal ini semua ulahnya
Saat memeriksa dokumen-dokumen penting dari kantornya, iya.... aku kembali lagi setelah dia sudah mati.... Aku mendapati ada beberapa hal yang aneh
Banyak kabar yang mengatakan bahwa Count menumpuk persenjataan didalam kastil itu, membuatku khawatir tentang maksud dan tujuan dari semua ini.
Pertama-tama Count memiliki hubungan dagang dengan bangsawan Edelfield di perbatasannya, tapi yang mereka perdagangkan sangatlah mencurigakan. Pada dokumen yang kuperiksa dikatakan Count menukar gandumnya dengan 'komoditas Edelfield'
Apa itu 'komoditas Edelfield' jika bukan gandum juga? Tapi mengapa Count menukar gandum dengan gandum? Oleh karena itu kurasa bukan gandum yang dimaksud dengan 'komoditas Edelfield'
Yang kedua, wilayah Count tidak memiliki satupun blacksmith, itu karena memang wilayah ini cocok untuk pertanian dan cukup jauh dari sumber besi yang Ruby miliki, selain itu dengan hubungan dagang yang Count miliki juga sepertinya tidak mungkin menumpuk senjata sebanyak itu
Kecuali jika 'komoditas Edelfield' ini merupakan senjata, maka sesuai dokumen ada banyak sekali transaksi yang sudah berlangsung. Ketika ku periksa, rupanya jumlahnya cocok dengan jumlah senjata didalam kastil
Komoditas Edelfield, selain gandum adalah senjata mereka. Bukan berarti Edelfield memiliki banyak blacksmith, kalau soal itu Ladenvield memiliki jauh lebih banyak dari mereka, tapi mereka mendapatkannya dengan berdagang
Ada beberapa kerajaan di benua Barat yang bersedia menukar senjata demi makanan, contohnya Russky yang memiliki banyak senjata jarahan dari bertahan melawan penjarah Utara, atau Castille yang sedang dilanda krisis pangan minor
"Apa yang akan kita lakukan dengan senjata-senjata ini, nona?" tanya salah seorang yang mengamankan kastil ini
"Baik!"
Kalau benar komoditas Edelfield yang dimaksud adalah senjata, maka harga yang mereka tawarkan terlalu murah. Itu seperti mereka memang sejak awal ingin mengirimkan senjata-senjata ini kepada Count
Yah ada alasan mengapa mereka melakukan itu sih.... mereka hanya ingin Count memberontak dan siap untuk melakukannya atau setidaknya untuk bertahan, mereka dapat ikut campur dengan alasan tertentu
Itu sering dilakukan didalam sejarah bumi dulu, ketika ada sebuah pemberontakan atau perang saudara.
Apapun itu akan kuhadapi nanti, karena aku belum mendapatkan kendali dari militer Ruby. Mendengar cerita dari prajurit di ibukota sebelumnya, kurasa Jenderal Maximilian adalah orang bebal
"Sekarang apa, nona?"
"Kalian boleh beristirahat sampai pengganti Count datang, kupastikan dia bukan orang seperti Count,"
Rencana Edelfield adalah untuk menghancurkan Ruby dari dalam, berbeda dengan Ladenvield yang melakukannya langsung dengan pasukan mereka. Lebih efisien Edelfield sih, tapi itu membuat mereka seperti pengecut
Mungkin mereka pada akhirnya akan menyerang kami supaya kami tutup mulut, sudah pasti mereka malu jika informasi ini tersebar, apalagi jika sampai benua Barat
Untuk itu sekali lagi aku harus cepat-cepat mengambil alih militer Ruby.
Aku menyerahkan catatan dan semua dokumen pada tetua yang ada di kota ini, dia dapat kupercaya karena dia bisa mengendalikan orang-orang untuk tidak melakukan kekerasan yang berlebih
Tapi tentu saja aku masih memberi sedikit sihir kedalam catatanku, hanya untuk jaga-jaga.
"Aku kembali...." ada Maou juga disini di ruang takhta Kyouka
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan disini, Maou?"
"A-Aku hanya memberi laporan! Jangan salah paham!"
"Salah paham apa maksudmu?"
Dia tidak bisa berkata apapun lagi dan hanya menunduk merasa malu
Dan begitu pun Kyouka masih tidak menyadari tingkah Maou ini, apa dia menganggap semua orang itu hanya sebatas temannya saja?
"Sudah empat hari Ryuu, apa permasalahan di Utara telah selesai?"
"Masalah monopolinya selesai, Count itu telah diturunkan oleh rakyatnya sendiri. Tapi permasalahan baru muncul, nampaknya Edelfield akan mulai bergerak,"
Mendengar ini, mereka berdua melebarkan mata mereka
"Tu-tunggu, kenapa begitu?" Tanya Kyouka
"Selain memonopoli perdagangan, dia juga membeli senjata dari Edelfield. Masalahnya senjata-senjata ini dijual dengan harga yang sangat murah, itu nampak seperti mereka bersedia memberi senjata ini cuma-cuma,"
"Jadi maksudmu Edelfield ingin agar Count memberontak?" Tanya Maou
"Seperti itulah.... aku harus mendapatkan kendali militer secepat mungkin, jadi aku perlu bantuanmu Kyouka,"
"Apa kamu ingin menurunkan Jenderal Maximilian begitu saja?"
Kyouka, ia nampak khawatir- tidak, dia nampak sungkan melakukan itu kah....?
"Apa ada hal yang membuatku tidak boleh melakukan itu?"
"Itu.... Jenderal Maximilian telah menjadi bawahanku sejak kami melarikan diri dari ghetto, dia telah berjasa banyak dalam memimpin militer Ruby dua tahun terakhir,"
Hmm.... bagaimanapun seorang veteran akan lebih dihargai daripada orang baru yang masih hijau sepertiku kah? Tapi kan aku bukan orang baru yang masih hijau
Pelarian dari ghetto juga tidak akan terjadi tanpaku, namun tak ada lagi yang mengenal penyelamat mereka rupanya
"Yah akan kupikirkan itu juga, aku hanya akan mengambil alih militer jika sang Jenderal itu menyetujuinya,"
Mendengar ini, Kyouka nampaknya lega dan senang. Jika dia adalah seorang Jenderal yang setia sampai Kyouka begitu mengkhawatirkannya, maka seharusnya dia tahu apa yang terbaik bagi Ruby
Apa yang lebih baik ketimbang menyerahkan kendali militer padaku?
"Sir Maximilian, ada surat untuk anda dari sang Ratu,"
"Ratu? Jarang sekali ia memberi perintah langsung seperti ini, kuyakin ini pasti penting,"
Dibukanya surat itu dan ia baca baik-baik kata per kata yang Kyouka tuliskan
Setelah membaca surat itu ia mengusap kepalanya seakan tidak percaya, tapi Kyouka jarang sekali mengirimnya surat seperti itu jadi mau tidak mau ia harus mengikuti perintahnya
"Perintahnya, tuan?" tanya bawahan Maximilian
Ia menghela napas beratnya,
"Jika ada seorang gadis bernama Rune, minta dia untuk menemuiku,"
__ADS_1
"Baik pak!"