The Sended

The Sended
Chapter 23: With one Way or Another


__ADS_3

Akhirnya setelah seharian aku berada di atas kapal, aku melihat daratan dari kejauhan. Tentu saja daratan itu adalah daratan Yamato


Dengan kemampuan Akurasi milikku, aku bisa melihat kejadian apa di pesisir yang mana sesuai rencana, mereka sedang bertempur dengan pasukan elit Kyouka di belakang sana


Itu membuat perkemahan dan pertahanan pantai mereka ditinggalkan


Musuh yang paling mudah adalah mereka yang tidak melawan balik maupun bergerak bukan? Sebaiknya kami hancurkan berbagai persiapan mereka di pantai sebelum digunakan untuk melawan kami


"Tembak kapan saja," perintahku


"Baik," jawab Jenderalku di kapal Destoyer yang lain


Suara meriam kedua kapal ini terdengar dengan keras yang tentunya langsung menarik perhatian pasukan Hojo yang semula fokus terhadap pasukan elit Kyouka dibelakang sana, menjadi melihat kemari


Dimulai juga, perang melawan Hojo, klan penguasa Yamato


"Lapor Kaisar, kami telah memeriksa senjata yang mereka gunakan di pesisir,"


"Oh ya? Apa itu?"


"Nampaknya mereka menggunakan beberapa senapan lontar dan kebanyakan menggunakan katana dan berarmor berat,"


Ka-katana?


"Kau bercanda... kan?" tanyaku karena terkejut


Itu karena teknologi mereka tertinggal seratus tahun bila seperti ini, padahal Kekaisaran saja baru runtuh beberapa tahun yang lalu


Dan teknologi mereka terpaut seratus tahun dengan kami? Bagaimana?


Ah benar juga... mungkin karena itu


Kebijakan Sakoku tidak hanya mengunci Yamato, namun juga menyita seluruh persenjataan yang tersebar di masyarakat


Hal serupa pernah dilakukan oleh Toyotomi Hideyoshi disaat dia berhasil menaklukan Jepang


Saat itu masyarakat memiliki katana mereka sendiri agar disaat ketua klan mereka berperang melawan klan lain, mereka bisa ambil bagian didalamnya


Namun Hideyoshi berpikir bahwa hal itu akan memicu pemberontakan, jadi dia menyita seluruh pedang sehingga pemberontakan dapat di minimalisir kan


Suara drum yang berbunyi membangunkanku dari pikiranku sebelumnya, seluruh kapal sedang dikonsentrasikan kedepan untuk mendarat


Jika musuh hanya memiliki teknologi seperti itu, maka kami punya banyak keuntungan, salah satunya adalah jarak


Kalau dipikir lagi, peran pasukan elit Kyouka jadi tidak terlaksanakan karenanya


Soalnya mereka kutugaskan untuk menghancurkan senjata musuh yang dapat mengacaukan armada. Tetapi mana ada senjata seperti itu seratus tahun yang lalu?


Meskipun tidak begitu penting, pasukan itu tetap bertarung dipantai mengacaukan musuh. Dan sesuai rencana, aku akan menyuruh mereka mundur sekarang


"Kirim sinyal mundur kepada pasukan di pantai,"


"Baik, Kaisar!"


Sinyal yang dikirim berupa sinyal cahaya dari lampu sorot yang berada diatas kapalku


Segera saja pasukan pelumpuh menarik diri mereka kembali ke hutan untuk menghindari tembakan kapal kami


"Apa yang sedang mereka lakukan?" kataku


Bukannya berlindung atau mundur, pasukan Hojo malah berbaris di pesisir pantai untuk menyerang kapal-kapal kami yang akan mendarat karena senjata seperti pelontar mereka telah dihancurkan


"Mereka berbaris di pantai untuk menyerang pasukan kita ketika mendarat di pantai, Kaisar," jawab seorang Jenderalku


Padahal itu tadi pertantaan retoris....


Ya ampun... perang ini sudah selesai kalau begini caranya.... lebih baik aku tidur lagi saja, percuma melihat pertempuran yang tidak seimbang seperti ini


《Ryuu POV End》


Setelah ini, Ryuu benar-benar pergi ke ruangannya dan tidur selama pertempuran berlangsung

__ADS_1


Selama itu juga Kyouka bersama pasukanmya kabur meninggalkan pantai sambil dikejar oleh beberapa pasukan Hojo, tapi karena perlengkapan Hojo terlalu berat jadi Kyouka dan pasukannya dapat menghilang dengan mudah


Pasukan Hojo yang mengejar ini tidak tahu bahwa pertahanan mereka di pantai sudah hancur bersama ribuan rekan mereka, pasukan Ryuu telah mendarat seluruhnya


