The Sended

The Sended
Chapter 47: Show of Strength


__ADS_3

Apa yang Fritz katakan adalah benar, Kelfia memiliki lebih banyak misteri dari yang semua orang bayangkan. Tapi sungguh salah satu misteri besarnya sudah Ryuu dan kawan-kawan ungkap, yakni soal penciptaan dunia dan alam semesta


Meski begitu pun mereka masih punya banyak hal untuk diketahui.


Perjalanan kami menuju ke kota Ladenvield tidaklah semulus yang kukira, tapi sebenarnya aku juga tidak mengira akan semulus itu. Hasilnya kami sampai di kota ujung Selatan pulau ini sebulan setelah keberangkatan kami


Yah.... lebih sehari..... kalau seperti ini maka akan terdengar sedikit, tapi sehari adalah waktu yang vital


Soal halangan yang kami alami, hanya ada beberapa pasukan kecil musuh yang menghadang, yang membuat lama adalah karena permasalahan internal mereka lebih buruk dari yang kuduga


Desa-desa yang kelaparan menuntut kami untuk sampai lebih lambat dari perkiraanku, tapi sebagai ganti karena menolong mereka, kami mendapatkan tambahan tenaga dan dukungan penuh ketika Ladenvield ditaklukan.


Ladenvield memang hanya memiliki sedikit pasokan makanan, dan ketika mereka terus berperang melawan kami maka rakyat yang kelaparan sudah jelas terjadi


Dalam sejarah bumi ku dulu juga demikian....


Menurut kalian mengapa manusia zaman sekarang dapat memiliki angka yang sangat besar, dan mengapa tidak sejak dulu angka ini ada?


Kalau jawaban kalian adalah kesehatan yang maju, itu bukanlah jawaban yang buruk. Tapi masih kurang benar


Alasan dibalik itu semua adalah makanan.


Kota-kota besar di zaman kuno seperti Roma dan Carthage memiliki sektor pertanian besar diluar dinding kota mereka, itulah hal yang mampu menopang pertumbuhan penduduk hingga ke angka ratusan ribu


Bahkan di abad pertengahan, ambil saja contohnya kota Konstatinopel memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih besar ketimbang Paris pada masa itu. Karena mereka menguasai teknik tertentu untuk menopang jumlah penduduknya


Yang pasti semuanya itu tentu bergantung dengan masalah pangan


Jadi ketika perang pecah dan sebagian pasokan diberikan kepada militer maka tentu rakyat akan kelaparan, apalagi di era ini yang mirip seperti abad pertengahan di bumi....


"Pasukan musuh terlihat!"


Kami sedang bergerak dalam barisan, lalu pengintai kami datang dan langsung memberitahukan apa yang ia lihat didepan sana


"Nona, musuh mengirim pasukannya lagi, kali ini lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya," kata dia


"Apa pasukan yang kita kalahkan didepan hutan Ruby juga termasuk dalam kata sebelumnya ini?" tanyaku


"T-Tidak, maaf nona maksud saya adalah pasukan kecil yang terus menerus mereka kirimkan,"


"Katakan berapa jumlah mereka,"


"900 prajurit nona, mereka memiliki perkemahan dibalik bukit didepan,"


Hanya 900 toh? Mungkin itu pertahanan terakhir mereka sebelum kota Ladenvield, sebuah percobaan yang bagus namun sayangnya dalam hal jumlah kini mereka sudah kalah jauh dengan kami


Dengan tambahan penduduk desa dan prajurit Ladenvield yang membelot, kini pasukan Ruby yang kupimpin mencapai angka 1700. Hampir dua kali lipat jumlah mereka, jadi sekarang setidaknya kami punya keuntungan awal


Hmm..... Sebisa mungkin aku ingin menekan jumlah korban kami untuk pengepungan nanti, jadi aku akan sekali lagi bergantung pada para Crossbowman


Kini jumlah mereka ada 400, dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Semuanya kuletakan di dua barisan terdepan, taktiknya masih sama yakni menembak sekali lalu mundur, tapi karena ada dua barisan jadi akan ada dua gelombang panah


"Sir Percival!" panggilku


"Nona?"


"Kumpulkan prajurit terbaik dan bariskan mereka di belakang Crossbowman, persenjatai mereka dengan tombak panjang dan perisai ringan, lalu-"


"Nona Rune! Nona!"


Kali ini apa lagi? Seorang prajurit Ruby berkuda menuju kearahku


"Nona, Ratu Lofi telah sampai dengan bala bantuan Ruby, beliau membawa lebih dari 2000 prajurit, selain itu.... tuan Diablo juga bersama mereka,"


Yosh! Semuanya berjalan sesuai rencana yang kami bahas, perang ini akan berakhir disini.

