
Semuanya berhenti, warna menjadi pudar, ini tanda kehadiran Dewa
Aku juga menghentikan tebasanku padahal sudah persis di sebelah leher Diablo, beruntung aku bisa mengendalikan kemampuan akselerasiku sesuka hati saat ini, untuk itu terimakasih pada diriku karena selalu belajar sihir selama ini
Lantas apa tujuan Dewa menghentikan waktu? Apa dia mencoba mempermudahku membunuh Diablo? Kalau iya maka tidak akan kulakukan
Nampaknya sih bukan, lagipula kapan Dewa pernah membantu ku? Yang ada malah dia mempersulit
"Kuroki Maou, aku lupa memberitahumu satu hal,"
"Ap- kamu orang yang menyebut dirimu Dewa!"
"**Aku memang adalah Dewa atas dunia ini, kamu sudah dipindahkan ke duniaku sejak dirimu menerima penawaranku
Aku memberimu tiga kesempatan bertanya di tiap kehidupan yang kamu jalani, gunakan itu sebaik-baiknya untuk kepentinganmu**,"
"Pertanyaan? Apa aku.... benar-benar ada di dunia lain?"
"Iya, kamu berada di duniaku bernama Kelfia,"
"Jadi kamu benar-benar Dewa...?"
"Itu benar, namun saranku jangan gunakan ketiga kesempatanmu untuk menanyakan pertanyaan semacam itu,"
"M-maaf," wah dia jadi sungkan berbicara pada Dewa setelah tahu kebenarannya tuh
Dan kurasa ini akan semakin menarik
"Kalau sudah tidak ada maka aku akan pergi,"
"Tunggu dulu."
Aku menyingkirkan pedangku dari sebelah leher Diablo- namanya Kuroki Maou kah? Kupanggil Maou saja mulai saat ini
"Ada apa, Rune?"
"Apa kamu berniat mengirim orang-orang seperti kami lagi?"
"Ya, itu niatku,"
Hmm? Oh, benar juga, Maou nampak terkejut karena aku bisa bergerak sementara yang lain tidak
"Jangan terkejut begitu, karena aku juga bukan berasal dari dunia ini tapi dari bumi,"
"B-bumi?! Kamu juga dipindahkan kemari?"
"Iya, 20 tahun lalu," jawabku
"Kalau begitu aku akan pergi dulu,"
Ya! Pergilah kau dasar pembuat masalah!
Tentu tidak kukatakan, akan kukatakan ketika aku sudah menjadi lebih kuat, sekarang mari simpan umpatan itu untuk diriku sendiri....
Waktu kembali berjalan dan keadaannya seketika berubah. Dengan cepat, bawahan Maou yang jumlahnya enam orang disini semuanya mengepungku dan mengarahkan senjata mereka padaku
"T-tunggu, dia tidak seperti yang kalian kira," kata Maou
"Tuan? Dia mencoba menyerang anda, dia juga mungkin sudah membunuh adik ku Lyra!"
"Kyra tenanglah! Mungkin dia belum-" Maou mencoba mengatasi bawahannya
"Ini kalung yang Lyra pakai, dia masih hidup jadi kamu bisa tenang," kataku sambil menunjukan kalung permata milik Lyra
"Eh? Itu memang benar kalung adik ku, lalu bagaimana...."
"Kakak!"
Woah! Orangnya datang, ia masih belum sembuh total dan masih menyambungkan beberapa potongan tubuhnya namun sudah bisa bergerak huh? Untung dia kemari dengan cepat sih
__ADS_1
"Kyra, apa kamu bisa tinggalkan diriku dan gadis ini berdua?"
"Baik, tuan!"
Ia, adiknya, dan seluruh bawahan Maou lainnya pergi menghilang, aku juga sudah tidak bisa lagi merasakan keberadaan mereka
"J-jadi... namamu Rune?" Ia agak malu untuk berbicara
"Santai saja, aku memang tampak sangat cantik tapi dulunya aku juga laki-laki,"
"Huh?"
