The Sended

The Sended
Chapter 71: Conquer We Must, As Conquer We Shall


__ADS_3

.


Setelah kemenangan kami melawan salah satu pasukan Ming dibawah satu Jenderal Besar mereka, belum ada halangan yang signifikan lainnya lagi. Kami menaklukan Guangdu, Fuzhou, dan baru-baru ini Chang'an, semua itu takluk dengan mudah karena mereka bahkan tidak memiliki dinding seperti Jin


Lalu pasukan penjaga mereka juga tidak sebanyak yang kukira, soalnya baru kutahu jika mereka tidak menyangka akan diserang balik, mereka tidak menyangka jika pasukan mereka akan kalah.


Disaat kami sudah menguasai dua kota, musuh baru selesai dengan kampanye militer mereka sendiri jauh di Timur. Satu pasukan menaklukan Joseon, dan dua pasukan melakukan ekspedisi ke wilayah Qing yang mana kudengar itu gagal


Dua pasukan mereka itu kini sedang mundur kembali ke Chengdu, ibukota Kerajaan Ming. Sementara pasukan Ruby akan diistirahatkan disini di kota Fuzhou, selain itu kami juga membangun serangkaian pertahanan di dekat sungai untuk jaga-jaga


Lalu ada kabar buruk, sangat buruk....


Jadi ketika Fuzhou ditaklukan, Percival menghampiriku yang sedang berbincang dengan Kyouka dan Maou, ia meminta izin untuk mengundurkan diri...


"Eh?! Kenapa? Tunggu... kamu kan sudah bersumpah setia kepada Ratu, untuk melindunginya hingga ke liang kubur," kataku saat itu


"Anda benar dan saya masih memegang teguh sumpah itu, akan tetapi... setelah berduel dengan Lü Fengxian, saya sadar bahwa jika bukan karena armor dari tuan Diablo, saya sudah kalah dan gugur. Jadi izinkan saya mencari pengalaman sebanyak mungkin di benua ini! Saya mohon," katanya sambil berlutut


Ugh! Itu pilihan yang sulit, tapi Kyouka langsung menyetujuinya tanpa berpikir panjang


"Ksatria Percival, karena engkau telah bersumpah demi diriku, maka aku lah seorang yang dapat mencabut sumpah itu. Dengan ini engkau bukan lagi seorang ksatria, namun hanya sebatas petualang. Dirimu bisa kembali menjadi ksatria jika bisa mendapat prestasi besar layaknya ksatria lain, layaknya dirimu yang dulu,"


Mendengar itu Percival sangat senang dan berjanji sesuatu pada Kyouka


"Terimakasih Baginda Ratu! Saya berjanji, saya akan kembali,"


Meski dia bilang seperti itu pun.... akan ada waktu kosong dimana dia tidak dalam pasukan....


Selain membuat morale pasukan menurun, jika ada duel lagi kelak maka aku perlu seseorang untuk menggantikannya. Tidak mungkin diriku yang maju begitu saja, soalnya aku adalah seorang yang boleh dikatakan sebagai Jenderal karena tidak ada jabatan penanggung jawab militer di kerajaan selain Ruby


Seorang Jenderal harus berduel dengan Jenderal lainnya, dan jika kulakukan itu maka bukankah itu tidak seru? Aku ingin agar baik kerajaan ini maupun didalam militer, bukan hanya aku yang disorot


Hah.... hari ini adalah hari liburku, sebenarnya semua hari adalah hari libur jika tidak terjadi pertempuran yang melibatkan Ruby. Nampaknya Ming juga memilih untuk tidak bertindak gegabah, mereka menarik dua pasukan hanya untuk melindungi ibukota mereka.


Jadi mumpung libur, di Fuzhou terdapat perpustakaan yang kini sedang direnovasi dan dijadikan perpustakaan terbesar di wilayah Ruby, aku sedang berada disana tepatnya di sebuah menara tinggi yang jika dipanjat maka butuh waktu setengah hari


Aku tepat berada di paling atas karena disini terdapat sebuah ruangan yang cukup besar bagiku untuk membaca dan bermalas-malasan...