__ADS_1


Musuh yang ada didepan Ryuu sebenarnya bukanlah pasukan Ladenvield resmi, mereka adalah para pemuda yang memutuskan untuk mengangkat senjata mereka karena mengetahui bahwa pasukan Ruby melakukan tindakan keji selama mereka bergerak kesana


Tapi Ryuu mungkin tidak setuju akan hal itu, soalnya memang mereka tidak melakukan apapun.


Pasukan yang Ryuu pimpin telah menjadi pasukan profesional yang mana tidak lagi tertarik dengan penjarahan maupun tindakan serupa, soalnya ia akan menghukum siapapun yang berani melakukan itu


Dan hukuman yang ia berikan pada prajuritnya sendiri malah lebih buruk ketimbang tahanan perang, dimana disebutkan saja tidak tega


Salah satu hukumannya adalah mengikatkan prajurit itu di pohon dan ditinggalkannya sendiri. Ryuu berkata jika Dewa memang mencintainya maka ia akan lepas dari ikatan itu, jika Dewa merasa kasihan maka ia akan mati oleh hewan buas


Tapi jika Dewa membencinya yang mana karena dia sudah melakukan tindakan keji, maka ia akan terus terikat disana dan mati secara perlahan karena lapar, haus, atau mungkin panas dan dingin tidak ada yang tahu.


Karena itu tidak ada yang berani sekalipun mengambil harta benda warga desa Ladenvield, apalagi melakukan pemerkosaan terhadap mereka


Sebagai gantinya Ryuu hanya meminta tempat untuk pasukannya beristirahat, dan kerap malah warga desa menyambut mereka sebagai pembebas dan memberi mereka sebagian persediaan makanan


Opini orang-orang menjadi sangat baik kepada Ruby, dan disisi lain malah semakin buruk terhadap Ladenvield.


Lalu bagaimana bisa para pemuda itu menganggap pasukan Ruby melakukan tindakan keji? Yah seperti yang Ryuu katakan juga, rumor bisa mengubah segalanya. Dan dalam kasus ini bernama propaganda


"Jadi begitukah?"


"Benar! Kalian hanyalah makhluk buas berkedok manusia!"


Hahh..... propaganda memang mengesalkan


Singkat cerita kami memenangkan pertempuran barusan, apalagi karena jumlahnya sudah sangat tidak seimbang....


"Ryuu!" Itu Kyouka


Dia memanggilku Ryuu lagi


"Kyouka, tidak ada yang terjadi selama sebulan ini kan?"


"Tidak ada yang cukup wah, tapi dari militer masih ada yang mengkritikmu, terutama karena hukuman yang kamu berikan,"


"Ryuu, yang kamu minta sudah kukerjakan," kata Maou sembari memberiku sebuah gulungan kertas


Oh! Ini sangat mendetail, akan sangat berguna untuk kedepannya


"Terimakasih, Maou,"


"Selain mengerjakan proyekmu, Maou juga banyak membantu menciptakan benda-benda lainnya loh! Dia benar-benar sangat membantu,"


"A-Aku tidak...." wah muncul lagi Maou yang malu-malu karena dipuji oleh Kyouka


Jadi Maou banyak membuat hal di ibukota kah? Tapi meski begitu ia masih bisa merancang monster ini, ternyata dia memang jenius


Ah! Benar, aku melupakan tahanan perang


"Sepertinya kamu sudah dibohongi, jadi akan kubuktikan kebenarannya,"


Membuktikannya cukup mudah, tinggal panggil saja orang-orang desa yang ia maksud, beruntungnya ada beberapa orang yang masuk kedalam pasukanku bukan?


Dan selanjutnya ada ketidakpercayaan singkat akan apa yang mereka lihat, setelah itu mereka menyadari bahwa semua yang dikatakan pemerintah mereka bohong, dan lagi-lagi opini terhadap Ladenvield semakin menurun....


"Kami akan melanjutkan perjalanan kami ke kota Ladenvield, sekarang apa yang akan kalian lakukan?" tanyaku


"Eh? Maksud anda kami akan dibiarkan begitu saja?"


"Iya, kalian bukanlah pasukan resmi jadi kami tidak bisa menahan kalian," jawabku


Setelah berpikir cukup lama, dia selaku pemimpin pasukan pemuda itu menjawab


"Izinkan kami untuk bergabung dengan anda,"

__ADS_1


Kekeke..... aku sudah menunggu kalimat itu keluar dari mulutnya, jadi apa jawabanku?


