The Sended

The Sended
Chapter 15: Back to where I Belong


__ADS_3

Hari ini sama seperti hari lainnya, pagi harinya aku pergi kesekolah dan sekarang pada sore hari aku baru pulang. Cukup biasa juga sebagai gadis seusiaku.


"Aku pulang," kataku agak keras saat membuka pintu rumah


"Selamat datang, Kakak!!" sambut adikku Kei


Dia datang menuruni tangga dari lantai dua, tangga itu terletak tidak jauh didepan setelah melewati pintu masuk rumahku


Aku memeluknya seperti pada hari-hari biasanya ketika aku pulang dari akademi, dan biasanya dia memintaku untuk menceritakan sesuatu tentang sekolahku


"Hmm baiklah, tetapi cerita ini bukan tentang sekolah, tapi tentang keruntuhan Kekaisaran Timur Raya " kataku


Mendengar ucapanku, dia malah jadi tambah semangat lagi, aku dapat melihat semangat itu dari matanya yang bersinar melihatku


Perang antara kedua negeri ini sebenarnya sudah sejak lama ketika Kekaisaran menyerang wilayah Federasi di Utara. Kekaisaran mengira kalau Federasi sudah berada di ambang kehancurannya karena melawan Germanica


Kekaisaran mengambil keuntungan ini dan menyerang Federasi dari Timur, akibatnya mereka mendapat kewenangan untuk mempertahankan wilayah Federasi yang telah diambil sebelumnya


Namun dua tahun kemudian situasi berubah...


Federasi kini mengalami Revolusi besar yang memiliki landasan kuat untuk berdiri sebagai negara adidaya baru, dan tujuan pertama mereka adalah mengambil kembali wilayah Kekaisaran yang sudah diambil alih sebelumnya


Di perang ini Ryuu muncul sebagai Sang Iblis


"I-iblis..?" tanya Kei takut


"Jangan takut, bukankah kamu ingin menjadi prajurit kelak?" kataku sambil mengusap rambut hitamnya yang sama seperti miliku


"Kei tidak takut kok!" katanya antusias


"Bagus, begitu baru adikku,"


Saat kami sedang berbincang bersama, Ryuu muncul entah darimana dan duduk disebelah kiri Kei


"Yah, meskipun dia sudah menghabisi lima belas ribu nyawa, tapi kamu tidak perlu takut dengannya," kata Ryuu


"Ryuu!? Kenapa kamu bisa ada dirumahku?" tanyaku


"Siapa dia, Kak?" tanya Kei


"Dia teman sekelasku, namanya Ryuu", jawabku


Dan lagi... Ryuu seenaknya pergi menjauh dan mengabaikan pertanyaanku, dia mengarah keluar entah kemana. Aku bermaksud menyusulnya segera


"Ah benar juga Kei aku lupa memberitahumu, dia itu Sang Iblis yang ada dalam ceritaku," kataku berbisik disebelah telinga Kei


Lalu aku meninggalkan Kei dalam keadaan kaget yang terdiam membatu di tempatnya karena bingung mau berbuat apa


Aku mengejar Ryuu yang sedang berjalan di depan rumahku, dia berjalan santai berbeda dengan caranya berjalan disekolah


Kalau dipikir lagi, dia seperti orang yang berbeda setelah mengetahui bahwa aku juga dari dunia lain sepertinya


"Hei Ryuu, jawab pertanyaanku tadi," tanyaku ketika berhasil mengejarnya


Ryuu berhenti ditengah jalan dan aku masih bernapas terengah-engah karena berlari mengejarnya


"Sebelum kujawab pertanyaanmu, kurasa ada pertanyaan yang lebih penting yang dibawa orang itu," tunjuk Ryuu kearah rombongan pasukan


Rombongan ini berjumlah tujuh orang dan mengarah tepat kearah kami, tidak... tapi kearah Ryuu


Mereka berhenti didepan Ryuu, salah satu dari mereka berjalan mendekati Ryuu dan memulai percakapan,

__ADS_1


"Aku komandan pasukan Asagi, kehadiranku kemari untuk memberi pesan dari ketua kami, nyonya Funomiya,"


Dia memiliki perawakan yang besar dengan baju pelindung putih khas klan Asagi


Memangnya ada urusan apa sampai ketua klan ingin berbicara dengan Ryuu?


