
.
Mereka datang.
"Artileri!"
Bebatuan melayang kembali layaknya pertempuranku yang sudah-sudah, tujuannya tidak lain hanya untuk mengikis jumlah musuh serta menanamkan rasa takut yang lebih. Dan yah itu cukup efektif kok
Kami tidak menembak secara serentak atau salvo, melainkan satu persatu bergiliran dengan jarak satu hingga dua detik tiap manjaniknya, itu akan lebih baik dalam menurunkan morale karena musuh mengira kami memiliki banyak artileri
"Mereka bermanuver nona!"
Oh lihatlah itu, mereka membantuku mengurangi jumlah mereka sendiri, kenapa? Itu karena-
"Mereka saling menabrak satu sama lain," kata Yuuna melihat apa yang sedang terjadi
Kalau aku yang memimpin armada invasi itu, aku akan langsung melaju tanpa mempedulikan artileri ini, kehilangan sepuluh persen adalah jumlah maksimum yang bisa terjadi pada armada itu bila melaju secepat mungkin tanpa mencoba menghindari bebatuan yang melayang
Yah... kini kurasa persentasenya naik menjadi 20 persen karena mereka saling menabrak
"Mereka akan memasuki jarak tembak, tahan tembakan kalian hingga aku perintahkan,"
"Umm, Kak Ryuu.... setahuku sebuah kapal itu biasanya diperkuat bagian depannya untuk menabrakan diri ke musuh atau ke pantai, sementara bagian lambung menjadi yang paling cocok untuk ditabrak," kata Yuuna
"Iya, itu benar," jawabku
"Lalu kenapa kita malah memamerkan lambung kita kepada musuh yang melaju kemari?"
"Y-Yah kupikir dengan seperti ini kita bisa membariskan lebih banyak orang untuk menembak musuh nantinya,"
"Apa kamu memang tidak pernah memikirkan ini sebelumnya?!" Yuuna marah
Padahal kan aku hanya sedang bercanda....
"Tenanglah, mungkin kita masih punya kesempatan,"
"Jika kamu membawa armada kita sebelumnya memang kita punya kesempatan, sekarang bagaimana?" Tanya Yuuna
"Mari cari tahu, lihatlah musuh akan sampai sebentar lagi,"
Wah-wah, Hohenzollern memiliki kapal yang cukup bagus juga.... itu melaju dengan cepat kemari, jika sampai menabrak kami maka kapal perdagangan ini akan langsung terbelah menjadi dua...
"Bidik!" Seru ku
Seluruh crossbowman mengarahkan senjata mereka kepada musuh
"Tahan!"
Akan kubiarkan musuh mendekat lebih lagi supaya anak panah kami tidak ada yang meleset
"Kak Ryuu...? Apa yang kita tunggu lagi...?"
Terus mendekat, lebih dekat, lagi, lagi....
Dan....
Sebuah rantai baja yang sangat besar mencul dari bawah laut, kapal-kapal Hohenzollern yang melaju kencang berakhir menabrak rantai besar ini dan tenggelam. Yang berhasil berhenti tepat waktu pun tertabrak oleh kapal dibelakang mereka, itu sungguh kekacauan yang memuaskan
Lihat saja Raja mereka yang terkejut setengah mati itu, hanya bisa menyaksikan satu persatu kapalnya hancur dan karam serta para prajuritnya yang tenggelam
"Sekarang, tembak!"
Meski banyak dari prajurit Hohenzollern yang terjatuh kedalam laut karena kapal mereka yang menabrak rantai maupun menabrak kapal mereka yang lain, banyak juga yang mati karena anak panah yang kami tembakan di jarak sedekat ini
__ADS_1
Oh sungguh kekacauan strategi yang tidak mungkin bisa kembali dibenarkan... siapapun pasti akan pasrah menunggu kematian atau menyerah kepada musuh di situasi seperti ini
"K-Kak Ryuu?" Hmm? Kurasa Yuuna ingin bertanya tentang rantai besar yang tiba-tiba muncul dari dalam laut ini
Aku yakin para prajuritku disini juga memiliki pertanyaan yang sama...
Jadi mari kita bedah menara kembar Edelfield sekali lagi.
