The Sended

The Sended
Chapter 89: Down to Gehenna or Up to The Throne


__ADS_3

.


Paska perang besar, atau lebih tepatnya peristiwa penyerangan Dwarf ke ibukota mereka, para Iblis memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman mereka dan bermigrasi ke tempat lainnya.


Oh penyerangan Dwarf itu meski gagal namun berhasil menghancurkan semangat para Iblis, apalagi ketika Raja mereka sudah mati di tangan Seraphim dan Elf sebelumnya, mereka sangat putus asa kala itu


Rencana migrasi besar, exodus itu bahkan lagi-lagi gagal. Tak satupun orang yang ingin menerima Iblis menjadi tetangga mereka, itu salah para Iblis sendiri karena tidak mencari sekutu ketika masih menjadi ras dominan sih


Alhasil kemanapun mereka melangkah, hanya ada pengusiran secara kasar maupun yang lebih kasar lagi...


Hingga mereka sampai kemari, ke tanah yang tak bertuan ini.


Generasi pertama yang masih bisa menggunakan sihir kuno kuat itu membuat celah di permukaan tanah sehingga mereka bisa masuk kedalam perut Kelfia dan bersembunyi selamanya dari konflik yang terjadi selanjutnya dan selanjutnya lagi.


Itu yang Asmodeus ceritakan sebelum aku beristirahat di salah satu kamar dari salah satu rumah Iblis yang ada di desa ini


Yah... Mereka bilang itu sudah malam, entah bagaimana cara mereka mengira-ngiranya karena yang kulihat tetaplah kegelapan yang diwarnai cahaya lumut biru


Tapi tidak sopan untuk menolak kebaikan seseorang jadi aku memutuskan untuk mengikuti apa yang mereka katakan, tidur di salah satu rumah mereka dan meninggalkan hari kemarin begitu saja.


Alasan sebenarnya aku mau itu karena tetua mereka yang sudah lanjut usia nampak sangat kelelahan setelah dibangunkan dari pingsannya, dia perlu istirahat begitu juga dengan para Iblis lainnya


Aku akan memulai percakapam hari ini, lalu semoga saja aku bisa keluar hari ini juga.


Pintu kamarku diketuk, lagipula ini bukan kamarku jadi aku membiarkan siapapun itu masuk


"Permisi..." rupanya itu Verinne


Dia membawakan sarapan yang terlihat.... Ugh....


"Ini adalah sarapan spesial kami para Iblis, bubur cacing bumi dan air buah beri yang jatuh dari permukaan lalu terbawa sungai bawah tanah,"


"W-Wah...."


Sial... Apa aku harus menerima kebaikan mereka kali ini...?


.


Ugh... Meski rasanya tidak terlalu buruk, tapi setiap mengingat gigitan dan tekstur buburnya jadi ingin muntah...


Air buah berinya sih cukup biasa, hanya air segar dengan ekstrak buah beri membuatnya lebih segar lagi tapi buburnya itu yang jadi masalah...


"Kamu tidak apa, Rune? Wajahmu nampak pucat," kata Verinne ketika kami sedang berjalan


Saat ini aku dan dia sedang menuju ke tempat tetua mereka berada, kondisinya sudah lebih baik untuk memulai percakapan jadi aku tidak ingin membuang waktu


"Tidak apa.... Lagipula dimana As? Kenapa ia tidak ikut bersamamu?"


"Rune, As itu masih seorang laki-laki loh, mana mungkin kubiarkan dia masuk kedalam kamarmu kan? Dia menunggu kita di rumah tetua," begitu rupanya


Kami melewati beberapa rumah untuk sampai kesana, beberapa Iblis juga menatapku selagi kami berjalan kesana, bahkan ada beberapa yang ikut dengan kami ke rumah sang tetua


Yah bukan masalah sih, malah lebih baik mengadakan rapat terbuka sekalian sehingga keputusannya terdengar oleh semua Iblis.


