
.
"Halo? Kamu mungkin tidak mengenalku jadi biar kuperkenalkan diriku, namaku Rune dari Ruby. Aku penasaran bagaimana Iblis, ras yang hampir punah itu tiba-tiba muncul ke wilayah manusia,"
"A-Aku tidak tahu apa yang kau katakan,"
Mencoba kuat?
"Kamu mengenal sosok bernama Gressila?"
"Gre-? Bagaimana bisa kamu mengetahui nama itu?!"
Ohoh? Jadi dia mengetahui nama itu
"Kamu tidak diposisi untuk bertanya, jadi jawab pertanyaanku sebelumnya,"
Ia enggan untuk berbicara, namun sepertinya tidak akan terus begitu
"Aku... Tidak tahu..." Bukan jawaban yang kuinginkan
Kueratkan tali angin yang mencekiknya
"*-*-*-Tunggu! Aku sungguh tidak tahu soal itu! K-Kami tiba-tiba kehilangan kemampuan mengendalikan tubuh kami lalu berjalan kemari! Hanya itu yang kutahu!"
Hmm... Itu tidak sepenuhnya menjawab pertanyaanku sih tapi ya sudah lah, aku juga mau bertanya hal lainnya
Aku menghilangkan sihir angin itu, membuatnya jatuh kembali keatas tanah
Ia terbatuk karena cekikan yang cukup keras tadi, namun kurasa tidak akan menjadi hal yang buruk kedepannya
Iblis lagi huh...? Jika dilihat lagi mereka sangat berbeda jauh dari yang ada di bayanganku, bayanganku sih Iblis itu bertanduk kambing, bertubuh tinggi, berwajah buruk, bergigi runcing, dan hal-hal yang tidak enak dipandang pokoknya
Yang ada malah mereka berwujud humanoid layaknya Elf, Dwarf, dan manusia. Telinga mereka yang runcing namun tidak panjang seperti Elf, pupil vertikal runcing, dan gigi taring yang lebih panjang dari manusia pada umumnya lah yang membedakan kami
"Darimana kau mendengar nama itu?" Tanya dia lagi
"Hmm?"
"Jangan pura-pura bodoh! Tidak ada ras lagi yang mengingat nama itu kecuali kami para Iblis, sang penjagal Gressila..."
Penjagal kah...? Aku dengar sendiri jika Gressila memiliki reputasi yang sangat buruk bahkan hingga dijuluki musuh rasnya sendiri, namun rupanya trauma itu masih disalurkan hingga generasi mereka saat ini
"Akan kujawab semua pertanyaanmu tapi pertama-tama kamu harus menjawab seluruh pertanyaanku dengan jujur,"
"Sudah kubilang aku tidak tahu bagaimana kami-"
"Ya kamu sudah menjawab yang satu itu, lagipula sepertinya aku juga mulai mengerti alasan kalian dikendalikan,"
Aku meraih sebuah alat sihir aneh yang pastinya belum pernah kulihat sebelumnya, itu terlihat seperti.... Sebuah alat penyimpanan yang didalamnya terdapat patung pahatan kayu berupa sesosok makhluk humanoid
Mungkinkah ini kutukan atau semacam itu? Tapi aku sendiri mengira jika patung ini adalah semacam alat sihir pengendali manusia, mirip dengan yang mengendalikan Shin Shaozu dulu
Apakah itu semua berkaitan?
"Sekarang jawab pertanyaanku yang lain, apakah ras Iblis memang hidup dibawah tanah begini? Kemana kalian pergi setelah kehancuran ras kalian dulu?"
Lagi-lagi ia enggan untuk bercerita, bahkan sampai menggigit bibirnya sendiri karena bimbang
"Kami-"
Huh? Dia seperti dikejutkan oleh sesuatu seperti tersengat listrik, lalu aku bisa melihat di matanya ada sebuah lingkaran sihir merah yang mungkin alasan dibalik itu
Jadi aku membatalkannya dengan sihir pembatal, dan sialnya entah mengapa mana yang digunakan rupanya cukup banyak....
"Eh?" Setelah kembali sadar dia bingung
"Apa yang terjadi? Aku harusnya..." hmm? Oh? Jadi dia tahu jika dia membuka mulut maka akan tersengat seperti tadi kah?
"Aku menghilangkan penghalang itu, sekarang kamu bebas berkata apa saja,"
__ADS_1
"H-Hah?! Apa kamu sungguh menghilangkan kutukan Iblis?"