Kuambil sebuah buku tentang sihir alkimia, sihir hipnotis, dan sihir gelap


Sihir alkimia adalah sihir yang memiliki konsep yang sama seperti sihir biasa bahwa untuk menciptakan suatu hal maka ada hal lain yang harus dibayarkan. Jika sihir pada umumnya menggunakan mana, maka alkimia menggunakan bahan material yang ada di alam


Contohnya untuk membuat sebuah tongkat dari kayu atau besi, aku perlu bahan mentahnya yakni kayu atau besi itu sendiri. Karena hal itu, sihir ini memakan jumlah mana yang jauh lebih sedikit ketimbang sihir pada umumnya


Itu akan cocok bagiku ku jika kapasitas mana milik ku tinggal sedikit, tapi lagi-lagi jangan remehkan kekuatan sihirku sekarang loh ya.... karena telah kulatih selama ini maka mungkin saat ini aku setara dengan Kyouka.


Selanjutnya sihir hipnotis, rupanya ada sihir yang bisa mempengaruhi pikiran. Tapi disini dituliskan bahwa menggunakan sihir secara langsung untuk hal itu sangatlah sulit, perlu ada benda kuno yang bisa memancarkan sihir itu sebagai pengantar


Tapi apa yang terjadi pada Shin sepertinya tidak kutemui benda semacam itu, nampaknya ada sosok dengan kekuatan sihir yang sangat kuat disini.


Yang terakhir sihir gelap kah...?


"Sihir ini dilarang oleh berbagai ras mulai dari Dwarf hingga Elf... memangnya begitu?"


Merupakan sihir yang diciptakan dan dikembangkan oleh bangsa Iblis di masa lampau, sihir yang sangat kuat namun memiliki harga yang lebih tinggi dari sekedar mana maupun material. Sihir ini menuntut bayaran dengan tubuh penggunanya tergantung seberapa kuat atau rumit sihir yang digunakan

__ADS_1


Dikatakan bahwa para Iblis dulu sering menjadikan tahanan perang mereka sebagai eksperimen sihir ini, mereka juga memiliki senjata yang bisa meladeni para Seraphim dan ras koalisi lain dengan cara mengorbankan tahanan itu


Dengan redupnya peradaban Iblis karena kekalahan mereka melawan koalisi, meski masih dipraktekan oleh beberapa dari mereka namun dilakukan secara rahasia.


Ngomong-ngomong ras Iblis masih ada di dunia ini, mereka kan tidak jadi dimusnahkan oleh koalisi ribuan tahun yang lalu. Tapi masalahnya dimana mereka? Tidak pernah kudengar bahkan kabar angin sekalipun


Karena ketiga buku ini sudah selesai kubaca, aku berniat mengembalikannya ke perpustakaan dibawah menara ini. Tapi.... ugh! Kenapa menara ini dibuat sangat tinggi sih...


Yosh! Karena aku pernah bilang ingin melatih staminaku maka ayo terobos saja!


.


"Hah.... Hah.... Itu sangat melelahkan bahkan untuk menuruni menaranya sekalipun,"


Aku berkeringat sangat banyak kupikir aku akan mandi dulu sebelum kembali keatas...


Sesampainya aku di perpustakaan, nampaknya sudah banyak pengunjung yang datang meski tempatnya belum jadi sepenuhnya. Dilihat dari penampilan mereka, nampaknya mereka adalah kaum terpelajar dari seluruh daratan ini


"Nona Rune, mari saya bantu bawakan bukunya- Woah! Kenapa anda sangat berkeringat, nona? A-Ataukah..."


"H-Hei! Jangan berpikir yang tidak-tidak, aku ini membaca di lantai paling atas menara jadi bukankah wajar jika aku berkeringat?"


"Y-Ya anda benar..."


Kenapa dia menjawab seakan tidak mau meneruskan permasalahan ini... itu berarti dia masih berpikir yang tidak-tidak bukan?!


Terlepas dari itu, aku memberikan ketiga buku ini padanya dan menunggu di depan meja perpustakawan


"Nona, apa ada buku lain yang ingin anda baca?" Tanya perpustakawan yang lain


"Yah... Apa menurutmu ada yang menarik?"


"Baiklah, tolong siapkan ya,"


Sembari menunggu, aku bersandar ke meja itu dan melihat meja-meja yang kian terisi oleh orang yang membaca buku. Dasar mereka ini kutu buku...


Lalu datang seorang gadis kepadaku


"Oh! Apa kamu salah seorang perpustakawan?" Tanya dia dengan semangat


Kenapa dia begitu semangat?


