The Sended

The Sended
Chapter 53: Painfully Slow


__ADS_3

Setiap perang itu berbeda, setiap perang itu sama.


Baik penaklukan Ladenvield maupun pertempuran Kekaisaran Timur Raya melawan Federasi Nonna, keduanya memiliki berbagai kesamaan, keduanya memiliki berbagai perbedaan. Persamaan pertama adalah kehadiranku pada keduanya, lalu perbedaannya..... Kali ini Dewa tidak bisa ikut campur


"Dari sini kita akan berpisah, akan kukabari bila ada perubahan strategi," kataku diatas kuda


"Baik nona, kami akan langsung menuju desa perbatasan," kata Percival


Aku berada di desa tempat kami pertama kali memenangkan pertempuran melawan Ladenvield, dari sini jalan pasukanku dan aku akan bercabang. Soalnya aku akan menuju kedalam hutan dahulu, sementara mereka akan langsung ke garis depan


Disini terdapat hampir seluruh prajurit Ruby bersama Percival, mereka semua bergerak menuju ke desa Ladenvield yang berbatasan dengan Edelfield. Desa itu juga merupakan produsen pertanian satu-satunya yang Ladenvield miliki


Oh, lalu mengenai hampir seluruh prajurit Ruby yang kesana, sebenarnya itu berbahaya karena bisa saja Edelfield mengirim pasukan besar kedalam hutan untuk menyerang kami. Jika saat itu tiba maka Ruby tidak akan memiliki pertahanan yang cukup, jadi mari berharap mereka tidak melakukan itu


Karena itu juga aku akan melakukan kerjaanku dengan lebih cepat kali ini.


Setelah berada di kota Ladenvield dua hari, otak ku berpikir bahwa Ruby adalah kota yang besar dan makmur. Itu memang tidak salah, tapi tidak begitu benar juga, lihat saja harga barang di kota ini.... Membuktikan bahwa mereka sulit didapat


Arena tepat di sebelah kiri setelah gerbang dapat menjadi bukti bahwa kami makmur, tapi entahlah tiap kali aku masuk kota ini arena itu selalu tutup.


Kesampingkan hal itu, kota ini akan terlihat besar dan makmur ketika kalian melihat orang-orang yang nampak senang hidup didalam sini. Dan berkat suksesnya penaklukan ke Ladenvield, mungkin beberapa harga barang juga akan turun, serta akan ada perayaan yang membuat arena dibuka


Oh! Lalu sejak memasuki gerbang kota aku tidak melihat adanya prajurit yang berkeliaran, mereka kini diletakan di sudut-sudut kota yang strategis untuk siap siaga namun juga di sisi lain jangan sampai mengganggu aktivitas sipil hanya dengan kehadiran mereka.


Jalan ke istana Ruby dari gerbang cukup jauh juga, kalau melihat denahnya maka dapat dilihat istana yang terletak paling ujung atas. Setelah arena tadi akan ada pertigaan jalan utama, aku harus mengambil jalan ke kanan


Kalau tidak salah setelah taman ini adalah area terlarang bagi warga biasa tak berkepentingan, itu artinya mereka akan langsung ditangkap jika melewatinya tanpa izin


"Nona Rune, saya akan mengantar anda," kalau bukan warga biasa yang tak berkepentingan maka yang datang menghampiri juga bukan seorang prajurit, melainkan seorang pelayan istana


"Baiklah,"


Aku diantar melewati gerbang istana dan masuk kedalamnya, umm.... untuk menjelaskan bagian dalam istana Kyouka sebenarnya tidak ada kata lain selain megah, tapi semua ini tidak satupun yang dirinya beli sendiri


Dia memang seorang ratu sih.... tapi maksudku hampir semua hal yang ada disini merupakan hadiah


Kurasa dia mengalirkan kekayaan Ruby untuk hal lain, seperti membangun kerajaan ini.... dengar, seperti yang kita tahu bahwa dulu kami hidup hanya dibawah sebuah rumah beratap jerami dan kini kami memiliki kualitas hidup yang bahkan lebih tinggi dari Ladenvield, negeri yang dulu memperbudak kami


Untuk mencapai itu tidak mungkin mudah bukan? Tidak mungkin murah juga. Alasan Kyouka tidak mengeluarkan uang untuk mempercantik istananya mungkin adalah salah satu hal yang membuatnya menjadi Ratu yang sangat disegani rakyatnya, Ibu dari Ruby


