
"Kamu nampak tidur dengan nyenyak putraku, karena kamu tahu bahwa ada yang melindungimu. Aku tidak pernah tidur nyenyak, aku sedikit iri kepadamu,"
"Suamiku," Istriku mendatangiku
Aku sedang berada di kamar milik putraku setelah semalam akhirnya bisa tidur panjang setelah dua bulan lamanya, kini hari sudah dimulai lagi dan aku memiliki pekerjaan untuk diselesaikan
"Sst! Putra kita sedang tidur," kataku padanya
"Maaf untuk itu, aku hanya ingin bertanya apakah pagi ini kamu ada pertemuan dengan Raja?" Huh?
"Tidak, kenapa kamu menanyakan itu?"
"Kalau begitu surat ini....? Apakah ada penipu yang berani menggunakan nama Raja?" Mana ada
Aku berbalik dan melihat sebuah surat dengan segel berwarna emas dengan stampel milik Raja di tangan istriku, dilihat saja itu merupakan surat asli.
Tapi seingatku Raja berkata untuk bersiap menaklukan pulau ini dan kabari beliau jika persiapannya telah usai, lalu mengapa kini beliau malah mengirim surat? Seharusnya aku yang mengirimnya surat ketika persiapannya sudah selesai
Aku membuka surat yang sudah tidak disegel lagi itu karena istriku sudah membukanya duluan, dan membaca isi dari surat itu
Tertulis kata segera dan penting di kalimat yang beliau tulis, itu artinya aku harus cepat-cepat menuju ke istana karena mungkin ada perubahan rencana dari beliau.
"Aku harus segera pergi, tolong siapkan kereta kuda, aku akan memakai seragamku dulu,"
"Baik tapi apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya istriku
"Aku juga tidak tahu, tidak tertulis apapun di surat itu, namun ketika sang Raja berkata segera dan penting maka aku harus mematuhi perintahnya dengan baik,"
"Aku mengerti, akan kupanggil kusir dan kereta kudanya,"
Sesampainya aku di istana, sudah terdengar suara perdebatan dari luar sini. Ruangan rapat biasanya memang terdapat didalam, namun itu khusus untuk para pejabat tinggi contohnya menteri dan jenderal sepertiku
Ada sebuah ruangan didekat pintu masuk istana untuk rapat terbuka bagi seluruh pejabat, dan tidak seperti biasanya kali ini ada banyak yang datang
"Sir Paul," sapa tuan Richard yabg datang bersama seseorang disampingnya
"Tuan Richard," sapa ku balik
Disini masih berada diluar istana, kami memutuskan untuk masuk ketika Raja sudah datang saja, soalnya tidak akan ada hal yang bisa didengarkan jika masuk sekarang, hanya ada keributan didalam sana
"Perkenalkan ini anak didik ku, Thomas," oh?
"Senang bertemu dengan anda, Sir Paul," katanya sembari mengajak ku bersalaman
"Begitu juga denganku, kamu orang yang dipilih langsung oleh Tuan Richard jadi tidak mungkin kamu biasa-biasa saja kan?" Kataku saat meraih tangannya
Ia tidak bisa menanggapi itu dan hanya bisa senyum
"Hahaha! Tapi perjalanannya tentu masih sangat jauh, apalagi lebih berat karena kita akan segera menaklukan seisi pulau," kata Tuan Richard
Ketika kami sedang berbincang, sang Raja keluar bersama pengawal dan beberapa orang penting lainnya, kami menunduk memberi hormat kepadanya
"Mereka bilang menteri perdagangan dan jenderal adalah pasangan yang buruk, tetapi tidak di negeri ini," kata beliau
"Baginda," sapa kami berdua setelah menunduk
__ADS_1
"Mari masuk, ada hal penting yang perlu dibicarakan,"
Kami semua masuk bersama.
