The Sended

The Sended
Chapter (-) : Deal with the Devil


__ADS_3

"Berhentilah berteka-teki, katakan langsung inti dari pembicaraan ini,"


"Inti? Inti dari semua ini adalah agar perang terkutuk yang kalian mulai diakhiri!"


Aku berhasil memancing emosinya huh? Seperti yang sudah diketahui, manusia memiliki emosi yang rapuh


"Jika kamu ingin armada ini pergi dari sini karena kamu takut terkena serangan dari sebuah pertempuran yang akan terjadi, maka kamu menyandera orang yang salah


Aku mungkin memang adalah laksamana dari armada ini, tapi aku juga tidak bisa bergerak sesuka ku. Harusnya kamu menyandera pemimpin koloni jauh di Timur,"


Aku mungkin terdengar seperti mencari alasan, tapi itulah kebenarannya. Aku diberi kebebasan bertindak hanya ketika pertempuran berlangsung, selebihnya harus mengikuti perintah atasanku


"Ya, itu mungkin memang benar, tapi kamu bisa menghubunginya dan membuat armada ini bergerak ke tempat lain," jawabnya dengan pengetahuan dangkalnya itu


"Dan apa alasanku melakukan itu? Karena aku disandera? Oh tidak seperti mereka kehabisan orang sepertiku. Faktanya jika aku mengatakan itu, mungkin seluruh armada akan mulai menembak kemari dan mengakhiri hidup kita bersama,"


Elf merupakan ras yang sombong dengan rasa bangga yang terlalu tinggi, oleh karena itu mereka juga disiplin dan rela mati daripada dilucuti oleh musuh. Masing-masing Elf menyadari hal ini, oleh karena itu mereka tanpa rasa bersalah akan membunuh rekan mereka sendiri jika rekan mereka ini tertangkap atau dilucuti


Mereka kira bahwa dengan itu, rasa bangga sebagai seorang Elf pada diri rekan mereka akan terselamatkan, dan rekan mereka akan berterimakasih pada mereka selamanya di akhirat


Terdengar bodoh? Mungkin, tapi aku juga di didik seperti itu sejak kecil


"Kamu tidak perlu khawatir, karena aku juga sudah menyadarinya," huh? Kalau sudah sadar, lantas mengapa-


"Aku akan memberimu informasi yang dapat menjadi alasan bagus kepada atasanmu untuk memindahkan armadamu,"


"Kau pikir kami para Elf belum mengetahui informasi yang akan kamu berikan, kamu seorang ras inferior?" Aku mencoba memprovokasinya lebih jauh


"Entahlah, tapi apa kamu tahu Uranium?"


"Ura-?" Apa yang tadi dia katakan?


"Jadi kamu tidak tahu ya.... Uranium,"


Aku tidak percaya kalau strateginya berhasil


Rencanaku adalah untuk membuat Dwarf serta Elf menggunakan senjata terkuat mereka dan menghasilkan ledakan besar yang akan merugikan mereka juga, untuk melakukan itu aku harus berbohong kepada laksamana regional Elf


Masalahnya aku berpikir kalau kubilang: Dwarf memiliki senjata pemusnah masal yang dapat membumihanguskan koloni kalian.... kebohongan serendah itu pasti tidak akan diterima


Jadi Abraham datang dengan ide yang bagus,


"Kebohongan yang baik adalah memberi informasi yang belum pernah mereka dengar sebelumnya, baik inti informasi itu maupun kata-kata yang kamu gunakan,"


Dan menurut teori itu, informasi apa yang lebih baik dari bahasa manusia kuno?


Aku menceritakan pada Ily apa yang Abraham beritahu padaku, soal nuklir yang sebelumnya kutanyakan pada diriku sendiri. Dan jawaban yang kudapat rupanya sangat buruk


Sebuah senjata yang dapat menghancurkan sebuah kota dalam sekali ledak, yang dampakmya memiliki efek buruk berjangka sangat panjang. Manusia zaman dulu memiliki senjata pemusnah masal ini sebanyak puluhan ribu unit


Itu membuat mereka dapat menghancurkan dunia ini jika mereka mau.


"Kita sudah sampai,"

__ADS_1


Sampai?


Woah! Lihatlah itu....