Kami sampai di ruang takhta yang sama seperti dulu ketika aku dan Maou baru sampai kemari, disana ada Kyouka dan orang penting lainnya


"Baginda ratu, saya datang menghadap anda," kataku sambil menunduk


"Hentikan itu..... kalian boleh keluar," katanya kepada orang-orang itu


"Baik, baginda,"


Ketika orang-orang itu keluar dan pintu ruang takhta ditutup, aku kembali ke sikapku yang biasanya, penasaran akan benda-benda baru yang menghiasi ruangan itu jadi aku jalan-jalan di sekitar sana seperti sebelumnya


"Kamu tidak perlu melakukan itu bukan....? Reputasimu juga kini sepertiku loh," pinta Kyouka


"Bukan itu masalahnya, kan kamu memang Ratu negeri ini,"


Kyouka melemaskan tubuhnya diatas kursi singgasananya itu

__ADS_1


"Lalu apa alasanmu kemari?" Tanya dia


"Tidak ada alasan khusus sebenarnya, aku ingin sedikit mengobrol saja," jawabku


"Bukankah kamu harusnya cepat-cepat?" Yah itu benar sih


"Aku juga perlu menemui Maou, soal itu apa kamu tahu dimana labnya?"


"Ya, lab Maou ada didalam istana ini, tapi dia jarang ada disini. Dia berada di barak seberang jalan utama, katanya ia akan sering-sering bereksperimen yang akan berbahaya jika dilakukan dalam ruangan,"


"Eh.... begitukah.... hmmm,"


Aku bergerak kesana kemari.


"Apa yang sedang kamu lakukan sebenarnya?" Kyouka kesal dengan tingkah laku ku


"Eh? Tidak, aku hanya sedang mengingat-ingat masa ketika aku menjadi kaisar, ruanganku mirip seperti ini,"


"Huh? Kalau kamu mau aku bisa turun takhta dan-"


"Tidak! Kamu tidak boleh melakukan itu, aku tidak mau menjadi kaisar atau ratu atau pemimpin monarki lainnya lagi!"


"Hmm? Sepertinya kamu sangat takut akan posisi ini ya? Padahal sebenarnya menurutku tidak begitu buruk kok," kata dia


"Kalau kamu suka maka jalani saja terus, aku sih tidak mau sama sekali,"


"Permisi," Maou memasuki ruangan ini


"Maou?! Bukankah kamu bilang ada eksperimen penting hari ini?" tanya Kyouka


Hehe, aku sudah mengabari Maou lebih dulu sebelum masuk kemari


"Ryuu, apa tidak ada masalah di Ladenvield?" Tanya Maou


"Hei! Kalian juga baru meninggalkan kota itu sehari yang lalu, apa kamu pikir aku menyebabkan masalah disana hanya dalam sehari?"


"Yah...." Kenapa Kyouka seperti bernostalgia?


Tunggu, serius, memangnya aku pernah?!


"Hahh.... Kyouka, apa kita memiliki sebuah kota di pinggir laut?" Tanyaku setelah menghela napas


"Kamu mengingatkanku, kita memang memiliki sebuah kota yang baru dibangun di pinggir laut setelah penebangan hutan yang mahal disana. Rencananya aku ingin membuat sebuah pelabuhan yang dapat menyaingi pelabuhan Edelfield dalam hal perdagangan," Itu sungguh rencana yang bagus, tapi sebenarnya kita tidak memperlukannya


"Sepertinya aku harus mengubah rencanamu, kita akan membuat kota itu sebagai kota industri perikanan sekaligus galangan kapal militer,"


"Ehh.... lalu perdagangannya?" Tanya Kyouka lagi


"Tenanglah, kita akan berdagang di pelabuhan Edelfield jika kita mulai membangun kekuatan angkatan laut kita di kota baru itu,"


Maksudku kami kan pada akhirnya juga akan menaklukan Edelfield, apa gunanya memiliki dua pelabuhan dagang? Yah itu akan bagus sih.... jika kami memang ingin sangat bergantung pada perdagangan


Tetapi kuyakin pendapatan Ruby tidak berasal dari situ saja, buktinya selama ini kami tidak pernah kesulitan meski tidak pernah berdagang dengan negeri lain, atau mungkin belum? Soalnya kami baru berdiri sekitar dua tahun lebih


"Biar kutebak, alasanmu memanggilku karena ingin dibuatkan desain kapal?" Kata Maou

__ADS_1


"Itu benar, kamu sungguh mengerti isi pikiranku, Maou. Coba tebak, sekarang apa yang sedang kupikirkan?"