Kami sampai didepan rumah tetua Iblis yang sudah ramai, Asmodeus menyapa kami di pintu masuk

__ADS_1


"Tetua sudah baikan?" Tanya Verinne


"Iya, dia ada didalam, begitu juga dengan beberapa warga yang lain," jawab As


Aku mengangguk menanggapi itu, tapi ketika aku berniat untuk masuk, As menghentikanku lagi


"Apa tidak apa jika perundinganmu disaksikan oleh beberapa Iblis lain? Tidak kah itu mengganggu?" Tanya dia


"Tidak juga, tapi jika tetua yang menganggapnya begitu maka dia boleh mempersilahkan yang lain untuk pergi,"


.


Rumahnya berisi barang-barang antik dan memiliki aroma yang menenangkan, ini seperti rumah orang tua pada umumnya. Yang tidak umum adalah tatapan mereka kepadaku...


Semuanya kecuali sang tetua menatapku dengan murka dan seperti ingin mengusirku segera. Yah bukan berarti aku tidak ingin cepat-cepat pergi, tapi aku harus mendapat kesetiaan mereka kepada Ruby dulu


Aku tidak lupa jika tujuanku adalah untuk menaklukan Kelfia, hanya dengan itu aku bisa memiliki tiket untuk melawan Dewa, dan rasanya tidak mungkin hanya dengan kemampuan manusia semata


Multirasial adalah hal yang penting jika ingin memajukan negara.


"Sebelumnya saya berterimakasih karena nona telah menyelamatkan kami, dan kami meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kekacauan di dunia permukaan,"


"Bukan masalah pak, pihak kami tidak dirugikan dengan kekacauan itu, lalu kalian juga dikendalikan oleh sihir asing jadi secara teknis kalian tidak bersalah. Kedatanganku kemari adalah untuk mengvasalkan kalian,"


"Jangan bercanda! Mana mungkin kami mau menjadi bawahan ras lain!"


"Mohon tenang dulu, saya ingin tahu mengapa nona sangat ingin melakukan itu?" tanya sang tetua


Mau dijelaskan juga bisakah mereka percaya?


"Situasi Iblis saat ini mirip seperti kami di zaman kalian berkuasa, menetap di bawah tanah hingga ketika kesempatan datang bagi kami untuk naik ke permukaan rupanya situasi tidak jauh berbeda.


Aku tidak berbohong kan? Situasi mereka memang sama seperti ketika kiamat mendatangi bumi, manusia turun kedalam tanah dan hidup selama beberapa generasi dibawah sana


Bedanya kiamat mereka adalah peperangan, sementara kami.... Entahlah...


Setelah berbincang dengan Iblis lainnya, ia kembali berbicara padaku


"Jadi anda ingin melindungi kami atas dasar rasa belas kasihan?" Tanya sang tetua


"Tidak. Memang sebagiannya begitu namun tentu saja aku menawarkan ini karena ada untungnya bagi kerajaan,"


"A-Apa anda akan menarik pajak?" kata sang tetua khawatir


"Itu pasti, tapi tidak mungkin dalam waktu singkat. Kerajaan menyadari bahwa kalian juga perlu waktu untuk beradaptasi dengan ekonomi kami, jadi aku bisa jamin kalian juga akan sejahtera,"


"Oh! Kalau begitu jika boleh tahu-"


"Untuk masalah ini aku tidak bisa menjawabnya, kalian harus bertemu orang yang cocok untuk perpajakan dan ekonomi. Aku disini hanya sebatas delegasi untuk menawarkan kalian ini semua, itu bukan bidangku juga..."


Tetua mengangguk dan berbincang lagi dengan para Iblis lainnya


Kurasa proposal ini menguntungkan mereka juga, dengan berasimilasinya mereka ke Kerajaan Ruby, ras superior yang tahu jika manusia adalah makhluk yang harus dihindari maka secara otomatis akan menghindari perburuan Iblis di wilayah kami juga


Hak hidup mereka ada kembali terjamin dan perlahan mereka bisa kembali ke dunia permukaan, tentu saja mereka harus mematuhi hukum yang berlaku...

__ADS_1


Untuk segala perlindungan dan kesempatan baru tadi, mereka hanya perlu membayar pajak. Itu terdengar seperti pertukaran setara


"Kami belum pernah melayani sosok selain Raja Iblis, apa anda bisa membuktikan jika Ratu Ruby adalah sosok yang layak dilayani oleh kami?" wah mereka mulai jual mahal...


