
“ Aku adalah Sang penyihir Ketakutan, Harine Este Aldorian “ ( Harine )
“ Penyihir Ketakutan “ jawab Yurikka dan anastasya.
Dihadapan Yurikka dan anastasya, gadis tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Penyihir murni Yang memegang gelar ketakutan.
Mereka berdua masih terus berfikir dan nampak masih meragukan hal tersebut.
“ Ano~jika kamu ingin bergurau, maka ini bukan main-main “ jawab anastasya.
“ Kalian berdua nampaknya masih ragu, jika begitu akan aku perlihatkan ketakutan kepada kalian “ ( Harine )
Gadis itu mulai menatap tajam ke arah yurikka dan juga anastasya, ia nampaknya sedang merencanakan sesuatu.
“ !!! “ “ Eh!? ........ Kyahhhhhh!!!!! Ada laba-laba “ ( Yurikka )
Tiba-tiba saja yurikka berteriak histeris, nampak seekor laba-laba singgah di kepalanya. Hal tersebut nampak berhasil untuk mengagetkannya.
“ Saya percaya dengan anda, aku takut dengan laba-laba “ ( Yurikka )
Yurikka yang barus saja di kagetkan tersebut, langsung berdiri dipojokkan dan tidak berani menatap secara langsung.
“ Ha ha ha........benar kan! Itu adalah sihir ketakutan...... aku bisa mengetahui semua hal yang kalian takutkan dan merealisasikannya “( Harine )
Dengan bangganya harine mulai menyombongkan hal tersebut.
“ baiklah..... selanjutnya adalah kamu “ ( Harine )
Harine mulai mengalihkan pandangannya keada anastasya.
“ eh!? ini “ ( Anastasya )
Anastasya mulai terlihat membiru, ia seperti melihat sebuah kenangan buruk yang selalu membuatnya jadi ketakutan.
Dari kenangan itu terlihat, sang ayah dan saudara/i nya terus memukuli dirinya. Ayahnya dnegan sangat kejam terus menerus membentak pada dirinya dengan cukup keras.
Terdengar sebuah kata.
“ Kau hanyalah Sampah......jika saja tidak ada dirimu, maka aku tidak akan kesulitan seperti ini!!! “
Kata -kata kasar tersebut terus terdengar di dalam dirinya. Ia tidak tahan mendengar kata-kata kasar dari ayahnya tersebut.
Ia mulai merintihkan air mata dan mulai tersungkur tidak berdaya, wajahnya terlihat begitu pucat. Ia nampak seperti orang yang tidak memiliki arahan...
“ Any-san!! “ ( Yurikka )
Yurikka yang sedari tadi berada di pojokkan kini mulai mendatangi anastasya yang terkulai pucat. Ia mulai memopang temannya tersebut di bahunya untuk menenangkan diri.
“ tkkkk!!! “ sang penyihir mulai menjentikkan jarinya.
“ Nampaknya Rasa takutmu Akan kenangan tersebut begitu besar hingga sihirku memproyeksikan ingatanmu itu dengan cukup nyata “ “ Aku meminta maaf dengan sebesar-beasarnya karena sudah menakuti dirimu , nona kecil “ ( Harine )
Harine mulai mengakhiri sihir ketakutan nya kepada anastasya, ia lalu meminta maaf dengan sebesar-besarnya kepada anastasya.
Meskipun sihir ketakutannya telah menghilang, tetapi kondisi anastasya masih nampak sedih dan berlinang air mata. Hal ini menandakan bahwa rasa takutnya akan keluarga nya tersebut sangatlah besar melebihi rasa takutnya akan hal tertentu.
“ Any-san.......sudahlah, tidak apa-apa “ ( Yurikka )
Yurikka sedang berusaha untuk menenangkan anastasya yang sedang dalam kondisi tidak mengenakan. Ia terus menyebut bahwa ini sudah tidak apa-apa.