Ceritanya panjang jadi sebaiknya ku lewati itu untuk sekarang dan fokus ke hal yang lebih penting saja
"Kamu boleh memanggilku Ryuu, itu akan lebih mudah. Apa boleh kupanggil kamu Maou?"
"Y-ya, itu tidak masalah,"
"Sekarang karena kutahu kamu adalah orang-orang yang dikirim, bagaimana kalau kita bergabung saja? Aku memiliki tujuan untuk kucapai,"
"Jadi kamu ingin kembali? Ke dunia dimana aku hanyalah sampah masyarakat itu....?
Maaf.... Tapi sepertinya aku harus menolak ajakan mu,"
Haha.... kenapa mereka selalu tidak mau mendengarkan sampai akhir sih...
"Kata siapa aku mau kembali? Aku mau menaklukan Kelfia dan menjadi Dewa."
"H-hah? Apa kamu serius?" Ya, itu reaksi normal
"Tentu saja, apa kamu tahu berapa banyak masalah yang kudapat dari Dewa sialan itu? Aku ingin tidak ada lagi yang bisa memberiku masalah sepertinya di hidupku, memikirkannya saja membuatku kesal
Coba bayangkan saja selama ini aku...."
Aku berakhir menceritakan semua yang terjadi pada Maou, ia mendengarkannya dengan seksama dan memahami apa yang kukatakan. Syukurlah ada orang yang mengerti keluh kesah ku
"Lalu kenapa kamu tidak lepas topengmu itu?"
"Tapi aku tetap bisa melihat wajahmu dengan sihir, kamu cukup tampan dan imut ya.... apa kamu mau menikahi ku?"
"Hah?!!" Ia terkejut
"Bercanda kok, karena dulunya aku laki-laki, sekarang diriku jadi bingung,"
Benar....
Sekarang ketika aku mulai terbiasa dengan tubuh seorang gadis, maka malah jadi dilema
Apa aku harus menjalin hubungan dengan laki-laki? Tapi kan dulu aku laki-laki! Itu malah jadi terkesan aneh. Tapi kalau dengan perempuan malah lebih aneh lagi karena hubungan sesama jenis! Kurasa aku akan memikirkannya nanti....
Kuharap aku segera menemukan pasanganku
"Jadi bagaimana?"
"Eh?! Tidak! Aku tidak mau menikahimu meski jujur kamu sangat cantik dan imut! Tapi tipeku adalah gadis dengan ponytail hitam yang memiliki banyak teman dan pandai berbicara!!"
W-wah dia masih membahasnya, padahal sudah kubilang itu bercanda
"Yang kumaksud itu soal bergabung,"
"Ah soal itu, kuharap aku bisa tapi rasanya tidak mungkin meninggalkan rumahku ini,"
"Hmm? Kenapa tidak membawanya saja sekalian? Kita butuh banyak kekuatan untuk menaklukan dunia, kurasa seluruh pasukanmu juga masih sangat kurang,"
"Apa maksudmu membawanya?" Kenapa ditanya?
"Tentu saja memindahkan seluruh reruntuhan ini ke wilayah kerajaan baru kita,"
Mungkin terdengar tidak masuk akal untuk memindahkan seluruh tempat ini, akan tetapi dengan sihir semuanya bisa jadi mungkin. Masalahnya kini hanya seberapa besar mana yang diperlukan bukan?
__ADS_1
"Jadi apa kamu berubah pikiran?" Tanyaku sekali lagi
Maou diam berpikir, lalu ia memberikan jawaban yang kuinginkan
"Apa itu membuatku terlihat bodoh setelah aku menolaknya tadi?"
"Hahaha, tidak kok, berubah pikiran adalah salah satu tanda seorang progresif, kita butuh orang-orang sepertimu untuk membangun kerajaan itu,"
Iya, kini mungkin aku harus kembali dan membantu Kyouka? Atau nanti saja?