Gadis itu memiliki penampilan yang mirip dengan para kaum terpelajar itu, dengan pakaian panjang dan sepatu kulit yang rapi. Rambutnya pendek berwarna hitam kebiruan, sekali lagi dia nampak sangat bersemangat...


"Bukan, aku juga hanya pengunjung,"


"Eh?! Maafkan aku kalau begitu," katanya sambil menunduk


"Tidak apa, lalu apa yang kamu cari?"


"Hmm? Oh, aku sudah menentukannya, tapi apa boleh kupinjam untuk dibawa pulang ya...? Disini sudah penuh soalnya," katanya sembari menunjukan buku yang ia ingin baca


Itu adalah buku sejarah Ruby.


"Sejarah Ruby? Kenapa kamu ingin membaca itu padahal ada banyak buku lainnya?"

__ADS_1


"Ah itu, aku hanya penasaran saja. Kudengar kalian bangkit dari bawah hingga kini bisa memukul mundur Ming, dimana tidak ada satupun kerajaan di Benua Timur yang dapat melakukan itu," jawabnya


Eh....


"Kamu boleh bawa itu,"


"Eh? Kamu bilang kamu bukan perpustakawan," katanya bingung


"Bukan tapi apa kamu tahu ini lencana apa?" Aku menunjuk ke lencana yang ada di pakaianku


"Tidak....?"


Ugh...


"Intinya yah... aku semacam orang penting di Ruby, setidaknya satu buku bisa kuurus,"


"Oh! Benarkah?! Terimakasih!" Dia menjabat tanganku dengan agresif


Sungguh gadis yang ceria...


"Ah! Namaku Xia Li, aku berasal dari Qing," ia memperkenalkan diri


"Qing? Kamu sungguh melewati wilayah Ming untuk sampai kemari?"


"Hehe, iya! Itu perjalanan yang menarik," jawabnya


"Kamu gadis yang aneh.... namaku Rune,"


"Rune....? Nama kalian susah untuk diucapkan oleh kami," benarkah begitu?


"Kalau begitu apa kamu punya saran?"


"Bagaimana dengan memiliki nama Timur mu sendiri? Nama yang mudah diucapkan oleh kami?" Sarannya


Hmm... Itu bukanlah ide yang buruk, kupikir namaku di dunia sebelumnya cocok untuk dipakai di benua ini


"Bagaimana dengan Ryuu?"


"Ryuu? Kurasa itu nama dari wilayah Tenggara kah? Itu juga boleh, setidaknya lebih mudah dikatakan ketimbang Rune. Lalu kamu juga perlu nama keluarga, itu membuktikan bahwa kamu orang penting," pendapatnya


"Oh? Itu berarti kamu juga orang penting di Qing?"


"Iya, aku adalah seorang bangsawan disana, meski bukan bangsawan yang berkuasa sih.... keluargaku adalah bangsawan kelas rendah yang diangkat atas jasa penelitian kami. Oleh karena itu aku pergi jauh dari rumah untuk mengetahui banyak hal demi mempertahankan keluargaku," jelasnya


"Kalau kamu mampir ke Qing, akan kubalas kebaikanmu kali ini dengan mengajakmu jalan-jalan di Ibukota Benua Timur itu," lanjutnya


"Kunantikan itu,"


Qing yang terletak di tengah Benua Timur biasa dijuluki seperti itu, Ibukota Benua Timur. Selain karena mencerminkan Benua cerdas ini, Qing juga merupakan kota terbesar disini, lebih besar dari kota Jin


Lalu ada sebuah kesepakatan tidak tertulis bahwa Qing tidak boleh diperangi karena jika demikian maka separuh ilmu dari Benua Timur akan hilang dalam api peperangan. Tapi prakteknya tidak seperti itu


Yang ada adalah barang siapa menyerang Qing, seluruh kerajaan di Benua Timur akan berdiri untuk melindungi Qing dari pihak itu. Dalam kasus ini Ming sudah benar karena mereka menaklukan hampir separuh Benua sebelum menyerang Qing


Namun bahkan setelah itu semua, ekspedisi mereka masih gagal karena pasukan bersatu yang menghadang mereka sebelum sampai ke Qing.

__ADS_1


Jika pasukan dengan 80.000 prajurit berhasil dipukul mundur, maka itu artinya masih banyak kerajaan yang bisa kami kuasai kelak. Bayangkan saja berapa banyak kekuatan militer yang akan kami miliki jika kami menguasai seluruh benua


Aku jadi tidak sabar...


__ADS_2