“ Yu-Yulia-san “ ( Anastasya )
Tidak lama setelahnya anastasya mulai kembali tenang, meskipun masih ada air mata di pipinya. Nampak bahwa dirinya tidak tahan dengan trauma masa lalunya tersebut.
“ hah......... inilah sebabnya mengapa aku tidak begitu suka dengan perlakuan masyarakat Bangsawan “ “ okey.....jika kalian sudah kembali tenang, mari duduklah dan minumlah teh bersamaku di tempat ini “ ( Harine )
Setelah menunggu Mereka berdua tenang, Harine mulai mengalihkan topik pembicaraan. Ia mengajak Anastasya dan Yurikka untuk duduk bersamanya dan meminum teh di tempat tersebut.
Yurikka dan anastasya mulai duduk ditempat itu dan mulai bergabung dengan Harine.
Harine mulai beranjak dari tempat duduknya dan mulai menyajikan teh kepada anastasya dan juga Yurikka.
Ia mulai menuangkan poci teh itu ke cangkir mereka, terhitup aroma unik dari teh tersebut.
Terlihat bahwa anastasya yang sedari tadi sedang sedih tersebut, kembali dalam kondisi normal ketika mulai meneguk teh dari harine itu.
“ Jika kamu ingin tambah, silahkan....... itu adalah Jasmine tea! Itu teh yang bagus untuk menenangkan perasaanmu “ ( Harine )
“ Eh!? Ehhhhhhj!!!! Jadi Ini teh mahal itu!!! “ ( Anastasya )
__ADS_1
Anastasya yang sedari tadi terlihat sedih kini berubah sangat terkejut ketika harine mengatakan bahwa teh itu adalah jasmine tea kepada Anastasya.
“ Humu....... Nampaknya kamu sudah baikkan “ “ Lagi pula kamu tidak perlu seterkejut itu! Itu hanyalah teh biasa bagiku “ ( Harine )
Harine mulai menjawab pertanyaan dari Anastasya dengan jawaban biasa. Tetapi anastasya nampak sangat terkejut dengan hal tersebut.
“ Meskipun anda mengatakan ini adalah hal biasa, tetapi tetap saja ini adalah hal yang mewah bukan “ “ Hanya bangsawan kelas atas saja yang bisa menikamati teh mewah ini “ ( Anastasya )
“ jika itu yang kamu katakan, maka mungkin itu juga benar “ “ itu sebabnya aku benci dengan masyarakat bagsawan yang selalu membuatnsesuatu nampak begitu rumit “ “ aku memiliki seorang pemasok terpercaya dai negeri tarnminia untuk memasok itu begitu banyak “ “ Jadi itu bukanlah hal yang mewah “ ( Harine )
“ ano~aku tidak ingin ikut campur dengan hal itu, tapi any-san bukankah teh itu selalu sama meskipun memiliki rasa yang berbeda “ ( Yurikka )
Yurikka mulai ikut campur dalam pembicaraan itu, ia beranggapan bahwa teh itu selalu sama,eskipun itu memiliki rasa dan hal yang berbeda.
“ Humu......nampaknya temanmu lebih tahu mengenai teh daripada dirimu “ “ Memang yang dikatakannya adalah sesuatu yang benar “ ( Harine )
Harine mulai membenarkan pernyataan tersebut.
“ meski begitu......meskipun anda mengatakan begitu, ini tetap saja hal yang mahal bagi bangsawan tidak dianggap seperti diriku “ ( Anastasya )
“ Humu........ anggap saja ini sebagai keberuntungan mu, kamu sekarang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para bangsawan kelas atas itu bukan “ ( Harine )
“ Benar......Any-san, kamu tidak perlu sungkan......lagipula menolak sesuatu yang diberikan itu merupakan bentuk ketidak sopanan “ ( Yurikka )
“ ba-baiklah “ ( Anastasya )
Anastasya mulai menderima keadaan, ini merupakan suatu keberuntungan bagi dirinya bahwa ia bisa meraskaan jasmine tea yang biasa dinikmata bangwasan kelas atas tersebut.
