
.
Kudengar Edelfield memiliki sistem pemerintahan yang simpel dan teratur, mereka adalah negeri yang pertama muncul di pulau itu dan diperkirakan menjadi yang terakhir juga oleh yang lainnya termasuk kami Hohenzollern
Namun kenyataan tidak selalu sejalan dengan perkiraan, bahkan tidak ada yang mengira jika akan hadir pihak ketiga yang muncul sungguh dari kasta terendah mencapai kemenangan total atas pulau itu.
"Jika memang mereka selemah itu, mengapa hanya kita yang kepikiran untuk mengambil alih pulau itu?" Tanya Hans
"Bukan, melainkan kitalah yang pertama berani melakukannya,"
Siapa cepat dia dapat, kalimat ini adalah salah satu pasal didalam hukum rimba.
Posisi kapal disejajarkan untuk mendapat pendaratan yang efektif, kami akan melewati menara itu dan langsung mendarat di pelabuhan Edelfield seperti yang biasanya pedagang lakukan
Kudengar bahwa menara itu mungkin ditempati hingga puluhan prajurit pemanah jadi kami harus menahan mereka selagi bergerak.
Kami semua maju, seratus kapal dan 17.000 prajurit bersiap untuk mendarat. Namun ketidaktahuan ku ini membuat perasaanku menjadi tidak enak
Apa yang akan musuh lakukan?
Dimana mereka?
Berapa banyak jumlah mereka?
"Terlihat seperti musuh tahu kita datang,"
Kami melihat bahwa musuh memiliki kapal-kapal yang memblokir jalan masuk menuju kedalam pelabuhan Edelfield, diatasnya terdapat ratusan hingga ribuan prajurit yang bersiaga dengan seluruh senjata mereka yang kebanyakan merupakan senjata Hohenzollern
Hah, dasar negeri pencuri... Edelfield membelinya dari kami dan mereka melucutinya dan menggunakan itu melawan kami.
Kapal-kapal itu memang menutupi seluruh jalan masuk kami, namun hanya satu baris. Itu sebuah barisan tipis yang bisa kami tabrak dan lewati dengan mudah
"Kita tabrak,"
Namun tidak semudah itu, dari sana berterbangan batu-batu seukuran manusia yang memang hanya beberapa yang mengenai kami, namun sekali lagi karena itu batu maka dampak yang ditimbulkan sangatlah besar kepada kapal kami
Satu batu bisa langsung mengirim kami ke dasar lautan
"Bermanuver! Hindari batu-batu itu selagi melaju ke Edelfield!" Seru ku
Perintahku sampai ke semua kapal dengan cepat karena alat sihir yang menyampaikannya secara langsung, itu alat yang sangat berguna sungguh. Mereka mulai menghindari bebatuan yang terbang kearah mereka
Namun tidak semuanya berjalan baik, beberapa kapal saling menabrak karena mencoba menghindari batu. Kapalku ini atau kapal Hans karena kapalku sudah tenggelam sebelumnya... hampir menjadi dalah satu dari itu
Ketika kapal disamping kami menghindar ke kanan, kami akan saling bertabrakan bila kapal kami tidak bergerak ke kanan juga
"Tetap hati-hati dengan sekitarmu!"
Meski dengan semua kesulitan itu, kami sudah hampir sampai ke barisan kapal musuh yang sudah bersiap juga. Namun mereka tidak sedang bersiap untuk tabrakan, mereka bersiap untuk menembakan anak panah
Mereka bisa jatuh dengan mudah...
Terserahlah, mungkin memang mereka ingin mati.
__ADS_1
Itu ujarku sebelumnya.... iya... sebelum kekacauan ini terjadi
.
Jadi begini rencananya...
"Kak Ryuu... apa kita sungguh harus teleportasi sendiri tanpa menunggu alat Kak Maou selesai?"