Didalam sana sudah terdapat banyak orang seperti yang kukatakan, mereka seketika diam ketika melihat kami memasuki ruangan ini. Mereka bangkit dan menundukan kepala mereka sesaat dan terus berdiri hingga sang Raja duduk
Aku ada di sisi kanan Raja, Tuan Richard di sisi kirinya, beberapa menteri lain duduk berjejeran sebaris dengan kami, sementara sisanya disediakan kursi didepan Raja menghadap kemari seperti dalam ruang persidangan
"Terimakasih karena telah menanggapi surat yang kukirim dengan hadir disini saat ini," kata sang Raja membuka pertemuan ini
"Ini suatu kehormatan bagi kami baginda," jawab salah satu pejabat didepan
"Alasanku memanggil kalian kemari adalah karena ada pesan dari mata-mata kita, berkata bahwa Ruby mengumpulkan pasukannya di perbatasan,"
"Apa?!"
Semua yang ada di ruangan ini terkejut, tak terkecuali diriku
"Mengapa mereka berkumpul disana? Apa mereka ingin menyerang kita?!"
"Mereka mungkin mengira kita akan menyerang mereka, padahal kita masih bersiap,"
"Diam! Aku ingin mendengar pendapat kalian,"
Sang Raja membuat keputusan yang tepat, karena jika tidak dibuat diam mungkin perdebatan akan terjadi
"Kita harus menyerang duluan!"
"Kita masih bersiap bodoh! Jika menyerang sekarang, maka hasilnya tidak akan maksimal!"
Perpecahan muncul seperti yang diharapkan, dalam hal ini itu bukanlah sesuatu yang buruk. Sama saja seperti perbedaan pendapat semata, seorang Raja memperlukan hal seperti itu
Momen keheningan merayap kedalam ruangan ini, ketika semua mata tertuju kepada sang Raja yang berpikir keras untuk membuat keputusannya
"Aku ingin mendengar pendapat Jenderal kita, Sir Paul,"
Sekarang semua perhatian itu berganti menuju kearahku
"Saya akan melakukan perintah anda apapun itu baginda, tapi jika disuruh memilih maka saya sarankan untuk memberi sedikit waktu lagi untuk persiapannya,"
Sang Raja berpikir kembali karena pendapat kami masih berbeda, lalu keputusannya....
"Hal terakhir yang kuinginkan adalah kita bertempur diluar dinding kota ini. Jadi Sir Paul, kuharap kamu selesaikan persiapannya hari ini dan besok kamu segera berangkat ke perbatasan,"
"Dimengerti, baginda Raja,"
Uwah.... apa-apaan buku berjudul The Warrior Quenn ini.... Kuharap mereka tidak membuat buku dengan diriku menjadi karakter utamanya, lihat saja buku ini yang mengisahkan perjalanan hidup Kyouka
Mulai dari anak suku Afiel yang kemudian menjadi budak, membebaskan kaumnya dan berakhir menjadi Ratu atau seperti yang dikatakan buku ini, Warrior Quenn
Padahal dia bukanlah seorang petarung, dia memang sekarang cukup mahir menggunakan tombak namun masih ragu untuk mencabut nyawa seseorang dengan kemampuan tersebut.
Ngomong-ngomong sudah dua bulan ya? Waktu sungguh berlalu begitu cepat ketika aku semakin dewasa, mungkin itu yang dimaksud relativitas atau apalah namanya yang Einstein sebutkan, tapi mungkin juga bukan, aku tidak begitu mengerti, tanya saja pada Maou
Selama dua bulan ini akademi milik ku berhasil merekrut sekitar 70 siswa baru, mereka semua masih dalam tahap pelatihan tentunya karena baru dua bulan, tetapi perkembangan mereka sesuai yang kuharapkan
__ADS_1
Yang paling menonjol adalah Gilles, meski anak dari seorang pesuruh namun dia bisa mempelajari semuanya dengan cepat dan baik juga, cepat dan baik adalah hal yang diperlukan bagi seorang pimpinan militer terutama dalam mengambil keputusan di medan tempur
"Laksamana!" Dia memanggilku....
"Kurasa sebutan laksamana itu kurang tepat untuk ku, Gilles. Kamu bisa memanggilku Rune atau Nona Rune saja,"
Soalnya aku tidak hanya memimpin armada semata.... Aku belum menemukan julukan yang cocok untuk ku
"Lalu ada apa?"