Tetapi di saat yang sama , ia juga tidak percaya diri untuk merasakan hal itu.
Harine mulai kembali ke tempat duduknya, setelah ia menyajikan cookies kepada yurikka dan juga anastaysa.
“ baiklah...... silahkan kalian nikamati perjamuan teh ini dengan santai, jangan sungkan-sungkan “ ( Harine )
“ Terimakasih banyak atas kebaikan anda.....harine-sama “
...•...
...•...
...•...
...•...
Para murid yang terdiri dari bangsawan dan juga rakyat biasa turut andil dalam latihan tersebut.
Tidak seperti bangsawan kelas atas, orang-orang yang mengikuti ekschool ksatria sihir didominasi oleh Bangsawan peringkat bawah. Mereka nampak sangat akrab dengan para murid yang berasal dari rakyat biasa.
Meskipun kebanyakan adalah bangsawan kelas bawah, tetapi ada juga diantara mereka yang merupakan bagsawan peringkat atas.
Para murid bangsawan peringkat atas terlihat hanya berkumoul dengan sesama mereka dan tidak ingin bergaul dengan murid lainnya. Mereka terlihat angkuh dan memandang rendah Para bangsawan bawah dan juga rakyat biasa.
“ Lihatlah sampah-sampah itu “
“ Mengapa mereka harus ada “
“ Alangkah baiknya mereka semua disingkirkan saja “
Gumam para bangsawan atas.
“ Mereka semua masih terlihat angkuh seperti biasa “
“ Benar........ Hanya karena status keluarga mereka, mereka pikir mereka adalah segalanya “
“ Benar kawan........Meskipun aku juga bangsawan tetapi aku sangat membenci mereka “
Gumam para murid bangsawan bawah dan juga rakyat biasa.
Terjadi perbedaan antara fraksi di antara murid-murid tersebut. Fraksi teratai unggu yang beranggotakan bangsawan kelas dan juga Fraksi Bendera hitam yang terdiri dari bangwasan peringkat bawah dan juga rakyat biasa.
Meskipun jumlah murid drai fraksi bendera hitam lebih banyak daripada teratai unggu tetapi fraksi teratai unggu yang terdiri dari bangwan berpengaruh selalu memanfaatkan otoritas mereka untuk mengancam fraksi bendera hitam.
“ Tak tak Tak!!!! “
Tidak menghiraukan perselisihan tersebut, Dua orang pemuda dengan warna seragam berbeda sedang berlatih tanding dengan pedang kayu mereka.
“ Apakah hanya seperti itu saja kemampuan mu Eugeon....... kau jadi lebih lemah daripada sebelumnya “ kata seorang pemuda kepadanya.
“ Masa Bodoh....... apanya kau kata lebih lemah, aku hanya sedang fase pemulihan “ wajab pemuda itu.
__ADS_1
Mereka berdua sedang bertarung sengit, baik eugeon dan pemuda itu saling melancarkan serangan terbaik mereka.
“ !!! “ secara tidak sadar seseorang tiba-tiba saja muncul dari pikiran eugeon. Itu membuatnya sedikit terdiam.
“ Kau lengah!!!! “
“ Ah......sial!!!! “ ( Eugeon )
Secra tiba-tiba pemuda itu melihat sebuah celah yang diberikan oleh eugoen. Eugeon tidak bisa menghindari serangan itu.
“ Tak!!! “
pedang kayu eugeon terjatuh karena hantaman dari pemuda itu. Kini pemuda itu mengarahkan pedang kayunya ke leher eugeon.
“ A-aku Kalah “ ( Eugeon )
Eugeon mulai mengakui kekalahannya. Pemuda itu mulai menurunkan pednag kayunya ketika eugeon mengakui kekalahannya tersebut.
