The Sended

The Sended
Chapter 70: You can't Reason with a Tiger when your Head is in it's Mouth


__ADS_3

Segera setelah para prajurit yang Zhongyin bawa kemari pergi, kami kembali kedalam kota dan langsung memerintahkan semua prajurit untuk bersiap. Kami akan keluar dan menyisir daratan ini agar bersih dari prajurit Ming


Itu memberi Kyouka dan Maou waktu selama tiga hari untuk mendarat di kota, kurasa aku memang sebaiknya menunggu mereka sebelum menyerang Guangdong.


"Pasukan! Maju, Jalan!"


Ini bisa disebut sebagai ekspedisi, mungkin adalah yang pertama bagi Kerajaan Jin untuk mengirim pasukan ekspedisinya namun setidaknya ini awal yang bagus


Mereka berbaris dengan prajurit Ruby yang paling depan disusul drngan prajurit Jin dibelakangnya, menuju ke tempat-tempat dengan kemungkinan tinggi untuk menjadi lokasi perkemahan musuh yang seharusnya sudah ditinggalkan


Dari beberapa tempat hanya satu yang benar dan itu memang sudah ditinggalkan, belum lama karena perapiannya bahkan masih berasap. Dan dari kondisi disini, kuyakin juga mereka lari dengan terburu-buru


"Nona, ada kabar bahwa mereka menuju ke Utara, kembali ke wilayah mereka," kata Shin


"Itu mungkin benar tapi karena mereka lari terburu-buru seperti ini maka mungkin ada dari mereka yang tersesat dan masih ada di wilayah Jin. Kusarankan agar anda membagi kelompok lalu menyebarnya ke seluruh wilayah Jin bagian Utara," jelasku


"Baiklah mari lakukan itu saja," Shin setuju


Kelompok-kelompok dibuat dan kami juga mendirikan perkemahan untuk kami sendiri tepat di pinggir jembatan penghubung antara wilayah Ming dan Jin, tujuan awalnya adalah untuk jaga-jaga bila ada pasukan lain Ming yang datang


Tapi bukankah jika hanya begitu maka lebih bagus bila kita berada diatas dinding? Aku melakukan ini agar kami dapat memulai serangan balik


Dan mungkin Shin tidak menyetujui ini...


"Nona, sudah kubilang jika mengusir mereka dari tanah Jin itu sangat cukup bagi kami, lebih dari ini maka perekonomian Jin akan terganggu," katanya


Kami memulai perundingan untuk memutuskan apakah kami akan melakukan serangan balik atau tidak, kebanyakan dari pihak Jin setuju dengan Shin yang membuat keputusan serangan balik jadi hampir tidak mungkin


"Aku tidak pernah melihat negeri yang ketika perang datang perekonomian mereka tidak terganggu, itu adalah dampak utama dari peperangan, Tuan Shin,"


"Itu mungkin benar, tapi aku tidak akan mengubah pemikiranku. Kami akan berdamai dengan Ming," kata dia


Para petinggi Jin disana mulai berdiskusi sendiri dan hampir semuanya menyetujui keputusan dari Shin itu


"Kalau begitu kami akan maju sendiri, dan karena anda gagal dalam membantu pasukan kami saat kami sedang sangat membutuhkannya, kurasa tidak ada pilihan lain selain membatalkan perjanjian militer kita," jawabku


Mereka berdiskusi kembali dan memikirkan ucapanku barusan, namun tidak dengan Shin


"Tidak masalah. Yang pasti adalah aku tidak akan mengirim remaja dan orang tua Jin untuk mati di tanah asing,"


Aku mulai berpikir bagaimana caranya menaklukan Guangdong hanya dengan seribu prajurit, dan kesimpulannya adalah itu akan mustahil jika kami melakukannya dengan cara biasa


Belum lagi ada pasukan penjaga untuk kota itu yang jumlahnya pasti lebih banyak dari kami.... mungkin dengan taktik gerilya kami dapat perlahan mengikis jumlah mereka hingga Kyouka dan Maou datang


"Kuharap kapal kami tetap bisa bersandar di dermaga kalian,"


"Baiklah, tapi hingga armada dagang kami kembali," jawab Shin


Itu membuatku agak kesal...