"Siap! Saya disini bermaksud memberi laporan dari galangan kapal," Katanya
Aku menerima papan yang ia bawa, terdapat kertas yang ditempelkan disana
Kapal pesananku sudah terbangun sepuluh, tapi tidak satupun dari pesanan spesial diantara yang selesai itu. Baru dua bulan soalnya.... Aku mengharapkan dalam satu tahun mereka dapat menyelesaikan satu, lalu di tahun berikutnya dua
"Nona Rune?"
"Sepertinya kita sudah mencapai batas minimal jika ingin melakukan invasi ke Edelfield,"
Sepuluh kapal jika satu dari mereka kira-kira bisa mengangkut hingga seratus personil, maka aku bisa membawa seribu prajurit untuk mendarat di pantai Edelfield, tapi mari jangan lakukan itu. Aku nanti terkesan terburu-buru....
Kecuali.... Ada suatu hal besar terjadi yang memaksaku untuk buru-buru
"Ryuu!" Sial kepalaku sakit mendengar seruan Kyouka lewat sihir
"Hei jangan berteriak disini, suaramu sudah sangat jelas meski mencoba berbisik sekalipun," Soalnya ini sihir yang langsung mengirimkan suara kedalam otak ku
"Maaf, tapi kamu harus mendengar ini," lanjutnya
Edelfield memulai pergerakannya, mungkin karena terprovokasi oleh kehadiran pasukan kami di perbatasan, mereka mengirim pasukan dalam jumlah besar kesana juga
Maou dan Kyouka akan segera berangkat kesana untuk mengirimkan artileri jenis baru untuk lebih mempersenjatai pasukan kami, namun tanpa kehadiranku maka hampir dipastikan Ruby akan kalah. Jika Maou dan Kyouka tidak menggunakan sihir dan kemampuan mereka loh ya....
"Sepertinya jadwal kita akan dipercepat, aku harus segera menuju garis depan sekarang," kataku pada Gilles
"Eh? Apa yang terjadi, nona?"
"Edelfield, mereka datang membawa 12.000 prajurit untuk menaklukan seisi pulau, sementara kita hanya memiliki 5.000 disana," Aku menjelaskan sembari berjalan menuju ke luar akademi, Gilles mengikutiku
"Kita akan menang, namun kalau sudah bergerak maka aku ingin sekalian saja sampai ibukota mereka," Aku sampai di gerbang akademi dan berhenti disana
"Dalam sepuluh hari, aku akan kembali kemari bersama seribu prajurit Ruby, tolong katakan pada pembuat kapal dibawah sana untuk mempersiapkan seluruh kapal yang berhasil dibuat pada hari itu,"
"Apa kami akan berperang pada hari itu, nona?" Tanya dia
"Kalian? Tidak.... Kalian bahkan belum menghadiri kelas navigasi, aku akan meminta para pelaut biasa saja untuk invasi nanti," Jawabku
"Tapi nona, bukankah selama ini kita terus berlatih? Tidak kah sebaiknya anda memberi kami pelatihan di lapangan langsung?" Oh ada komplain dari Gilles sepertinya
Hehe, sudah lama sejak ada yang berani mengajukan komplain dan keluhan kepadaku, padahal aku tidak melarang hal itu loh.... Kira-kira kenapa ya?
"Dengar ini baik-baik Gilles, kapal untuk pendarat atau Landing Craft itu sangatlah jauh berbeda ketimbang kapal perang atau Battleship. Kalian adalah pelaut yang terlatih untuk bekerja di Battleship, yang pertama dalam profesi kalian itu. Jadi aku ingin ketika waktunya tiba, kalian melakukan tugas kalian dengan sempurna, tapi kali ini bukanlah tugas kalian, apa kamu paham?"
"Saya paham, nona...."
__ADS_1
Disebut Landing Craft juga bukan sih... Mereka lebih seperti ke Transport Ship, bisa digunakan untuk keperluan lain juga
Ugh, cukup basa-basinya, aku ada pertempuran untuk dimenangkan