“ Kau terlalu kurang fokus........ kau seharusnya bisa lebih baik dari ini bukan ,eugeon “ kata pemuda itu.
“ Mungkin aku memang perlu istirahat “ ( eugeon )
Eugeon mulai mengalihkan pembicaraannya, ia mulai berbohong mengenai kondisi tubuhnya saat itu.
“ Meskipun kamu sakit, aku bisa mengetahui hal tersebut........tetapi kali ini kamu seperti memikirkan sesuatu, apa yang sedang kamu pikirkan “ kata pemuda itu.
Ia terlihat begitu penasaran dengan hal tersebut, ia sudah mengenal eugeon dengan baik.
“ Ti-Ti-Tidak!!! “ ( Eugeon )
Ia mulai mengalihkan pandangannya, nampak wajahnya muali sedikit memerah.
“ Hah....... Kau sudah mengenal mu dengan baik, Ketika Kau sedang berkata bohong! Kau selalu mengarahkan pandanganmu ke sisi lain......... apakah ini ada kaitannya dengan salah satu murid di kelasku “ Kata pemuda itu.
Wajah eugeon mulai sedikit memerah, ia tidak bisa mengelak kenyataan tersebut.
“ i-itu.......se-sebenarnya....... ap-apakah Yulia-san “ ( Eugeon )
Dengan tingkahnya yang aneh, eugeon mulai memberanikan diri untuk menanyakan soal Yurikka kepada temannya tersebut.
“ ho ho....... di lihat dari tingkah aneh mu belakangan ini, kira-kira ada apa denganmu dan juga Yulia-san “
Pemuda itu mulai sedikit menggoda, ia dengan isengnya mulai menanyakan tentang eugeob dan hubungannya dengan wanita itu.
“ Bu-bukan apa-apa “ ( Eugeon )
Eugoen mulai sedikit membuang muka dan membatah hal tersebut.
“ Hah........aku tidak tahu mengapa kamu tertarik kepadanya, Yulia-san itu sangat misterius....... ia dalah gadis yang cukup pendiam dan jarang berinteraksi di kelas “ “ Aku sulit untuk menebak seperti apa kepribadiannya “
Pemuda itu menjawab dengan tanpa ragu, ia menjawab bahwa yulia yang ia kenal adalah seorang gadis yang sulit bersosialisasi.
“ hmmmmm...... begitu ya “ ( Eugeon )
“ apakah kamu mendengarkanku “
“ Tentu saja......... tetapi sepertinya orang-orang tidak akan tahu sifat aslinya “ ( Eugeon )
“ Apa yang kamu tahu!? “ “ ngomong-ngomong ku dengar dari Helic bahwa kau ditampar oleh seorang wanita dan di sebut sebagai orang mesum “
Pemuda itu mulai mengalihkan pembicaraan , ia mulai membicarakan gosip yang ia dengar dari pahlawan helic sebelumnya.
“ Itu bukan sesuatu yang harus kamu ketahui “ ( Eugeon )
Ekpresi wajah eugoen tiba-tiba saja berubah menjadi pucat stelah mendengar kata di tampar oleh seseorang dan disebut mesum.
“ Ha ha ha.......jika memang wanita tersebut memang ada, ia pastinya orang yang cukup menarik karena berani menampar si maniak pertarungan dan menyebutmu sebagai orang mesum.......sungguh menghibur sekali “
Pemuda itu napak tertawa dengan kenyataan tersebut.
“ Nert, Apakah kau sedang meledekku “ ( Eugeon )
“ Ha ha ha.....tidak tidak, aku hanya sedikit terhibur saja “ ( Nert )
“ Tch........ ayo kita lanjutkan lagi latihannya “ ( Eugeon )
“ Baiklah-baiklah....... “ ( Nert )
Tanpa mempublis hal tersebut, eugeon dan pemuda itu kembali melanjutkan sesi latihan mereka
__ADS_1