The Sended

The Sended
Chapter 85: Word to The Wise


__ADS_3

.


Banyak benda-benda dengan penampilan absurd namun memiliki fungsi yang cukup efisien disini, itu semua adalah buatan Xia Li selama empat tahun berada di akademi.


Lalu layaknya kutu buku, ruangan ini dipenuhi oleh buku bahkan sampai berserakan diatas lantai. Aku melihat buku sejarah Ruby yang kuberikan dulu juga ada diantara mereka


"Kudengar Ruby tidak pernah kalah sekalipun ketika nona berada di posisi sekarang," kata Li


"Jika aku pernah kalah, apakah aku bisa tetap duduk di posisiku sekarang ini?"


"Tidak?"


Aku hanya bisa tersenyum menanggapi Li yang bingung akan jawabanku


Lalu kudapati adanya sebuah foto diatas meja tempat barang-barang absurd tadi, mungkin inilah yang paling normal diantara benda lain diatas meja. Nampak sesosok anak kecil yang mirip dengan Xia Li, lalu pria dewasa bersamanya


"Ayahmu Li?" Tanyaku


"Ah iya, dia adalah salah seorang peneliti yang namanya sendiri terukir di salah satu batu di monumen sebelumnya," woah berarti dia sangat berjasa bukan?


"Patung orang tua yang mengangkat buku di sebelah kiri sendiri itu adalah leluhur keluarga kami," lanjutnya


"Benarkah?!"


"Iya.... tapi itu sudah ratusan tahun yang lalu, keluarga kami kini hanya setingkat Baron dalam tatanan kerajaan Barat,"


Baron.... bahkan baron biasanya bisa memerintah sebuah desa atau kota kecil


"Meski begitu ayahku dan aku tidak pernah menyerah untuk selalu menggunakan akal kami, akal keluarga kami turun temurun demi kemajuan ilmu pengetahuan manusia," lanjutnya


Ia mengambil sebuah benda aneh yang katanya adalah-


"Ini kusebut sebagai perisai portabel! Dengan sebuah tongkat pendek ini, hanya dengan mengalirinya mana maka akan terbentuk barrier sebagai perisai,"


Lihat? Itu sebenarnya efisien namun...


"Kamu sadar jika para prajurit biasa tidak bisa menggunakan sihir kan...?"


"Tentu! Aku membuat ini bagi para ahli sihir-"


"Dan para ahli sihir tidak perlu menggunakan alat semacam itu untuk membuat barrier..." potongku


"Eh?" Dia bingung


"Kamu tidak memperhitungkan itu?"


Wajahnya memerah karena malu


Hmm... tapi jika entah bagaimana ada sebuah alat yang bisa membuat penggunanya mengalirkan mana, maka perisai ini bisa diproduksi secara masal dan menjadi perlengkapan standar


"Apa kamu punya alat untuk membuat penggunanya dapat mengalirkan mana?" Tanyaku


"Eh? Aku belum pernah dengar yang seperti itu,"


Yah belum pernah ada sih...


"Yang kupunya adalah..." Dia terjun ke tumpukan benda-benda anehnya itu

__ADS_1


Ia melempar ke belakang yang bukan ia maksud, seperti anjing yang sedang menggali lubang


Lalu ia mengangkat sebuah kotak kayu seperti tempat cincin, dia bilang dia menemukannya


Setelah itu, dia membuka kotaknya dan menunjukan padaku apa yang dirinya maksudkan


"Segumpal tanah?" Tanyaku melihatnya


"Bukan! Ini adalah pil yang bisa meningkatkan mana didalam dirimu, keluargaku berspesialisasi dalam pembuatan ini,"


Pil mana?! Itu semacam potion untuk meningkatkan mana poin didalam game-game RPG?!


Aku melihatnya dengan takjub, namun kenapa penampilannya seperti gumpalan tanah...?


"Apa ini bisa diproduksi secara masal?"