"Bukan begitu cara kerjanya....."


"Namun agar tidak terjadi kesalahan, desain seperti apa yang kamu inginkan?" Lanjut tanya Maou


Ia mengambil kertas cetak biru dan segala perlengkapan untuk menggambar desainnya, diletakan diatas meja kecil di pinggir ruangan


Aku dan Kyouka mendekat untuk melihat kerja Maou, juga aku akan menjelaskan bagaimana desain yang kuingin


"Abad pertengahan, satu layar," jawabku


"Baiklah...."


Dengan cepat Maou menggambar itu dan hasilnya pun sesuai ekspetasiku, itu adalah kapal abad pertengahan yang mana hanya digunakan sebagai transportasi


Sementara aku dan Kyouka masih mengagumi gambaran Maou yang detail dan bagus meski digambar dalam waktu singkat, dia mengambil kertas cetak biru lain yang sudah digambarnya sesuatu


Maou menunjukan itu pada kami dan yah seperti biasa dia membuatku terkejut dan kagum


Kali ini adalah gambar kapal era modern awal, dimana konsep menaikan banyak meriam keatas kapal adalah hal yang baru dan efektif. Yang ia gambar adalah kelas kapal tiang, ship of the line, mungkin kelas kapal perang modern pertama dalam sejarah


Dengan tiga tiang dan lebih dari seratus meriam, kapal ini dibuat untuk bertempur.


Tapi tetap saja....


"Kita akan menggunakan desain ini kelak, tapi untuk saat ini...." aku tetap teguh untuk tidak menggunakan mesiu lebih dulu


"Ah! Bagaimana jika meriam ini diganti dengan ketapel perang?" Saranku


"Itu.... tidak mustahil tapi mungkin hanya akan muat dua hingga tiga ketapel di masing-masing sisinya," jawab Maou


"Mari kita buat dengan dua ketapel saja dan perkecil ukuran kapalnya, mempercepat pembuatan," saranku lagi


"Baiklah, akan kubuat desain untuk itu, meski mungkin akan terlihat aneh nantinya..."


Dia ada benarnya, mungkin akan aneh melihat kapal tiga tiang namun persenjataannya adalah ketapel, kita lihat saja nanti. Lagipula prinsipku kan tidak apa aneh yang penting efektif


"Jadi sepertinya kamu sudah punya rencana, Ryuu. Tidak keberatan untuk mengatakannya pada kami?" Tanya Kyouka


"Sebenarnya aku ingin menjelaskannya didepan seluruh orang yang terlibat, tapi kurasa tidak masalah memberitahu kalian dulu. Begini rencanaku,"


Edelfield adalah kota yang memiliki dinding lebih tinggi dan lebih kuat untuk menghadapi kepungan ketimbang Ladenvield, tapi di sisi lain kota itu juga merupakan kota perdagangan besar di benua Barat


Jalan masuk ke dermaga mereka sangatlah terbuka, berbeda dengan pintu gerbang utama mereka. Kapal-kapal pedagang akan keluar masuk tiap saat tanpa peduli mau itu siang atau malam


Memang ada sebuah usaha untuk menjaga celah itu, mereka membangun dua menara yang jadinya menyerupai menara di gerbang kota. Kedua menara kembar ini sangatlah besar dan tinggi, bisa memuat puluhan prajurit di satu waktu


Meski begitu mereka berdua hanya memiliki satu peran yakni untuk melacak keberadaan kapal asing yang berbahaya, setelah itu akan dilaporkan ke atasan yang lalu para prajurit mereka akan lebih siap untuk menghadapi invasi laut


Itu saja sebenarnya cukup cerdas, mendarat di pantai penuh musuh dengan formasi bertahan itu bukanlah hal yang mudah. Kemungkinan gagalnya sangat tinggi jika kamu melakukannya di game Old World, kecuali jika terdapat perbedaan tingkatan pasukan, prajurit elit melawan sekumpulan warga biasa misalnya


Tapi meski begitu pun korban besar tidak mungkim dihindari.


Makannya kita perlu sebuah rencana agar pertama, musuh tidak menyadari kedatangan kita. Atau kedua, biar mereka menyadarinya pun mereka tidak bisa membanjiri pantai itu dengan pasukan mereka

__ADS_1


Selagi pilihan pertama tidak mungkin berhasil kecuali jika kami menetralkan menara kembar itu, jadi mari kita gunakan pilihan kedua


__ADS_2