"Beliau ingin meminta bantuan anda, Ryuu. Jadi mohon anda segera ke istana sekarang,"


"Huh? Padahal dia yang ingin meminta bantuanku, bukankah dia yang seharusnya kemari?" jawab Ryuu sombong


Yap, dia adalah orang yang berbeda dengan saat pertama kali kami bertemu


"Kau!! Kurang ajar!!"


"Hoi Ryuu ada apa ini?" tanyaku berbisik


"Mudah saja...."


Klan Yui melakukan ekspansi besar-besaran di wilayah Ming, pasukan mereka hampir sampai di wilayah koalisi yang dipimpin oleh klan Asagi ini. Jadi Funomiya Asagi atau pemimpin klan ini meminta bantuanku untuk mengalahkan pasukan klan Yui, begitu kata Ryuu


"Cukup sampai disana!!" teriak seorang wanita yang didampingi belasan prajurit lainnya


Dia adalah Funomiya Asagi, ketua klan Asagi yang ke 16. Dia juga yang berniat memanggil Ryuu untuk meminta bantuannya


ke tujuh pasukan yang datang sebelumnya menundukan kepala kepada Funomiya sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin mereka


"Nona Funomiya, maafkan saya tetapi gadis ini sangat tidak sopan kepada anda," kata komandan Asagi sambil menunduk


"Tidak apa, lagipula apa yang dia katakan benar adanya, seharusnya aku yang datang secara langsung," kata Funomiya


"Nona Funomiya?" tanya komandan Asagi bingung


lalu dia menghadap ke arah Ryuu dan membungkuk sedikit untuk menunjukan bahwa dirinya benar-benar membutuhkan pertolongan untuk mengalahkan klan Yui


klan Yui memperlakukan seluruh tahanan menjadi budak dan mengambil anak laki-laki sebagai prajurit mereka kelak serta anak perempuan sebagai penghibur pasukan mereka


"Entah apa jadinya wilayah kami dibawah kepemimpinan mereka,"


Klan Yui merupakan klan terbesar didaratan Ming yang terus bertambah besar seiring berjalannya waktu, sebenarnya ada tiga klan besar sebelumnya di Ming, klan Kondo, klan Yui, dan klan Fuma


mereka adalah klan superior yang memiliki pasukan terbesar di tanah Ming


lalu tiba pada suatu saat ketika klan Kondo dan klan Fuma bekerjasama untuk mengalahkan klan Yui yang berakhir buruk bagi kedua klan ini, kedua klan ini kalah dalam pertempuran yang menentukan nasib Ming kedepannya


karena kemenangan ini, klan Yui melancarkan serangan balasan kepada kedua klan ini dan berhasil meraih kemenangan total atas keduanya


Itulah sejarah singkat mengenai klan Yui yang menjadi klan superpower di tanah Ming


"Baiklah, aku setuju " jawab Ryuu


"Benarkah? Kalau begitu-" kata Funomiya senang sebelum akhirnya dipotong oleh Ryuu


"Tapi aku harus pergi dulu ke Selatan, lagipula aku tidak akan bertempur dalam pasukan Asagi," potong Ryuu


"Apa!? Apa kamu mau melarikan diri!?" bentak komandan Asagi


"Komandan!! Biarkan saja, kalau dia menolaknya juga aku tidak keberatan, itu adalah haknya," kata Funomiya


Keesokan harinya, Ryuu menjemputku pada pagi hari dan mengajaku untuk pergi ke Selatan entah apa yang mau dilakukannya. Padahal hanya dia seorang yang dimintai tolong, lalu apa alasanku untuk ikut?


Tapi meski pikiranku berkata begitu, hati kecilku berkata lain. Aku memutuskan untuk mengikuti Ryuu setelah berpamitan pada Kei, aku berjanji untuk bertemu dengannya kembali kelak

__ADS_1


"Jad.... apa yang mau kau lakukan?" tanyaku


"Kita akan menuju wilayah klan Oda," jawabnya


"Oda?"