"Hah? Ini saja ku buat selama tiga tahun, perlu banyak bahan langka yang didapat dari pegunungan, serta tungku pembakar yang dibuat dari logam langka, disamping itu juga pemasaknya harus memiliki kemampuan yang mumpuni dengan sihir yang cukup,"


Tidak bisa kah... Tapi jika kami dengan suatu cara berhasil membudidayakan bahan-bahan yang ia maksud, kemungkinannya akan meroket


Yah... meski begitu kami kekurangan tenaga kerja, para penyihir manusia kebanyakan berada di Benua Barat, mereka adalah para prajurit bayaran mahal yang dicari bangsa-bangsa. Akan tetapi tentu saja masih ada peneliti dan guru disana


Hanya saja alasan di Benua Barat lebih banyak penyihir tidak lain karena perang, itu membangkitkan kemampuan tersembunyi dalam diri mereka yang terpilih...


Andai Benua Timur juga saling berperang antar negara kotanya, mungkin akan lebih banyak penyihir disini.


Bel berbunyi dan Li menanggapinya dengan langsung sedikit berberes ruangannya ini, tidak semuanya ia rapikan sih.... bahkan berberes yang kumaksud itu dia kembali menumpuknya ke tumpukan sebelumnya


"Itu adalah tanda kelas akan dimulai, ayo ikuti aku!"


Kami keluar dari ruangan ini dan berjalan melewati lorong dengan karpet merah ditengahnya, sementara banyak hiasan berupa benda antik hingga benda aneh yang memenuhi sisi kanan lorong, sementara sisi kirinya adalah taman dengan kolam ditengahnya


Lalu lorong ini lebih berisi dari sebelumnya, dengan seragam yang kulihat di gerbang masuk tadi, mereka menuju arah yang sama dengan kami.


"Ini adalah kelas terbuka, semua orang boleh menghadirinya," kata Li


Kami sampai di ruangan dengan dua pintu yang cukup besar, Li membuka itu dan aku dapat menyaksikan alasan Qing menjadi otak Benua Timur yang sendirinya merupakan benua paling cerdas di wilayah manusia


Adalah sebuah lecture hall atau aula kelas perkuliahan yanh sangat besar hingga bisa memuat mungkin sampai dua ratus, tiga ratus, atau mungkin lima ratus karena aku baru mendapati adanya lantai dua


Ini adalah ruangan terbesar setelah ruangan dibalik pintu masuk akademi, dan aku juga tidak tahu ada berapa kelas yang memiliki ruangan yang sama, puluhan?


"Bagaimana? Ini keren bukan?" Kata Li disampingku sombong setelah melihat ekspresiku barusan


Siapa yang tidak takjub dengan ini? Ruby harus bisa mendirikan bangunan yang serupa di masa depan, dan kami harus membangun banyak di seluruh wilayah kerajaan, dengan itu akan mulai muncul bakat-bakat penyihir yang akan penting kedepannya


"Baiklah... aku mengaku kalah,"


"Eh...? Aku tidak sedang membandingkannya kok..." Dari wajahnya saja ketahuan bahwa dia sedang memamerkan keunggulan Qing didepanku


Dibelakang kami sudah banyak yang mengantre untuk masuk kedalam, jadi aku dan Li pun menyingkir


"Ayo kita ke lantai atas saja," kata Li


"Eh? Tapi nanti suara pengajarnya..."


"Tidak terdengar? Tenang, ada sihir pemancar disini yang membuat seisi ruangan bisa mendengar pengajar dengan baik," lanjut Li

__ADS_1


Aku tidak lagi terkejut, soalnya Ruby juga sudah memiliki alat semacam itu. Disamping proyektor sihir, ketika Yuuna diangkat sebagai menteri ekonomi dulu terdapat juga pemancar suara sehingga pengangkatannya bisa disiarkan dan didengarkan seluruh wilayah Ruby


