
.
"A-Ayah?"
Huh? Apa ini?
"Putriku Li dan Nona Ryuu ya? Dimana sopan santun kalian masuk ke ruangan pribadiku tanpa mengetuk pintu?"
Sial, ini jauh lebih buruk dari yang kukira, aku pikir dia seorang necromancer seperti Maou, tapi apa-apaan ruangan ini sebenarnya?!
Buku-buku yang menggunung sebelumnya hilang, ada sebuah tungku besar ditengah ruangan ini, itu sumber segala aura dan bau tak sedap yang kami hirup selama ini
Yang paling penting adalah... Kenapa adik Li ada disini?!
"Ayah! Apa yang kamu lakukan?!"
"Apa...? Kamu sudah lupa rupanya, Li,"
Dia menghadap kearah kami dengan hawa yang berbeda dari saat terakhir kali aku bertemu dengannya
"Tidak kah kamu ingin bertemu dengan ibu mu sekali lagi?"
Ternyata memang necromancy, namun semua ini terlalu kelewatan, apa dia mencoba seni necromancy tingkat tinggi?
"A-Apa maksudmu?! Apa yang sebenarnya sedang ayah lakukan? Kenapa ada adik ku disini?! Apa yang engkau lakukan kepadanya?!"
Pertanyaan demi pertanyaan Li luncurkan, dia kelihatannya sangat terkejut dengan ini semua
"Aku tidak mungkin melukai anak ku sendiri, Li. Tapi aku butuh sesuatu yang diwarisi oleh ibumu, beberapa tetes darah adikmu dan milikmu akan sangat cocok untuk itu" jelasnya
"Jadi ketika kamu sudah disini... Berikan aku beberapa tetes saja ya... Li..."
"H-Hah?"
Aku menarik Li untuk mendekat agar shield milik ku bisa melindunginya. Itu benar, Hu menggunakan sihir untuk menyayat wajah Li demi bisa mendapat darah yang ia butuhkan
"Nona Ryuu... Aku juga berterimakasih atas datangnya dirimu kemari, kamu memiliki mana yang sangat besar jadi aku meminjam beberapa ketika kamu terlelap, tolong maafkan aku untuk itu," katanya
"Tapi, tolong serahkan Li baik-baik, ini adalah masalah keluarga," lanjutnya
Aku juga menggunakan sihir semacam teleportasi untuk mengambil adik Li dari ayahnya lalu kuberikan kepada Li.
"Pergi dari sini, serahkan masalah ayahmu kepadaku,"
"Eh? Tapi-"
"Jika kamu tetap disini maka dia benar-benar akan melukaimu!"
"B-Baik,"
Sebelum dia pergi, aku tentunya memberi sihir perlindungan kepadanya. Siapa yang tahu kalau Hu mempunyai trik untuk melukai Li meski dia sudah tidak ada dihadapannya
Fiuh, dengan begini maka aku tidak memiliki beban, sekarang ayo coba lebih leluasa
"Kamu sudah melihat ini semua, tidak mungkin bisa melupakannya begitu saja huh? Maaf tapi aku harus membungkam mu disini," kata dia
"Aku menantikan usahamu,"
Ku gunakan sihir angin kencang untuk menghempaskan seluruh aura dan bau tak sedap ini, dan bersama itu terbang seluruh benda yang berada di dalam ruangan ini kecuali tungku dibelakang Hu yang memang terlihat berat itu
Lalu aku juga meraih patung yang kucurigai sebelumnya sehingga itu tidak ikut terbang, aku berencana untuk menanyai soal ini kepada Hu
__ADS_1
"Patung ini, kamu dapat darimana?"
"Oh? Apa nona tahu sesuatu soal itu? Tidak ada yang perlu kusembunyikan, aku mendapatkannya ketika aku mulai putus asa dalam mencari cara membangkitkan istri ku tercinta," hmm?