Selain kompleks artileri dan pengembangan interior supaya dapat dimasuki scorpio dan balista, ada satu lagi fitur rahasia yang Maou bangun didalam sana
Di dalam tiap menara dipasang katrol raksasa dengan arah yang berlawanan antar menara itu, lalu dibuat juga tiga buah rantai besar yang ketebalannya mencapai satu meter sepanjang lebih dari area masuk pelabuhan Edelfield sehingga itu dapat ditenggelamkan
Ketika kedua katrol itu diputar, maka otomatis rantai akan tertarik dan menjadi tegang sehingga itu bisa muncul keatas permukaan laut dan berhasil menghentikan bahkan satu armada musuh yang melaju cepat
Sungguh penemuan yang berguna bukan? Biaya material untuk membangunnya juga tidak murah, untung saja jasa nya gratis...
"Bersoraklah untuk para penemu dan insinyur,"
Tidak sampai disana, balista-balista yang ada di kedua menara mengikatkan tali kepada tombak mereka yang mereka sambungkan dengan pemberat yang siap dijatuhkan di sisi lain menara, sasaran mereka adalah yang terjauh dari diri mereka
Itu artinya balista menara Selatan akan mengincar kapal yang paling dekat dengan menara Utara, begitu juga sebaliknya
"Lihat itu, Yuuna," aku menunjuk ke tombak yang melesat
"Kekacauan selanjutnya akan bermula," lanjutku
Setelah tombak menancap, pemberat dijatuhkan dan kapal-kapal yang terjerat tombak tadi tertarik menuju ke arah menara. Yah... itu membuat tabrakan domino didepan rantai persis yang lagi-lagi menjatuhkan banyak prajurit Hohenzollern kedalam laut
Itu juga sekaligus bertindak seperti sapu yang membuat sebagian besar kapal Hohenzollern bersatu di tengah-tengah, sebuah target empuk untuk artileri kami yang sejak tadi menunggi untuk momen ini
"Habisi mereka,"
.
Ketika bebatuan, tombak, dan anak panah itu berterbangan sekali lagi, keseimbangan kekuatan dipertanyakan kembali.
.
"Hans!"
Sial! Kami masuk kedalam perangkap mereka
"Hans! Bertahanlah!" Aku meraih tubuhnya yang tergeletak diatas dek
Darah keluar dari mulutnya, namun dia masih sadar.
"S-Sial... Kali ini nampaknya makna mimpi itu benar kejadian..." kata dia
"Bodoh, diamlah dan kau akan hidup,"
"Hidup? Hahaha.... Aku meragukannya, Fred..."
"Sial... Sialan! Kenapa semuanya berjalan ke arah yang tidak kuinginkan? Apa sungguh Dewa membenci diriku sampai begitunya?"
"Jangan menyalahkan dirimu, kali ini- Kukh..."
"Hans?"
Tiga buah anak panah menancap di tubuhnya, dengan itu dia tersenyum dan meninggal di pangkuanku
Aku kehilangan sahabatku, pasukanku, dan bahkan mungkin hidupku serta kerajaanku di pertempuran ini jika mereka tidak berhenti menembaki kami dengan batu, tombak, dan anak panah mereka
Namun suara kekacauan kian memudar sehingga aku bisa mendengar derekan kapal didasar laut yang menggesek lantai dasar itu. Paska waktu penuh teriakan dan kehancuran itu, kini semuanya seakan menjadi hening
__ADS_1
Aku tidak tahu apa yang terjadi, dan melihat ekspresi prajuritku yang masih ada diatas kapal juga sepertinya tidak ada yang tahu menahu.
Keheningan ini dipecahkan oleh suara seorang gadis dari barisan kapal musuh disisi lain rantai besar ini,
"Dengan perintah dari yang mulia Ratu Lofi, pemimpin sah Kerajaan Ruby, seisi pulau ini serta wilayah lainnya, saya disini berniat untuk membuka perundingan damai atas dua kerajaan kita. Adalah keputusan yang mulia Raja Friedrich II untuk menerima niat baik kami, atau tenggelam ke dasar lautan." kata gadis itu
Entah mungkin karena aku sedang bersedih, aku tidak mempertanyakan sosok gadis bisa-bisanya yang memimpin pasukan musuh itu
"Jawaban anda, Raja Friedrich?"
