The Sended

The Sended
Chapter 18: Cowards Tactic? Nah, its Nomad's


__ADS_3

Aku kini berada di tenda perkemahan pasukan Oda yang ada di jalan rahasia milik Ryuu, yah.. aku tidak suka melihat orang-orang meninggal karena peperangan


Tetapi tetap saja aku harus membantu pasukan kami yang mengalami luka pada pertempuran ini, tidak sedikit juga yang meninggal pada masa perawatan


Meskipun begitu, aku percaya bahwa korban di pihak musuh lebih besar dari ini. Itu karena lawan mereka adalah Ryuu, Sang Iblis yang kembali dari Utara


"Haahhh...,"aku menghela napasku


"Ada apa nona Kyouka?" tanya seorang perawat kepadaku


"Apa perang ini akan berlangsung lama ya?" tanyaku balik


"Tenang saja, nona Tokuhime akan segera mengakhirinya," jawab perawat itu dengan semangat


《Ryuu POV Start》


Sesuai rencanaku, pasukan kami tidak menetap di satu titik namun berpindah-pindah untuk mengacaukan musuh


Kami juga tidak terus-terusan menyerang musuh, aku menyadari bahwa menyerang musuh yang sedang istirahat itu lebih memberikan dampak mental yang besar


Contohnya pada saat sekolah, guru memberikan banyak tugas itu adalah hal biasa namun membuatku pusing. Tetapi ada yang lebih menjengkelkan lagi menurutku


Yaitu saat liburan dimana aku harusnya merasa terbebas dari beban sekolah sejenak, guruku malah memberi pr..... lalu kenapa tidak sekolah saja di hari libur kalau pada akhirnya seperti itu sialan?!!


Pada saat pr tersebut selesai dan aku merasa terbebas, dia memberiku tugas yang lainnya. Hal ini sangat menjengkelkan, untunglah aku malah terbebas dari kehidupan itu...


Berbeda dengan pasukan Yui, pasukanku dibagi menjadi tujuh sehingga disaat penyerangan pertama selesai, pasukan kedua akan menyerang disaat pasukan pertama istirahat


Bebatuan yang diprediksi memperlambat laju pasukan Yui juga ternyata berhasil, mereka memutuskan untuk bermalam di jalan yang diapit oleh tebing-tebing ini


Mungkin itu yang mereka pikir aku akan pikirkan, memangnya aku bodoh atau semacamnya?


Perkemahan ini hanyalah pengalih perhatian dimana pasukan kecil ditempatkan disana, lagipula sepuruk apapun keadaan musuh mereka tidak mungkin bermalam disini


Lokasi ini sangat tidak strategis untuk bermalam karena musuh bisa datang kapanpun


Ah jadi teringat pertempuran Kawanakajima di duniaku dulu...


Uesugi Kenshin mengelabuhi Takeda Shingen dengan bermalam di sebuah bukit di dalam wilayah Takeda


Hal ini dimanfaatkan Shingen untuk mengepung bukit dan menyerangnya saat pagi, namun sebenarnya perkemahan ini hanya pengalih perhatian


Di pagi harinya, pasukan Kenshin sudah menyeberangi sungai dan berada di wilayah Uesugi, hal ini tentunya membuat Shingen terkejut


Meskipun mereka pada akhirnya tetap bertempur di sana karena pasukan Takeda mengejar, namun korban yang didapat Uesugi tentunya lebih sedikit ketimbang jika dia tetap berkemah di bukit tadi


Lalu, bagaimana jika Shingen mengetahui rencana Kenshin ini? Bagaimana jika dia sudah mendapat laporan bahwa perkemahan itu hanya pengalih? Itu yang akan kucoba sekarang


Ngomong-ngomong cara aku mengetahui semua ini karena dulu saat masih bermain Old World, aku mempelajari strategi dari berbagai tokoh penting dalam sejarah


Jadi aku bisa menggunakan strategi itu saat bermain Old World, bahkan ternyata sekarang hal yang kupelajari lebih berguna juga


"Nona Tokuhime, mereka bermalam di sana, apa yang mau kita lakukan?" tanya seorang pemimpin pasukan


"Jangan mau dibodohi, itu hanya pengalihan, pasukan utama mereka pastinya sudah bergerak dari saat matahari terbenam, kita sudah cukup tertinggal," jelasku


"Ap-... kalau begitu, apa yang akan kita lakukan?" tanya dia lagi


"Hmm... biarkan aku berpikir dulu...."


