The Sended

The Sended
Chapter 49: Divide and Conquer


__ADS_3



Oh dia sudah bangun


"Selamat pagi, Diablo,"


"Ry- Rune kah?"


Padahal tidak perlu memakai topeng itu terus menerus..... Tapi mungkin itu adalah keunikannya sendiri


"Kita hanya perlu amunisi," katanya


"Aku sudah menugaskan beberapa orang untuk itu,"


Sekarang mari kita tunggu Kyouka bangun, kurasa meski Maou tidur paling pagi namun Kyouka berhak mendapat jam istirahat yang lebih lama. Karena dia mengerjakan hal-hal sulit, bahkan menurutku lebih sulit dariku dan Maou


Selagi menunggu, semakin banyak prajurit yang datang untuk menganggumi ciptaan Maou ini. Dan dia sendiri nampak bangga akan itu, meski pakai topeng aku tahu kok bagaimana wajahnya.... ia sedang senyum-senyum sendiri


Lalu datang seorang prajurit dengan laporan lainnya


Itu mengenai para warga Ladenvield yang kami evakuasi kemarin malam, sepertinya sebagian besar mengikuti arahan kami, sementara beberapa keluarga masih ingin tetap tinggal disana


Yah bukan masalah sih, tapi rumah-rumah mereka akan dihancurkan agar menara pengepung ini bisa mencapai dinding kota, mereka jadi tidak bisa meyelamatkan benda-benda mereka seperti yang lain


"Terimakasih atas informasinya, dimana kamu meletakan mereka?"


"Mereka ada di perkemahan Timur, nona! Karena disana kita memiliki cadangan tenda," jawabnya


"Bagus-bagus, silahkan kembali ke tempatmu,"


"Baik!"


Dalam semalam pula barikade ini dibangun kah? Menutup kota ini dari Laut Tengah hingga ke gunung Ceceri, mereka tidak mungkin bisa lolos kecuali dengan menggali terowongan atau terbang.


"Menurutmu, untuk menutup seluruh area dinding itu kita perlu berapa menara? Jika tentunya diberi jarak sekitar dua atau tiga menara diantara satu menara dengan yang lain," Tanyaku


"Satu menara ini memiliki lebar 15 meter, jika kuhitung dengan panjang dinding mereka maka kita perlu 16 menara,"


Urgh..... 16 menara..... berarti panjang dinding mereka keseluruhannya sekitar 1 KM? Entahlah aku sangat buruk dalam matematika


"Tiga hari lagi kita akan dapat memenuhi jumlah itu, namun menurutmu berapa lama kita akan mengepung mereka, Ryuu?" lanjut tanya Maou


Pertanyaan itu lagi kah....


"Jujur saja aku tidak tahu, aku bukanlah orang yang dengan mudahnya mengklaim kemenangan tahu..... Tapi sebagai perbandingan maka akan kuceritakan mengenai itu,


Di era ini, bahkan dengan menggunakan menara pengepung dan manjanik, rata-rata lama pengepungan itu 40 hari. Pengepungan terlama yang kutahu adalah Ceuta, 33 tahun."


"Ap-"


Pengepungan Ceuta, dikenal juga dengan nama pengepungan 30 tahun.....


Sultan Moroko akhirnya berhasil membangun negerinya sejajar dengan bangsa Eropa di Barat dan Kekaisaran Ottoman di Timur, dan yah mereka memutuskan untuk berperang melawan Spanyol


Mungkin ia berniat mengusir bangsa Barat dari tanahnya, jadi ia menyerang wilayah Spanyol di Afrika Utara, Ceuta merupakan salah satunya, itu adalah wilayah Spanyol yang berada tepat di pintu masuk laut Mediterania dari Selat Gibraltar.