"Berkat patung itu aku bisa mencapai semua ini, suara yang ia sampaikan setiap malam bisa membimbingku, memberiku jalan untuk sampai ke tujuan terbesarku," lagi-lagi sihir hipnotis
Setelah dia menjelaskannya, aku membakar habis patung kayu ini dengan sihir api
"A-Apa yang kau lakukan?!!"
"Siapa tahu kamu kembali normal ketika aku menghancurkannya, tapi sepertinya tidak," jawabku
Dia kelihatannya sangat murka kah?
"Kau gadis sialan! Akan ku buat kau jadi jiangshi!"
Dia lagi-lagi menggunakan sihir elemen angin, itu bergerak sangat cepat sih tapi tidak ada yang lebih cepat dari ku
Aku menghindari semua tebasan anginnya dan bergerak menuju ke belakang Hu sambil melakukan itu, dia terkejut melihatku
"Ap-"
Sebelum bisa berkata-kata aku menendangnya sehingga dia tersungkur ke depan ke posisiku sebelumnya.
Di saat ini aku melihat kedalam tungku yang dia masak, sebenarnya apa isinya?
Uwah... Aku masih tidak tahu apa itu meski sudah kulihat secara langsung begini. Tungku itu berisi cairan mengkilap kental berwarna ungu kehitaman yang mengeluarkan asap dengan warna yang sama, melihat itu rasanya seperti melihat sebuah badai besar
Tapi tetap saja.... Tidak ada yang bisa membenarkan perbuatannya, hanya perasaan pribadinya saja yang bisa melakukan itu.
"Ada apa ini?!"
Hmm?
Disini mereka semua akhirnya melihat sisi lain Hu yang belum pernah terungkap sebelumnya, hal apa yang dirinya kerjakan selama ini, betapa busuknya dia
"Hu, apa kamu bisa jelaskan ini?" Tanya Feng dengan tenang
Terkadang ketenangannya itu bisa membantu ya... Dalam banyak hal malah
Hu disana termenung, akan tetapi setelah beberapa saat dia mulai tertawa sendiri
"Hahaha.... Hahahahahaha!"
"Hu...?"
Hu mengeluarkan energi yang lebih besar dari sebelumnya, aku sudah tidak tahu apakah itu sihir angin atau hanya auranya saja yang menghempaskan angin disekitar
Saking kencangnya, atap ruangan ini sampai ikut terhempas dan Hu bisa pergi dari sini dengan cara melompat. Namun sebelum melakukannnya, dia memperingatiku dan keluarganya yang lain untuk tidak ikut campur lebih dari itu
"Aku akan mengembalikan semuanya seperti semula, setelah dirinya kembali tentunya. Jadi tolong kalian tidak menghalangiku, atau aku akan melakukan hal yang lebih buruk lagi," kata Hu
"Mengembalikan dia? Hu, sudah ratusan kali ku bilang, relakan dia. Itu adalah hal yang mustahil, hanya Dewa yang bisa memberi kehidupan,"
"Mustahil? Tidak ada yang mustahil! Saksikanlah aku yang akan berhasil mewujudkan itu, ayah."
Hu melompat dan pergi dari sini ke langit malam, kami semua tidak tahu kemana dirinya tapi yang pasti sebuah bencana lain akan datang ke tanah ini.
"Hu..."
"Jika tidak ada yang mustahil, seseorang tidak bisa tahu batasan mereka," kataku
__ADS_1
"Nona Ryuu, pertama-tama terimakasih karena telah melindungi Li dan adiknya. Hu telah termakan kegilaan yang belum pernah hadir kedalam keluarga ini,"
Yah... Kegilaan itu belum pernah hadir ke tanah manusia juga sebelumnya sih...
Belum sekalipun kubaca ada hal semacam ini di buku manapun yang kutemui di seluruh wilayah yang pernah kudatangi sebelumnya. Baik patung maupun sihir hipnotis... Kita bisa jadikan ini sebagai alasan berperang
Tapi pertama aku harus tahu siapa lawan kami.
Feng memandang langit, namun matanya terlihat sedang menatap masa depan. Masa depan yang mungkin terjadi ke Keluarga Xia
"Apabila Hu tidak dihentikan..."