"Aku tidak tahu soal itu, kalian harus mencari tahunya sendiri karena itu subjektif, tapi aku bisa memberikan perbandingannya. Aku adalah orang yang mengalahkan Gressila,"


"Eh?"


"Nama itu, bagaimana-"


"Aku mengalahkannya dan membuatnya menghilang selamanya dari Kelfia, sebuah hal yang bahkan Raja Iblis gagal lakukan,"


"Omong kosong! Gressila adalah sosok buruk nan abadi yang hanya bisa dibuat tidur, bukan dibunuh, jika Raja Iblis saja tidak bisa maka-"


"Ia mengenakan gaun serba hitam serta memegang payung, serangannya berupa bayangan yang memiliki kutukan kuat yang jika tersayat olehnya sedikit saja maka musuh bisa menemui ajal mereka, namun bagi yang tidak pun perlahan-lahan akan merasakan efeknya karena pergerakannya akan mulai melambat dan berakhir terkena serangan Gressila yang lain.


Aku bisa menjelaskannya secara rinci karena aku sudah melawan dan membunuhnya tapi kurasa waktu kita mulai menipis jadi begini saja...


Kalian terima tawaranku dan menjadi rakyat Ruby dibawah hukum dan perlindungan Ruby, atau menolaknya dan selamanya hidup seperti ini. Oh! Jangan khawatir karena aku bersumpah bahkan jika kalian menolaknya maka kejadian sebelumnya akan kami usahakan untuk tutupi,"


Hah.... Berunding memang lebih melelahkan daripada naik turun menara Fuzhou...


"Kami.... Terima tawaran anda, Nona Rune,"


Lagipula mereka hidup


"Itu bagus! Perjanjian tertulisnya akan menyusul, beserta perundingan bersama menteri ekonomi dan pertemuan dengan sang Ratu," kataku


Akhirnya...


Setelah ini aku akan berbincang sedikit dengan As dan Verinne, lalu aku akan naik ke permukaan dan menemui Li. Kuharap dia dan murid-murid lainnya tidak mengalami masalah, kuharap juga buku-buku yang ada di Qing tidak rusak atau hancur


"Oh iya, mengenai pihak yang mengendalikan kalian, kami akan menginvestigasi itu. Mohon kerja samanya ke depannya," kataku sebelum pamit keluar


.


Meski Ryuu berkata demikian, berita soal Iblis yang muncul keatas wilayah Qing dengan cepat tersebar ke seluruh Benua dan pada akhirnya sampai ke telinga Elf dan Dwarf. Akan tetapi tidak seperti mereka akan mengambil tindakan apapun


Dwarf dan Elf masihlah ras superior, namun tetap saja setelah sihir direset mereka menjadi jauh lebih lemah ketimbang sebelumnya


Aliansi mereka runtuh dan kini semua ras sedang berjuang dalam keadaan internal mereka masing-masing, hanya ada beberapa pertempuran kecil yang dianggap hanya sebatas konflik perbatasan semata.


Intinya mereka tidak memiliki waktu untuk mengurusi Iblis yang dirumorkan itu, juga ada kemungkinan itu hanyalah sebuah rumor, rumor dari manusia yang masih dianggap remeh oleh kebanyakan orang dari ras itu


.


"Sudah mau kembali?" Tanya As ketika aku keluar dari rumah tetua Iblis


Perasaanku saja atau memang lebih banyak Iblis disini ketimbang saat aku masuk tadi?


"Ya benar, ini pertemuan yang singkat tapi aku berterimakasih banyak karena cerita yang kalian berdua berikan,"


"Itu bukan masalah, kamu boleh bertanya apapun kapanpun pada kami, Nona Rune," kata Verinne


Iblis huh?

__ADS_1


Selama satu atau dua hari aku berada disini, tidak ada keburukan seperti dalam naskah pada diri mereka, mereka hanyalah ras yang mencoba mendapatkan tempat di Kelfia semata, sama seperti ras lainnya


Kurasa memang benar jika pihak pemenang berhak menentukan sejarah....


__ADS_2