
"Pencuri!!"
Kurasa ini tidak akan berakhir baik....
Setelah itu, banyak orang yang datang ke gudang gandum tempat kami berada. Mereka memiliki pakaian yang nampak cukup lusuh, apa mereka warga sekitar sini? Mungkin mereka petani yang menjaga hasil panen mereka
Awalnya Maou ingin menghanguskan mereka jadi abu, tapi itu akan membawa masalah yang lebih karena kami akan jadi buronan. Apalagi setelah mereka tahu kami dari pihak Kyouka, mereka akan menaruh usaha yang lebih keras untuk mengalahkan kami kelak
Apalagi jika mereka menebar propaganda kebencian terhadap kami, mungkin kalau sampai terlalu baik propaganda tersebut, rakyat mereka akan berperang sampai titik darah penghabisan
Itu sangat mengangguku bahkan di game Old World.
"Bunuh mereka!"
"Bakar mereka!"
"Kuliti mereka!
Hey! Kenapa sampai seperti itu?! Kuyakin mereka beradab, apa perlu menghukum sampai begitunya? Padahal kan kami bahkan tidak mencuri gandum, kalau mencuri pun tidak boleh hingga dibakar dan dikuliti bukan?
Heh, coba saja kalau dari mereka ada yang mulai main hakim sendiri dan menarik ku atau Maou, kuyakin yang dibakar malah mereka semua bukannya kami
"Mencuri bahan makanan adalah kejahatan tingkat tinggi, kalian harus diadili langsung oleh Ratu,"
Eh? Mencuri makanan adalah kejahatan tingkat tinggi? Bagaimana bisa seperti itu? Aku tahu ini memang tindakan yang tidak dibenarkan, tapi bagaimana bisa begitu? Sebenarnya bagaimana hukum di tempat ini sih? Sebenarnya kerajaan mana yang menggunakan hukum aneh seperti ini?!
"Nama?"
Kami dibawa ke kota yang asing bagiku, itu berarti ini bukan kota Edelfield karena aku mengenalnya cukup baik. Soalnya untuk pergi keluar pulau, aku menumpang naik kapal pedagang dari kota itu, bukan menumpang juga sih....
Aku menjanjikan bayaran, tapi tepat setelah aku dapat melihat daratan lain, aku melompat dari atas kapal dan tidak pernah lagi bertemu dengan pemilik kapal itu
Bisa dibilang aku memulai petualanganku dengan modal nekat, ups.... maksudku pencarian informasiku.
"Tadashii Ryuu,"
"K-Kuroki Maou," ia masih saja malu menggunakan namanya
Entah malu karena ia mengatakannya pada orang itu, atau malu karena ada aku
Cepat atau lambat kebiasaan ini akan hilang karena seringnya orang-orang memanggil dia, kuyakin Maou juga memiliki keahlian tertentu seperti Kyouka. Memang dia mahir dalam sihir, tapi maksudku keahlian khusus yang ia miliki di dunia sebelumnya
Penjaga itu mencatat nama kami lalu memasukan kami kedalam kereta kuda yang sangat tertutup dan terbuat dari besi, woah! Ini cara yang efektif untuk mengantar tahanan, aku takjub karena ada hal semacam ini di zaman ini
Didalam terdapat beberapa tahanan lain, totalnya ada delapan termasuk aku dan Maou. Pintunya dikunci rapat-rapat jadi tidak mungkin bagi kami untuk lolos, maksudku bagi mereka....
Kemana kami dibawa, aku tidak tahu. Menurut ucapan pak tua tadi kami akan dibawa menemui Ratu hanya karena mencuri- umm.... dianggap mencuri gandum kerajaan
Ngomong-ngomong, tahanan selain kami berdua juga tidak semuanya nampak jahat. Ada dua diantara mereka yang saling berpelukan, detailnya adalah ibu itu dan gadis muda dipelukannya
Mungkin mereka hanya mencuri sebuah apel.... dibandingkan dengan yang lain, sepertinya mereka habis membunuh
Masih tersisa bercak cairan merah di tangan satu orang, tapi mungkin saja itu bukan darah. Mungkin itu sari buah tertentu yang tumbuh di dunia fantasi ini? Sial, aku jadi dibuat bingung karena hukum aneh ini.
Kami sampai di tempat yang tidak kuketahui lagi, tiba-tiba kereta kuda berhenti dan pintunya dibuka dari luar
"Turun!" perintah prajurit itu
Satu persatu kami turun dari kereta kuda yang tertutup rapat itu, melihat sebuah istana megah ditengah keramaian kota di sisi lainnya. Lagi-lagi tempat yang asing, ini juga bukan istana Edelfield.