Pasukan Yui menggunakan kegelapan untuk menyembunyikan diri mereka melewati jalan ini, namun tidak ada yang bisa menyembunyikan suara mereka

__ADS_1


Begitu saja... lagipula kita tidak memiliki suar atau penerangan lainnya


"Gerak kan pasukan tiga hingga tujuh untuk penyerangan ini, akan kujelaskan rencananya sekarang," kataku kepada semua pemimpin disana


Kelima pasukan ini kusebar di tebing sepanjang jalan utama untuk melakukan penyergapan seperti tadi. Namun sebelum menembak, mereka harus melempar batu kecil dahulu untuk mengetahui posisi musuh


Dengan ini, maka tembakan akan lebih akurat dan tidak menghabiskan banyak peluru. Lagipula kita masih butuh peluru untuk serangan terakhir nanti...


Aku sendiri ikut berada di barisan pasukan ke-4, kami memutuskan untuk melemparkan batu secara berurutan sehingga tahu sepanjang apa barisan musuh


Rencana pun dimulai, pasukan ketiga melempar beberapa batu kebawah tebing, hasilnya nihil, tidak ada suara apapun selain batu yang mengenai tanah


Lalu aku menyuruh mereka mengganti posisi untuk beranjak dari sana dan membantu pasukan lainnya


Tibalah giliran pasukanku untuk melempar batu, hasilnya tetap nihil


"Sial, memangnya sudah sampai mana mereka bergerak?" gumamku


"Ayo, cepat kita ganti posisi," perintahku


Pasukan ke-4 langsung berdiri dan bergerak menyebar ke posisi pasukan kelima hingga ketujuh, saat aku sedang bergerak, munculah suara teriakan kecil


"Sakit," suara itu terdengar lirih


"Ada apa? Apa kamu tergigit nyamuk atau semacamnya?"


"Tidak, kurasa tadi ada batu kerikil yang jatuh ke lenganku,"


"Yah, soalnya kita bergerak diantara tebing tinggi sih..."


Percakapan lirih ini merupakan hasil dari rencanaku


Dan teriakan ini muncul ketika pasukan kelima melempar batunya


Aku mengangguk kepada pemimpin pasukan kelima dan dia memeberi perintah untuk menembak, ribuan peluru ditwmbakan secara acak yang membuat korban di pasukan musuh berjatuhan


Pelemparan batu terus dilanjutkan oleh pasukan keenam dan ketujuh, namun pada saat pasukan ketujuh melempar, mereka tidak mendengar suara teriakan kecil


Itu berarti barisan pasukan Yui hanya sampai di pasukan keenam


Tetapi aku menyuruh pasukan ketujuh untuk terus menetap disana dan melemparkan batunya, hal ini karena pasukan Yui pastinya segera lari kedepan untuk menghindari tembakan pasukanku ini


Lalu ketika pasukan Yui meninggalkan jangkauan pasukan kelima, sekarang pasukan ini menuju ke perkemahan Yui di belakang untuk menghabisi pasukan pengalih disana


Sementara itu, pasukan ketiga dan keempat yang berada di posisi pasukan kelima disebar lagi


Malam itu tentunya dipenuhi dengan teriakan akan pembunuhan di jalanan utama ini, namun kurasa pasukan Yui belum berkurang hingga titik dimana bisa dikatakan setengahnya


Namun memang itu tujuanku


Pasukan utama Yui yang kelelahan karena mengepung benteng Hotaru mengharapkan bantuan segar dari wilayahnya, namun yang mereka dapatkan adalah prajurit yang lebih kelelahan dari mereka karena terus menerus disergap


Berbeda dengan pasukan kedua, pasukan utama Yui tentunya bisa istirahat saat matahari mulai terbenam dan melanjutkan pertempuran besoknya


Hari sudah pagi sekarang, pasukan Yui berhasil melewati jalan yang diapit tebing-tebing itu, namun tak akan kubiarkan mereka istirahat


"Kita lakukan langkah selanjutnya,"


Langkah dimana pasukan digilir untuk menembaki perkemahan musuh yang sedang kelelahan


Pasukan pertama berangkat menuju posisi menembak didalam hutan dipinggir perkemahan musuh

__ADS_1


Karena sudah kelelahan, penjaga yang harusnya berjaga malah ikut tertidur di posisi mereka


"Ingat, tembak sekali lalu mundur," kataku kepada pasukan satu sebelum berangkat ke posisi


Yap, tembak sekali lalu mundur, meskipun hanya satu peluru namun yang menembak ada seribu orang. Jadi suara yang dihasilkan cukup kencang untuk membangunkan semua musuh yang beristirahat