"Tuan Shin, kuyakin kita sudah memiliki perjanjian-"


"Anda benar, namun itu saja sudah melanggar protokol kerajaan ketika ada kapal militer asing datang, kami akan mendahulukan armada dagang kami ketimbang kapal kalian,"


Hmm.... kalau keinginannya memang ingin memperkeruh hubungan Ruby dan Jin maka itu cara yang bagus


"Apa anda sungguh ingin mengkhianati kepercayaan Ruby, tuan? Setelah kami membantu Jin mengusir pasukan Ming,"

__ADS_1


"Tentu saya tidak bermaksud demikian, Nona Rune. Namun saya mulai mempertanyakan keberadaan Ruby sebenarnya, atau anda hanya sebatas pasukan bayaran yang menipu,"


"Sialan!" Percival secara tak mengejutkan murka


Yah... dia yang bertarung dalam duel maut dalam nama Ruby untuk melindungi Jin, malah nama kerajaannya dihina seperti itu


Semua orang menarik pedang mereka karena Percival memukul meja ini, lalu semuanya berhenti dalam posisi itu karena tidak ada yang mau memulai perkelahian


"Kapan kalian akan belajar, kau tidak bisa beralasan dengan seekor harimau ketika kepalamu berada di mulutnya,"


Tiba-tiba datang seorang prajurit kedalam tenda tempat kami berdiskusi, ia nampak lelah juga terkejut melihat kami yang saling menghunuskan senjata ke satu sama lain


"Umm.... Anda sekalian harus melihat ini,"


Semuanya menyarungkan pedangnya kembali dan keluar untuk melihat hal yang prajurit itu laporkan.


Dan apa yang kami lihat tentunya membuat kami melebarkan mata, bagaimana tidak? Adalah pasukan Ming yang berbondong-bondong kemari dari wilayah mereka


"Posisi tempur!" Seru Shin


Tapi ada yang aneh....


Mereka tidak berada dalam barisan, seakan mereka sedang lari dari sesuatu


Kuyakin mereka adalah pasukan yang sama dengan yang menyerang Jin sebelumnya, mereka sudah lari kembali ke wilayah mereka dan kini malah kesini lagi. Ada yang tidak beres


Pergerakan mereka terhenti setelah melihat pasukan kami yang dikumpulkan untuk mencegat mereka, lalu mereka membuat barisan melingkar seakan ada musuh dari segala sisi mereka, padahal kan....


Kulihat lebih jauh kedalam wilayah Ming, dan kudapati ada pasukan lain yang bergerak dibelakang sana. Mungkin mereka lari dari pasukan itu dan akhirnya terkepung disini


Hmm...?


"Pasukan lainnya? Siapkan diri kalian pasukan!"


"Tidak anu.... itu pasukan Ruby,"


Bendera dengan puluhan bunga lily berwarna emas diatas latar belakang merah tua, itu adalah sepuluh ribu prajurit Ruby yang berada dibelakang Kyouka dan Maou. Mereka berbaris dan bergerak secara perlahan kemari


Jadi karena itu pasukan Ming kembali lari kemari kah....?


Tapi sepertinya ada yang melenceng dari jadwal, kuakui jika aku juga melenceng karena terlalu cepat mengusir Ming, tapi mana kutahu jika Jenderal mereka yang katanya adalah Jenderal besar itu malah melakukan hal yang mengejutkan seperti tadi


"Ruby.... nyata?"


"Apa sih yang membuatmu berpikir jika kami tidak.... Hmm?"


Kulihat ada yang aneh dari Shin, dia terlihat seperti sangat mengantuk namun masih bisa berdiri meski keseimbangannya agak terganggu. Aku sudah menyadari itu tadi sih namun kuabaikan karena kurasa dia memang sedang kelelahan


Kali ini karena kulihat lagi lebih jelas, memang sepertinya ada yang aneh


Mari bertaruh saja menggunakan hidupku.