"Hwahh... selamat pagi...," kata Ryuu kepada dirinya sendiri


Meskipun dia berkata selamat pagi, namun nyatanya hari sudah malam dan pasukannya sedang beristirahat di pantai


Ryuu pergi keluar dari kabin dalam kapalnya dan berjalan-jalan disekitar pantai sambil ditemani beberapa pelayan dan prajurit


"Bagaimana tadi?" tanya Ryuu kepada sekelompok prajurit yang berkumpul diantara api unggun


Mereka langsung berdiri dan membungkuk karena berbicara dengan Ryuu


"Tadi pertempuran yang mudah, Kaisar" jawab salah satu dari mereka


"Iya kan? Ya sudah nikmati waktu kalian...," Ryuu pergi meninggalkan mereka


Pantai yang gelap itu menjadi terang oleh puluhan api unggun yang menyala dimalam hari


Saat Ryuu sedang jalan-jalan, ia mendengar suara langkah kaki yang berasal dari dalam hutan. Mereka adalah pasukan pelumpuh yang baru kembali dari kejar-kejaran dengan pasukan Hojo


Diantara mereka tentu saja ada Kyouka yang tampak sangat kelelahan, dan Ryuu malah menanyakan hal yang sudah dia tahu, tentu saja ini membuat Kyouka kesal


"Kyouka? Dari mana saja kamu? Sepertinya kamu kelelahan ya...?"


"Ryuu? Kan kamu yang membuat rencana ini, aku sangat lelah karena berlari seharian, pokoknya aku hanya ingin tidur malam ini,"


Ryuu tersenyum melihat Kyouka dan pasukan pelumpuh yang penampilannya sudah kacau itu pergi meninggalkannya


Dia menatap langit, memandangi bulan dan tangannya perlahan dia angkat seolah-olah ingin menggenggam bulan itu


"Hanya sedikit lagi sampai langkah pertama selesai," katanya pelan


Karena tidak ada yang bisa Ryuu lakukan, dia menuju kamarnya, membaringkan tubuhnya ke tempat tidur, lalu dia menutup matanya. Ya, dia tidur lagi....


Keesokan paginya, suara keributan prajurit membangunkan Ryuu dari tidur


"Ada apa ini?" tanya Ryuu


"Kaisar, ada beberapa kapal besar yang terlihat dari Utara, Jenderal sudah memerintahkan seluruh kapal yang ada untuk memblokade jalan mereka," jawab


salah satu pelayan Ryuu


"Kapal besar?"


Benar saja ada se-armada yang sedang dicegat oleh kapal-kapal Ryuu, dan mereka memiliki persenjataan lebih canggih daripada milik Yamato


Tentu saja Ryuu kebingungan, soalnya tidak mungkin Hojo memiliki kapal-kapal baja seperti itu


Mungkin saja mereka berasal dari bangsa lain


Ryuu mengambil radio dan berkomunikasi dengan laksamananya agar dirinya bisa ikut kedalam kapal yang memblokade mereka


Ryuu sadar bahwa tidak boleh terjadi konflik dengan armada asing ini, setidaknya untuk sekarang. Armada Yamato masih terlampau jauh dengan mereka


Laksamana armada Yamato segera mengirim kapal sekoci untuk menjemput Ryuu dan mereka bersama menuju kapal Destroyer dimana Jenderal Ryuu ada


"Laksamana, laporkan situasinya," kata Ryuu


"Baik, ada 12 kapal yang kami percaya besarnya sama seperti kapal kita, dan tiga kapal yang besarnya empat kali dari kapal manapun yang kita miliki," jawab sang Jenderal


Meski Ryuu memiliki jumlah, namun mereka memiliki tiga kapal Destroyer dengan kelas yang mungkin hanya beberapa tahun dibawah Destroyer Germanica milik Ryuu dulu, milik Archen


Sisanya adalah kapal kargo ringan, senjata yang mereka miliki hanya sebatas senapan mesin


"Hubungkan saluran komunikasi dengan milik mereka," kata Ryuu


"Baik Kaisar, sudah terhubung,"


"Disini Tadashii Ryuu, Kaisar Kekaisaran Yamato, dengan siapa aku bicara?"

