
"Rune! Rune!"
Membuka mata, aku berada di rumah milik ku dimana disana ada Kyouka dan tetua yang berkunjung
Nampak ayah dan ibuku sangat khawatir sampai segitunya, padahal selama ini aku tidak terlalu menganggap mereka. Mungkin ini yang dimaksud Dewa sebagai 'alat'
Tapi kenapa aku tiba-tiba pingsan ya?
"Apa yang kalian lakukan di bukit?" Tanya tetua kepada Kyouka
"Rune menemaniku mempelajari sihir, lalu dia mencoba-"
"Lofi-" aku berniat menghentikannya namun tubuhku terutama lambungku rasanya sangat sakit bahkan untuk berbicara
Kenapa ini? Apa aku mendapatkan tubuh anak yang sakit-sakitan?
"Itu gejala ketika kamu menggunakan mana sampai habis," kata tetua
"Eh? Bisa anda jelaskan lebih rinci tetua?" Bagus Kyouka
Kalau aku bisa berbicara aku juga akan meminta tetua melakukan hal yang sama
"Untuk menggunakan sihir, kita perlu hal lain yang disebut mana. Ini adalah bahan bakar sihir itu sendiri, layaknya kayu bakar untuk memasak. Mana juga dapat mempengaruhi tubuh penggunanya jika digunakan terus, itu yang dialami Rune sekarang,"
Jadi begitu, tapi itu berarti aku hanya bisa menggunakan satu kali sihir penciptaan sebelum anggota tubuhku yang lain rusak?
"Jika kehabisan pengguna mulai kehabisan mana, maka otomatis tubuhnya akan lelah dan tidur untuk mengumpulkan mana kembali. Tapi kalau kasus seperti Rune, kurasa dia memaksakan diri untuk menggunakan sisa mana terakhirnya
Begitulah yang akan terjadi, tapi kamu bisa tenang karena luka akibat kehabisan mana juga akan sembuh ketika kapasitas mana milikmu terisi kembali,"
Oh! Jadi aku bisa terus berlatih sihir?
"Tapi! Kalau mana mu benar-benar habis, maka kamu akan mati. Ingat itu,"
W-wah tidak jadi deh, aku perlu informasi untuk menambah kapasitas mana ku dulu sebelum berlatih sihir
Tetua meninggalkan rumahku setelah memberi peringatan itu
Hehe, seakan aku akan menghiraukannya saja....
Aku sudah pernah mati sekali loh, kalau ada hal yang mengancam nyawaku memang aku akan takut, tapi bukan karena takut mati melainkan takut akan kehilangan semua yang kubangun
"Kalau begitu aku akan pergi mencari obat, kamu istirahatlah dulu Rune," kata ayahku pergi
"Iya itu benar, aku juga akan membuat makanan agar kamu cepat sembuh," kata ibuku, dia juga pergi ke dapur
Hanya ada aku dan Kyouka sekarang, karena itu kami dapat bebas mengobrol topik apapun
"Kamu benar-benar nekat ya Ryuu,"
"Siapa juga yang tahu kalau akan seperti ini...,"
Kyouka bilang dirinya yang membawaku kemari, meurutnya tubuhku ini cukup ringan
"Rune, temanmu yang lain datang menjenguk," kata Ibu
Ketiga bocah itu datang juga kemari, seperti inikah rasanya punya teman...?
Sihir Penciptaan: Membuat Sihir Api: Fireball
Kali ini aku berhasil menciptakan bola api dan kutembak ke arah lahan kosong diatas bukit ini, akan tetapi belum sampai tujuan bola itu malah meledak. Kurasa ini ada hubungannya dengan imajinasiku yang minim
Kalau memang begitu, aku harus melatih imajinasiku dan untuk melakukannya aku memperlukan banyak pengalaman. Di dunia baru ini, pengalamanku masih nol besar, bahkan aku tidak tahu suku selain Afiel ini
Besok, besoknya lagi, dan besoknya lagi kami berdua menuju bukit yang sama untuk berlatih sihir. Kami terus berlatih sampai hari dimana ketiga anak yang lain menemukan kami, saat itu aku dan Kyouka berhenti dan besoknya lanjut di lokasi yang berbeda
Kyouka sendiri nampaknya hanya dapat menggunakan sihir ber-elemen api, ia kini sudah dapat membentuk berbagai macam hal dengan apinya. Tentu saja dia juga kelelahan jika terlalu sering menggunakan sihir, tapi level kami beda jauh
Beruntungnya dia karena memiliki kapasitas mana yang besar.... disisi lain aku hanya dapat menggunakan satu rapalan per hari
__ADS_1
Ah! Aku hampir kelupaan sesuatu,
"Kyouka, apa mana mu masih tersisa?"