Musuh yang sedang beristirahat tentunya langsung menuju posisi bertempur dan mulai menembaki sumber suara. Disaat mereka menembaki hutan, pasukan satu sudah mundur


Mereka mungkin akan terus menembak selama beberapa menit, lalu pada akhirnya mereka akan sadar bahwa mereka sedang dipermainkan


Inilah langkah selanjutnya, takkan kubiarkan mereka istirahat sebentarpun


"Bagus, sekarang siapkan mortir dan hujani mereka dengan peluru segera,"


Mortir adalah artileri ringan yang pengisiannya dari depan, senjata ini memiliki daya lontar pendek dan jarak jangkauan yang dekat. Senjata ini memiliki perjalanan peluru yang tinggi dengan lengkungan parabolnya


Berbeda dengan artileri kuat seperti meriam dan howitzer yang pelurunya bergerak dengan cepat dan memiliki jangkauan yang luas


Oleh karena itulah mortir cocok digunakan disini, karena jarak posisi kami dan musuh itu sangat dekat. Lagipula kami tidak memiliki artileri kuat seperti meriam atau howitzer


Pagi itu penuh dengan suara ledakan dari peluru mortir dan tembakan senapan dari dua belah pihak, hanya sesaat berhenti lalu mulai terdengar suara kembali


Hal ini terus terulang hingga matahari sudah berada tepat diatas kepala kami, pasukan Yui tidak memiliki waktu untuk beristirahat tepat seperti rencanaku


Kini pasukan mereka sudah berada di titik dimana bisa dikatakan kehilangan setengah pasukannya, jadi kami memutuskan untuk menghentikan serangan


Bukan untuk memberi waktu mereka istirahat, namun karena mereka memutuskan untuk bergerak kembali menuju ke benteng Hotaru, tujuan awal mereka


Dalam keadaan seperti itu, banyak pasukan yang pingsan ditengah jalan yang terpaksa ditinggalkan agar tidak mengulur waktu. Kami menangkap mereka yang mau ditangkap, membunuh mereka yang tidak mau


Aku menyuruh pasukan tiga dan empat untuk membuntuti mereka karena siapa tahu mereka beristirahat di tengah jalan


Karena beberapa hal itu, moral pasukan Oda semakin meninggi. Disisi lain moral musuh terus terjun kebawah karena tindakan mereka


Pada akhirnya hal ini akan menguntungkanku, kenapa aku tidak mengambil kesempatan itu?


Sembari menunggu laporan pasukan tiga dan empat, kelima pasukan lainnya beristirahat untuk serangan terakhir besok


Di tenda perawatan aku menjumpai Kyouka dan beberapa pasukanku yang terluka, serta banyak pasukan Yui disana


"Ryuu, apa perang ini akan berlangsung lama?" tanya Kyouka dengan wajah agak sedih


"Itu mungkin saja, karena menyerang itu lebih menyusahkan ketimbang bertahan menurutku, kita juga belum memasuki wilayah Yui sama sekali," jelasku


"Apa kamu... bisa mempersingkat perang ini?" tanya Kyouka lagi


"Itu yang sedang kuusahakan, kalau berjalan terus seperti ini kurasa perang ini tidak sampai memakan waktu sebulan," jawabku


"Sebulan ya...," gumam Kyouka


"Sebulan itu waktu yang sangat singkat bagi sebuah peperangan, setelah itu adalah bagianmu bekerja," kataku


Dia tersenyum dan mengangguk, lalu kami mengobrol sebentar hingga ada laporan dari pasukan tiga dan empat, mereka bilang pasukan kedua Yui tidak istirahat sampai perkemahan pasukan pertama Yui


"Baiklah, sampai nanti Kyouka," ucapku sambil melambaikan tangan meninggalkan tenda itu


"Ya," jawabnya


Karena musuh tidak beristirahat, pasukan ketiga dan keempat tidak perlu repot-repot menyerang mereka kembali, jadi pasukanku bisa beristirahat secara sepenuhnya sekarang


Itu karena besok pagi-pagi sebelum matahari terbit, kami harus bangun dan melakukan pengepungan ke jantung pasukan Yui

__ADS_1


Aku mengutus pembawa pesanku kedalam benteng untuk memberitahu Funomiya bahwa aku sudah menepati janjiku, aku menunggu pembayaran darinya beserta koalisinya yang sudah kuselamatkan setelah pertempuran ini selesai...


__ADS_2