__ADS_1


Selama beberapa detik mereka tidak menjawab yang membuat Ryuu mengulangi kalimatnya


Ketika diulang untuk yang kedua, akhirnya mereka menjawab


"Disini Laksamana armada Kerajaan Mughal, kami berada dalam misi pengawalan kargo untuk kembali ke kerajaan,"


Kerajaan Mughal terletak jauh di Barat Daya melewati beberapa kerajaan yang lebih kecil diantara Kekaisaran dan Mughal


Mereka juga adalah bangsa yang kuat karena perekonomian mereka adalah yang terbaik setelah Francia. Itu berarti mereka lebih baik dari kebanyakan negara di benua Barat


Alasannya karena Kerajaan ini terletak diantara Benua Utama dan Benua Timur, sehingga mereka memiliki teknologi dari Barat dan sumber daya dari Timur


Melawan mereka bukanlah hal yang mudah, bahkan bagi Ryuu sekalipun


"Aku mengerti, maaf karena kami salah mengira kalau kalian pasukan Hojo, kami akan segera menyingkir, semoga Kekaisaran kedepannya bisa melakukan negosiasi dengan Kerajaan Mughal," kata Ryuu


"Aku berterimakasih atas keputusanmu, Kaisar Yamato, hal ini pasti akan kusampaikan kepada Raja," jawab laksamana Mughal itu


Kata-kata Ryuu ini benar, mereka akan membiarkan konvoi ini lewat. Meskipun Ryuu sangat ingin mendapatkan Destroyer itu, namun ini bukan waktu yang tepat


Pasukan Yamato untuk sekarang hanya dapat melihat perginya kapal-kapal Mughal, meskipun begitu, Ryuu akhirnya mengetahui darimana datangnya senjata Yamato dimasa depan


"Kirim utusan ke Kerajaan mereka, kita akan memesan banyak barang dari mereka untuk saat ini,"


Kalau memproduksi sendiri masih perlu banyak waktu, maka membeli bukanlah hal buruk untuk sementara


Dengan ini, lengkap sudah rencana penaklukan dunia milik Ryuu


Dia akan memulai produksinya sendiri setelah barang-barang pesanan ini datang, akhirnya dia mendapat teknologi dari Barat yang sudah lama ingin dia dapatkan


Selama ini Ryuu terus-terusan terbebani karena perlengkapan prajurit Yamato yang terlihat kuno jika dibandingkan dengan Germanica


Pakaian prajurit Yamato saja masih dilengkapi pelindung ringan berupa potongan kayu yang dibentuk sedemikian rupa menjadi seperti pelindung anti peluru, itu armor asigaru


Sedangkan prajurit Germanica menggunakan kain biasa yang memudahkan mereka untuk bergerak


Di perang modern ini, pelindung seperti Yamato dinilai kurang efektif oleh para ahli perang


Mungkin ini efektif di masa lampau, tapi saat ini kecepatan adalah yang terpenting


Apalagi dengan konsep wajib militer, banyak orang dengan kemampuan fisik rendah tidak mampu menopang beratnya pelindung ini, ditambah perlengkapan mereka yang lain


Lalu, pakaian prajurit Germanica dibuat dengan memainkan warna sebagai kamuflase


Daripada melindungi diri menggunakan pakaian pelindung, bukankah lebih baik tidak terlihat sekalian saja? Dengan begitu tidak mendapat tembakan sama sekali


Germanica memilih warna abu-abu sebagai pakaian prajurit mereka, warna ini menyatu dengan baik dengan alam


Sedangkan prajurit Yamato memakai pakaian dasar merah dan pelindung hitam, hal ini sangat mencolok didalam hutan atau di medan manapun


"Kapan kita mencapai level itu ya....?"gumam Ryuu didalam kabinnya


Tetapi itu masalah lain hari, sekarang Ryuu harus fokus menghadapi Hojo yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat meski dengan kualitas sekarang


Dia mengumpulkan seluruh pemimpin pasukan tingkat atas dan mulai menjelaskan rencananya


"Jadi rencananya seperti ini..."


Pasukan Yamato memiliki keunggulan senjata dan jarak, namun pasukan Hojo sangat diuntungkan bila bertarung jarak dekat dengan jumlah mereka


Oleh karena itu, Ryuu harus membawa pasukan Hojo ke ruang terbuka dan menghabisi mereka sesegera mungkin agar pasukan yang tersisa tidak kembali bergabung


Jika gagal, maka pasukan Hojo akan tahu kelebihan dan kekurangan pasukan Yamato, lalu mereka akan memulai taktik gerilya yang pastinya akan memakan banyak korban


"Oleh karena itu, akan kujelaskan bagaimana cara memancing mereka,"


Tidak jauh dari pantai, ada sebuah lembah luas yang diapit dua bukit yang sulit untuk dilewati


Pasukan Hojo belum mengetahui seperti apa pasukan Yamato itu, oleh karenanya, pasti mereka tidak akan mengirimkan seluruh pasukannya untuk menghancurkan Ryuu


Kalau begitu Ryuu harus membungkam setiap pasukan yang Hojo kirim, atau yang lebih buruk adalah.... memberi informasi yang salah pada musuh

__ADS_1


"Baiklah, kita mulai rencana ini,"


__ADS_2