"Yah mungkin sekitar dua rapalan," cih bikin iri saja
Padahal dia sudah menggunakan lima rapalan hari ini
"Tembakan panah apimu kearahku,"
Mendengar ini dia sangat terkejut, pasalnya panah api adalah rapalan Kyouka yang paling cepat untuk mencapai target
"Apa yang kamu katakan? Kamu menyuruhku untuk membunuhmu? Aku tahu kalau tubuhmu kali ini tidak diberkahi, tapi tolong jangan menyerah, ada banyak cara bagimu untuk jadi berguna tanpa sihir," Itu tulus atau memang sedang mengejek ku?
"Bukan bodoh, aku ingin mencoba sesuatu," kataku berjalan menjauh memberi jarak
Sekitar sepuluh langkah dan aku berhenti, aku melambaikan tangan sebagai tanda bagi Kyouka untuk memulai rapalannya
Sihir Penciptaan: Pedang Kayu
Pedang itu muncul di genggaman tanganku sesuai imajinasi yang sempurna
Di sana, Kyouka memulai serangannya
"Jangan mati ya Ryuu,"
Hehe... itu tergantung
Sebuah anak panah- bukan, kalau sebesar itu rasanya nampak seperti tombak api. Pokoknya benda itu melesat maju membelah udara mengarah padaku, kecepatannya sungguh besar dibandingkan Fireball yang selama ini kucoba pelajari
Namun memang itu yang kuinginkan. Karena kalau membicarakan soal kecepatan maka....
Akselerasi
Aku ingat seorang ilmuan pernah berkata, hal yang tercepat adalah cahaya, lebih cepat dari itu sama saja berteleportasi. Namun semakin berkembangnya zaman, banyak temuan baru yang berhasil memecah gagasan ini
Sesuatu yang lebih cepat dari cahaya itu ada, dan sesuatu inilah yang juga memendam misteri alam semesta dari kita
energi gelap dikatakan mengisi 68% ruang di alam semesta dan energi gelap juga alasan mengapa alam semesta kita terus melebar dengan percepatan yang terus menambah bukannya berkurang
Itulah mengapa alam semesta ini terus berkembang dengan sangat cepat, terlalu cepat bagi kita untuk mempelajarinya. Bahkan dipercaya bahwa jauh di masa depan, makhluk cerdas seperti manusia tidak akan tahu pembentukan alam semesta atau big bang seperti yang diakui banyak orang sekarang
Jadi apa poinnya?
Akselerasi itu sama seperti perkembangan alam semesta yang terus meningkat, bedanya adalah aku dapat mengatur hal ini
Jadi aku mengaturnya ke titik dimana aku secepat kecepatan cahaya
Aku bergerak ke samping untuk menghindar dari anak panah api itu dan maju perlahan kedepan Kyouka persis, rasanya waktu berjalan sangat lambat ketika aku memasuki kemampuan ini
Setelah siap, aku menyudahi Akselerasinya
"Eh!?"
Hmm.... aku penasaran juga dengan seperti apa pemandangan yang Kyouka lihat, mungkinkah aku nampak seperti tiba-tiba ada didepannya?
Aku memukul kepalanya itu dengan pedang kayu ku
"Sakit! Kali ini apa Ryuu!?"
"hehe... itu karena tadi kamu merendahkanku,"
Sepertinya aku mendengar sesuatu dari bawah bukit, apa itu ketiga anak- maksudku ketiga temanku yang sudah menemukan kami?
Tapi suaranya terdengar cukup keras dibandingkan langkah ketiga temanku itu
Akurasi
Seperti yang kubilang sebelumnya, dengan akurasi aku dapat melihat target lebih dekat, itu salah satu fiturnya tapi tujuan utama akurasi ya agar aku tidak salah serang
__ADS_1
Dengan ini aku dapat melihat suara apa itu sebenarnya
Adalah sepasukan? Tidak, mereka nampak terlalu terbuka. Kurasa mereka adalah sekelompok pemburu yang berasal dari suku kami, mereka membawa panah dan tombak soalnya
"Ada apa Ryuu?"