"DCS Dabakurr, artinya serang dalam bahasa Dwarf. Kapal ini telah menjadi bendera armada perlindungan Dwarf di pusat pertambangan benua ini,"


Kapal itu memang megah dan besarnya serupa dengan milik Ily, begitu juga dengan armada Dwarf yang berada disini, mereka memikiki jumlah yang mirip dengan armada Elf di Timur


Namun desain yang Dwarf gunakan adalah yang terbaik di dunia ini, mereka memiliki kapal paling efektif berkat pengrajin dan teknisi mereka. Meski dari segi kecantikan kapal Elf jauh melampaui mereka, tapi apa artinya saat bertempur bukan?


Mengapa aku terkejut? Itu karena aku dibawa terbang oleh mereka, dan perutku sangat tidak nyaman ketika berada di udara. Kupikir dengan menutup mata, itu akan setidaknya lebih baik


Ugh, lupakan itu, Infiltrasi pun dimulai, sebisa mungkin aku ingin tidak ada korban jiwa. Kematian Elf sebelumnya adalah kegagalan kami dalam misi, tidak boleh terulang lagi


Membuat tangan kami bersih dari darah merupakan salah satu poin agar negosiasi berhasil, itu akan menambahkan opini terhadap pihak Dwarf, jadi sebisa mungkin tidak boleh ada korban jiwa


Aku bersama dua Machinarum, Ellie dan Vici masuk dan segera melakukan pemeriksaan pada tata letak kapal ini. Yah, yang melakukan itu adalah mereka berdua, dengan menyambungkan sistem kapal ini dengan diri mereka


Diriku hanya bisa diam dan menonton saat mereka melakukan itu, karena ketika kami sampai di ruangan pemimpin armada, giliran mereka yang diam dan menonton.


"Halo, tuan Ivar,"


"Bagaimana bisa ada penyusup disini?!"


Beruntung karena kedua pemimpin armada sendirian di tempat mereka, terakhir kali Ily juga begitu


"Tenanglah tuan-"


"Sialan! Apa yang kau inginkan?! Mengancamku tak akan mengubah apapun,"


"Bah! Tapi kurasa tidak ada salahnya mendengarkanmu lebih dulu, katakan!"


Dwarf memang seperti ini.... terkadang mereka terbuka, terkadang mereka keras kepala. Yang pasti suara mereka sangatlah keras


"Para Elf, mereka akan segera menghancurkan sektor tambang kalian di dekat desa lama kami,"


"Huh? Itu bukan masalah, selain sektor itu hanya menghasilkan bebatuan kelas bawah yang berbahaya, sektor itu juga dijaga beberapa kapal karena berada paling dekat dengan perbatasan,"


"Beberapa kapal tidak akan bisa menghentikan armada regional Elf, tuan Ivar,"


Mendengar ini, dia terkejut tak percaya


"Armada regional?! Mengapa mereka sampai melakukan itu? Tidak.... apa kamu jangan-jangan menipu kami?! Hei sialan! Kau sadar apa yang telah dirimu lakukan?!"


"Woah! Tenangkan dirimu tuan Ivar, aku bisa menjelaskan ini lebih lanjut,"


"Kamu harus berharap jika ceritamu dapat masuk akal, atau akan kuremukan tulangmu dengan tangan kosong,"


Dwarf selain terkenal akan kerajinan dan teknologinya, terkenal juga akan kekuatan mereka. Mereka hanya satu tingkat dibawah Orc kalau soal kekuatan, tangan mereka rumornya mampu membengkokan besi sekalipun


"Batu tingkat rendah namun berbahaya yang anda maksud itu adalah Uranium. Elf memiliki buku kuno yang berkisah mengenai batu ini dan manfaatnya bagi makhluk kuno penghuni Kelfia sebelum para Iblis ada," jelasku


"Baru di awal sudah omong kosong, kesempatanku sudah habis, manusia!"

__ADS_1


Ivar bangkit dengan kepalan tinju bersamanya, ia mendekat dan bersiap memukulku. Akan tetapi dihentikan oleh Ellie yang menjagaku jika ada hal yang tak diinginkan terjadi, dia melakukan tugasnya dengan baik


Ellie menggunakan energi untuk membuat pengekang seperti tali bercahaya yang mengikat Ivar di tempatnya, tali itu melilit mulai dari lengan hingga kakinya membuat Ivar sama sekali tidak dapat bergerak


Yah, kecuali mulutnya itu....