Klan Oda adalah klan yang hidup dibalik pegunungan subur di Selatan, letaknya satu hari dari sini. Jadi ini akan menjadi perjalanan yang panjang.


"Ngomong-ngomong kamu lahir di wilayah klan mana, Ryuu? Soalnya aku mendengar kamu suka bepergian, jadi tidak mungkin kamu terlahir di Asagi kan?"


"Hmm... kurasa nanti juga kamu akan tahu sendiri,"


Kami melewati sebuah gua yang tidak terlalu panjang yang mengarahkan kami kepada sebuah desa diluar pegunungan ini, desa ini sudah termasuk dalam wilayah klan oda


Setelah menempuh 2 hari perjalanan, akhirnya kami tiba disini


Desa ini, bisa kubilang benar-benar menyatu dengan alam dan itu malah menambah kecantikannya. Para penduduknya memiliki pekerjaan seperti berkebun dan bertani karena desa ini berada di dataran tinggi


"Selamat pagi Klan Oda!! Bukankah ini hari yang indah? Ahahaha.. semoga kalian senantiasa diberi berkah oleh Dewa sehingga Oda bisa terus tumbuh, Ahahahaha...," seru Ryuu yang membuat semua pandangan warga mengarah kepadanya


Tidak lama setelah berkata seperti itu, banyak orang yang berlari kearah Ryuu sambil mengangkat sabit dan celurit mereka


"Ryuu!!! Sialan kau!!" teriak orang-orang itu


"Kyouka, lari," kata Ryuu


"Eh?"


"Lari!!" kata Ryuu lebih keras


Entah apa yang sudah Ryuu perbuat disini sehingga mereka semarah itu terhadapnya


Kami berlarian kesana sini menghindari amukan warga kepada Ryuu. Tunggu... bukankah mereka hanya mengejar Ryuu? Kenapa aku juga ikutan lari?


Akhirnya Ryuu berlari menggandeng tanganku menuju istana yang ada di dalam desa ini, dia menggandengku karena lariku lebih lambat darinya


"Tunggu sebentar, Ryuu. Kenapa kita kesana? Bukankah kamu sudah membuat masalah dengan klan Oda? Kalau kesana nanti malah pasukan mereka yang mengejarmu,"


"Tidak-tidak, mereka tidak akan berani berbuat hal semacam itu,"


Tidak berani? Apa maksudnya tidak berani?


Karena sudah mendekat kearah istana, para warga yang mengejar kami pun berhenti. Itu karena mereka dilarang memasuki istana kediaman ketua klan


Tetapi sebagai gantinya, ada banyak pasukan dengan pakaian dominan merah ada disana. Mereka adalah pasukan Oda yang sedang berjaga didepan istana


"Pasukan, apa Kaguya ada didalam?" tanya Ryuu


"Cih" jawab pasukan itu


Dia tidak berkata apapun tetapi membiarkan aku dan Ryuu memasuki gerbang istana, tepat seperti apa yang Ryuu bilang bahwa mereka tidak akan berbuat apapun pada kami


Kami memasuki gerbang besar yang mengarah kedalam istana, didalamnya terdapat lebih banyak pasukan yang berjaga. Itu wajar karena ketua klan sedang ada disini dan inilah pusat dari klan Oda


Aku dan Ryuu berjalan menuju sebuah aula terbuka yang berada ditengah taman sakura yang indah, aku sendiri belum tahu apa yang mau Ryuu lakukan disini


Tetapi melihat tingkahnya, apa mungkin dia mau melakukan negosiasi? Memangnya akan disetujui?


"Tadashii Ryuu, apa alasanmu kemari kali ini?" tanya seorang pria tua yang datang kemari


"Beginikah sambutanmu paman? Tetapi aku bisa paham kenapa kalian bersikap seperti itu padaku," jawab Ryuu

__ADS_1


Paman? Jadi Ryuu berasal dari klan Oda... pantas saja dia mencari bantuan kemari, semuanya menjadi terhubung sekarang. Nampaknya dia adalah anak dari orang penting disini


Kalau begitu, ada kemungkinan untuk permintaan Ryuu disetujui. Aku tidak sabar menunggu ketua klan Oda, semoga saja dia mudah diajak bicara


__ADS_2