"Tuan Shin, mohon maaf..." aku mendekat dan memetikan jariku di sebelah telinganya


Ini merupakan salah satu sihir yang kubuat, yakni sihir pembatal.


Mekanismenya cukup mudah, aku hanya perlu berpikir untuk membatalkan sihir yang ingin kubatalkan. Yang membuatnya sulit adalah harga yang ditukar

__ADS_1


Sihir pembatal itu memperlukan jumlah mana yang sama dengan sihir yang ingin dibatalkan, jadi itu alasan mengapa aku bilang diriku bertaruh dengan hidup disini. Jika mana yang dipakai untuk sihir itu besar maka aku bisa mati kehabisan mana


Tapi kurasa kali ini tidak, soalnya aku masih hidup...


Tubuh Shin oleng sedikit tapi aku menangkapnya agar tidak jatuh.


Yah, rupanya benar ada sihir yang mempengaruhi Shin. Aku tidak tahu apa itu namun yang pasti sihir itu mestilah yang membuatnya mulai menolak kami


"Nona Rune.... Ah! Maafkan aku yang sudah menghina anda dan Kerajaan Ruby!" Dia bergegas menunduk kepadaku


"Aku tidak tahu mengapa aku bisa berkata begitu tapi maafkan aku!" Lanjut dia


"Itu bukan salahmu, tidak apa,"


"T-Tuan Shin?"


Shin menoleh kearah pasukannya dan kembali berdiri tegap


"Kita akan menghormari perjanjian sakral yang telah dibuat dengan Ruby! Dan kita akan membantu Ruby menaklukan Guangdong dari Ming," katanya


Fiuh! Itu melegakan


Tapi aku jadi belajar hal baru disini, nampaknya sihir juga bisa digunakan seperti itu, akan kucoba sendiri kelak ketika aku libur dari pekerjaanku


Sekarang ayo temui Maou dan Kyouka dan kepung pasukan Ming di seberang sungai.


.


"Hei-hei memangnya hari ini hari ulang tahun ku? Kenapa kalian memberiku kejutan seperti ini?"


"Tanya Maou, lagipula kapan hari ulang tahun mu?" Tanya Kyouka


Kukh! Jujur aku sendiri tidak tahu....


"Bukan begitu, aku hanya ingin kamu merasa tidak terbebani, lebih baik dirimu fokus saja dengan diplomasi Jin," jawab Maou


"Yah... kuhargai itu sih.... tapi aku sendiri tidak merasa terbebani kok,"


"Kubilang apa..." kata Kyouka


"Iya... lain kali aku akan berdiskusi dengan kalian semua," lanjut Maou


"Hehe, bukan masalah, kalian juga melakukannya dengan baik disini,"


Kami melihat para prajurit Ming yang menyerahkan diri mereka dengan sukarela, sementara yang mau terus bertarung maka tentu kami layani, semuanya terbunuh


Yang menyerah pun kami akan jadikan tahanan hingga kota tempat tinggal mereka tertaklukan, baru setelahnya kami akan lepas


"Ah, lalu ini adalah Tuan Shin Shaozu, dia mewakili Jin karena dirinya merupakan calon Raja Jin dimasa mendatang,"


"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda, Baginda Ratu, saya takjub dengan kemampuan Nona Rune dalam mengusir Ming dari wilayah kami sebelumnya," kata Shin


"Benarkah? Kupikir dia itu sosok yang buruk," kata Kyouka


"Hei!"


"Tapi aku senang karena anda menganggapnya begitu, mari kita lanjutkan kerja sama antara Jin dan Ruby ke depannya," lanjut Kyouka sembari menawarkan tangannya untuk berjabat

__ADS_1


"Ya, mari lakukan itu," Shin menjabat tangan Kyouka


Baiklah-baiklah, karena sudah ada mereka maka rencana gerilya tadi akan dibatalkan, kita lakukan secara ortodoks saja untuk menaklukan Guangdong


__ADS_2