"Sekali lagi kumohon untuk tenang, tuan Ivar,"


"Machinarum.... Kuyakin salah satu rekanmu memiliki trauma besar setelah kami bongkar habis huh?"


Provokasi? Ia mencoba cara yang Ily gunakan kepadaku namun ia melakukannya pada Machinarum yang tidak memiliki perasaan? Apa benar para Dwarf itu makhluk yang cerdas?


"Setelah core unit Hixe di reboot, hal negatif seperti trauma yang anda maksud telah dipindahkan dari sistem unit ke database pusat, jadi untuk menjawab pertanyaan anda: tidak, trauma yang kalian berikan nampaknya sia-sia,"


Haha.... perasaanku saja atau memang Ellie berpengalaman untuk membuat orang lain kesal? Kuyakin tidak semua Machinarum seperti dia


"Ngomong-ngomong, dalam buku itu Uranium merupakan komponen paling penting untuk membuat reaksi nuklir,"


"Huh?"


"Makhluk kuno didalam buku memiliki teknologi yang sangat maju, lebih maju dari ras manapun di muka Kelfia ini, namun mereka tidak bisa menggunakan sihir, mereka menggunakan ilmu pengetahuan atau sains untuk menghidupi dunia ini


Reaksi nuklir adalah salah satu yang dapat menciptakan energi untuk menghidupkan berbagai benda pada zaman itu. Mereka juga memiliki sumber energi lain yang bisa dimanfaatkan tapi yang akan kubicarakan saat ini adalah nuklir


Selain dijadikan sumber energi domestik, mereka dapat memanfaatkan reaksi ini sebagai senjata yang sangat mematikan,"


Aku menjelaskan padanya bagaimana reaksi ini tercipta, apa kegunaan Uranium didalamnya, serta dampak dari senjata nuklir sesuai yang Abraham ceritakan padaku sebelumnya


Dan lagi-lagi itu berhasil menarik perhatian Ivar hingga ia terdiam dan fokus mendengarkan ceritaku


"Jadi selama ini kami para Dwarf sudah gagal memberi nilai pada batu sepenting itu? Dan makhluk bertelinga runcing itu mendahului kami?!"


"Umm, semacam itu?"


"Sialan! Kalau tahu batu itu sangat penting, aku akan membangun pangkalan militer disana! Sekarang lepaskan ikatan ini! Biarkan aku menggerakan seluruh armada regional Dwarf menuju sektor Uranium,"


Hehehe....


"Sesuai kehendakmu, namun sepertinya sampai sini saja keterlibatanku,"


"Tidak, ini saja sudah cukup. Aku tidak tahu apa motifmu tapi kami sangat terbantu, akan kuberi hadiah yang layak padamu kelak,"


Kekeke..... Hadiah yang layak dia bilang, hadiah yang ku inginkan adalah ledakan yang akan kalian buat


Kenapa aku tidak di curigai lebih jauh? Itu simpel saja, karena aku hanyalah ras perayap. Alasan mengapa mereka tidak mencurigai Machinarum yang bersamaku adalah karena ada masalah yang lebih penting


Hanya satu langkah lagi menuju tujuanku, tapi setelah itu juga aku perlu mempersiapkan tahapan selanjutnya, dan saat itu hanya ada sedikit bantuan dari Machinarum.


Aku sampai lagi di gua tempat segalanya dimulai, baik misi ini maupun kehidupan baru manusia. Bedanya diatas gua ini, terbang ribuan Machinarum beserta sebuah Server yang adalah kapal induk mereka, menunggu perintah dariku yang hanya seorang manusia


Ada tiga Administrator dan semuanya hadir disini, iya... termasuk Alexander. Administrator satunya bernama Dido, dia seperti Ellie yang merupakan gadis mesin, namun peran Dido adalah Jenderal perang


Dido biasanya memimpin kelompok besar seperti sekarang ini, berbeda dengan Alexander yang memberi perintah pada kelompok-kelompok kecil dalam ekspedisi mereka masing-masing

__ADS_1


"Papan caturnya sudah di set," kataku


"Kalau begitu mari melakukan gerakan pertama kita," kata Abraham


__ADS_2