Sementara itu di istana Edelfield yang sebenarnya, mereka sedang berdebat untuk menentukan tindakan apa yang akan mereka ambil kepada Ladenvield di Selatan. Hanya dua diantara mereka yang tetap tenang di tengah perdebatan panas ini, itu adalah sang Raja dan sang Jenderal
Alasannya sebenarnya sangat jelas, itu karena debat ini sudah terjadi sejak Ryuu dan Kyouka belum lahir. Namun hanya mereka berdua yang masih hidup maupun aktif sejak saat itu, karena posisi mereka tidak bisa digantikan seperti posisi lain
"Kita harus menyerang mereka selagi teralihkan!"
"Berpikirlah! Panen tahun lalu hanya menyisakan beberapa karung gandum saja, belum lagi kalau ada bencana!"
"Kita akan mati sebelum sampai medan perang! Mau diletakan kemana wajah kita?!"
__ADS_1
"Kau pecundang! Kalau kita sisihkan beberapa puluh karung gandum dari gudang pribadi kita, maka kita dapat melakukan perang. Kuncinya ada pada kecepatan, dan kita semua tahu kalau kavaleri Edelfield tidak ada tandingannya dibawah Jenderal Galhad,"
"Lantas bagaimana pendapat anda Jenderal?"
Galhad adalah sosok yang menemani Raja Edelfield sejak ia naik takhta puluhan tahun yang lalu, karena itu ia ditunjuk sebagai Jenderal seumur hidup atau sampai ia ingin pensiun sendiri
Dulu mungkin ia akan dengan senang hati memimpin kavaleri Edelfield yang sudah dirinya bentuk ulang itu, tapi kini seiring berjalanannya waktu, ia menjadi orang yang menyukai kedamaian
"Lebih baik kita mengamati situasinya lebih baik lagi, kalau ingin perang juga kita butuh intel yang bagus, itu saja sebenarnya yang ingin kukatakan," ia mencoba untuk menempuh jalan damai, namun tidak ingin memecah dewan ini lebih jauh
Ia menyediakan jalan tengah yakni mengamati, dan nampaknya itu masuk akal bagi para anggota yang lain. Oleh karena itu sang Raja pun bangkit dan memberi keputusan akhirnya
"Kita akan mengamati."
Kami dibariskan lagi untuk masuk menuju istana, harusnya di saat-saat seperti ini aku merasa gugup, tapi tidak....
"Henry Campbell, kamu kuangkat menjadi ksatria kerajaan Ruby atas keberanianmu di pertempuran Ivary, bangkit dan ucapkan sumpahmu padaku,"
"Saya ksatria Ruby bersumpah, untuk melindungi Ratu ku, dan seluruh rakyat dibawah namanya. Menjadi berani dihadapan para musuh, menjaga yang lemah, dan tidak berbuat tercela,"
"Itu sumpahmu, sekarang bangkit dan berdiri ksatriaku, aku mengandalkanmu mulai saat ini,"
Aku mengangkat satu lagi ksatria Ruby untuk menjagaku secara pribadi, ini sudah yang ke sebelas, targetku hanya dua puluh
Mengurus sebuah kerajaan sangatlah sulit apalagi bagiku yang tidak memiliki bakat apapun, tapu betapa beruntungnya aku karena dikelilingi orang-orang jenius yang berbakat dalam berbagai bidangnya masing-masing
Aku hanya perlu menempatkan mereka di posisi yang tepat, dan kupikir aku sudah melakukannya dengan baik
Beberapa hari yang lalu sebuah pertempuran kecil kembali terjadi di Selatan di bukit Ivary, lagi-lagi melawan Ladenvield dengan pasukan ekspedisinya. Kami memenangkannya dengan korban yang sedikit, dan Henry ini menjadi kunci kemenangannya
Ia menghabisi puluhan prajurit di barisan depan musuh sehingga prajurit kami dapat menghancurkan sisanya dengan mudah, dia pantas mendapatkan gelar ksatria
"Ksatria Campbell dimohon bergabung dengan ksatria lain di luar ruangan," kata sekretarisku
"Baik!"
Aku duduk diatas singgasanaku setelah pintu ruang takhta ini ditutup, melepas lelahku hanya dengan itu
"Selanjutnya adalah hukuman bagi para penjahat kelas negeri, Ratu," jawabnya
Yah, kurasa beberapa kejahatan memang harus diadili langsung olehku, soalnya mereka bisa sangat merugikan kerajaan baru yang kubangun dua tahun lalu ini. Akan kulanjutkan seperti ini hingga Ryuu kembali, nanti akan kubicarakan dengannya
"Penjahat kelas negara, Rena, Lina, Beston, Desmond, Tadashii Ryuu, dan Kuroki Maou," Apa dia bilang?
Ryuu?!
Enam orang yang disebutkan memasuki ruanganku setelah pintu kembali dibuka, dan benar saja salah satu diantaranya adalah Ryuu
"R-Ryuu?"
"Oh! Pantas saja aku tidak tahu, ini kerajaanmu rupanya,"
"Hahaha! Jadi kita sudah punya fondasi yang kuat huh? Kita akan taklukan dunia bersama besok,"
"Jaga ucapanmu didepan Ratu!"