Aku berteleportasi kemari bersama Yuuna, meski Kyouka menyarankan untuk pergi bersama armada Ruby menggunakan gerbang penghubung milik Maou namun aku tetap melakukan ini
"Turun ke neraka atau naik ke singgasana, dia yang bergerak paling cepat, bergerak sendirian,"
"Turun ke... huh?"
"Masih ada banyak hal yang perlu kupersiapkan disini, jadi sebaiknya kita sampai kemari lebih cepat saja,"
Pertama-tama aku ingin melihat Edelfield, tempat dimana musuh seratus persen akan mendarat
Bagaimana kutahu itu? Yah... kecuali jika mereka ingin mendarat di karang maka tidak ada tempat mendarat yang lebih baik dari Edelfield...
Yang jadi masalah....
Hah.... kurasa kami kekurangan orang disini.
Aku sudah mengumpulkan seluruh prajurit yang ada di pulau ini baik itu dari Edelfield, Ruby, Ladenvield, maupun penjaga-penjaga di desa kecil, namun total mereka tidak lebih dari 2.000
Itu wajar karena seluruh kekuatan tempur kami sedang difokuskan ke Timur, namun yah.... melawan 40.000 orang dengan 2.000 terdengar sangat bodoh bukan?
Di Old World, pertempuran di laut adalah pertempuran yang paling brutal karena lebih banyak prajurit meninggal ketimbang di daratan. Itu karena mereka tidak bisa mundur, serta baik yang terluka parah atau terluka ringan atau bahkan yang tidak tergores sama sekali pun akan mati jika kapal mereka tenggelam dan tidak ada yang menarik mereka dari atas laut
Akan tetapi disini bukan kami yang memiliki kelemahan tersebut, sekarang aku hanya perlu berpikir bagaimana caranya agar musuh tidak bisa mendaratkan satupun prajurit mereka ke pulau ini?
Untuk itu aku harus berterimakasih kepada Maou atas kerja kerasnya, kenapa? Mari kita bedah menara kembar Edelfield sekali lagi.
Di bawah tiap menara kini terbangun kompleks artileri manjanik yang bisa diputar ke segala arah, ada sekitar lima manjanik di bawah tiap menara. Lalu menara itu sendiri sudah dimodifikasi sedikit dan memiliki lebih banyak lubang untuk balista, yang terakhir adalah bagian atas yang dipasangi satu lagi manjanik dan tempat yang lebih luas untuk para pemanah
Sekarang menara kembar itu beralih fungsi dari yang semula hanya sebatas menara pengamat kini menjadi benteng untuk menghentikan armada musuh dalam misi mereka mendarat ke Edelfield.
Namun itu semua kurasa masih belum cukup untuk menghentikan 200 kapal
Kecepatan isi ulang manjanik adalah sekitar 30 detik? Yah... mungkin segitu... bahkan jika tembakan kami kena satu pertiganya, butuh waktu hampir 20 menit untuk menghabisi seluruh armada
Jarak efektif kami adalah 100 hingga 300 meter...
Pertanyaannya adalah bisakah kapal musuh melaju sejauh itu dalam 20 menit? Tentu saja mereka bisa
Kecepatan kapal di zaman ini itu sekitar 6 hingga 10KM/jam jadi yah....100 hingga 170 meter per menit?
Itu artinya mungkin kami hanya bisa menenggelamkan enam kapal sebelum mereka sampai sejajar dengan menara kembar ini, enam dari 200.... itu terdengar kecil bukan?
Oleh karena itu aku harus berimprovisasi
"Jika seluruh kapal yang berlabuh digabung, berapa yang kita miliki?"
__ADS_1
"Nona, mereka bahkan bukan-"
"Kapal militer? Tidak masalah, selama mereka bisa mengapung dan menahan beban setidaknya seratus prajurit maka Kerajaan akan membelinya," potongku
"T-Tapi nona, sejauh yang kami mengerti, pasukan Kerajaan semuanya sedang berjaya di garis depan. Atau jangan-jangan...." Oh? Dia mengira itu sebuah kebohongan?