"Memindahkan seluruh reruntuhan ini akan memakan banyak mana dan persiapan, aku memiliki banyak mana jadi kita hanya perlu persiapannya saja," jelas Maou
"Apa yang kamu butuhkan?"
"Pertama aku harus tahu kemana reruntuhan ini akan dipindahkan, lalu beberapa item sihir. Jadi kita akan ke lokasi dulu, selama itu akan ku kubur lagi rumahku ini kedalam tanah agar tidak terjadi hal serupa lagi
Aku minta maaf untuk temanmu, aku tidak bisa menghidupkan mereka kembali,"
"Mereka bukan temanku, kamu temanku, Kyouka temanku. Mereka itu...."
Aku tidak tahu kata yang pas untuk menyebut mereka, aku ingin bilang alat sekali pakai namun itu terlalu kasar. Mereka rela mengorbankan nyawa mereka untuk ku loh, orang asing di party mereka, aku harus lebih menghargai mereka
Tapi mereka juga bukan temanku karena mereka tidak tahu apapun, seperti yang kubilang sebenarnya aku ini orang asing bagi mereka. Menganggap orang asing sebagai teman itu rasanya tidak mungkin bukan? Kecuali Kyouka mungkin....
"Kalau begitu ayo kita pergi ke pulau itu," ajak ku
"Aku bisa menggunakan sihir teleportasi," kata Maou
"Wow! Bukankah itu keren?! Coba lakukan, aku ingin tahu bagaimana itu bekerja,"
Tentu saja itu keren bukan?! Dengan teleportasi, kami tidak perlu melakukan berjalanan berhari-hari bahkan hingga berminggu-minggu untuk sampai ke pulau itu
Aku sangat ingin belajar darinya, dia si jenius sihir ini. Beruntung dia jadi temanku
"Aku harus tahu arah dan jarak yang tepat, apa kamu bisa mengkira-kira nya?"
"Ya!"
|Akurasi|
Hmm....
"Kira-kira seribu Kilometer ke arah sana,"
Tepatnya 1048 KM ke arah Barat, disana pulau kelahiranku dan Kyouka di dunia ini berada
"Baiklah...."
Dia mengulurkan tangannya kepadaku, apa dia mau menggandengku? Ah! Mungkin harus bersentuhan agar sihirnya ikut mengalir dan akhirnya bisa berteleportasi bersama. Jadi aku meraih tangannya
Ia masih saja sedikit gemetar, aku juga akan sepertinya kalau belum memiliki banyak pengalaman di dunia sebelumnya.
Hanya dalam kedipan mata, kami sampai ke pulau itu. Akan tetapi tidak sesuai ekspetasi kami, kami sampai kesana dengan cukup menyakitkan.... terutama bagi tubuhku yang entah mengapa sangat lemah untuk menerima damage
Kami muncul di langit, memang tidak begitu tinggi namun kami terjatuh seperti terjatuh dari pohon. Itu menyakitkan....
Kami terjatuh langsung ke gudang penyimpanan gandum sehingga gandum-gandum itu menyelamatkanku dari rasa sakit yang mungkin jauh lebih buruk lagi, tapi tetap saja ini sakit
"Kenapa kita bisa ada di udara?" Tanyaku sambil memegang kepalaku yang terbentur tadi
"Y-ya maafkan aku.... Tidak kusangka ketinggiannya juga harus diatur,"
Huh.... Sihir adalah perwujudan imajinasi, jadi perlu dipikirkan sedetail mungkin. Padahal dia adalah Raja penyihir tapi begitu saja kelupaan.
Mari lupakan yang sudah terjadi dan mulai lihat ke depan, kini kami telah berada di pulau kelahiranku, masalahnya dimana kami berada? Sebuah gudang penyimpanan gandum bukanlah petunjuk yang bisa membuatku tahu lokasi ku
Aku dan Maou membersihkan debu di pakaian kami, lalu keluar dari dalam gudang ini ditengah malam seperti pencuri
"Pencuri!!"
__ADS_1
Yah....