Aku melihat ke wajah Hans yang mulai pucat, tentu saja aku sangat marah dan ingin merapal sihir kepada gadis itu. Namun melihat pasukanku yang sudah tampak kelelahan sebelum bertempur itu, tidak ada kesempatan kami untuk menang
Berapa banyak kehilangan kami? Berapa banyak kehilangan musuh?
Ini kemenangan total milik Ruby dan gadis itu...
"Aku siap berunding," jawabku setelah berdiri tegap
"Bagus, kalau begitu akan saya sampaikan syarat perjanjian damai,"
.
Dalam Bahasa Inggris disebut sebagai white peace, itu berarti perjanjian damai tanpa mengajukan syarat apapun baik itu permintaan dalam bentuk wilayah maupun ganti rugi
"Kami hanya ingin agar hubungan antara Ruby dan Hohenzollern kembali kepada titik dimana perang belum pecah," jelasku pada Friedrich
"Maksudmu kalian ingin kami melupakan ini semua begitu saja?" Tanya dia
Yah bisa dibilang begitu...
"Benar, tidak ada dendam yang dipendam, kedua kerajaan bisa membangun hubungan baik dari awal," jawabku
Ia merenung sejenak memikirkan syarat yang seharusnya tidak membebani sama sekali ini
"Dengan meninggalnya hampir seluruh prajurit Hohenzollern disini, pikirmu dendam tidak akan muncul pada tiap keluarga Hohenzollern yang anak maupun ayah mereka kalian tenggelamkan?" Dia mencoba memancing menggunakan hati nurani kami
Sepertinya itu berhasil terhadap Yuuna, dia menggigit bibirnya sendiri sembari melihat kekacauan yang kami buat kepada pasukan musuh, namun hal semacam itu tidak mempan sama sekali kepadaku
"Yang mulia, fakta bahwa anda bisa membawa mereka kemari adalah karena keluarga yang anda maksudkan itu mengizinkan mereka, mereka tahu risiko apa yang dapat menimpa anak atau ayah mereka ini. Saya yakin anda yang paling mengerti, bila ada yang disalahkan, itu tidak lain adalah..." Dia.
"Rakyat Hohenzollern akan marah kami paham akan hal itu, namun setidaknya mereka tidak kehilangan Raja mereka sekali lagi." Lanjutku
"Engkau benar... Siapa dirimu tadi?" Tanya dia
"Ah, maaf... saya belum memperkenalkan diri... Nama saya Rune, penanggung jawab militer Kerajaan Ruby serta salah satu penasehat Ratu Lofi,"
"Aku ragu dirimu kehilangan bahkan satu prajuritmu, Nona Rune. Jika kerajaan kalian memiliki banyak orang kompeten sepertimu, kalian akan dapat mengalahkan ras superior seperti Elf mungkin," puji dia
"Anda terlalu melebihkannya,"
"Kami akan mundur, namun bisakah kami meminjam kapal Ruby untuk pulang? Seperti yang engkau lihat, hanya dengan ini maka kami tidak akan sampai setengah jalan,"
Yah...
.
Kami menyaksikan kapal-kapal Ruby yang mengangkut pasukan Hohenzollern itu kembali ke rumah mereka, aku rasa ini juga bisa dianggap sebagai itikad baik kami paska perjanjian white peace tadi
Setelah saling bertukar kata, aku mengerti bahwa Raja Friedrich bukanlah sosok bodoh yang akan kembali kemari demi membalaskan dendam atau sesuatu yang bodoh seperti itu.
Tapi aku juga tahu bahwa apa yang menunggunya disana bukanlah sesuatu seperti sambutan hangat, melainkan amarah rakyat akan kekalahan yang dirinya bawa kembali
40.000 prajurit yang kudengar berangkat dari pelabuhan mereka, hanya 3.000 yang kembali... itu sungguh ekspedisi yang menjadi malapetaka untuk pemerintahannya...
__ADS_1
"Jadi... ini sudah selesai?" Tanya Yuuna
"Selesai sudah," jawabku