"Ups! Maafkan hambamu ini yang mulia.... pfft! Ahahaha!"
"Hei!"
"Elle..."
"Ya, yang mulia?"
Kyouka menghela napasnya dan terduduk lagi, sambil memegang dahinya
"Apa kamu dan kelima tahanan selain Ryuu bisa keluar dulu?"
"Tunggu sebentar Kyouka, pria ini adalah rekan baru kita,"
__ADS_1
"Baik, semua kecuali mereka berdua bisa keluar,"
Fiuh... kukira aku akan dieksekusi tadi
Eh? Kyouka nampak sengat kesal di singgasananya, sekarang aku jadi takut akan eksekusi lagi
Pintu tertutup rapat, dan baru setelahnya Kyouka bangkit dan berjalan mendekati ku
"Ryuu bodoh! Apa kamu tahu bagaimana sulitnya mengatur sebuah kerajaan?!"
"T-tentu kutahu,"
"Beruntung aku mendapat sumber daya manusia yang baik, kenapa kamu pergi dengan tiba-tiba seperti itu?! Setidaknya bicarakan dulu denganku,"
Saat ini dia mengenakan pakaian militer abu-abu tua dengan beberapa medali di bagian kantung dada kirinya, ia juga mengenakan jubah merah sedikit tua dan sebuah mahkota yang tampak berat dengan sebuah batu merah Ruby ditengahnya
Ia benar-benar mencerminkan seorang Ratu bukan?
"Tenanglah Kyouka, sekarang kan aku sudah kembali," kataku setelah ia marah-marah dihadapanku persis
"Lalu siapa dia?" Tanya Kyouka melihat Maou
"A-aku Kuroki Maou,"
"Dia juga dikirimkan sama seperti kita, jadi kurasa dia juga akan membantu misi kita menaklukan dunia,"
"Ryuu.... memerintah kerajaan seperti ini saja sudah sangat sulit, dan kamu mau menguasai dunia?! Kemari kau!"
Aku dan Kyouka berakhir kejar-kejaran di dalam ruang takhta miliknya itu, Maou hanya melihat kami dengan bingung. Tapi sejak tadi wajahnya memerah.... kira-kira kenapa-
Ah! Aku mengingatnya
Maou menyukai gadis berambut hitam dengan model ponytail pendek yang bisa berinteraksi dengan siapapun, bukankah itu sangat menggambarkan Kyouka? Hoho, betapa beruntungnya aku.... tidak, kalau soal beruntung pastinya Kyouka.
"Sebelum aku mulai, lihatlah kemari dulu kalian berdua. Aku akan menunjukan sesuatu yang mungkin kalian belum tahu,"
"Pertama, kamu harus tahu kalau ini bukan pertama kalinya kami dipindahkan dunia oleh Dewa, Maou,"
"Apa maksudnya itu?"
Aku berjalan-jalan sembari melihat koleksi kerajaan didalam ruang takhta Kyouka ini
"Kami dikirim ke sebuah dunia lainnya sebelum kemari, jadi ini adalah dunia ketiga yang kami hidupi," jawab Kyouka
Aku mengambil salah satu tongkat dan mendekat lagi kearah mereka berdua
"Itu benar tapi seperti yang kubilang, informasiku kali ini sepertinya kalian berdua belum mengetahuinya,"
Aku mengetuk lantai dengan tongkat itu, membuatnya menjadi semacam layar yang menampilkan kota Moscow dari atas langit. Kami dapat melihat Red Square beserta monumen-monumen lain yang ada di kota itu, lengkap dengan kondisi sekitarnya
"Ini kota Moscow, Russia,"
Setelahnya, aku mengetuk lagi lantai yang sama dengan tongkat yang sama juga, mengubah kota itu menjadi reruntuhan yang hampir tidak dikenali lagi
Sudah tidak ada satupun pohon yang tumbuh disana, membuatnya seperti reruntuhan ditengah lahan yang sangat gersang tapi anehnya tanah disana tetap nampak subur. Kenapa? Akan kujelaskan
"Yang pertama adalah Moscow di bumi kita dulu, lalu ketukan kedua aku hanya menggunakan sihir untuk melihat apa yang ada dibawah kita saat ini,"
"Ap-"
"Kamu mau bilang bahwa...."
Kelfia, dunia ini, adalah bumi yang di timbun lagi.
Untuk lebih jelasnya, hanya satu cara untuk tahu secara pasti. Itu adalah dengan cara yang tidak ku sukai
"Dewa, aku ingin menggunakan kesempatan kedua dan ketiga ku,"
Dan maka seluruh suara dunia menghilang serta warna menjadi pudar menyisakan hitam dan putih saja. Lantai kami pun berubah teksturnya menjadi seperti genangan air
__ADS_1
"Silahkan,"
"Pertama, apa maksud temuanku tadi? lalu kedua, jelaskan pada kami soal sihir,"