"Umm... Iya? Memangnya kenapa?"
"I-Itu adalah kutukan turun temurun yang dirapal Raja tertinggi Seraphim pada kami di masa lampau, kutukan itu terus ada hingga generasi ku karena tidak satupun Iblis yang selamat bisa menghancurkannya... Itu berarti..." yah...
"Soal Gressila tadi... Bagaimana kamu bisa tahu nama itu?!" Kurasa dia menghubungkannya kesana jadi kujawab saja lah
"Aku membunuhnya, di hutan sebelah utara Fuzhou, diatas makamnya sendiri," jawabku
Mendengar itu matanya melebar dan aku bisa dengan jelas melihat pupil vertikal tipisnya itu di kegelapan ini, mulutnya sampai menganga dan tentunya gigi taring runcingnya juga nampak
"K-K-Kau...?"
.
Di medan perang itu, gagak adalah makhluk yang mendominasi lapangan
Karena mereka yang hidup sudah pergi meninggalkannya, menuju langsung ke jantung Ming yang sekaligus menjadi kota terakhir yang bisa mereka pertahankan
Ya... Ruby menang lagi meski tanpa Ryuu, namun korban yang berjatuhan tentunya lebih banyak
Ah... Jiwa-jiwa malang itu...
Para sastrawan yang melewati jalan itu berkata bahwa jalanan nampak seperti pemandangan dari neraka, apalagi matahari sore yang tenggelam dengan meninggalkan langit merah seperti memantulkan tempat itu sendiri
Aku tidak meragukan ungkapan itu sih... Pemandangan disana benar-benar buruk karena tim pengumpul dan pemeriksa identitas belum sampai kesana, semua tubuh dibiarkan begitu saja.
Sementara disini di depan tembok kota Chengdu kami memulai pengepungan untuk kesekian kalinya, jika semuanya berjalan baik maka kami akan mengibarkan bendera Ruby diatas istana Raja Ming dalam dua minggu
Kuharap bisa lebih cepat...
.
Iblis yang selamat dari kehancuran itu bermigrasi kesana kemari hanya untuk mendapati mereka ditolak oleh semua orang, yah.... Soalnya mereka musuh semua ras sih... Siapa yang mau memeperbolehkan mereka menjadi tetangga...?
Karena hal itu para Iblis pergi ke Benua Timur yang mana kala itu masih kosong karena kondisinya yang hancur total akibat perang besar itu, mereka menggali lubang ke perut Kelfia dan membangun peradaban didalam sana
"Aku adalah generasi ke-13 paska kehancuran itu, aku tahu sangat sedikit soal kejayaan kami di masa lalu, akan tetapi dongeng mengenai penjagal Gressila masih diceritakan kepada kami,"
Y-Yah bagaimana lagi bukan? Ia satu-satunya Iblis yang membuka pemberontakan terhadap kaumnya sendiri, wajar jika dia dinilai buruk oleh rasnya
"Uhm.... Eh...? As, kamu bisa bangun?" Seorang gadis Iblis bangkit
Lalu tidak lama setelahnya puluhan Iblis lainnya bangun dari pingsan mereka namun kali ini mereka tidak dikendalikan
"Apa yang telah terjadi...? Kenapa aku melakukan itu?"
"Sekarang dunia akan sadar bahwa kita masih ada! Kita akan segera dimusnahkan!"
"Eh?!"
Kepanikan muncul diantara mereka, bagaimana tidak? Mereka selama ini bersembunyi untuk tidak dimusnahkan oleh ras lainnya, kini malah mereka muncul ke permukaan dengan meriah seperti tadi...
"Semuanya harap tenang!" Kata bocah Iblis itu
Kubilang bocah hanya karena dia lebih muda dariku, aslinya ia adalah remaja seumuran dengan Yuuna
"Pertama kita harus berkumpul dengan rekan kita yang lain dan membahas soal ini, tidak ada gunanya ribut dan panik disini," lanjutnya
"As.... Ngomong-ngomong siapa gadis dibelakangmu itu?" Tanya gadis Iblis tadi
"Ah, dia adalah seorang... Ummm.... Jujur aku belum pernah melihat ras mu, apa 'manusia' yang kamu katakan sebelumnya adalah nama sebuah ras?" Eh?
"Itu benar, namaku adalah Rune dari Ruby, aku adalah seorang manusia,"
"Manusia?"