Ketika Jenderal Moroko sampai disana, ia dengan segera menaklukan wilayah sekitarnya, namun hanya sebatas itu. Pasukan Moroko mulai membangun bangunan dan menikmati hasil dari tanah sekitaran kota yang mereka taklukan

__ADS_1


Di saat-saat itu, Ceuta mengirim permintaan bantuan kepada Spanyol, yang mana langsung disetujui dan dikirimkannya pasukan Spanyol dan Portugis untuk membantu Ceuta


Yah tapi pasukan Portugis langsung dikirim kembali ke Portugal karena takut memicu api didalam kota. Soalnya sebelum dipersatukan Spanyol, Portugal lah yang sebenarnya memiliki Ceuta.


Singkatnya, 33 tahun telah berlalu dan Kerajaan Spanyol sudah tidak sekuat sebelumnya karena konflik di tempat lain dan bidang lain, seperti perang suksesi Spanyol ketika Raja Spanyol dari Dinasti Habsburg meninggal dan tidak memiliki pewaris


Saat itu, Dinasti Bourbon yang berasal dari Prancis mengklaim singgasana Spanyol, begitu juga dengan Archduke Austria yang mengaku pewaris sah karena merupakan Dinasti Habsburg seperti Raja sebelumnya


Dimulailah perang antara Dinasti Bourbon dan sekutunya melawan Dinasti Habsburg beserta sekutunya. Kalau dijabarkan maka Prancis dan Spanyol-Bourbon melawan Kekaisaran Romawi Suci dimana Austria dan Prussia ada didalamnya, Britania Raya, Republik Belanda, Portugal, dan Spanyol-Habsburg.


Meski Spanyol terus melemah karena situasi itu, dan Armada Inggris serta Belanda memblokade kota-kota Spanyol sehingga tidak ada lagi bala bantuan ke Ceuta, lalu Inggris juga menyediakan sebuah kota Spanyol untuk pasukan Moroko mengirim logistik mereka


Iya, meski semua itu terjadi, Ceuta bertahan dari kepungan Moroko.


Dikatakan bahwa selama pengepungan ini, budaya Ceuta yang sebelumnya lebih dominan ke Portugal kini menjadi dominan ke Spanyol, yah 33 tahun sih....


Aku disini tidak berniat untuk mengulangi hal itu, namun lagi-lagi tidak ada yang tahu jadi jangan melakukan tindakan bodoh seperti mengklaim kemenangan


"Selamat pagi kalian berdua,"


Kyouka akhirnya bangun juga


"Selamat pagi Baginda Ratu, apakah tidur anda semalam nyenyak?"


"Hentikan itu, Ryuu. Jadi bagaimana proyeknya? Apa kamu puas dengan pekerjaan Maou?" tanya dia


"Yah aku sih puas-puas saja, namun...."


"Namun yang penting itu kegunaannya di lapangan, bukan begitu?" Kata Maou


Itu benar, sebenarnya aku tidak peduli jika ia membuat desain yang lain, yang penting itu berguna


"Y-yah itu....."


"Ryuu bilang rata-rata 40 hari," Jawab Maou


"40 hari?! Itu terlalu lama, Ryuu..... apa kamu bisa buat lebih cepat?"


"Akan kuusahakan, tapi aku tidak janji ya,"


Hmm? Ah! Benar juga, para pasukan masih mengumpul membentuk lingkaran disekitar kami


"Tuan Diablo disinilah yang akan menjelaskan mekanisme mesin perang ini, jadi dengarkan dia baik-baik," kataku pada mereka


"Baik, nona!"


"Itu salah satu tugasmu bukan, tuan Diablo?" tanyaku


"Baik-baik," jawabnya


"Kalau begitu aku akan bersiap, kamu juga seharusnya bersiap Ryuu, setelah Maou selesai dengan penjelasannya kita akan langsung menyerang Ladenvield bukan?" kata Kyouka


"Kamu benar, baiklah,"


Memang aku setuju untuk bersiap-siap, tapi apa yang perlu kupersiapkan....


Aku mengenakan pakaian biasa dan mengambil pedang biasa juga, lalu aku langsung segera pergi dari tendaku menuju ke depan barikade yang dibuat untuk melindungi perkemahan kami


Disana seluruh pasukan Ruby telah berbaris mengepung kota Ladenvield dari tiga sisi, hanya tinggal menunggu perintahku

__ADS_1


Tapi aku masih menunggu Kyouka, atau...?