"Aku tidak tahu, tapi kurasa kita harus kembali ke desa," jawabku
Aku merasa kalau ada sesuatu yang akan segera terjadi, entahlah namun aku cukup yakin dengan perasaanku.
Kami menuruni bukit dan berjumpa dengan tiga teman kami yang sedang mencari-cari aku dan Kyouka, lantas kami pun pulang kembali ke desa bersama-sama
Meski lewat hutan yang tebal seperti ini, kami dapat sampai di desa Afiel tanpa kehilangan arah karena sudah sangat hafal
Sampailah kami kembali di Desa Afiel, kali ini ramai lagi seperti ketika ritual dulu namun sekarang tidak terorganisir tidak seperti kemarin
Desa Afiel itu biasanya tidak seramai ini, hampir semuanya memiliki pekerjaan yang kebanyakan dilakukan didalam rumah atau di luar desa. Jarang melihat perkumpulan sebesar ini, ada apa memangnya?
"Ah benar juga! Para pejuang telah kembali," kata Harold
"Siapa para pejuang ini?" Tanyaku
"Eh? M-mereka ini adalah kelompok yang dikumpulkan dari seluruh Ruby untuk menghadapi ancaman dari dunia luar,"
Aku punya beberapa pertanyaan tapi kurasa Harold tidak akan mampu menjawabnya lebih dari ini
"Bukankah kakak laki-lakimu juga masuk kedalam kelompok ini, Rune?" Tanya anak satunya, siapa namanya ya?
Tapi apa benar kakak ku termasuk kedalam sana? Aku tidak begitu ingat
"Ayah dan Ibu ku juga masuk kesana," kata Kyouka
Eh.... aku belum pernah mendengarnya
"Rune!" Woah siapa laki-laki yang mirip denganku ini? Apa memang dia kakak ku?
"Rune, ini sudah hampir sepuluh tahun, kamu sudah besar ya," Katanya sambil menepuk rambut ku
"Y-ya..." Apa yang harus kukatakan nih?
Aku melihat Kyouka yang juga dipeluk oleh sepasang kekasih yang pastinya ayah dan ibunya kah.... Dia juga nampak menikmati hal ini
Banyak juga dari kelompok ini yang melepas rasa rindu selama sepuluh tahun, beberapa bahkan sempat menangis. Sepuluh tahun itu waktu yang lama sekaligus singkat, wajar jika mereka sangat merindukan rumah, di sisi lain mereka telah tumbuh lebih dewasa lagi
Tetua akhirnya datang dan semuanya berhenti berbicara untuk melihat kepadanya, dia menyambut kelompok ini dengan senyum dan berkat
Wah... aku tahu ini akan sampai kemana....
Malam itu diadakan pesta, untuk menyambut kepulangan kelompok yang sepuluh tahun lalu pergi ini, enak juga jika sesekali berpesta dan makan sampai kenyang
Dari tempat duduk ku, aku dapat melihat Tetua bersama dengan pemimpin kelompok tadi sepertinya akan membicarakan sesuatu yang penting. Aku harus tahu apa itu, kupikir itu akan membantu kami kedepannya
"Kyouka, ikut aku," Aku menggandeng tangannya ketika ia masih makan
"Eh?"
"Rune, kamu mau ajak Lofi kemana" Sekarang ada orang tuanya yang protektif ya.... Aku jadi tidak bisa sembarang membawanya secara paksa
"Eto.... aku ingin dia menemaniku buang air...."
"Eh...? Ya sudah tapi jangan mampir-mampir ya, soalnya dia belum selesai makan," kata Ibunya itu
"Aku mengerti," Jawabku sembari melangkah pergi
Huh....
Kyouka tersenyum lebar kepadaku seakan sedang mengejek ku
"Apa kamu tidak tahu malu Ryuu? Sudah sepuluh tahun masih takut untuk buang air sendiri, hehe...." katanya
__ADS_1
"Enak saja, kita akan melakukan hal lain,"