Hmm...
"Karena Xia telah bersumpah setia kepada Kerajaan Ruby, sudah tanggung jawab kami untuk melindungi kalian dengan syarat kalian melakukan hal sebaliknya di saat kami memperlukannya.... Aku akan melindungi kalian,"
"Nona..."
Aku telah memberi mereka hak untuk itu soalnya... Lagipula apa gunanya sebuah keluarga yang telah jatuh? Xia harus tetap berdiri.
Maka ayo pergi menemui Hu sekali lagi, mari coba buat dia berubah pikiran, jika gagal maka yah... Aku tidak punya pilihan.
.
Dia berada di tempat dimana aku dan sepupu Li melakukan latih tanding sebelumnya, memandangi langit gelap yang tiba-tiba saja berhembus angin kuat, mungkin akan terjadi badai
Semua orang memiliki alasannya sendiri, semua orang menganggap diri mereka, alasan mereka iti benar. Akan tetapi kita tidak bisa hidup dengan cara begitu, harus ada satu hal yang bisa menyatukan kita semua, itu adalah common sense
Necromancy adalah hal tabu yang mungkin memang dipelajari oleh beberapa ras tertentu, namun sebagian besar seperti kami manusia menganggapnya salah. Yah... Maou juga mempraktekan itu sih...
"Hu,"
"Lagi-lagi Nona Ryuu kah? Apa kamu kemari untuk mencoba menghentikanku lagi?" tanya dia
Yah... Aku terus menggunakan bujukan juga karena dia itu ayah Li sekaligus anggota keluarga Xia... Kalau bukan sih sudah kuselesaikan sejak tadi.
"Aku sudah menyerah untuk itu sebenarnya... Aku hanya ingin tanya siapa yang memberimu patung sebelumnya?"
"Mengapa engkau sangat penasaran? Jika saja kamu tidak membakarnya maka semua ini akan menjadi jauh lebih mudah," jawabnya
"Bagaimana bisa?" Tanyaku lagi
"Seperti yang kubilang, patung itu membuka pikiranku, memberiku ide-ide brilian untuk mencapai tujuanku," tidak kah itu terdengar seperti hipnotis baginya...
"Aku mendapatkannya ketika kembali dari kota, tergeletak diatas tanah didalam hutan dibawah sana itu, entah siapa yang meninggalkan itu disana tapi aku sangat berterimakasih,"
Tidak.... Harusnya dia mengutuk orang itu...
Itu memang menjawab pertanyaanku sih, tapi lagi-lagi tidak membawaku kemana-mana. Misteri ini akan terus berlanjut kalau begini caranya...
"Beritahu aku, Nona Ryuu, apa kamu pernah mencintai seseorang?"
U-Ugh... Aku mungkin tidak akan menyukai kemana arah pembicaraaan ini
"Kamu pasti akan merelakan segalanya untuk sosok istimewa itu. Tapi aku masih tahu diri untuk tidak mengorbankan keluargaku demi tujuanku. Dan meski begitu pun aku tidak paham kenapa kamu menghalangiku,"
"Karena sejak awal yang kamu lakukan itu salah, Necromancy itu adalah sihir yang dilarang disini sejak penemuannya. Para undead bisa merusak kestabilan kerajaanmu-"
"Undead?! Aku tidak berniat membangkitkan istriku senagai undead rendahan! Aku akan membuatnya hidup seperti sedia kala!"
Ugh... Memang orang dewasa itu susah diajak berkompromi... Undead yang 'hidup' huh? Memangnya dia pikir dia ini Maou? Bahkan Maou tidak bisa menghidupkan orang mati, dia hanya bisa memberi jiwa kepada Undead
__ADS_1
Itu tidak sama, karena mengembalikan jiwa itu berarti seseorang harus mengontrol pintu alam baka. Tapi untuk membuat jiwa disisi lain, itu semacam memprogram kecerdasan buatan tingkat tinggi, manusia bisa melakukannya.
"Kamu telah dibodohi..."