Ku ikuti saja arahan Li karena aku tidak tahu apapun perihal ini, kami menaiki tangga kayu di ujung ruangan untuk sampai keatas. Lalu kami duduk di tempat yang sudah dipersiapkan


Profesor atau pengajarnya masih belum datang jadi aku bisa bertanya-tanya sedikit kepada Li


"Ini kelas apa memangnya? Sampai ruangannya penuh dengan murid seperti ini,"


"Ini kelas Sihir Elemental, kamu bisa lihat bahwa murid-murid yang datang kemari kebanyakan memiliki lambang berwarna merah di bagian belakang jubah mereka kan? Itu adalah tanda kebangsawanan Qing,"


Bangsawan? Jadi meski terbuka, akademi ini masih memisahkan bangsawan dengan rakyat biasa kah?


"Sihir Elemental bisa menjadi sangat berguna kedepannya, dan mereka dengan darah biru lah yang dianggap memiliki potensi paling tinggi, oleh karena itu mereka mengisi kelas dengan pelajaran ini," jelasnya lagi


Kudengar memang Sihir Elemental hanya bisa dipakai oleh orang-orang tertentu meski diantara para penyihir, di Brandenburg dulu juga hanya para bangsawan yang bisa menggunakan sihir itu


Kyouka bisa menggunakan sihir api, begitu juga denganku dan Maou, itu artinya kami bisa menggunakan Sihir Elemental seperti para bangsawan ini.


"Itu sang pengajar, dia adalah sosok yang namanya juga sudah ditulis pada batu monumen sebelumnya, ia sangat berbakat dalam sihir elemen air dan petir," kata Li


Dua elemen, entah itu langka atau tidak


Yang pasti ketika ia meletakan buku tebalnya keatas meja, semua murid tidak ada yang berani berbicara lagi.


"Bagi yang baru masuk kelas ini, perkenalkan namaku Zhang He, salah satu pembimbing kelas terbuka. Disini aku akan mengampuh pelajaran sihir elemental," kata pria tua itu


"Jadi kuyakin disini sudah paham semuanya soal manfaat mempelajari sihir elemental, namun penggunaannya adalah yang paling sulit dilakukan, dan untuk bisa melakukan itu kita perlu rumus dan berlatih," lanjutnya


Ia menulis rumusnya di papan tulis hijau dibelakangnya akan tetapi itu langsung terhubung dengan papan di meja kami masing-masing


Rumus huh...? Selama 20 tahun aku hidup disini tidak pernah sekalipun ada rumus dalam penggunaan sihirku...


Ah! Ngomong-ngomong papan yang terhubung dengan papan tulis itu cukup membuatku takjub, kami bisa meminjam teknologi ini kelak


"Sekarang adakah yang bisa menjawab pertanyaanku? Apa kegunaan sihir elemental dalam kehidupan kita?"


Anak-anak ini mulai menjawab dari membantu menyalakan kompor hingga memutar kincir angin untuk menggiling gandum menjadi tepung


Lantas mengapa tidak ada yang menjawab alasan sesungguhnya?


"Jawaban kalian semua benar, dan bukankah itu semua yang menjadi alasan kalian disini?"


"Berperang." Jawabku


Hanya karena aku menjawab jawaban yang sesungguhnya muasal kegunaan sihir elemental, semua perhatian menjadi terarah padaku


"N-Nona Ryuu?" Bahkan Li disebelahku juga terkejut dengan jawaban ini


"Aku mengerti jika kamu menganggapnya begitu, namun disini mungkin tidak ada yang setuju dengan-" Li lanjut berbisik kepadaku namun dipotong oleh profesor Zhang


"Tidak apa Nona Li, biarkan nona muda itu mengemukakan pendapatnya," jadi dia mengenal Li


Kalau diingat lagi Li memang harusnya terkenal kan?


"Aku belum pernah melihat wajah anda disekitar sini nona, apa engkau keberatan untuk memperkenalkan diri?"


"Namaku Ryuu, diriku datang dari wilayah Ruby,"

__ADS_1


__ADS_2