"Tentu saja, musuh dari musuhmu adalah kawan,"


Mana mungkin kutolak tambahan tenaga kerja bukan? Mereka yang bilang kalau lebih sedikit jumlahnya akan lebih efektif layaknya tentara modern, kuhargai opini mereka. Tapi aku sendiri tidak begitu tertarik dengan perang modern


Hehehe, aku lebih suka pertempuran skala besar yang melibatkan puluhan ribu atau mungkin ratusan ribu prajurit didalamnya, karena itu akan lebih menantang dan sulit untuk ku.


Ikatan mereka dilepas dan mereka di bimbing menuju ke area perlengkapan, selebihnya aku tidak tahu lagi.... yang penting kini aku memiliki lebih dari 4.000 prajurit dibawah perintahku


Ahh.... 4.000 ya...? Itu jumlah yang sangat bagus, tapi masih kurang. Aku ingin lebih!


"Kyouka, berapa jumlah penduduk Ruby sekarang ini?" tanyaku


"Eh.... kalau dari seluruh wilayah mungkin 150.000? Kalau hanya ibukota sekitar 45.000, kenapa memangnya?"


"Ck!"


Kalau hanya segitu maka wajib militer 10% sekalipun hanya membuatku memiliki 15.000 prajurit. Dan negeri mana yang mewajibkan sepuluh persen warganya untuk ikut dalam perang?


Disini aku harus mementingkan opini publik ketimbang hasrat perang ku.


Hahh..... setidaknya aku sudah belajar untuk itu....


"Hoi, kamu tidak sedang berpikir untuk memasukan warga sipil kedalam militer bukan?!" Gawat ketahuan, insting Kyouka semakin tajam saja


Atau mungkin ini karena dia sudah mengenalku lama?


"Eh? Maksudnya wajib militer? Apa benar itu yang kamu pikirkan, Ryuu?" Maou meringkas pertanyaan Kyouka


Uhh.... kini apa yang harus kulakukan?


"Y-Yah tapi akan kuurungkan niatku,"


"Apa kamu gila, Ryuu?! Tidak, aku tahu kamu gila tapi memasukan warga sipil kedalam militer adalah hal terakhir yang harus kamu lakukan," kata Kyouka


"Kyouka benar, itu akan berdampak besar kepada ekonomi negeri," lanjut Maou


"Tidak hanya ekonomi saja, asal kamu tahu bahwa negeri kita sudah mengalami defisit produksi makanan hanya dengan jumlah pasukan sekarang ini, lalu belum lagi mereka akan mulai melakukan protes, kalau akhirnya mereka memberontak apa kamu mau untuk..... t-tunggu kenapa kamu malah tersenyum-"


Hehe, aku tersenyum mendengar seluruh perkataan yang keluar dari mulut Kyouka. Dia juga akhirnya sadar alasanku tersenyum kah? Itu karena dia kini sudah mengerti bagaimana sulitnya memimpin sebuah negeri


Dan mungkin karena dia menyadari bahwa dulu juga terjadi pemberontakan di Kekaisaran milik ku, yang mana dengan cepat kuberantas dengan kekuatan militer....


"Urgh...."


"Kyouka?" Maou mengkhawatirkannya karena tiba-tiba diam


"Iya-iya aku tahu kok, jadi makannya kuurungkan niatku. Sebenarnya dengan prajurit segini saja sudah cukup,"


Aku berjalan menaiki bukit itu dan melihat sebuah kota di ujung Selatan pulau, Ladenvield


"Ini cukup untuk menaklukan mereka dan Edelfield, akan tetapi segera setelah kita menaklukan Edelfield, kita harus melipat gandakan pasukan kita," lanjutku


Kyouka dan Maou menyusulku, kami bertiga melihat kota berdinding itu dari jauh


Matahari mulai terbenam di sisi kanan, pegunungan di sebelah kiri sudah segelap malam. Namun angin bertiup dari arah kota, arah Selatan, seakan mencoba mengusir kami


"Nona Rune, Tuan Diablo, dan Ratu Lofi, angin yang berhembus dari selatan nampaknya memberi kesan buruk bagi para prajurit, itu seperti-" lapor Percival


"Mengusir kita kah? Aku setuju, itu juga tidak baik untuk anak panah kita," potong Maou


"Mau delay hingga anginnya berubah?" Tanya Kyouka


Hmmm.....

__ADS_1


"Baiklah, kita delay serangan pengepungannya tapi aku ingin unjuk kekuatan dulu,"


__ADS_2