"Percival," panggilku


"Ya, nona?"


"Kirim seratus prajurit dengan perisai besar kesana, bilang untuk maju secara perlahan,"


"Baik nona, tapi kalau boleh tahu untuk apa pergerakan ini?" Tanya dia


"Tidak lebih dari sekedar pengukuran kekuatan musuh,"


"Baik!"


Mengetahui kekuatan musuh adalah salah satu keuntungan yang cukup besar, dan mengirim sedikit pasukanku adalah salah satu cara untuk itu.


Seratus prajurit maju dalam formasi perisai secara perlahan sesuai instruksi ku, Percival pun kembali kemari setelah mengirim mereka. Yah aku tidak akan membiarkan mereka mati kok, tapi mungkin beberapa saja tidak apa-apa


Kan?


"Crossbowman! Lindungi mereka!" Seru ku


Kudengar, Maou dan Kyouka membawa banyak sekali hal dari kota Ruby untuk memudahkanku menaklukan Ladenvield, 30.000 anak panah adalah salah satunya..... itu terlalu banyak


Ah! Lalu sebenarnya Crossbow itu tidak efektif untuk pengepungan seperti ini, soalnya mereka ditembakan secara lurus seperti senapan, jadi akan sulit mengenai musuh diatas dinding itu. Beda cerita kalau Longbow


Ratusan panah diterbangkan kepada musuh yang juga melakukan hal yang sama terhadap seratus atau lebih prajurit yang kukirim, hanya beberapa saja dari musuh yang terkena panah kami


Hmmm coba lihat kekuatan mereka ini..... Aku menyerang sisi depan mereka langsung, dan ketika itu mereka seperti memusatkan pasukan mereka kesana, padahal ada dua sisi lain yang harus dijaga


Oh? Apa mereka ingin melakukan taktik memisah dan menaklukan? Kalau iya maka itu tindakan bodoh di situasi macam ini


Soalnya yah..... Jumlah kami terlalu besar yakni 5.000 prajurit sementara mereka tidak mungkin lebih dari seribu, bahkan jika aku membagi tiga pasukanku seperti ini dan mengirimnya satu persatu, mereka tetap akan kalah jumlah


Padahal memisah dan menaklukan adalah taktik hebat yang digunakan ketika musuh memiliki jumlah personel yang lebih banyak namun terpisah, memang itu sudah benar namun sayangnya jumlah mereka itu saja yang kurang.


Dengan kata lain kurasa aku sudah melihat cukup hal disini....


"Mundurkan mereka," perintahku


Kami masih menggunakan bendera untuk berkomunikasi jarak jauh, itu sudah cukup kok di masa ini


Mereka mundur dengan segera namun tetap menjaga formasi mereka, itu salah satu buah dari kedisiplinan yang ada di pasukan kami. Kalau tidak, bisa-bisa mereka panik dan lari dari formasi, dan yah prajurit yang lari dari formasinya adalah sosok yang tercela bukan?


"Katanya kamu mau menunggu kami?" Itu Kyouka


"Maaf-maaf aku tidak tahan, tapi tenang saja karena ini bukan penyerangan total,"


"Bagaimana dengan menara pengepung dan manjaniknya, Ryuu? Apa mau dikeluarkan sekarang?" tanya Maou


"Ya tentu saja, keluarkan sekaligus ya-"


"Nona! Gerbang mereka dibuka, dan ada beberapa orang yang keluar," kata Percival


Dia benar, ada beberapa orang yang keluar dari kota itu dan mereka langsung menuju kemari, akan tetapi pakaian mereka bukanlah pakaian seorang prajurit


"Nona, perintah anda?"


"Biarkan mereka, kurasa mereka akan menawarkan sesuatu," jawabku

__ADS_1


Pembawa pesan atau diplomat itu tidak boleh disakiti, tapi kalau secara mental..... kurasa tidak ada aturannya. Jadi pertanyaannya disini siapa yang bisa membuat dia pesimis? Ah.... itu aku.


__ADS_2