"Aku belum pernah mendengarnya,"
__ADS_1
Sungguh.... Apa mereka benar-benar terisolasi sampai begitunya hingga tidak tahu apa yang ada diatas mereka sendiri...?
"P-Pokoknya ras kalian sudah tidak pernah terdengar lagi selama ribuan tahun dan kini wilayah permukaan adalah milik kami manusia, itu artinya kalian harus membayar pajak."
Mendengar ini siapa sih yang tidak kesal? Mereka semua langsung berganti mood dari yang tadinya panik menjadi murka padaku
"Hei! Kau pikir kau siapa?!"
"Kami bahkan belum pernah mendengar yang namanya manusia, kalian hanya ras rendahan dibanding kami!"
"Berani-beraninya kau menarik pajak seenaknya begitu?!"
"Kami sudah tinggal disini lebih lama dari sejarah kalian!"
Hah.... Mau lebih lama atau tidak namun selama kami jauh lebih kuat maka itu tidak ada gunanya... Memangnya mereka pikir apa itu kolonialisme? Ah, mereka belum tahu hal itu ya?
"Semuanya mohon tenang!"
Bocah Iblis itu berdiri didepanku untuk membelaku
"Ia adalah sosok yang membangkitkanku lebih cepat dibanding kalian semua, dia juga berhasil menghancurkan kutukan turun temurun ras Iblis!"
"Hah?"
"Kau serius, As?!"
Itu tidak terlalu menakjubkan kok.... Tidak.... Kurasa memang itu menakjubkan...
Setelah kuperiksa lagi, ternyata mana didalam tubuhku hanya tersisa kurang dari seperempatnya. Sihir Seraphim sialan...
"Kalau benar begitu maka dia lebih kuat dari para tetua selama 13 generasi ini?!"
Pandangan mereka seperti yang kuduga berubah menjadi rasa takut
"Tenang saja, aku tidak memiliki kebiasaan untuk membunuh Iblis, tapi sesuai yang kukatakan sebelumnya jika kalian mau terus tinggal disini maka bayar pajak,"
"Ugh... Namun dengan apa kami harus membayar...."
"Kami tidak punya emas..."
"Soal itu kita bisa membahasnya bersama menteri ekonomi Ruby, dan dengan kalian menjadi penduduk Ruby maka hak-hak kalian akan dijamin dan dilindungi dibawah hukum, termasuk ancaman dari luar," jelasku
"Ugh..."
"Hmm..."
"Kita tidak bisa memutuskannya disini, kita harus membawanya menemui tetua," kata As
Lubang ini tadinya terlihat seperti dibuat dengan suatu sihir semacam laser besar karena bentuk lingkaran yang sangat rapi, namun semakin masuk kedalam nampaknya bentuk dinding lubang mulai berubah menjadi lebih natural
Ini mulai terlihat seperti gua yang umurnya sudah sangat tua.
Disini juga mulai terdapat sumber pencahayaan dari lumut yang memancarkan sinar biru, tidak sampai situ saja, masih banyak tumbuhan yang hidup didalam tanah ini yang belum pernah kulihat di dunia permukaan.
Aku berjalan bersama As dan sekitar 17 Iblis lainnya, berbelok, naik, turun, melewati sungai bawah tanah, air terjun bawah tanah, sebuah jalan yang terbuat dari batu kuno dan jembatan dari kayu yang nampak rapuh
Dari jembatan ini As menunjuk ke bawah, memperlihatkanku betapa indahnya peradaban didalam perut bumi itu.
Sepertinya.... Kali ini teori yang mengatakan bahwa perut bumi itu kopong ada benarnya...
Aku bisa melihat area luas yang memang selalu malam karena pencahayaannya sangat dibatasi itu, memiliki sebuah peradaban meski hanya sebuah desa ukuran besar
Namun siapa yang bisa menyangka ini?
"Kita sudah sampai ke desa kami," kata As
"Ribuan tahun berlalu, jadi disinilah kalian selama ini berada, pantas saja tidak ketahuan hingga sekarang,"
Bagaimana tidak? Hukum kuno yang tak tertulis itu mengatakan bahwa menyerang manusia adalah hal terakhir yang bisa mereka lakukan, mereka masih menganggap jika kami yang mereset sihir soalnya....
__ADS_1
Dan karena para Iblis ini hidup dibawah wilayah kami maka....