"Tidak. Mereka memang saat ini sedang berada di front Timur, namun nampaknya kawan kita dari Benua Barat, Kerajaan Hohenzollern, memutuskan untuk membukakan satu lagi front disini. Oleh karena itu disinilah aku, diutus oleh sang Ratu untuk melawan mereka," jawabku
Mendengar ini mereka saling berdiskusi satu sama lain dengan bisik-bisik
"Pagi tadi, mata-mata kita melaporkan bahwa 40.000 prajurit Hohenzollern sedang menuju kemari," mari kita jujur saja
"40.000?!" Siapa sih yang tidak terkejut hanya dengan mendengar angka itu, apalagi karena kami hanya memiliki 2.000 disini
Yah... aku tahu bila seharusnya aku berbohong saja soal itu, namun bukan masalah untuk ku sih...
"Nona, tidak kah anda berpikir itu mustahil untuk menghentikan jumlah itu hanya dengan kami semua yang ada disini?"
"Hei! Jika kamu sungguh meragukan kemampuan Nona Rune maka sebaiknya lihat sejarah pulau ini!"
Terjadi pro dan kontra....
"Kak Ryuu, aku juga sebenarnya ragu... Apalagi aku belum pernah melihat kemampuanmu senelumnya,"
"Yah, ada banyak alasan untuk ragu. Tapi kita hanya bisa melakukan yang terbaik saat ini, kumpulkan seluruh kapal yang bisa mengapung dan mengangkut setidaknya seratus prajurit, selanjutnya akan kujelaskan nanti,"
Kami mulai mengumpulkan kapal, amunisi, dan lebih banyak orang untuk bergabung kedalam pasukan. Soalnya setiap orang itu berguna di saat seperti ini
Sementara aku mengurusi pertahanan, Yuuna yang mengelola tiap pembelian yang kami lakukan. Dia bernegosiasi dengan para pedagang yang memiliki kapal, dengan para petani dan peternak untuk memasok makanan, serta beberapa orang lain yang dapat terlibat kedalam pertahanan pulau ini
Untuk jaga-jaga, aku juga membangun serangkaian pertahanan di pesisir Edelfield, namun pertahanan utama tetap berada di menara kembar dan pintu masuk pelabuhan yang sejajar dengan menara
Kami berhasil mengumpulkan 20 kapal dan berakhir memiliki 5.000 prajurit- uh... mari sebut saja mereka pelindung pulau karena tidak semuanya melalui pelatihan prajurit.
2.000 prajurit terlatih kuletakan diatas kapal sementara sisanya membantu kru artileri untuk menembakan bebatuan kearah musuh, kami akan menghentikan mereka di pintu masuk pelabuhan atau tidak sama sekali.
"500 crossbow, dan 7.000 amunisinya.... aku akan membawa 300 keatas kapal, sisanya bagikan secara rata ke dua menara. Ayo kita berangkat sekarang!"
Yuuna meski kusarankan untuk menunggu di kota malah bersikeras ingin ikut denganku keatas kapal, memangnya aku bisa menghentikannya? Sekarang dia berada disampingku mengamati para prajurit yang lain bersiap dalam formasi tempur
Rencananya cukup simpel, kami disini akan menembaki musuh yang berhenti di pintu masuk pelabuhan, aku ingin korban yang minimum di pihak Ruby namun maksimum di pihak Hohenzollern, biar mereka kapok menyerang pulau ini.
Oh? Itu mereka,
Aku bisa melihatnya menggunakan kemampuan akurasi, bahkan aku bisa melihat Raja mereka dengan jelas dari sini, Raja muda yang haus akan kehormatan itu. Mari kita beritahu dia bahwa orang mati tak lagi gila hormat
"Mereka sangat banyak Kak Ryuu...." Yuuna ragu lagi
"Oh ayolah, tiap kali kamu melihat musuh kamu selalu ketakutan,"
"Eh?! T-Tidak setiap kali!"
"Hehe, tenang saja, kali ini semuanya berada dalam kendaliku, tidak seperti sebelumnya,"
__ADS_1